Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 19 Agustus 2015

SINOPSIS Perfect Insider 07 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 07 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, bisa cek juga di Perfect Insider episode 02 part 1 . Enjoy minna ^_^



Jasad seorang wanita, Kamikura Yuko ditemukan di sebuah lab. Menyusul jasad tanpa kepala juga ditemukan di tempat lain. Tidak jauh dari jasad kedua, ditemukan juga seorang pria yang tidak sadarkan diri, dia Terabayashi Koji.



Perfect Insider 7106



Det.Ukai menunjukkan foto jasad Asuka pada Terabayashi yang dirawat di rumah sakit. Dengan mudah Terabayashi-san mengenali foto itu sebagai Asuka-san, padahal tidak tampak wajahnya. Terabayashi kaget dan heran, ia tidak tahu yang terjadi pada Asuka-san si cosplayer cantik itu. Det.Ukai menjelaskan jika jasad tanpa kepala milik Asuka-san ditempukan di ruangan yang sama saat mereka menemukan Terabayashi yang tidak sadarkan diri.



“Sekarang kami sedang menyelidikinya. Yang lebih penting dari itu, Terabayashi-san. Bagaimana kau tahu itu Asuka-san, hanya dengan melihat foto tanpa wajah ini?” tanya det.Ukai



Terabayashi-san tampak berpikir, “Oh, itu karena... bentuk kaki dan tangannya. Aku membuat karakter tokoh, jadi aku memperhatikan bentuk tubuh manusia.”



Det.Ukai meragukan pengakuan Terabayashi itu. Saat diberitahu soal kasus pembunuhan di lab dengan korban Kamikura Yuko, Terabayashi juga terkejut mendengarnya.



Perfect Insider 7102



“Bagaimana pendapatmu, Saikawa-sensei?”



Saikawa-sensei tampak berpikir keras, “Jika dua kejadian ini dilakukan oleh penjahat yang sama, pelaku pasti hanya tertarik dengan kepala Asuka-san. Pelaku pasti penggemar Asuka-san. Tapi kenapa pembunuh, yang mampu memotong kepala manusia, meninggalkan Terabayashi-san hidup-hidup? Itu pertanyaan besar.” Saikawa-sensei pun mencurigai Terabayashi yang ditemukan tidak sadarkan diri di dekat jasad tanpa kepala.



“Detektif Ukai, bisakah kau bantu aku bertemu dengan Terabayashi-san?” bujuk Moe.



Det.Ukai jelas tidak mengijinkannya. Moe melancarkan bujukannya. Ia berkedip sok manis di depat Det.Ukai. Satu kali, dua kali, bahkan hingga empat kali, det.Ukai rupanya sudah lebih tahan godaan untuk tidak selalu mengabulkan permintaan Moe.



Perfect Insider 7103



Saat itu prof.Kawashima bergabung. Ia datang untuk pamit pergi. Det.Ukai memperkenalkan Moe dan Saikawa-sensei pada prof.Kawashima.



Saikawa-sensei rupanya tertarik pada model pesawat yang ada di ruangan itu, “Prof.Kawashima, apa ini kau yang membuatnya?”



Prof.Kawashima mengiyakan pertanyaan Saikawa-sensei itu. Ia juga mengatakan jika membuat model itu adalah hobinya.



“Kau tidak membuat karakter tokoh seperti Terabayashi-san?” Moe ikut bertanya.



“Kau tahu karakter tokoh bukan model.”



“Apa bedanya?” lanjut Saikawa-sensei.



Prof.Kawashima mulai menjelaskan, “Hanya sesuatu yang diciptakan manusia yang bisa menjadi model. Manusia, hewan, dan tumbuhan tidak bisa jadi model. Bukan berusaha menyamai bentuk model. Itu pikiran dan tindakan orang yang menciptakan bentuk aslinya. Misalnya, pesawat ini ditiru secara rinci, bahkan mesin didalamnya. Tapi kau tidak bisa meniru organ dalam karakter tokoh, kan? Itu bukan model. Itu hanya sebuah boneka.”



Perfect Insider 7104



Moe menemui Daigobo-san yang tengah asyik mengambil gambar yang ada di festival. Ia bertanya soal prof.Kawashima.



