Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 30 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 10 end part 2

SINOPSIS Perfect Insider episode 10 end part 2. Bagian sebelumnya bisa cek juga di Sinopsis Perfect Insider episode 10 end part 1.



Kasus yang terjadi di Euro Park benar-benar menguras energy. Setelah tiga pembunuhan berturut-turut yang terjadi di depan Moe, kali ini mereka akan berhadapan langsung dengan Magata Shiki. Apa yang akan dilakukan oleh Magata Shiki selanjutnya?



Perfect Insider 10201



“Selamat malam,” sapa Dr.Magata yang tiba-tiba muncul. “Kau tahu kehidupan itu datang dan pergi?”



“Sejak kasus pembunuhan setahun lalu kau sudah dilindungi oleh Hanawa Rikiya-san dan bersembunyi dalam kapel selama ini,” balas Moe.



“Ya, aku sudah menunggu kalian berdua.”



Perfect Insider 10202



Det.Ukai dan rekannya tiba di Euro Park. Mereka segera menuju resepsionist. Tapi televisi yang ada di sana menampilkan Moe, Saikawa-sensei dan juga Magata Shiki yang ada dalam kapel. Keduanya langsung berlari menuju kapel yang dimaksud. Tepat sebelum masuk kapel, paman Moe, Nishinosono Shosuke tiba. Mereka bertiga pun berlari masuk ke dalam kapel



Tapi, ketiganya dibuat terkejut karena kapel dalam keadaan kosong. Tidak ada Moe, Saikawa-sensei apalagi Magata Shiki.



“Tangkap Hanawa Rikiya dari Nanocraft! Aku ingin bicara dengannya,” ujar paman Shosuke kemudian. “Secepat mungkin!”



Perfect Insider 10203



“Aku telah memecahkan masalah. Dibutuhkan waktu sekitar 4 detik untuk pergi dari lantai satu menuju ruang bawah tanah hotel. Tapi, dengan lift eksekutif kita hanya butuh 2 detik dari ruang bawah tanah ke sini. Artinya, ini bukan tingkat dasar tapi masih ada lagi di bawah tanah. Mereka membangun kapel bawah tanah yang persis sama di bawah tanah. Dan itulah alasan jendela loteng dalam kapel ini tidak pernah rusak,” ujar Moe tanpa basa basi.



Magata Shiki tersenyum, “Aku harap sekarang kau sedikit mengerti tentang kenyataan, bagaimana tidak berarti dan tidak stabilnya gambar virtual.”



“Maukah kau ceritakan pada kami apa yang telah kami lihat selama 2 hari terakhir di sini?” pinta Moe kemudian.



“Professor Saikawa sudah tahu jawabannya.”



Perfect Insider 10204



Kali ini giliran Saikawa-sensei yang bicara, “Mustahil pembunuhan terjadi berkali-kali di hadapan kita. Tapi jika kita hanya menyusun fakta-fakta, jawabannya adalah pembuktian secara langsung. Pertama, ada mayat Matsumoto Takuya-san dalam kapel. Selanjutnya, ketika Moe melihat, mayat sudah menghilang. Itu hanya fakta saja. Tidak ada satupun yang membuktikan kejadian dalam kesaksian Shinjo-san di mana mayat menghilang melalui jendela loteng dan lengannya jatuh setelah itu.”



“Kau benar. Shinjo-san bisa saja berbohong tentang itu,” perlahan Moe mulai mengerti. “Bagaimana dengan peristiwa terbunuhnya Shinjo-san? Pelakunya bersembunyi di kamar itu. Semua jendela terkunci dari dalam dan kamar tidak bisa dimasuki sama sekali.”



“Itu semua fakta,” lanjut Saikawa-sensei. “Hanya ada satu jawaban yang bisa ditarik dari fakta-fakta ini Shinjo-san sebenarnya belum mati. Dia tidak dibunuh.”



Perfect Insider 10205



Moe kaget.



“Moe, apa kau sudah mengkonfirmasi apakah sekretaris Shinjo-san sudah mati atau belum?” tanya Saikawa-sensei.



Moe berpikir, “Tidak, tapi Detektif Shibaike yang melakukannya...”



