Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Kamis, 24 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 09 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 09 part 2. Bagian sebelumnya di Perfect Insider episode 09 part 1 Rahasia apa yang sebenarnya disimpan oleh Moe selama ini?



Seseorang ditemukan meninggal di dalam bangunan kapel. Tapi, mayat menghilang dan hanya menyisakan tangan. Apa yang terjadi sebenarnya?



Perfect Insider 9201



Moe menemukan sekretaris Shinjo yang terduduk di lantai—ketakutan sambil menunjuk sesosok tubuh di depan mereka. Tubuh itu adalah pria yang tadi ditemui Moe di bar, Matsumoto-san. Matsumoto-san ditemukan tidak bernyawa.



Sekretaris Shinjo meminta Moe memanggil orang di hotel. Tapi, belum sempat kembali, terdengar lagi suara teriakan dari dalam kapel. Jasad Matsumoto-san menghilang. Disana hanya tersisa tangan yang terpotong.



Perfect Insider 9202



Polisi dan forensic akhirnya datang. Mereka pun menginterogasi sekretaris Shinjo untuk mencari tahu apa yang terjadi.



“Matsumoto-san pergi...melalui jendela loteng. Ketika aku menyadari itu, dia sudah terbalik ditarik dari atas dan keluar dari jendela. Dan saat itu, lengannya... lengannya terjatuh,” sekretaris Shinjo yang masih syok tidak bisa bicara banyak. Bahkan saat polisi mendesaknya, ia tidak bisa lagi mengatakan apapun dan hanya bisa terisak. Sekretaris Shinjo akhirnya minta izin untuk istirahat di kamarnya.



Polisi akhirnya mengalah, “Kau tinggal di gedung kantor pusat kamar nomor 2401, benar? Akan ada polisi yang berjaga di depan kamarmu. Apa tidak masalah?”



“Ya.” sekretaris Shinjo langsung setuju saat seorang polisi dikatakan akan menjaga kamarnya.



Perfect Insider 9203



Moe yang penasaran minta izin pada detektif Shibaike yang bertugas untuk ikut dalam investigasi. Det.Shibaike tidak punya pilihan lain. Ia pun mengijinkan Moe untuk kembali melihat TKP.



“Ini 5 meter dari langit-langit,” komentar Moe saat mereka kembali ke TKP. Atap kapel itu tampak berlubang. “Tidak mungkin menarik sesorang dari atas sana dengan tenaga manusia. Kecuali kau menggunakan katrol atau tenaga listrik.”



“Kau benar, tapi ada semacam alat tertinggal di atap. Tapi tidak ada jejak manusia di sana,” komentar det.Shibaike.



Moe lalu membahas soal isu kasus satria berjubah besi di taman. Tapi det.Shibaike mengatakan jika itu hanya kesalahpahaman saksi. Mayat dalam peristiwa itu juga menghilang. Lalu sekarang, jasad Matsumoto-san juga hilang dan masih belum ditemukan. Padahal hanya ada satu pintu keluar dari kapel itu, dan di luar ada banyak pegawai hotel. Mereka tidak melihat apapun. Jadi, atap kapel jadi satu-satunya jalan.



“Yaah... Aku tahu ada lift rahasia,” ujar Moe kemudian. Ia mengajak det.Shibaike menuju sisi kapel. Tapi, saat dibuka ternyata pintu itu hanya pintu lemari penyimpan alat kebersihan. Tidak ada lift seperti yang diceritakan Moe. “Aku bersumpah itu benar! Aku datang kesini dengan lift itu! Shinjo-san pasti ingat itu! Dia yang menunjukkannya padaku.”



Det.Shibaikan akhirnya mengalah, “Aku paham. Dia berjanji pada kami untuk melanjutkan pertanyaan nanti. Aku akan menanyakannya nanti.”



“Tolong, aku ikut denganmu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini!” mohon Moe kemudian.



Perfect Insider 9204



Pagi berikutnya



Polisi bersama Moe sudah berada di depan ruangan sekretaris Shinjo. Ia membukakan pintu masih berbalut handuk dan minta izin berpakaian terlebih dahulu.



“Nishinosono-san? Apa yang kau lakukan di sini?” sapa Hanawa-san yang datang kemudian.



“Bertemu dengan Shinjo-san. Aku yakin kau sudah mendengar peristiwa itu.”



“Ya, kami datang untuk bertanya pada Shinjo tentang apa yang terjadi secara lengkap,” aku Hanawa-san pula. Ia memperkenalkan pria yang bersamanya sebagai wakil presdir, Fujiwara-san.



Perfect Insider 9205



Tapi suara teriakan minta tolong dari dalam menarik perhatian mereka semua. Pintu digedor-gedor, tapi sekretaris Shinjo tidak kunjung membukanya. Wakil presdir Fujiwara pun menghubungi petugas keamanan untuk mengambilkan kunci cadangan.