“Dia pemodel kawakan dengan spesialisasi pesawat terbang. Sangat terkenal di komunitas kami. Aku telah membuat sebuah artikel wawancara dengannya untuk majalah pemodel sebelumnya, tapi aku tidak menyukainya. Dia memandang rendah karakter tokoh. Dia bilang itu hanya mainan. Itu hanya tentang nilai rasa. Mungkin berpikir membangun karakter tokoh untuk kehidupan adalah tindakan yang mulia. Dunia pemodel cukup mendalam. Tapi aku harus katakan pernyataannya tentang 'boneka' benar. Karena membuat karakter tokoh semuanya tentang kekhususan bentuk manusia. Lihat semua ini! semua indah bukan?” Daigobo-san menjelaskan panjang lebar.



Tapi sepertinya Moe belum benar-benar bisa memahaminya. Ia kemudian ingat sesuatu, “Oh, Yasutomo-san. Aku sudah punya kostum yang ingin aku pinjam.”



Perfect Insider 7105



Seorang perawat dengan masker berjalan mendekati ruangan Terabayashi-san. Kedua polisi yang berjaga disana melarangnya masuk. Tapi saat si perawat minta izin untuk memeriksa Terabayashi-san, ia pun akhirnya diijinkan masuk.



Perawat itu ternyata Moe. Rupanya ia meminjam kostum perawat pada Daigobo-san untuk bisa menemui Terabayashi di rumah sakit. “Terabayashi-san. Senang bertemu denganmu, namaku Nishinosono Moe. Aku sepupu Daigobo Yasutomo-san. Aku menyamar untuk bertemu denganmu. Gila kan?”



Terabayashi dibuat kaget dengan kemunculan wanita dengan pakaian perawat di depannya ini, “Kenapa kau melakukan itu?”



Moe mendekat dan bicara sedikit berbisik, “Terabayashi-san, sekarang polisi sedang mempertimbangkan kaulah pelakunya. Tapi aku tidak setuju. Jadi aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi”



“Tapi...kenapa kau?” Terabayashi-san masih belum mengerti.



“Kau mungkin tidak mengerti tapi ini hobiku. Aku hanya melakukan apa yang aku suka. Aku yakin itu sama seperti pemodel model bangunan,” ujar Moe meyakinkan.



“Aku mengerti. Maka aku kira tidak ada cara merasionalkan itu,” komentar Terabayashi-san akhirnya.



Perfect Insider 7106



Moe mengambil kursi di dekat Terabayashi-san. Ia pun mengeluarkan catatan dan pulpennya, siap menulis.



Saat ditanya tentang Kamikura Yuko, Terabayashi tidak yakin apa hubungannya. Ia mengaku jika sering bertemu, keluar bersama, nonton film, dll, tapi tidak yakin jika mereka kencan dan menjadi sepasang kekasih. Saat ditanya siapa yang mungkin membunuh Kamikura Yuko, Terabayashi juga tidak bisa menduga siapapun.



“Apa kau pikir mungkin prof.Kawashima?” tembak Moe. “Prof. Kawashima orang terakhir yang menyaksikan Kamikura-san hidup dan yang pertama menemukan mayatnya.”



Tapi menurut Terabayashi-san, tidak mungkin prof.Kawashima melakukan hal itu. Terabayashi-san juga berpikir jika kepala korban kedua, Asuka-san diambil karena pelaku memang menginginkannya. Ia sendiri mengaku jika kadang ingin melakukan hal itu (memotong dan mengambil kepala manusia). “Tapi ada perbedaan besar antara melakukannya dengan tidak. Ada batas antara normal dengan abnormal.”



Moe masih belum puas. Ia membahas Terabayashi yang ternyata memiliki sejumlah karakter hanya kepala saja, di rumahnya. Terabayashi mengaku jika ada banyak orang yang juga memiliki karakter seperti itu. Ia mengaku jika orang pertama yang memberitahukan soal karakter kepala itu adalah Tsutsumi Kiyoto.



“Kau kenal dengan adiknya, Asuka-san?” tanya Moe saat Terabayashi mulai membahas kakak beradik Tsutsumi itu.



“Ya. Asuka-san bahkan tidak bicara padaku tapi Kiyoto-kun teman yang baik,” aku Terabayashi. Terabayashi juga mengaku kalau ia pernah bercerita soal karakter kepala pada prof.Kawashima secara tidak sengaja.



Polisi yang berada di luar merasa aneh karena perawat terlalu lama. Saat memeriksa masuk, Moe buru-buru mengatakan kalau ia hampir selesai. Tidak punya waktu banyak, Moe menuliskan nomer yang bisa dihubungi dan menyerahkannya pada Terabayashi. Moe pun beranjak pergi dari ruangan itu.



“Permisi, tapi... Nishinosono-san, kau pikir aku pelakunya?”



