Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Selasa, 22 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 09 part 1

Sinopsis Perfect Insider episode 09 part 1. Bagian sebelumnya di Perfect Insider episode 08 part 1. dan Perfect Insider episode 08 part 2. Nggak nyangka ya, udah hampir episode akhir-akhir juga.



Kali ini Moe dan Saikawa-sensei kembali berhadapan dengan si jenius Magata Shiki. Masalah seperti apa yang sudah disiapkan Magata Shiki untuk mereka berdua?



Perfect Insider 9101



Musim Semi 2002



Rumah keluarga Nishinosono ramai. Hari itu prof.Nishinosono, ayah Moe tengah merayakan ulang tahunnya. Sejumlah orang penting tampak muncul disana. Tidak terkecuali, Saikawa-sensei yang saat itu masih berstatus mahasiswa prof.Nishinosono.



Moe kecil yang manja selalu ingin bersama ayahnya. Bahkan meski diperingatkan ibunya, Moe tetap berkeras sambil mencari pembenaran.



Perfect Insider 9102



Moe kecil melakukan atraksi sulap membuat koin tembus pada kotak kertas pada para tamu yang datang. Para tamu berdecak kagum melihat Moe kecil yang sangat pandai. Hanya satu orang yang tidak berhasil merapal decak kagum, Saikawa-sensei.



“Moe-chan, sulapmu sebelumnya, triknya jelas. Secara fisik, mustahil koin melewati kotak. Jadi, kau pasti menyembunyikan koin itu di tanganmu dan koin lain jatuh, yang sudah kau atur di belakang kotak sebelumnya. Jangan khawatir. Orang lain tidak akan pernah mengetahuinya,” ujar Saikawa-sensei.



Tapi bukannya marah, Moe justru berbalik mengagumi mahasiswa muda ini. Ia terkesan dengan cara pikir si mahasiswa muda yang berbeda dengan orang dewasa lainnya. (biasa lihat Saikawa-sensei pakai kumis, lihat bersih gini jadi aneh deh. Duh, padahal bang Ayano Go ini aslinya agak gokil loh)



Perfect Insider 9103



Musim Semi 2010



Prof.Nishinosono menunjukkan foto Hanawa Rikiya pada Moe. Dia mengatakan kalau Moe telah dijodohkan dengan Hanawa ini. Hanawa adalah bisnismen muda sukses yang mendirikan Nanocraft.



“Aku akan putuskan sendiri dengan siapa aku menikah,” elak Moe. Tapi saat ditanya, apa Moe menyukai seseorang, Moe tidak mau mengaku.



“Yang lebih penting, apa sebaiknya kita tentukan kemana kita akan pergi untuk perjalanan selanjutnya?” ibu Moe lalu menengahi.



Mereka bertiga pun membolak balik majalah. Rencana perjalanan keluarga Nishinosono untuk liburan setelahnya.



Perfect Insider 9104



Musim gugur 2010



Moe dan Saikawa-sensei ada di bandara. Mereka berniat menjemput kedua orang tua Moe. Tapi, pesawat yang membawa orang tua Moe meledak saat akan mendarat. Peristiwa ini membuat Moe benar-benar syok.



Moa pulang masih dalam keadaan linglung. Sementara itu Saikawa-sensei yang ada di sebelahnya hanya menyetir dalam diam. Ia juga tidak bisa berbuat apapun.



“Aku harusnya pergi bersama mereka. Aku seharusnya berada di pesawat itu...bersama ayah dan ibuku. Aku seharusnya...mati bersama mereka,” gumam Moe.



Perfect Insider 9105



Peristiwa itu benar-benar membuat Moe depresi. Butler yang membujuknya di rumah pun diabaikan. Moe mengunci diri dalam kamar. Saikawa-sensei yang prihatin, juga datang. Ia membujuk agar Moe mau makan. Tapi, mereka justru menemukan Moe tidak sadarkan diri di dalam kamar. Moe menenggak obat tidur berlebih.



Saikawa-sensei datang mengunjungi Moe di rumah sakit. Karena Saikawa-sensei, nyawa Moe masih bisa tertolong. Tapi, Saikawa-sensei justru menemukan Moe tengah duduk di sisi ranjangnya sambil memotong rambutnya dengan gunting. Tatapan Moe masih saja kosong.



“Kenapa...? Aku ingin tahu kenapa hanya aku yang selamat? Aku bertanya-tanya untuk apa aku hidup?” cerocos Moe.



Saikawa-sensei mendekati Moe. Dengan lembut dimintanya gunting yang ada di tangan Moe.



