Sinopsis Dos Deka episode 07 part 2. Kasus kali ini Kuroi bersama Daikan berhadapan dengan penculikan yang diperkirakan disebabkan oleh UFO. Hmmm … bagian sebelumnya perlu disimak juga nih Dos Deka episode 07 part 1
Daikan melakukan penyelidikan sendiri, tidak bersama Kuroi seperti biasa. Tapi, sesuatu terjadi pada Daikan malam itu, dia hilang! Apa yang akan dilakukan Kuroi untuk menemukan Daikan? Bisakah Kuroi menyelamatkan partnernya ini?
Kuroi membawa det.Hamada ke tempat forensic dr.Kensuke a.k Kenken. Kenken memeriksa det.Hamada dengan menyinarinya dengan lampu.
“Anak ini tidak buruk,” komentar Kenken.
Tapi det.Hamada sudah terlanjur tertarik pada Kenken yang berdandan ala wanita dengan makeup tebalnya, “Apa kau pakai makeup sendiri?”
Tapi Kenken sepertinya tidak terlalu peduli, “Kenapa bocah dengan wajah lucu itu?” (ia mengacu pada Daikan)
“Daikan melakukan investigasi sendiri,” cerita Kuroi.
“Investigasi sendiri? Kau membulinya terlalu kejam ya, Mayaya?”
“Tidak. Itu kemauannya sendiri. Tidak ada hubungannya dengan bullying,” elak Kuroi.
Telepon milik det.Hamada berdering. Rupanya dari inspkt.Shirogane. Wajah det.Hamada berubah tegang saat melihat ke arah Kuroi. Ada hal buruk terjadi!”
Kuroi segera menyambar jasnya dan beranjak pergi. Rupanya ada laporan tentang hilangnya Daikan. Malam itu, Daikan dilaporkan hilang dari tempatnya menunggu UFO. Pakaian serta identitas polisinya tertinggal disana. Sementara itu, tidak jauh dari tempat Daikan menghilang, ditemukan juga sebuah crop-circle. Apakah Daikan juga diculik oleh UFO?
Kuroi kembali ke markas. Inspkt.Shirogane mencak-mencak dan minta Kuroi memberikan penjelasan.
“Ada kemungkinan dia dipanggil oleh UFO,” ujar Kuroi. Jawaban yang membuat inspkt.Shirogane makin kesal. Tapi Kuroi melanjutkan kalimatnya, “Tapi sebenarnya, Daikan tidak percaya dengan keberadaan UFO. Setelah ikut di acara yang diselenggarakan oleh orang yang mengaku pernah dibawa UFO, Daikan jadi percaya.”
Fakta ini membuat semua orang bertanya-tanya. Kuroi kemudian mengaku soal peneliti UFO, Tamiya Yuuhou. Inspkt.Shirogane pun memerintahkan mereka untuk menginterogasi orang itu.
Tamiya Yuuhou dikenal sebagai orang jepang pertama yang pernah bertemu makhluk hidup dari luar angkasa. Pada 16 Juni 1995, dia sukses melakukan kontak secara telepati dengan luas angkasa.
Tamiya-san akhirnya diinterogasi di markas. Ia mengaku jika malam sebelumnya, ia punya acara show. Tapi kesaksian penjaga keamanan menyebutkan jika beberapa jam sebelumnya melihat Tamiya-san dan Daikan bicara.
“Dia memang punya beberapa pertanyaan. Aku hanya memberikan jawaban karena dia ingin berkomunikasi dengan luar angkasa. Dia memiliki sensitifitas tinggi, dia yang terpilih,” aku Tamiya.
Kuroi tertawa sumbang, “Bagian mananya? Dia bahkan tidak punya insting detektif dan sering membuat kesimpulan yang salah. Si bodoh itu. Tapi belakangan dia mulai lumayan.
“Jadi, kau memanggilku hanya karena aku bertemu dengannya kemarin?”