Pertanyaan Terabayashi-san itu menghentikan langkah Moe. Ia pun berbalik, “Aku pikir tidak. Kau mengingatkan aku pada guruku. Untuk beberapa alasan.”Perfect Insider 7107





Pagi berikutnya, giliran para mahasiswa yang diwawancarai oleh Moe. Menurut mereka, prof.Kawashima dan korban Kamikura Yuko pernah punya hubungan sampai 6 bulan yang lalu. Kamikura Yuko kemudian meninggalkan prof.Kawashima karena Terabayashi-san. Sepertinya prof.Kawashima cemburu pada sikap Kamikura Yuko ini. Bahkan ada rumor beredar jika prof.Kawashima suka mengganggu Kamikuro Yuko karena dendam.



Sayangnya, mereka tidak tahu kalau prof.Kawashima yang lewat secara tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka. prof.Kawashima tampak kecewa, lalu beranjak pergi.



Perfect Insider 7108



Moe kembali ke kampus dengan gembira. Ia berniat membagi hasil penyelidikannya pada Saikawa-sensei saat kemudian dibuat kecewa karena dosennya itu tidak ada di tempat. Di kursi Saikawa-sensei justru ada si wartawan cantik, Gido Setsuko-san.



“Kenapa kau di sini, Gido-san?” tanya Moe kemudian.



“Aku datang untuk menanyakan pendapat Sohei-kun tentang peristiwa itu tapi dia harus keluar dari kantor Aku akan kembali lain waktu.” Gido-san mengambil tasnya lalu berjalan di samping Moe, “Kalau begitu, sampaikan salamku pada Sohei-kun, kau mau kan?” lalu beranjak keluar.



Moe kesal luar biasa pada si wartawan cantik ini. Ia pun menyusul keluar. Tapi Moe dibuat kaget saat melihat Gido-san yang tanpa ragu melompat ke pelukan Saikawa-sensei di depannya. Kali ini Moe benar-benar marah.



Perfect Insider 7109



Moe kembali masuk ke ruangan Saikawa-sensei. Saikawa-sensei yang beru kembali melihat Moe disana.



“Kau menyamar untuk menemui Terabayashi-san kan? Daigobo menelponku. Dia bilang kau datang untuk meminjam kostum perawat,” tegur Saikawa-sensei.



“Itu bukan urusanmu,” ujar Moe ketus. Ia pun beranjak membuat minuman.



“Well, kau benar. Tapi sebagai dosen yang bertanggung jawab, aku tidak bisa mengabaikan perilaku sembrono mahasiswaku---“



“Mahasiswamu?” ujar Moe sinis. “Tolong jangan menambah masalah pada laporanku. Karena aku sudah menemukan jawabannya. Aku sudah pecahkan masalahnya.”



Saikawa-sensei masih belum mengerti apa yang terjadi, “Hmm? Kenapa kau marah?” (jadi, kalau masih bilang cowok itu nggak peka, mungkin perlu konfirmasi lagi ya. Kebanyakan cowok belum tentu ngerti situasi, kecuali dijelaskan secara gamblang dengan kata-kata, hahahaha #Baper)



Perfect Insider 7110



Moe duduk di kursi dengan minuman di tangan, “Pelakunya Prof.Kawashima. Prof.Kawashima memiliki hubungan dengan Kamikura Yuko-san. Tapi Kamikura-san justru dekat dengan Terabayashi-san. Jadi prof.Kawashima cemburu dan membuat rencana membunuh Kamikura-san lalu menjatuhkan kesalahan pada Terabayashi-san.”



“Rencana seperti apa?”



“Malam itu ketika Terabayashi-san dan Kamikura-san bertemu di lab, Prof.Kawashima pergi ke ruang umum, untuk melaksanakan rencananya. Dan seperti rencana, dia memukul Terabayashi-san sampai pingsan lalu mengambil seluruh kunci termasuk kunci lab. Tapi hal tak terduga terjadi. Tsutsumi Asuka-san melihatnya. Secara insting Prof.Kawashima membunuh Asuka-san, untuk menutup mulutnya. Dalam kondisi ekstrim ini, Prof.Kawashima berusaha keras mencari jalan keluar agar terhindar dari hukuman. Dan jawaban yang muncul adalah dengan memotong kepala Asuka-san. Dengan demikian dia bisa mempengaruhi polisi untuk berpikir bahwa kejahatan ini dilakukan oleh Terabayashi-san, sang pemodel karakter tokoh dan Asuka-san si pemuja.”