Perfect Insider 9106



Musim Dingin 2010



Moe masih mengunci diri dalam kamar. Dia tidak bertemu siapapun sejak kecelakaan itu. Bahkan, makanpun ia tidak mau. Paman Moe, kepala polisi Nishonosono Shosuke prihatin pada keponakannya ini dan meminta pada Saikawa-sensei untuk ikut menolong Moe.



“Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk menyelamatkannya, seperti yang kau lakukan. Tapi, akhirnya dialah yang memutuskan apa yang harus dilakukan,” ujar Saikawa-sensei atas permintaan paman Shosuke.



Seperti biasa, Saikawa-sensei datang ke depan kamar Moe yang masih tertutup. Moe sendiri masih tergolek di atas ranjangnya dalam kamar yang berantakan. Bahkan bujukan Saikawa-sensei pun tidak berhasil melunakkan hati Moe.



“Moe-chan, ini Saikawa. Semua orang mengkhawatirkanmu.Bisakah kau buka pintunya?” Saikawa-sensei lalu melewatkan kertas di bawah pintu kamar Moe. “Moe, maukah kau menyelesaikan ini bersama?” bujuknya lagi.



Perfect Insider 9107



Orientasi Mahasiswa Universitas Jinnan, Musim Semi 2011



Bujukan Saikawa-sensei akhirnya berhasil melunakkan hati Moe. Moe mau keluar dari kamarnya, bahkan akhirnya bersedia melanjutkan pendidikannya. Moe tersenyum riang berfoto bersama teman-temannya dalam orientasi mahasiswa baru.



“Selamat, Nishinosono-kun,” ujar Saikawa-sensei.



“Terima kasih banyak.”



Perfect Insider 9108



Musim Dingin 2014



Paman Shosuke kembali menemui Saikawa-sensei. Ia masih mengkhawatirkan keponakannya itu, Moe. “Sejak kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan, Moe tampak kehilangan emosi terhadap kematian seseorang. Itu membuatku merasa dia bahkan tidak menghargai hidupnya sendiri. Mungkin... Aku ingin tahu apakah Moe masih menyimpan kerinduan akan kematian di dalam hatinya.”



Perfect Insider 9109



Musim Dingin 2015. Sudah setahun sejak kasus terakhir yang dialami Moe dan Saikawa-sensei. Seperti biasa, Moe ada di ruangan Saikawa-sensei. Ia membawa sekotak kue dan mengajak Saikawa-sensei untuk makan bersama. Tapi, di luar kebiasaan, Saikawa-sensei mengusulkan agar mereka juga memasang lilin untuk merayakan kelulusan tugas akhir Moe.



“Professor Saikawa akan merayakannya untukku? Ini seperti mimpi!” Moe semakin sumringah. “Apa yang tiba-tiba merasukimu? Kau terdengar seperti kita akan segera berpisah, saja. Ingat, kita masih punya perjalanan seminar.” Moe mengingatkan.



Mereka masih punya jadwal perjalanan bersama para mahasiswa. Tahun lalu mereka mengunjungi laboratorium Magata Shiki dan terlibat dalam kasus mengerikan keluarga Magata.



Saat itu Hamanaka dan Kuneida-sensei baru saja datang. Hamanaka rupanya tertinggal oleh Moe, tugas akhirnya masih saja belum selesai, meski sudah diingatkan jika ia tidak bisa mengulang lagi. Tapi mereka akhirnya makan kue bersama.



Perfect Insider 9110



Pria muda berwajah blasteran itu keluar dari lift diikuti sekretarisnya. Dia adalah presdir perusahaan IT Nanocraft yang paling sukses saat ini, presdir Hanawa Rikiya. Hanawa-san bertanya pada sekretarisnya soal kedatangan Moe. Sekretaris mengatakan kalau tamu mereka, Nishinosono Moe akan segera tiba di hotel.



Saat itu, salah seorang karyawannya menghentikan Hanawa, “Presiden Hanawa, bisa aku bicara sebentar? Ini tentang software algoritma untuk Perusahaan Cybetpit. Aku pikir kita harus memeriksa kembali proyek—“



Tapi Hanawa memotong ucapan karyawannya itu, “Bukankah kita sudah menyelesaikan analisa yang diperlukan? Yang harus kau lakukan adalah menulis kode sesuai dengan desainku, dalam tenggat waktu.” Ujar Hanawa tegas pada karyawannya yang bernama Matsumoto Takuya itu.



“Satu hal lagi. Salah satu peneliti melihat wanita berpakaian putih keluar dari sana tengah malam tadi,” ujar Matsumoto lagi.



“Itu... rahasia besar!” tegas Hanawa lagi.