“Bukan. Crop-circle. Crop-circle yang ditemukan di TKP tidak pernah diberitakan untuk public. Hanya orang-orang yang berhubungan dengan investigasi saja yang tahu dan orang yang ada di balik insiden itu.” (Kuroi membahas crop-circle yang digambar oleh Tamiya-san di punggung Daikan sebelumnya.)
“Gambar crop-circle seperti itu adalah umum. Tidak ada kebetulan,” elak Tamiya-san.
“Kebetulan? Kau bilang muncul kemariní iya kan?” cecar Kuroi.
Tapi inspkt.Shirogane masuk ke ruangan interogasi. Dia mengatakan jika alibi Tamiya-san terbukti. Kemarin, Tamiya-san menghabiskan waktunya sepanjang hari di stasiun TV. Dan rekaman acaranya berakhir pukul 12 malam.
Tamiya-san tersenyum menang, “Kau kau butuh aku, aku tidak masalah membantu investigasinya.” Ia pun beranjak pergi.
Kuroi masih tidak habis pikir dengan kasus ini. Ia memandangi sekali lagi profil para korban.
Sementara itu, inspkt.Shirogane tidak bisa menahan Tamiya-san lebih lama lagi, karena dia punya alibi. Meski Kuroi berkeras soal crop-circle yang serupa, inspkt.Shirogane tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bukti yang jelas.
Polisi kembali membahas para korban. Orang ke-8 yang hilang, Ishinaga Akina-san ternyata memiliki hutang banyak. Jadi ada kemungkinan dia memang menghilang atas keinginannya sendiri. Lalu ada tunangan korban ke-5 yang aneh dan lebih khawatir masalah uang dibanding tunangannya sendiri.
Det.Arisuga datang dan membawakan hasil investigasi forensic. Nomer dan tipe kendaraan yang berhenti di area dekat TKP ditemukan. Kendaraan itu milik toko barang bekas Mutou. Mendengar itu, Kuroi langsung mengerti. Ia ingat dengan si pria yang datang menemui Tamiya-san dan juga seorang pemilik toko barang bekas. Ia pun beranjak pergi.
Kuroi menemui informannya yang kali ini menyamar jadi penjaja karaoke. Kuroi bahkan nyaris tak mengenali si informan ini.
“Kuroi-san, kau benar-benar dalam tekanan, huh? Dimana Daikan?” tanya si informan.
“Tentu saja!” ujar si informan seperti biasa. “Mutou dan Tamiya bertemu 10 tahun silam. Saat itu Mutou bekerja di perusahaan jasa pengiriman, membantu Tamiya untuk melakukan moonlight flit. (meninggalkan rumah secara rahasia untuk melarikan diri dari hutang). Setelah UFO tidak populer lagi, Tamiya bangkrut. Dia berhutang banyak…” ucapannya berhenti.
Saat itu det.Hamada datang. Ia yang tidak tahu apapun marah-marah pada si informan, mengganggu obrolan mereka.
“Kau masih ingin ikut bersamaku kan?” tanya Kuroi saat membawa det.Hamada ke taman. Ia pun sudah nangkring di atas permianan putar. Kuroi menyuruh det.Hamada untuk memutar benda itu dengan cepat. (yay!!! Episode ini Daikan nggak kebagian adegan mutar mainan, hehehe)
Fakta-fakta itu berkeliaran di otak Kuroi. Selama tiga bulan, ada 8 kasus penculikan di daerah yang sama. Tidak ada satupun saksi mata. Usia dan jenis kelamin ke-8 korban beragam. Kesamaan mereka adalah pakaian yang ditinggalkan di TKP dan crop circle. Dan orang ke-9 yang hilang adalah Daikan. Sebelum Daikan menghilang, dia bertemu dengan peneliti UFO, Tamiya Yuuhou. Salah satu peserta acara Tamiya adalah pria bernama Mutou, pemilik toko barang bekas. Sepuluh tahun silam, Mutou membantu Tamiya menghilang. Kendaraan di dekat TKP adalah milik toko Mutou. Kuroi tersenyum puas. Ia telah menemukan jawabannya.