Perfect Insider 7111



Moe melanjutkan penjelasannya, “Dia tahu bahwa akan lebih baik menjebak Terabayashi-san sebagai penjahat aneh. Prof.Kawashima memotong kepala Asuka-san di ruang tunggu. Lalu mengunci pintu dari dalam dengan kunci milik Terabayashi-san. Setelah menyembunyikan kepala di suatu tempat, dia bergegas ke lab di universitas dan membunuh Kamikura-san seperti rencana awal. Dia mengunci pintu lab dengan kunci yang diambilnya dari Terabayashi-san. Kunci ditinggal di dalam mobil Terabayashi-san. Setelah itu, dia pergi ke ruang penjaga untuk meminjam kunci lab dan berpura-pura menemukan tubuh Kamikura-san dan memanggil polisi. Keesokan harinya dia menjatuhkan kunci ruang tunggu di pintu masuk. Begitulah dia menciptakan situasi tidak menguntungkan bagi Terabayashi-san. Itu saja. Bagaimana menurutmu?”



Perfect Insider 7112



Saikawa-sensei tampak berpikir, “Menarik. Pikiran bahwa pelaku memotong kepala Asuka-san untuk membuatnya terlihat seperti kejahatan Terabayashi-san harus aku akui, memang unik. Tapi apa kau pikir, ide seseorang bisa langsung muncul seketika dalam situasi ekstrim dengan membuat rencana yang salah seperti menyerang Terabayashi-san dengan senjata tumpul dan mengambil kunci? Dan dimana dia mendapat alat yang digunakannya untuk memotong kepala? Tidak wajar berpikir bahwa Prof.Kawashima membawa kapak dari awal. Karena dari awal dia tidak bermaksud menggunakan benda itu. Dia harus mendapatkannya dari suatu tempat setelah membunuh Asuka-san Menurut perkiraan waktu kematian, perbedaan waktu kematian antara Asuka-san dan Kamikura-san hanya satu jam. Tidak mudah mengambil sesuatu seperti kapak kan?”



“Kau tidak akan menemukannya di toko, aku kira,” komentar Moe.



“Aku ragu apakah dia sanggup mendapatkan kapak memotong kepala dan membawanya keluar dalam waktu yang singkat,” lanjut Saikawa-sensei.



“Aku pikir aku sudah benar,” Moe tampak kecewa karena hipotesisnya itu dipatahkan sang dosen.



“Aku pikir itu benar-benar membentuk hipotesis. Dalam hal waktu memang sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Maka itu bisa jadi Prof.Kawashima. Mungkin kita harus melihat ini dengan cara sederhana. Bagaimana pelaku menciptakan situasi ruangan-terkunci? Apakah ada hubungan antara kedua peristiwa? Pertanyaan ini tidak penting di sini. Lalu apa yang kau pikir penting? Yang harus kita perhatikan adalah kejadian pertama, dimana kepala Tsutsumi Asuka-san terpotong. Mayat tanpa kepala dan pelakunya ada di dalam ruangan yang sama. Itu teori terbesar dari kasus ini,” ujar Saikawa-sensei lagi.



Saikawa-sensei kemudian beranjak bangun dan membereskan barang-barangnya. Saat ditanya, ia mengatakan kalau ada janji makan malam. “Jadi, apa yang membuatmu begitu marah?” Saikawa-sensei masih penasaran.



Amarah Moe yang sempat mereda kini meradang lagi, “Silakan menikmati makan malammu,” ujarnya dengan ketus.



Perfect Insider 7113



Karena insiden pembunuhan yang terjadi, festival pemodel Yokohama pun dibatalkan. Moe bukannya pulang, justru kembali ke festival pemodel itu.



Moe mengendap-endang menuju ruangan tempat jasad Asuka ditemukan. Ia melihat sosok tubuh tergeletak di tempat yang sama dengan posisi Asuka. Saat didekati, sosok itu masih lengkap, tidak terpotong kepalanya, ditambah lagi dia justru bernyanyi. Orang aneh itu pun bangun dan membuat Moe ketakutan. Merasa ada bahaya, Moe pun langsung pergi.



Moe berhasil mencapai lift. Ia berusaha menutup lift dengan cepat. Sayangnya ia terlambat saat sebuah tangan menghentikan pintu lift itu. Pria aneh itu, Tsutsumi Kiyoto masuk ke dalamnya.



“Apakah sekarang kau free?” tanya Kiyoto-san. “Apa kau mau menemaniku?”



Moe mengkeret, “Um... menemanimu melakukan apa?”



“Apa yang kau ingin lakukan?” tanya Kiyota-san balik.



“Kalau cuma ngobrol? OK,” ujar Moe lagi.



“Kau yakin? Aku bisa membicarakan kematian adikku, tidak apa-apa, kan?”



