– "Kasus pembunuhan saat chat berlangsung!"–
Ran dan Shinichi masih terjebak di ruangan serba putih. Tapi karena borgol di tangan mereka terlepas, kali ini Ran dan Shinichi terjebak di ruangan yang berbeda.
“Shinichi, tolong aku!”
“Ran!”
Dari panel sentuh yang ada di tembok, muncul sebuah tanggal terjadinya sebuah kasus. Flash back dimulai.
27 Juli 2010
Detective Kogoro sedang memiliki klien. Tapi karena ingin melihat konser Yoko Okino, akhirnya janji yang dibuat dengan klien tidak bisa ditepati. Karena itulah, Ran yang menggantikan ayahnya untuk chat bersama klien.
Klien bernama Mizutani Yukino. Ia mengalami kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Kubo Kensuke. Karena itulah ia tidak berani keluar dari apartemennya, dan hanya bisa chatting, untuk meminta bantuan detective Kogoro.
Gedoran dari arah pintu terdengar keras. Mizutani-san yang sedang mengobrol bersama Ran ketakutan. Ia yakin kalau itu kekasihnya, Kubo-san yang selama ini menganiayanya.
“Bagaimana kalau kita lapor polisi?” Ran menawarkan.
“Jangan, jangan lapor polisi. Aku tidak tahu apa lagi yang akan dilakukannya (Kubo-san) kalau lapor polisi,” elak Mizutani-san.
Keadaan semakin genting. Mizutani beranjak dari depan laptopnya, meski Ran melarangnya. Tidak lama sesudahnya, terdengar suara jeritan. Ran khawatir terjadi apa-apa dengan Mizutani-san. Ia beranjak menuju apartemen Mizutani-san di apartemen Beika. Tidak lupa Ran menghubungi Shinichi.
15 menit kemudian Ran sudah sampai di depan apartemen Beika. Di tangga, ia bertabrakan dengan seorang laki-laki tak dikenal. Ran mengabaikannya dan langsung menuju apartemen Mizutani-san, ruang 301.
Ruangan itu kosong, tapi berantakan. Ran juga melihat bercak darah di lantai. (berani amat yak ni cewe??). Tidak lama sesudahnya polisi, detective Sato dan Shinichi tiba disana.
“Jadi kau mendengar teriakan saat chating dengan Mizutani-san?” Tanya detective Sano.
“Iya, aku mendengar teriakan. Dan . . . jangan-jangan . . .”
“Tapi pembunuhan masih belum bisa dibuktikan kalau hanya dari bercak darah di lantai,” elak detective Sato. “Seperti apa Kubo-san itu?” tanyanya lagi.
“Entahlah, aku belum pernah melihatnya. Dia tidak pernah tampak saat chating.”
Petugas kemudian menemukan foto yang telah dirobek. Mizutani-san bersama seorang laki-laki, yang kemudian diyakini Ran sebagai Kubo-san.

“Shinichi, katakan sesuatu!” pinta Ran.
Shinichi masih asyik mengamati sekeliling ruangan. Ia melihat laptop yang menyala di meja. Shinichi curiga kalau pembunuhan itu tidak dilakukan di ruangan ini, karena laptop yang menyala itu tidak meninggalkan chat window yang terbuka. Padahal menurut penuturan Ran, kejadian itu terjadi selama chat berlangsung.
Ran ingat, waktu keluar dari apartemen, bertabrakan dengan seorang laki-laki, yang kemudian diyakini Ran sebagai Kubo-san.
“Jadi, apa laki-laki itu membawa sesuatu yang mencurigakan?” selidik Shinichi.
“Tidak.”
“Kalau dia tidak membawa apapun, hanya dalam 15 menit, kemungkinan mayat Mizutani-san masih ada di gedung ini,” Shinichi menyimpulkan.
Ran meminta detective Sato untuk segera bertindak. Detective Sato pun lalu memerintahkan para petugas untuk menyisir gedung apartemen itu.