Saikawa-sensei tersenyum, “Aku mengira pengamatanmu adalah fakta di sini. Dalam hal ini, masuk akal berpikir dia berbohong. Tidak hanya det Shibaike, Polisi, petugas forensik, dan petugas ambulan. Jika kau pikirkan baik-baik mereka semua gadungan setiap kejadian misterius ini bisa dijelaskan.”



“Tapi, aku juga menghubungi Detektif Ukai,” elak Moe.



“Telponmu sudah di sadap.”



Tepat setelah Moe menghubungi det.Ukai, det.Ukai mendapat telepon yang mengaku sebagai det.Shibaike. Det.Shibaike mengaku jika dirinyalah yang akan langsung melapor pada markas besar, sehingga det.Ukai tidak melanjutkan investigasinya.



“Ketika menyadap kontakmu dengan orangluar seperti itu mereka menunjukkan kepadamu permainan yang sangat bagus melibatkan staf Euro Park,” lanjut Saikawa-sensei. “Tapi, apa kau tidak ingat Matsumoto-san dan Fujiwara-san benar-benar dibunuh? Tidak ada satupun yang diharapkan mati dalam rencana yang sebenarnya. Begitu juga dengan Peristiwa Satria Kegelapan, pembunuh Matsumoto-san, Shinjo-san, dan Fujiwara-san. Mereka semua palsu. Setelah Fujiwara-san terbunuh, semua orang yang kau kira sudah mati akan melakukan pertunjukan. Alurnya harus seperti itu.”



Perfect Insider 10206



Moe pun baru sadar, jika wanita bermasker yang menjadi teknisi adalah sekretaris Shinjo.



Magata Shiki tertawa, “Olok-olokkan yang sangat sempurna. Bagaimana menurutmu?”



Moe masih tidak habis mengerti, “Kenapa mereka melakukan itu?”



“Presiden Hanawa mengatur ini semua untuk mendapatkan perhatianmu, Moe,” ujar Saikawa-sensei.



“Apa kau terkejut? Semua ini direncanakan untuk Nishinosono-san, kau tahu?” ujar Magata Shiki pula.



Perfect Insider 10207



“Tapi, bagaimana itu berubah jadi pembunuhan sungguhan?” pertanyaan Moe masih berlanjut.



“Shinjo-san pelakunya,” jawab Saikawa-sensei. “Shinjo-san sendiri yang memutuskan merubah rencana dan benar-benar membunuh Matsumoto-san.”



Rencana awal, memang sekretaris Shinjo yang menemukan jasad Matsumoto di dalam kapel. Tapi, sekretaris Shinjo memanfaatkan pembunuhan palsu itu untuk benar-benar membunuh Matsumoto-san. Ia sama sekali tidak menyangka Moe akan mendekati dan memeriksa jasad Matsumoto-san, yang diketahui kemudian benar-benar meninggal. Alasan sekretaris Shinjo melakukan ini kemungkinan dendam pribadi.



Sekretaris Shinjo berencana menutupi dengan membuatnya tampak seperti Matsumoto-san menghilang setelah itu. Karenanya, sekretaris Shinjo kemudian punya ide baru untuk membunuh wakil presdir Fujiwara juga, yang menurut rencana awal juga pembunuhan palsu. Wakil presdir Fujiwara telah dibunuh oleh sekretaris Shinjo sebelum diproyeksikan jadi hologram. Dan yang muncul di depan Moe adalah video dan audio yang telah direkam sebelumnya oleh sekretaris Shinjo.



“Dan akhirnya Presdir Hanawa menyadari pembunuhan palsu telah berubah menjadi sungguhan. Jika dia melakukan lebih jauh lagi Presiden Hanawa akan menutupi seluruh kejahatan. Begitulah Shinjo-san mengantisipasi,” Saikawa-sensei menutup penjelasannya.



Perfect Insider 10208



“Aku bilang itu rencana yang sangat rapuh tapi Presdir Hanawa tetap melanjutkannya,” komentar Magata Shiki.



“Tapi, aku tidak akan tinggal diam tentang itu,” Moe tampak geram.



“Dalam hal ini, kau akan menghilang,” ujar Magata Shiki lagi.



Moe heran, “Maksudmu, aku akan dibunuh? Dan itu kenapa kau memanggilku keluar dari TKP pembunuhan Fujiwara-san. Orang yang merencanakan ini adalah kau, Dr. Magata.”