Perfect Insider 7114



Kemana Saikawa-sensei? Ternyata ia punya janji makan malam dengan si wartawan, Gido Setsuko. Gido-san memanfaatkan kesempatan itu untuk membahas kasus yang terjadi. Ia menunjukkan majalah dengan halaman yang membahas tentang Tsutsumi Kiyoto.



“Aku pikir pria ini mencurigakan. Bagaimana menurutmu, Sohei-kun?” tanya Gido-san. “Tsutsumi Kiyoto telah menghasilkan banyak karya, menggunakan wanita sebagai subjeknya. Seperti ini dan ini. Tapi aku bertanya-tanya apa dia benar-benar seorang seniman? Maniak model manusia, yang tidak bisa lagi memuaskan dirinya dengan karakter tokoh biasa. Jika kau melihatnya dari sudut itu, dia bisa berbahaya.



Saikawa-sensei mendengarkan ide Gido-san ini. Ia tampak memikirkannya.



Perfect Insider 7115



Moe diajak oleh Kiyoto-san ke studio tempatnya bekerja. Disana ada sangat banyak model, dan sebagian besar berbentuk wanita. Kiyoto-san mempersilahkan Moe mengambil minuman sendiri di lemari es sementara dirinya sudah telanjang dan bersiap mandi. Kiyoto-san mengaku tertarik pada Moe karena bentuknya mirip dengan adiknya, Asuka-san. Moe tampak tidak nyaman dengan sikap Kiyoto-san ini. Ia pun mendekati lemari es yang ada di ujung ruangan, ada bekas warna merah di gagang pintunya.



Moe mencoba memecahkan kecanggungan ini, “Apa kau dapat ide siapa pelakunya?”



“Polisi menanyakan hal yang sama padaku, tapi aku tidak punya ide,” aku Kiyoto-san.



Moe membahas pembunuhan yang juga terjadi di lab universitas. Kedua kasus pembunuhan ini terjadi pada waktu nyaris bersamaan. Ada kemungkinan kedua kasus ini berhubungan. Saat disinggung soal korban Kamikura Yuko, Kiyoto-san mengaku tidak mengenalnya.



Perfect Insider 7116



Kiyoto-san bangun dari bak mandinya dan menawari Moe bir yang langsung ditolak oleh Moe. Moe benar-benar tidak nyaman karena keadaan telanjang Kiyoto-san ini, dan memintanya memakai baju.



Moe mengalihkan pembicaraan lagi. Ia ingin menguak lebih banyak soal Kiyoto-san. Kiyoto-san mengaku sudah membuat model sejak kecil. Model plastik, diorama dan karakter tokoh, yang kemudian menjadi pekerjaannya sekarang.



“Aku benar-benar tidak bisa kembali lagi. Pria dibuat oleh wanita, kau tahu?” lanjut Kiyoto-san lagi.



Moe tidak mengerti apa maksudnya. Kiyoto-san lalu meminta izin Moe untuk mengambil beberapa gambarnya. Ia mengaku ingin membuat model berdasarkan tubuh Moe. Moe yang ketakutan mina izin untuk pulang, tapi Kiyoto-san kembali menahannya.



“Izinkan aku menunjukkan sesuatu yang bagus. Karena kau datang kesini, dan kita belum melakukan upacara pemakaman adikku.”



Perfect Insider 7117



“Oke, mari kita mulai. Asuka dulu suka ini, aku akan membuat pengecualian dan menunjukkannya padamu!”



Kiyoto-san lalu mengambil remot dan memencet tombolnya. Sebuah tumpukan botol yang ada di tengah ruangan dipenuhi lampu. Tapi botol-botol itu kelamaan terlempar satu per satu ke seluruh ruangan. Salah satunya mengenai Moe dan meninggalkan bekar berwarna merah di baju Moe. Tapi Kiyoto-san tampak sangat senang dan menikmati momen itu.



Moe semakin ketakutan. Ia pun mundur ke dinding. Moe menabrak permukaan kaca. Saat berbalik, Moe dibuat kaget dengan bentuk yang ada di dalam kotak kaca itu. Sosok Asuka-san tampak jelas dan nyata ada di dalam kotak kaca itu.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis Perfect Insider episode 08 part 1



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

2 komentar:

  1. Makasih recapnya..
    Sempet mikir si freak itu mw nunjukin kepalanya adiknya ke Moe, trs takut g brani ntn jd cari review dulu haha

    BalasHapus
  2. gak seserem itu kok, tenang aja
    selamat menonton ^_^
    terimakasih sudah mampir

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.