Kemana Daikan? Dia terbangun dengan kaki dan tangan terikat dan mulut disumpal kain. Ia ditidurkan di sebuah bak. Daikan yang nyaris telanjang itu berusaha bangun. Samar-samar, ia mendengar suara Tamoya-san sedang bicara dengan seseorang. Daikan pun segera bersembunyi.
Pria itu protes karena Tamiya-san membuatnya menculik polisi. Ia khawatir berurusan dengan polisi. Tamiya-san mengusulkan agar membuang Daikan ke saluran pembuangan dan yakin tidak akan ada yang tahu.
“Membunuh satu polisi bodoh, tidak akan berefek pada apapun, santailah!”
Sementara itu Kuroi dan det.Hamada sudah datang ke toko milik Mutou. Tidak diijinkan masuk, mereka pun melumpuhkan Mutou. Kuroi akhirnya masu ke ruangan lebih dalam dan menemukan Tamiya. Sementara itu Daikan lega karena ada bantuan datang. Tapi ia juga harus meloloskan diri lebih dulu.
“Detektif-san, apa lagi yang bisa kubantu sekarang?” sambut Tamiya.
“Kembalikan Daikan!”
“Apa yang kau katakana? Aku punya alibi kan?” elak Tamiya lagi.
“Kau punya kaki tangan. Pemilik toko barang bekas ini, Mutou Yuuki!” cecar Kuroi. “Kasus dimulai dari badai 10 tahun silam. Saat peneliti UFO bertemu dengan agen penghilang. Ditulis olehmu sendiri. 8 orang pelanggan yang meminta ‘dihilangkan’. Tapi hanya satu diantaranya yang benar-benar diculik. Daikan. Kembalikan dia!”
“Aku disini!” seru Daikan. Rupanya ia sudah berhasil melepaskan diri dari ikatan.
Merasa tersudut, Tamiya-san menyeret Daikan ke atap. Kuroi dan det.Hamada hanya mengikutinya saja. “Generasi masa kini membutuhkanku lagi. Aku tidak akan membiarkan ini berakhir. Aku kekasih di masa ini!” Tamiya-san masih berkeras.
Tapi Kuroi justru tertawa, “Kau mungkin dibutuhkan. Aku tanya orang yang datang ke acaramu. Mereka mencari pembenaran. Tidakkah kau sadar, mereka hanya ingin mengolok-olokmu dan itu membuat mereka senang.” Kuroi mulai intimidasinya. “Kau tahu, dimana buku ini dijual?” Kuroi menunjuk sebuah buku tulisan Tamiya-san. “Ini bagain ‘silahkan ambil dengan gratis’. Apa kau bodoh?!”
Kuroi kemudian menggunakan cemetinya untuk menyelamatkan Daikan seperti biasa. Tapi bencana masih belum berakhir. Daikan dan Tamiya-san justru tergantung di sisi bangunan.
Kuroi mendekati dua orang yang mulai frustasi itu. Tapi bukannya menolong, Kuroi justru tersenyum senang. Ia membuat jari-jari kedua orang itu lepas satu per satu. Teriakan Daikan semakin keras seiring pegangannya yang harus habis. Saat akhirnya seluruh pegangan habis, Daikan dan Tamiya-san jatuh di … rupanya ada semacam papan tinggi di sisi gedung yang sedang diperbaiki itu. Sehingga keduanya tidak langsung jatuh ke tanah. Daikan dan Tamiya pun bisa bernafas lega.
Daikan lalu mengeluarkan borgolnya dan melingkarkan di tangan Tamiya-san, “Tamiya Yuuhou, ditangkap pada 16.37 atas nama hukum. Kau ditangkap atas kejahatan penculikanku!”
Daikan dan Tamiya akhirnya bisa turun. Daikan membawa Tamiya ini ke mobil polisi. Ia masih belum sadar kalau dirinya sejak tadi hanya memakai baju dalam.
“Menangkap penjahat hanya dengan baju dalam, itu pertama kalinya bagiku,” ujar Kuroi. Ulah isengnya keluar. Ia mengeluarkan ponsel dan mengambil gambar Daikan.