Magata Shiki tampak senang dengan analisis Moe, “Ya. Itu sebuah percobaan untuk menaksir jarak antara kenyataan dan khayalan.”



“Tapi, kau sudah tahu kemungkinan bahwa rencana ini mungkin bisa berubah menjadi pembunuhan sungguhan,” Saikawa-sensei melanjutkan.



“Karena manusia adalah produk cacat.”



“Kenapa kau melakukan hal itu padaku?” Moe masih belum puas.



“Untuk menguji struktur unikmu,” ujar Magata Shiki. “Karena kematian orangtuamu, kau menutup perasaan secara membabi buta terhadap kematian seseorang sebagai pertahanan diri. Itulah kenapa kau selalu sanggup melihat kasus sekalipun itu pembunuhan mengerikan dengan matamu sendiri.”



“Kau tidak bisa memutuskan seperti itu!” protes Moe.



Tapi Magata Shiki tidak peduli, “Dan.. kau memiliki kerinduan terhadap kematian dalam dirimu. Ketiadaan mentalmu sangat mirip dengan penyimpangan mental, yang aku alami ketika kecil. Jadi, aku ingin menguji bagaimana kau mempertahankan keseimbangan diri.”



“Apa jawabannya?” tantang Moe.



Perfect Insider 10209



“Saikawa-sensei. Kau menebus ketidaksempurnaanmu dengan menempatkan Saikawa-sensei di ujung dirimu yang ditakdirkan mati. Kau harus sadar akan dirimu sendiri. Kenyataan bahwa kau tetap hidup dengan adanya Saikawa-sensei.”



Moe yang depresi akibat kematian kedua orang tuanya memilih mengurung diri di kamar. Beberapa kali ia bahkan berusaha untuk bunuh diri. Dibujuk seperti apapun, Moe tidak mau beranjak. Saikawa-sensei pun melakukan hal yang sama. Sampai suatu hari, Saikawa-sensei memasukkan amplop coklat lewat bawah pintu kamar Moe. Moe akhirnya mau mengambil amplop itu dan membukanya. Ada beberapa lembar kertas dengan deratan rumus di sana. Lalu sebuah surat tulisan tangan. Mari kita pecahkan masalahnya bersama. Dari Saikawa.



Dan rupanya bujukan Saikawa-sensei inilah yang berhasil meluluhkan hati Moe. Perlahan ia mau membuka diri. Moe mengambil sandwich yang telah disiapkan dan mulai memakannya dalam tangis. (lagi sedih dan dibujuk pake rumus fisika? Iuuuuh … Cuma Moe deh. Kalau Na? udah kabur duluan. Tidaaaaak … tapi kalau yg bujuk model Saikawa-sensei, emmmm, bisa deh dipertimbangkan #dilemparSendal)



Perfect Insider 10210



Ucapan panjang Magata Shiki akhirnya membuat pertahanan Moe jebol. Air mata mengalir di kedua sisi pipi Moe.



“Kau akhirnya membiarkan dirimu menangis, Nishinosono-san. Kau baik-baik saja sekarang.”



“Dr. Magata. Kau sebenarnya melakukan segalanya untuk menyelamatkan Moe?” ujar Saikawa-sensei dengan wajah seriusnya.



Magata Shiki tidak mengiyakan atau menolaknya, “Nishinosono-san, kau harus sudah membebaskan Saikawa-sensei. “ Magata Shiki melihat ke arah Saikawa-sensei. “Setelah aku, kau Saikawa-sensei. Kau memiliki struktur yang sama denganku. Kau bukan campuran. Kebaikan dan kejahatan. Cahaya dan kegelapan. Ada beberapa darimu di dalam. Tapi, kau mengorbankan diri untuk melindungi Nishinosono-san. Aku ingin kau bebas. Aku yakin kau menginginkan itu jauh di dalam hatimu.”



“Apa aku benar, Professor Saikawa?” cecar Moe.



Perfect Insider 10211



Saikawa-sensei memejamkan mata. Ia mencerna setiap kalimat Magata Shiki. Tidak ada persetujuan ataupun pengingkaran yang dilakukan Saikawa-sensei.