“Tapi... semua orang takut sejak insiden Satria Kegelapan terjadi,” protes Matsumoto.



“Jika mereka takut, mereka bisa kerja di tempat lain,” Hanawa menepuk pundak karyawannya itu. “Matsumoto-kun. Aku berharap besar padamu.”



Perfect Insider 9111



Euro Park



Seperti jadwal, Moe datang ke taman Euro Park. Euro Park ini adalah area yang berisi hotel, taman dan sejumlah fasilitas milik Nanocraft. Termasuk di dalamnya adalah pusat penelitian perusahaan Nanocraft.



Moe datang sendirian dengan berbalut jaket tebalnya. Salju putih memenuhi hampir seluruh tempat. Saat datang, Moe sudah disambut dengan parade kesenian di depan hotel.



Perfect Insider 9112



Tidak ada di kampus, Saikawa-sensei mengunjungi saudarinya, wartawan Gido Setsuko di apartemennya. Gido-san dibuat takjub saat tahu jika acara perjalanan seminar jurusan mereka adalah ke Euro Park.



“Rupanya orangtua Moe pemegang saham besar Nanocraft yang memiliki dan menjalankan Euro Park,” ujar Saikawa-sensei. “Kami bisa menyewa cottage di taman dengan diskon khusus.”



“Aku mengerti, dan Nishinosono-san mewarisi semuanya. Aku iri padamu! Aku harus jadi orang baik agar punya mahasiswa gadis kaya. Kapan kalian berangkat?”



“Kami berangkat dalam 3 hari, tapi Moe berangkat lebih dulu untuk makan malam dengan presiden,” Saikawa-sensei menghisap rokoknya.



“Kau tidak masalah dengan itu, Sohei-kun?” pancing Gido-san. “Bukankah Hanawa Rikiya, Presiden Nanocraft, yang disebut Bill Gates kedua itu? Aku bisa bilang dia mungkin orang paling sukses di dunia IT saat ini. Dan dia juga super tampan. Dia bisa mengambil Nishinosono-san darimu.”



Saikawa-sensei tersenyum, “Dia bukan milikku.”



Perfect Insider 9113



Moe tiba di lobby hotel. Ia disambut oleh sekretaris presdir, sekretaris Shinjo. Sekretaris Shinjo mengatakan jika kantor pusat perusahaan ada di bagian belakang dan satu lagi di bagian depan sayap hotel. Moe sendiri dibuat kagum dengan fasilitas yang ada di Euro Park itu.



“Hanawa itu selalu membual kalau tunangannya sangat cantik,” puji sekretaris Shinjo.



“Tidak, tidak, tidak!” elak Moe cepat. “Um, aku bukan tunangannya, tidak resmi. Itu keputusan orangtua kami saat kami masih kecil. Aku yakin Presiden Hanawa cuma bercanda.”



Perfect Insider 9114



Gido-san menunjukkan majalah yang memuat ulasan tentang Hanawa Rikiya. Ia juga membahas soal game online yang belum lama ini dikembangkan juga oleh Nanocraft. Saikawa-sensei heran, karena Gido-san main game online.



Gido-san mengaku jika ia diberitahu oleh tetangga. “Istri tetangga bilang itu menyenangkan, jadi aku coba memberikannya. Aku benar-benar sudah merasakannya.”



Perfect Insider 9115



Gido-san melanjutkan ucapannya, “Tapi ending game agak aneh dan menjadi topik pembicaraan akhir-akhir ini. Setelah mengalahkan monster stage terakhir, tokoh utama masuk ke lorong. Tapi, ada mesin mata air kecil tergeletak di jalan dan kau akan melihat air terjun saat kau bergerak maju. Saat akhirnya kau tiba di pintu terakhir, terdapat poster bertulis : Mereka berdua sangat berlawanan. Tapi bagian atas wanita, adalah setengah bagian bawah pria. Ketika bagian atas pria, menjadi bagian bawah wanita. Ketika mereka melewati air, mereka berdua mendapat ekor yang sama. Dan, ketika kau buka pintu itu, biarawan menunggumu dan di akhir berkata : Kau, Sang Terpilih. Berlutut di sini dan terima potongan roti dari ayah kita. Dan game berakhir. Ambigu sekali, kan?”



Saikawa-sensei tidak benar-benar mengerti maksudnya. Ia sendiri penasaran arti game itu. Saikawa-sensei melihat artikel tentang Hanawa Rikiya di majalah, Mr. Hanawa Rikiya bicara tentang 'Apa semangat dari keahlian?'