Markas. Laporan menyebutkan jika pemilik toko barang bekas, Muto Yuuki ada di balik insiden ‘penghilangan’. 10 tahun silam, Mutou Yuuki membantu Tamiya Yuuhou menghilang. Itulah hubungan mereka. Untuk membuat orang-orang percaya pada UFO, mereka bekerja sama. Dan membuat crop-circle di lahan dekat tempat penculikan. Ke-8 orang yang menjadi korban berada dalam keadaan selamat.
Inspkt.Shirogane mencak-mencak pada Daikan. Dari semua korban, Daikan-lah satu-satunya yang benar-benar diculik. Dan dia sudah membuat seluruh rekan-rekannya khawatir.
“Diculik pada saat kau beraktivitas sendiri, aku tunggu surat permintaan maaf!” tegas inspkt.Shirogane.
“Ya. maafkan saya,” sesal Daikan.
Melihat Daikan yang murung, Kuroi pun mendekat, “Daikan, ini hadiah untuk membuatmu bersemangat lagi!” Kuroi memberikan foto yang diambil saat Daikan menangkap Tamiya, masih dalam keadaan nyaris telanjang.
Kontan markas pun heboh. Daikan makin dibully oleh rekan-rekannya yang lain. Mereka bahkan berniat memajang foto memalukan itu, membuat Daikan protes keras yang diabaikan mereka.
“Chef, katakan sesuatu,” pinta Daikan pada inspkt.Shirogane.
“Luar biasa,” ujar sang chef.
Sementara itu, Kuroi justru menyingkir dari kehebohan itu. Ia menyembunyikan sebuah senyum lega. (ah Kuroi mah nggak bisa jujur ya, huh payah)
Kesialan Daikan masih terus berlanjut. Di rumah pun, ia diomeli ibunya karena insiden penculikan itu. Adiknya pun ikut menyalahkan Daikan karena sudah menyusahkan Kuroi. Daikan yang tidak bisa berbuat atau mendebat apapun hanya bisa berkali-kali minta maaf.
Tapi pertengkaran ibu dan anak ini masih belum selesai. Ibu Daikan masih saja berteriak di telinga Daikan. Daikan kesal lagi, karena suara berdenging di telinganya akibat insiden beberapa hari yang lalu baru saja sembuh, tapi sudah ditambahi lagi oleh ibunya.
“Berdenging?” Kuroi heran. “Jangan-jangan … “
Daikan kali ini cepat tanggap. Ia ingat soal kedatangan mereka ke acara Tamiya-san, saat ia seolah mendengar suara dengan nada tinggi. (Jadi, suara keras yang diucapkan oleh ibu Daikan, mirip dengan pengucapan kata Jumat. Sehingga saat mendengar kata ‘Jumat’ yang diucapkan oleh Tamiya-san, Daikan seolah mendengar suara dengingan yang sama saat ia diteriaki ibunya)
“Oh ya Kuroi-san. Kau menjatuhkan ini di TKP, jadi aku mengembalikannya,” ujar Daikan. Ia memberikan buku milik Kuroi. Tapi di bagian akhir buku itu ternyata ada nama Kuroi. Daikan menyimpulkan kalau buku itu tidak dibeli Kuroi di toko buku bekas, “Jadi kau percaya pada mereka, huh? UFO --- “ ejak Daikan.
“Apa kau bodoh?!” Kuroi tidak terima.
Tapi sekarang Daikan sudah berani membalas, “Apa kau bodoh ~ “ ujar Daikan dengan suara dibuat-buat untuk mengejek Kuroi.
Kuroi makin kesal tapi tidak bisa membalas. Ia akhirnya mengambil makanan di depannya dan mulai memasukkan ke mulut. (pose ngambeknya Kuroi kelihatan imut ya, hehehe)
BERSAMBUNG
Sampai jumpa di Dos Deka episode 08 part 1
Picture and written by Kelana
Posting at www.elangkelana.net
0 komentar:
Posting Komentar