“Ikut denganku... bersama-sama,” ajak Magata Shiki. Ia berbalik dan mulai berjalan.



“Tunggu, Professor Saikawa!” Moe mulai panic.



“Dimana kau bisa mendapatkan, pikiran yang menyenangkan saja tanpa gangguan,” bujuk Magata Shiki lagi.



“Jangan pergi, Saikawa-sensei! Aku mohon, jangan pergi, Saikawa-sensei! Saikawa-sensei!” rengek Moe. Air matanya makin deras mengalir.



Perfect Insider 10212



Saikawa-sensei melangkah mengikuti Magata Shiki. Sementara Moe terdiam di tempatnya, tidak mampu mencegah. Lampu tiba-tiba padam. Moe akhirnya bisa bergerak, tapi ia sudah kehilangan Saikawa-sensei. Moe akhirnya terjatuh di bagian paling atas tangga. Moe pingsan.



Paman Moe, paman Shosuke berhasil mencapai kapel itu dan menemukan Moe yang tidak sadarkan diri. Ia berusaha membangunkan keponakannya ini. Sementara det.Ukai dan rekannya yang ikut bergabung menemukan pintu lain di sudut kapel.



Atas perintah paman Shosuke, mereka mengejar lewat pintu dan tangga di sana. Mereka akhirnya tiba di luar kapel, persis di depan kapel yang ada di atas permukaan tanah. Tapi mereka tidak menemukan Saikawa-sensei maupun Magata Shiki. Tidak ada siapapun.



Perfect Insider 10213



“Aku selalu ingin jalan denganmu seperti ini berjam-jam,” komentar Magata Shiki saat ia bersama Saikawa-sensei tengah berjalan-jalan di sisi pantai.



“Aku juga, Dr. Magata.”



Obrolan keduanya beranjak pada hal-hal sentimental yang hanya dipahami kedua manusia jenius ini. Keduanya membahas soal ruang dan waktu, lalu hidup yang menurut mereka hanya membuang-buang tenaga.



“Saikawa-sensei, Aku sebenarnya sudah mati sejak lama. Tidak perlu bagiku bergaul dengan orang lain. Ataupun menggigit sepotong roti. Aku hanya bisa membenamkan diriku dalam dunia pikiran,” aku Magata Shiki.



“Kau memiliki kemewahan. Sangat,” puji Saikawa-sensei.



“Itu kemerdekaan yang sebenarnya, kan?”



“Tapi, Dr. Magata. Apa itu tidak terlalu... sepi?” pertanyaan Saikawa-sensei, sedikit berbeda.



“Kesepian adalah perasaan yang dimiliki seseorang yang membutuhkan orang lain. Apa kau pikir orang sepertiku membutuhkan bantuan dari orang lain?”



Saikawa-sensei tersenyum, “Tidak, kau tidak membutuhkan itu. Tapi, aku tidak jenius sepertimu. Untuk melanjutkan hidup, aku harus bergaul dengan orang lain dan menggigit potongan roti.”



“Ini waktunya mengucapkan selamat tinggal, Saikawa-sensei,” pinta Magata Shiki. “Ketika nanti kita bertemu lagi mungkin ketika salah satu dari kita mati.”



“Bukankah kau bilang padaku kau sudah mati selama ini?” sindir Saikawa-sensei.



“Ya, berkali-kali.”



“Mungkin aku juga sama,” Saikawa-sensei menanggapinya.



“Apa yang akan kau lakukan jika aku mati?”



Saikawa-sensei berpikir sebentar, “Aku akan merokok sepanjang hari itu.”



Tapi jawaban Magata Shiki sedikit berbeda. Ia tersenyum, “Jika kau mati, aku akan biarkan diriku menangis. Hanya sekali saja, aku akan biarkan diriku menangis. Aku harap kau bisa melakukan itu.”



“Aku, juga,” balas Saikawa-sensei. Ia kini berhadapan dengan Magata Shiki, “Dr. Magata. Aku ingin mengembalikan ini padamu.” Saikawa-sensei memberikan balok mainan yang pernah ia ambil dari ruangan Magata Shiki dan menyerahkannya kembali.