6 jam kemudian . . .
Mayat Mizutani-san ditemukan di sebuah apartemen yang berjarak tiga jam perjalanan dari Beika apartemen oleh sang manager apartemen. Di sebuah kamar di apartemen mingguan Saitama. Petugas yang mengidentifikasi mayat menemukan mayat itu, diperkirakan meninggal antara pukul 8 hingga 8.30. Sama persis seperti waktu chat yang diceritakan Ran.
Shinichi memeriksa sekeliling. Ia menemukan laptop yang terbuka dan menyala, dengan desain bagian belakang sama persis dengan di apartemen Beika. Petugas mengatakan kalau Mizutani-san dibunuh di apartemen Saitama ini.
“Tidak mungkin! Mizutani-san sedang chating denganku di apartemen Beika,” elak Ran.
“Ran,” Shinichi menunjukkan tampilan chat lewat tabletnya.
“Ah. Benar, ini seperti latar belakang Mizutani-san waktu chat denganku tadi,” Ran membenarkan.
“Ini . . . dari sini,” Shinichi menunjukkan tempat di ruangan itu yang sama persis dengan di apartemen Beika.
“Eh? Apartemen ini didesain dengan . . . latar belakang yang sama dengan di apartemen Beika. Apa maksudnya ini?” Ran bingung sendiri.
“Dengan kata lain, kita tidak benar-benar tahu . . . di apartemen mana Mizutani-san chat, dari Beika apartemen . . . atau di apartemen Saitama ini.”

Shinichi berpikir lagi. Kalau MIzutani-san benar dibunuh di apartemen Saitama ini, maka benang merah dimana Kubo-san sebagai tersangka, putus. Jarak antara apartemen di Saitama dengan Beika, sekitar 120 km. “Ini membutuhkan 3 jam bermobil untuk sampai disini. Disini, dimana Mizutani-san dibunuh . . . Ran sampai di apartemen Beika, hanya 15 menit . . . ini mustahil,” gumam Shinichi.
“Kalau Kubo-san bukan pembunuhnya . . . apa yang aku dengar salah?” Ran bingung.
Petugas kemudian menemukan sebuah paspor dan tiket pesawat atas nama korban, Mizutani-san di ruangan ini.
“Dia berpikir untuk melarikan diri dari Kubo-san dan memulai hidup baru,” Shinichi heran dengan tiket pesawat yang ditemukan itu.
“Kudo-kun, ada yang meresahkanmu?” Tanya detective Sato.
“Meskipun dia bersembunyi disini dari Kubo-san hingga dia dapat melarikan diri keluar negeri . . . kenapa dia harus menata apartemen ini seperti di apartemen Beika? Kapan dia mulai menyewa apartemen ini?” selidik Shinichi lagi.
“Menurut manager apartemen, Mizutani Yukino-san menyewanya sejak seminggu yang lalu, lewat online.”
Ran lalu menunjukkan sebuah kertas. Di depannya daftar harga diskon, tapi yang dimaksud Ran sebaliknya. Ada catatan yang dibuat detective Kogoro mengenai kliennya, Mizutani-san ini. Ternyata Mizutani-san mulai chat dengan Kogoro, sejak seminggu sebelumnya.