Perfect Insider 9116



Tapi obrolan Saikawa-sensei dan Gido-san terputus saat terdengar suara bel di depan. Gido-san melihat dari layar. Ternyata adalah istri tetangga. (perhatikan wajahnya! Dia familiar kan?!)



“Oh, Seto-san. Apa yang aku bisa bantu?” tanya Gido-san.



“Membawakanmu kado perpisahan sebelum pindah,” ujar wanita berambut pendek itu.



“Kau tidak perlu repot. Tolong, tunggu sebentar.”



Perfect Insider 9117



Sekretaris Shinjo kemudian memberikan kunci kamar Moe dan meminta seorang bellboy untuk mengantarkan. Moe dibawa ke kamar nomer 343 di hotel itu. Sekretaris Shinjo juga berpesan jika Moe ada janji makan malam dengan presdir Hanawa pada jam 6 sore nanti. Ia pun diminta menunggu di bar lantai satu 10 menit sebelumnya untuk dijemput.



Moe mengerti. Ia berkeliling kamar itu dan menemukan sebuah catatan dalam selembar kertas. Mangsa Kematian. Hanya kematian itu, keinginanmu yang diterima. Dunia hanya pengembaraan hubungan di dasar saluran pembuangan.



Moe yang penasaran kemudian menelepon Saikawa-sensei. “Aku sekarang di kamar hotel Euro Park tapi ada teka-teki tertulis di memo ini.” cerita Moe. Ia lalu membacakan teka teki yang tertulis dalam pesan itu. “Kau tahu itu apa? Aku sudah pecahkan masalahnya. Apa yang mengikuti frasa ini—“



“Kematian Nishinosono Moe,” sambung Saikawa-sensei dari seberang.



“Ya, itu akan menyelesaikan ungkapan, kalimat yang dibaca dibelakang sama dengan didepan. Apa kau pikir ini semacam ancaman?” Moe semakin tertarik.



“Mungkin cuma iseng atau sesuatu, kau jangan khawatir,” Saikawa-sensei tidak bereaksi apapun.



“Hanya itu saja?” protes Moe. “Kau sangat baik padaku kemarin. Tidak akan menyakitkan jika kau sedikit saja khawatir padaku—“



Tapi Saikawa-sensei memotong omelan Moe. Ia pamit untuk menutup telepon karena harus mempersiapkan bahan mengajar. Saikawa-sensei juga mengatakan akan datang ke Euro Park sesuai jadwal, tiga hari lagi.



Perfect Insider 9118



Moe minum sendirian di bar hotel saat menunggu jemputannya untuk makan malam. Saat itu, ternyata ada Matsumoto-san, salah satu karyawan Nanocraft juga sedang minum.



“Apa kau sendiri? Kau sebaiknya hati-hati pada... Satria Kegelapan. Sekitar sebulan yang lalu, pegawai wanita Nanocraft menyaksikan seorang pria terbunuh di depan senjata artileri di taman, saat jogging. Tapi... mayat sudah menghilang ketika polisi tiba. Dia berkeras bahwa satria berlapis besi itulah pembunuhnya, tapi tak satupun percaya padanya,” ujar Matsumoto.



“Um... kau membuatku bingung dengan tiba-tiba menceritakan itu—“ Moe tidak benar-benar mengerti apa yang dibicarakan Matsumoto ini.



“Ada sesuatu yang mengerikan bersembunyi di Euro Park ini, kau tahu?” Matsumoto yang setengah mabuk kembali memperingatkan Moe.



Saat itu sekretaris Shinjo datang menjemput Moe. Bersamanya Moe pun beranjak pergi, meski masih belum benar-benar mengerti apa yang dikatakan oleh Matsumoto ini.



Perfect Insider 9119



Sekretaris Shinjo mengajak Moe masuk ke dalam lift. Lift itu turun menuju bawah tanah. Disana Moe disajikan area yang menjadi pusat penelitian Nanocraft. Sejumlah karyawan tampak masih terus bekerja hingga malam tiba. Sekretaris Shinjo kemudian mengajak Moe menuju lift lain.



“Ini lift ekslusif untuk eksekutif perusahaan. Tunggu dan lihat kemana dia akan membawamu,” ujar sekretaris Shinjo kemudian. Lift itu hanya bisa diakses dengan kartu pengenal karyawan perusahaan.



Perfect Insider 9120



Lift berhenti tidak lama kemudian. Sekretaris Shinjo membukakan pintu. Di depan mereka kini tampak sebuah kapel kecil. Setelah mempersilahkan Moe untuk masuk, sekretaris Shinjo pun pamit pergi lagi.