Perfect Insider 10214



Paman Shosuke meletakkan selimut ke tubuh Moe yang masih duduk terdiam di depan penginapan. “Moe. Kenapa kau tidak masuk?”



“Dimana Professor Saikawa?” rengek Moe.



“Kami belum menemukannya.”



“Paman Shosuke, Saikawa-sensei ada di sini kan? Dia selalu ada di sisiku, kan?” Moe mulai frustasi.



“Kau bicara apa? Saikawa-sensei tidak akan … “ ucapan paman Shosuke terputus.



Perfect Insider 10215



Sosok yang sangat Moe kenali tampak berjalan mendekat di tengah balutan salju pagi itu. Dia Saikawa-sensei. Melihat orang yang sangat dinantinya datang, Moe segera turun dan menghambur mendekat.



“Saikawa-sensei, kau darimana saja?”



Saikawa-sensei tersenyum, “Aku pergi jalan-jalan ke pantai bersama Dr. Magata.” Jawaban Saikawa-sensei membuat Moe heran. “Dalam ruang virtual, tentu saja. Dr. Magata yang kita lihat sebenarnya adalah hologram. Dari awal, dia tidak pernah ada di Euro Park,” terang Saikawa-sensei.



Perfect Insider 10216

“Kenapa kau kembali?”



Saikawa-sensei tampak berpikir, “Hmm? Yah, karena aku lapar. Roti Hologram tidak bisa mengisi perut kosongmu, kau tahu?”



“Bukankah kau ingin hidup seperti hidup Dr. Magata dalam dunia pikiran yang murni tanpa gangguan orang lain?” sindir Moe.



Senyum di wajah Saikawa-sensei makin lebar, “Meskipun aku tidak tampak seperti itu, sebenarnya aku punya selera yang buruk. Sebagai contoh. Akan sangat menjengkelkan, jika aku tidak bisa merokok. Dan juga, ada saat-saat yang lebih baik, jika aku makan bersama seseorang. Sekarang, ayo kita sarapan bersama.”



Moe sumringah dengan dengan jawaban Saikawa-sensei ini. Ia pun menghambur dan memeluk Saikawa-sensei dengan senyum terkembang, “Kau yakin kau tidak apa-apa...jika aku bersamamu mulai dari sekarang?”



“Moe, Itu tidak penting. Jawabannya adalah pembuktian langsung.” tangan Saikawa-sensei yang tadinya bebas berpindah ke punggung Moe. Ia membalas pelukan Moe itu. (cieeeee … akhirnya Saikawa-sensei nggak nolak nih, dipeluk sama Moe. Tapi, karena ini drama jepang genre detective, jadi lupakan harapan kalian kalau ada bonus lebih. Hmmmm … )



Perfect Insider 10217



Di kampus



Prof.Kuneida memeriksa lagi tulisan milik Hamanaka. Sementara Hamanaka menunggu dengan cemas di depannya.



Prof.Kuneida berdiri dan menyerahkan tesis itu, “Well, OK!”



Hamanaka tidak menyangka, tesisnya akhirnya disetujui. Ia yang sumringah langsung memeluk profesornya ini dari belakang. (ok, kisah antara professor dan mahasiswa, berakhir disini, hehehe)



Tidak menyangka akan dipeluk, prof.Kuneida kaget. Tapi, dengan cepat ia menguasai diri. Ia lalu berbalik dan seperti biasa, menendang pan**t Hamanaka.



Perfect Insider 10218



Moe dan Saikawa-sensei berkunjung ke apartemen Gido-san, adik perempuan Saikawa-sensei. Moe bahkan memberikan oleh-oleh untuk Gido-san. Sementara Gido-san membuatkan teh, Moe dan Saikawa-sensei ngobrol di ruang tamu.



“Saikawa-sensei, Aku sudah memecahkan masalah!” Moe sumringah. “Tetangga Gido-san yang mengatakan padanya tentang video game yang diciptakan oleh Nanocraft, kan? Gido-san, siapa nama tetanggamu?”



“Seto-san, Seto Chii-san. Dia pindah kemarin,” ujar Gido-san.



“Kau lihat? Seto Chii. Jika kau baca ini dari atas ke bawa, menjadi 'ichitose' Ya, maksudnya 4 musim, yang berarti 'shiki'.”