Tiba-tiba Kubo Kensuke-san datang. Ia menyerbu masuk.
“Yukino! Yukino!” Kubo-san syok karena kekasihnya meninggal terbunuh. “Yukino . . . apa benar dia dibunuh? Siapa yang tega melakukan hal itu . . . “
“Kubo Kensuke-san? Kau dan Mizutani Yuki-san disini bertemu untuk membahas tentang perpisahan, iya kan?” selidik detective Sato.
“Apa kau mencurigaiku? Aku mencintainya,” ucap Kubo-san kemudian.
Tapi Ran tidak percaya. Ran tetap menuduh Kubo-san sebagai pelaku penganiayaan terhadap Mizutani-san, dan sekarang membunuhnya.
“Aku tidak berbohong. Aku korban. Dia yang bertanggungjawab dalam perantara perusahaanku . . . tapi dia mengambil uangku dengan melakukan penipuan. Kau bisa mengeceknya . . . “
Ran memotong ucapan Kubo-san. Ran semakin emosi. “Bohong! Kau selalu mengikuti Mizutani-san, itu yang dikatakannya padaku!”
“Benar, aku selalu mengikutinya. Itu karena uangku senilai 60 juta yen menghilang dari akun bank-ku. Jadi aku mencarinya untuk meminta uang itu kembal.
Kubo-san masih tetap mengelak apa yang dituduhkan Ran. Ia hanya mendatangi Mizutani-san untuk mengambil uang itu kembali dan sempat bertemu Ran ketika keluar dari apartemen.
“Mungkin ada orang ketika . . .” ucap Kubo-san kemudian.
“Maksudmu . . . cinta segitiga? Laki-laki lain huh? Yang lain . . . itu ada di tempat berbeda!” gumam Shinichi.
“Huh? Kau mengetahui sesuatu?” detective Sato dan Ran penasaran. “Shinichi, katakana pada kami!”
“Hanya ada satu kebenaran. Itu . . . cinta segitiga. Pelakunya . . . Kubo-san, pulanglah ke rumah. Dimana rumahmu?” ucap Shinichi kemudian.
“Matoiwa, tapi . . . “ Kubo-san ragu.
“Itu dua jam dari sini kan? Tolong antar dia dengan mobil polisi,” pinta Shinichi kemudian.
Ran protes dengan kelakuan Shinichi. Tapi Shinichi tidak peduli dan tetap dengan coolnya beranjak pergi.

Pagi harinya . . .
Kubo-san sedang berada di rumahnya. Ia mendapat panggilan video call dari Shinichi di laptopnya.
“Maaf mengganggumu, Kubo-san. Polisi menemukan sidik jari di tubuh korban. Kami ingin memastikan kalau ini bukan sidik jarimu. Mungkin polisi akan tiba dalam . . . dua jam. Mohon menunggu,” ucap Shinichi.
“Baiklah, aku akan menunggu,” ucap Kubo-san kemudian.
Kubo-san kemudian membuka lemarinya. Ia mengeluarkan tas dan kemudian segepok uang. Ia memasukkan uang itu ke dalam tas, dan kemudian beranjak keluar. Di pintu . . .
“Jadi benar kan, kau pembunuhnya, Kubo Kensuke-san?” tembak Shinichi.
Kubo-san kaget, “Ba . . . bagaimana?” (maksudnya, bagaiman secepat itu meraka sudah tiba di depan pintunya)
“Cara yang sama seperti yang kau gunakan,” Shinichi lalu berjalan ke sisi lain depan apartemen Kubo-san. Ia melepas sebuah papan warna hijau yang persis dengan pintu di apartemen Saitama tempat mayat Mizutani-san ditemukan. “Warna dan bentuk, berpengaruh besar dengan persepsi manusia, benar kan, Kubo-san? Itulah kenapa kau mendesain ruangan di apartemen itu sama persis,” tebak Shinichi kemudian.

Kubo-san kemudian dibawa oleh detective Sato bersama Shinichi dan petugas lain kembali ke Beika.
“Kudo-kun, tolong jelaskan semua ini,” pinta detective Sato.
“Kalau Mizutani-san dibunuh di apartemen mingguan di Saitama . . . itu tidak mungkin bagi Kubo-san . . . yang berada di apartemen Beika untuk membunuhnya,” Shinichi mengeluarkan tabletnya. “Sebenarnya, dia (Mizutani-san) dibunuh di apartemen yang ada sekitar 15 menit dari apartemen Beika. Dengan kata lain . . . seperti ini,” Shinichi menunjukkan Ran yang sedang chat dengannya di suatu tempat.
“Oh, Ran-chan! Dimana kau sekarang? Di apartemen mingguan Saitam atau di apartemen Beika?” Tanya detective Sato.
“Tidak di keduanya,” jawab Ran.
“Eh?” detective Sato heran.
“Ada apartemen ketiga. Tempat dimana kau membunuh dia kan, Kubo-san?
Rombongan itu sampai di apartemen ketiga. Detective Sato heran karena desain ruangan itu juga sama persis dengan dua apartemen yang lain.
“Benar Mizutani-san mengambil paksa uang senilai 60 juta yen darimu. Kemudian dia berencana membuatnya seolah-olah kau yang membunuhnya . . . dan kemudian ia bisa melarikan diri ke luar negeri,” lanjut Shinichi.
“Dia perempuan mengerikan!” elak Kubo-san.
“Untuk membuat orang lain mengetahui keadaannya dan seolah-olah dia dibunuh . . . dia menyewa jasa detective Kogoro,” lanjut Shinichi.
“Lalu teriakan yang aku dengar?” Ran heran.
Shinichi lalu menunjukkan sebuah rekaman. Disitu terdengar suara yang sama seperti yang di dengar Ran saat chat berlangsung.