“Selamat malam. Dari dulu aku sudah memutuskan untuk bertemu denganmu di tempat ini,” ujar presdir Nanocraft, Hanawa Rikiya yang muncul tidak lama kemudian. “A, E, H, R, dan T. Berapa banyak untaian kata yang bisa tercipta dari 5 huruf ini?” tanyanya pada Moe.



Moe berpikir sebentar sebelum memberikan jawaban, “120.” (ini adalah permainan peluang. Materi matematika SMA. Dari lima huruf, dengan tidak memperhatikan urutan dapat disusun 5! (lima faktorial) kata. Perhitungan 5! = 5x4x3x2x1=120)



“Ketika kau menyusunnya dalam urutan abjad, berapa angka yang muncul?” tanya Hanawa-san lagi.



“28.”



“Lalu—“



Tapi ucapan Hanawa-san dipotong oleh Moe, “Kau akan menanyakan tentang posisi 55?” (posisi 55 jika kata yang dibentuk, diurutkan adalah kata ‘heart’—hati)



“Aku merasa sangat terhormat bisa bertemu denganmu,” puji Hanawa-san. “Aku Hanawa Rikiya.”



“Kau tidak punya sesuatu yang lebih sulit untukku?” tantang Moe.



Hanawa-san tersenyum, “Kau melebihi perkiraanku. Seharusnya aku memintamu datang lebih cepat. Tapi, jika aku bertemu denganmu sebelumnya, mungkin aku tidak akan melakukan pekerjaan sama sekali. Aku yakin tidak akan pernah ada waktu untuk itu.”



“Aku Nishinosono Moe. Terima kasih banyak atas undanganmu.”



“Aku mengundangmu karena aku punya tujuan rahasia.”



“Apa kau mengharap balasan?” Moe curiga.



“Ya, tapi aku sudah mendapatkan sebagiannya hanya dengan bertemu denganmu.”



“Dan sebagian lagi apa?” Moe penasaran.



“Siapa yang tahu? Aku bahkan tidak bisa membayangkan.” Ujar Hanawa-san, masih tetap misterius. “Apa tidak sebaiknya kita minum di kamarku? Hanya kita berdua,” pintanya kemudian.



“Maafkan aku, Hanawa-san. Ini mungkin terdengar sedikit kasar, tapi aku perlu memperjelas sesuatu,” potong Moe cepat. “Aku harus mengakui, bahwa ada seseorang yang aku sukai.”



“Aku sudah tahu. Professor Saikawa, kan?” tebak Hanawa-san.



“Bagaimana kau tahu?” Moe dibuat takjub oleh pebisnis muda ini.



“Karena tidak ada seorangpun yang punya hak istimewa dengan kemampuan mengumpulkan informasi selain aku. Aku sudah mendapatkan apapun yang aku inginkan sepanjang hidup. Dan tidak pernah gagal, sekalipun. Aku terlalu bijaksana untuk tidak melakukan hal nekat. Kenapa kita tidak makan malam di lain waktu? Aku akan kirim room service untukmu, jadi bersantailah di kamarmu malam ini,” ekspresi Hanawa-san masih cukup tejaga, tapi dari kalimatnya, tampak jika ia sedikit cemburu.



Perfect Insider 9121



Moe keluar dari kapel kecil itu dan menuju halaman. Ia memperhatikan posisi kapel yang ada di luar dan terpisah dari bangunan utama. Tapi, tadi Moe harus melewati lift yang berada di bawah tanah untuk sampai disana.



“Untuk apa gang bawah tanah ini?”



Perfect Insider 9122



Suara teriakan membuyarkan lamunan Moe. Moe segera menuju sumber teriakan itu yang ternyata berasal dari kapel kecil itu. Moe menemukan sekretaris Shinjo duduk ketakutan di lantai sambil menunjuk sesuatu di depannya.



“Dia jatuh... dari atas,” ujar Shinjo-san terbata-bata.



Moe melihat ke arah telunjuk sekretaris Shinjo. Disana ada tubuh pria yang tadi ditemuinya di bar, Matsumoto-san. Saat diperiksa, Moe menemukan jika pria itu sudah tidak bernyawa. Sekretaris Shinjo mengenali pria itu sebagai salah satu karyawan Nanocraft juga.



Sekretaris Shinjo heran melihat keberanian Moe. “Tolong panggil orang di hotel!” pinta sekretaris Shinjo kemudian.



Moe segera berlari keluar. Ia menuju pintu masuk hotel yang dijaga dua orang penjaga. Moe meminta mereka menghubungi polisi karena ada orang yang – ucapan Moe belum selesai saat terdengar teriakan lain dari arah kapel.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Perfect Insider episode 09 part 2



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



2 komentar:

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.