Perfect Insider 10219



“Aku ingin tahu apakah Dr. Magata Shiki benar-benar ada di apartemen sebelah?” pancing Moe.



Saikawa-sensei tersenyum. Ia juga tertarik, “Itu hipotesis yang menarik. Ayo kita buktikan.”



Moe dan Saikawa-sensei pun beranjak keluar. Mereka meninggalkan Gido-san yang heran karena keduanya pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.



Moe dan Saikawa-sensei menuju apartemen sebelah. Mereka membuka pintu apartemen yang tidak dikunci itu. Ruangan itu kosong. Tapi, mereka menemukan ada patung dan sebuah roti yang diletakkan di atas meja. Persis seperti yang ada di kapel Euro Park.



“Dr. Magata ada di sini, seperti yang aku pikirkan,” gumam Moe.



'Kau, Sang Terpilih.' 'Berlutut di sini...' 'Dan terima potongan roti dari ayah kita.'



THE END



SINOPSIS LENGKAP Perfect Insider episode 1-10



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Kelana’s comment :



Akhirnya satu synopsis berhasil Kelana selesaikan lagi, sodara-sodara. Capek, tapi seneng. Ini drama setahun lalu, sebenarnya. Tadinya Na juga ragu, mau buat sinopsisnya atau nggak. Tapi, ceritanya membuat Na selalu tertarik dan rasanya sayang kalau Cuma ditonton sendiri. Dan akhirnya sinop ini Na kerjakan.



Hmmm … dengan selesainya sinop satu ini, artinya Na sekarang tinggal pegang dua Sinopsis on-going. Masih ada Dos-Deka sama Death Note. Nah, berarti setelah ini Na akan melanjutkan dua synopsis itu ya.



Untuk drama musim gugur, ada tiga drama yang menurut Na menarik. Tapi, berhubung belum mulai, jadi Na masih belum bisa berkomentar panjang. Nanti deh, kalau udah lengkap, Na akan coba buat preview-nya, insyaAllah.



Sampai jumpa di Sinopsis lainnya ya ^_^

10 komentar:

  1. Thank youu sinopsisnya!
    Demen banget sama saikawa sensei
    Ditunggu death notenya dulu ajaa mbak ♡

    BalasHapus
  2. Na, trm ksh sinopsis insider perfect nya. Ditunggu lanjutan dos deka nya ....skl lg arigato ya...

    BalasHapus
  3. iya, Kak. sama-sama
    DOs Deka dalam antrian ya
    gantian sama Death Note-nya ^_^

    BalasHapus
  4. min perfect insider yang live action sama yang anime brapa % kmiripanya

    BalasHapus
  5. wah Na nggak ngikutin animenya tuh
    jadi nggak ngerti seberapa banyak kemiripannya
    gomene, hehehe
    tapi kalau jepang, biasanya anime sama LA, banyak bedanya

    BalasHapus
  6. Aku suka dorama tapi nggak sempat nonton karena kesibukan, terima kasih atas sinopsisnya karena telah mempercepat menontonnya melalui tulisan dan celetukan Kelana sehingga seakan-akan sedang menontonnya juga.

    BalasHapus
  7. halo salam kenal
    terimakasih sudah mampir
    senang bisa berbagi ^_^

    BalasHapus
  8. Akassya trias salsabilla28 Mei 2016 pukul 14.19

    Haii.. Thanks.. sinopsisnya kelana keren banget.. Dan kelana kayaknya pinter deh. Ada beberapa yg aku blum ngerti sampe sekarang. Btw, aku pikir kematian org tua Moe meniggal ada kaitannya sama Magata Shiki dan aku blum tau penjelasannya. Dan cerita ini 'Perfect' alurnya nyatu dan nyambung. Udh ya kepanjangan tapi 1 lagi aku terkesan dengan ruangan tertutup dan terkunci otomatis. Maaf kepanjangan.hehe. :-)

    BalasHapus
  9. halo akassya
    terimakasih sudah mampir dan komentar di sini
    dalam drama ini, memang ada beberapa yg nggak dijelaskan sampai tuntas.
    kan kata sensei juga gitu, gak semua punya penjelasan, meski harus tetap diterima juga
    kapan2 boleh kok ngobrol lebih banyak lagi hehe ^_^

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.