“Tapi Shinichi, bagaimana kau menyadarinya kalau itu semua hanya pura-pura?” Tanya Ran.
“Kau pernah bilang kalau dia (Mizutani-san) terluka di wajahnya? Tapi setelah pembunuhan, tidak ada luka ditemukan di wajahnya,” papar Shinichi.
“Aku benar-benar telah ditipu!” Ran geram sendiri.
“Bercak darah di apartemen Beika adalah sesuatu yang memang direncanakan oleh Mizutani-san. Ia juga mengacak-acak isi apartemen untuk menguatkan hal itu. Sementara itu, Kubo-san yang tahu semua rencana Mizutani-san terus mengamatinya. Ran yang tidak tahu apa-apa termakan rencana Mizutani-san, dan datang ke apartemen Beika, serta bertemu dengan Kubo-san. Di apartemen ketiga yang disewa Mizutani-san, barulah Kubo-san membunuh Mizutani-san,” Shinichi melanjutkan.
Flash back . . .
Kubo-san yang mengetahui semua rencana Mizutani-san datang ke apartemen ketiga. Disana mereka berdua sempat beradu argument, sebelum akhirnya Kubo-san membunuh Mizutani-san dengan pisau.
Mizutani-san sendiri, untuk melengkapi rencananya, hanya menyewa dua apartemen, apartemen Beika dan apartemen ketiga. Sedangkan apartemen mingguan di Saitama disewa oleh Kubo-san untuk melengkapi rencananya. Kubo-san memanfaatkan rencana yang dibuat oleh Mizutani-san untuk benar-benar membunuhnya di apartemen ketiga.
Flash back selesai . . .
“Kau memanfaatkan rencana Mizutani-san, kemudian membawa mayat dan PC ke apartemen Saitama ini. Kemudian muncul di waktu berbeda, supaya orang lain percaya kau bukan pelakunya. Rencana yang sempurnya,” Shinichi melanjutkan.

“Meskipun ini rencana yang sempurna . . . bagaimana kau menyadarinya?” Kubo-san heran.
“Karpet. Ada banyak jejak darah di karpet yang ada di apartemen Saitama. Tapi, tidak ada sedikitpun darah di lantai dan dinding, itu hanya ada di karpet saja. Ketika aku menyadari hal itu, hanya ada satu hal. Kalau kejahatan itu terjadi di tempat lain.”
“Tapi . . . tidak ada bukti kalau tubuh Mizutani-san dibawa dari sini . . . “ protes detective Sato.
“Itu karena dia tidak membawa mayatnya saja. Dia juga membawa karpetnya. Satu lagi, bercak darah ini . . . “Shinichi menunjuk bercak darah di lantai dekat dinding. “Ketika itu dihubungkan dengan bercak darah di karpet, itu akan menjadi karakter “ku”. Mizutani-san mencoba membuat pesan kematian bahwa dia dibunuh olehmu, Kubo-san.”

“B******! Aku sudah merencanakan dengan sempurna. Meskipun kau tahu ada apartemen ketika, kau tidak mungkin dengan mudah menemukannya. Bagaimana kau menemukan apartemen ini?”
“Mudah. Dia dibunuh sekitar 8.16 malam. Ran bertemu denganmu di apartemen Beika sekitar jam 8.31 malam. Ketika aku memperkirakan kalau kau membunuh Mizutani-san di apartemen ketiga . . . sementara apartemen ketiga hanya berjarak sekitar 15 menit dari Beika apartemen . . . “
Rupanya malamnya Shinichi sudah melakukan simulasi, dengan Ran yang berperan sebagai mayatnya. Stopwatch dinyalakan . . .
“Berat!” keluh Shinichi yang mengangkat tubuh Ran dan kemudian memasukkannya dalam koper.
“Hei, hei, ow!” Ran protes.
(tega nian ni cowo, masa cewe-nya dijadikan bahan percobaan, hahaha . . . kasiaaaan si Ran. Oh ya ada adegan yang kalau teliti, menunjukkan sesuatu, saat itu Shinichi lagi mengangkat tubuh Ran, dan nyaris memegang ** SENSOR hehehe . . . liat sendiri deh)
Shinichi kemudian juga membawa tubuh Ran yang ada dalam koper dan karpet yang ada disana.
“Ketika aku memastikan waktu yang kau perlukan untuk menciptakan alibi . . . itu 3 jam 10 menit. Dengan kata lain, karena tubuh Mizutani-san ditemukan 6 jam kemudian . . . waktu yang tersisa masih 2 jam 50 menit.
(jadi begini sodara-sodara . . . Kubo-san menciptakan alibi dengan ketemu Ran di apartemen Beika jam 8.31, lalu kembali ke apartemen ketiga (15 menit), kemudian waktu yang diperlukan untuk memasukkan mayat dan membereskan ruangan tempat kejadian kan 10 menit, terus Kubo-san membawa mayat itu ke apartemen Saitama. Dari apartemen ketiga sampai apartemen Saitama kan butuh 3 jam dikurangi 15 menit untuk bermobil. Jadi waktu yang diperlukan oleh Kubo-san untuk menciptakan alibinya adalah total 3 jam 10 menit. Nah mayat baru ditemukan 6 jam kemudian, jadi masih sisa waktu 2 jam 50 menit yang bisa digunakan Kubo-san untuk berada jauh-jauh dari apartemen Saitama dan baru muncul kemudian ketika polisi datang seperti orang yang tidak tahu apa-apa)
“Ketika kita membuat lingkaran dengan jari-jari jarak yang bisa ditempuh dalam 2 jam 50 menit dari apartemen Saitama . . . dan lingkaran lain dengan jarak 15 menit dari apartemen Beika . . . akan ada perpotongan. Apartemen ketiga pasti ada di area perpotongan ini. Dan lagi, di area perpotongan ini . . . hanya ada satu komplek apartemen, yakni apartemen ketiga ini,” papar Shinichi lagi.

“Aku bukan yang terburuk! Yang jahat adalah wanita itu,” Kubo-san masih mengelak. “Aku mencintai wanita itu dari dalam hatiku. Aku tidak berencana membunuhnya!”
“Kau bilang kau tahu pengkhianataannya . . . dan kau merencanakan semua kejahatan ini. Kubo-san . . . bagaimanapun juga, kau telah membunuhnya.”
Kubo-san lalu dibawa oleh detective Sato ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ini.
“Ahh . . . aku benar-benar ditipu dan dimanfaatkan oleh mereka berdua,” keluh Ran kemudian.

Kembali ke ruang putih. Shinichi kemudian memasukkan password di panel sentuh itu, "Video Chat". Sebuah pintu terbuka, tapi gelap.
“Ran!”
Tapi bukan menemukan Ran, Shinichi malah menemukan ponsel Ran. Sebuah nomer tidak dikenal memanggil . . . to be continue
Preview episode selanjutnya . . .
“Trik perbedaan waktu tersembunyi dalam elevator.”
Simak episode selanjutnya, makan malam romantis Ran dan Shinichi yang harus terganggu oleh pembunuhan misterius dalam elevator yang bergerak!
“Akankah Shinichi akhirnya mengungkapkan perasaannya pada Ran?”
0 komentar:
Posting Komentar