Kunci cadangan datang. Dan saat pintu dibuka … mereka menemukan tubuh Shinjo-san tergeletak di lantai. Ada luka segar mengalir dari sisi tubuhnya. Det.Shibaike memeriksa tubuh sekretaris Shinjo dan mengatakan kalau ia sudah meninggal. Det.Shibaike pun meminta anak buahnya untuk memeriksa ruangan itu. Sementara itu, Hanawa-san meminta Moe untuk tidak kemana mana, karena mungkin masih bahaya.



“Tidak ada orang di dalam kamar. Semua jendela terkunci dari dalam kamar tidur,” lapor det.Shibaike kemudian.



Setelah mendengar teriakan, hanya sebentar saja sebelum pintu dibuka. Tidak ada tempat bersembunyi. Bahkan saat Moe ikut memeriksa, semua pintu dan jendela juga terkunci. Tidak ada jalan keluar lain. Moe menemukan catatan di sana. Mesin mata air dan air terjun.



Khawatir dengan keadaan Moe, Hanawa-san pun mengajak Moe untuk keluar. Det.Shibaike pun mengintruksikan anak buahnya untuk memeriksa kembali ruangan TKP itu.



Perfect Insider 9206



Di luar, Moe masih memburu jawaban dari det.Shibaike, “Apa penyebab kematian Shinjo-san? Tolong ceritakan padaku!” mohonnya lagi.



“Ada dua luka tusuk di dada. Tampaknya dia di tusuk dengan benda tajam.”



“Bagaimana dengan senjata?” tanya Moe lagi.



“Kami belum menemukannya. Sebenarnya, kami bahkan tidak tahu bagaimana pelaku keluar dari kamar.”



“Mungkin ada lift atau pintu tersembunyi di suatu tempat, seperti kapel,” usul Moe.



“Tidak ada hal semacam itu. Orang-orangku juga mencari di seluruh kapel, tapi tidak ada lift,” elak det.Shibaike cepat. “Hanawa Rikiya-san juga bersaksi lift tersebut tidak ada.”



Perfect Insider 9207



Merasa dipermainkan, Moe pun menemui Hanawa di ruangannya, “Hanawa-san, kenapa kau berbohong? Tadi malam, aku melewati lorong bawah tanah dan pergi ke kapel itu dengan lift, kan?”



“Aku tidak bertemu denganmu di kapel,” elak Hanawa kemudian.



“Aku melewati lorong bawah tanah dan pergi ke kapel itu dengan lift... “ Moe tetap berkeras.



“Kau pasti terlalu banyak minum tadi di bar,” Hanawa-san coba menenangkan Moe.



“Aku sama sekali tidak mabuk!” elak Moe cepat.



“Tapi, aku tidak tahu apapun tentang lift itu.”



“Apa ini berarti kau ada hubungannya dengan peristiwa ini?” tuduh Moe kemudian. Wakil presdir Fujiwara tampak tidak suka dengan ucapan Moe. Tapi Hanawa-san menahannya.



“Moe, Kenapa kau begitu tertarik dengan penyelidikan kejahatan? Dua orang terbunuh tepat di hadapanmu. Normalnya, aku menyangka kau akan sangat ketakutan atau tertekan. Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Aku antar kau ke kamar,” ajak Hanawa-san. Tapi Moe menolaknya mentah-mentah.



Perfect Insider 9208



Suasana musim dingin di luar berkabut dan penuh salju. Moe berjalan sendirian melawan arus orang-orang yang lewat. Ia masih belum habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, tiba-tiba sebuah tangan menarik Moe dan membekap mulutnya. Moe meronta minta dilepaskan.



“Moe! Ini aku!” ujar orang yang menarik Moe itu.



“Saikawa-sensei … “ Moe sumringah melihat orang itu di depannya. “Apa yang kau lakukan di sini?”



“Aku mengemudi sepanjang malam dari Yokohama,” aku Saikawa-sensei akhirnya.



“Saikawa-sensei... Ini seperti mimpi,” curhat Moe. Ia mulai melunak.



“Sesuatu pasti sudah terjadi, seperti yang aku pikirkan. Kita keluar dulu dari sini!” ajak Saikawa-sensei kemudian.



Perfect Insider 9209



Saikawa-sensei mengajak Moe naik mobilnya dan berhenti di pinggir danau. Mereka menikmati coklat panas untuk menghangatkan badan.



“Jika apa yang kau katakan tadi benar, itu seperti melihat mimpi orang lain,” komentar Saikawa-sensei setelah mendengar cerita Moe.



“Itu benar. Aku merasa seperti mengembara di dalam taman hiburan mimpi buruk. Kemarin, lewat telpon kau bilang akan datang dalam 3 hari. Kenapa kau datang lebih cepat?” Moe heran.



“Aku bohong. Karena aku pikir mungkin telponmu di sadap.” Saikawa-sensei lalu menjelaskannya. “Aku ingin menunjukkan bahwa aku belum di sini. Ada orang yang mempersiapkan masalah ini untuk kita berdua. Jika aku bergabung denganmu, dia akan langsung turun tangan.”



“Siapa orang yang kau maksud?” Moe heran.



“Kenapa kau tidak ingat 3 angka?” Saikawa-sensei bertanya balik. Ia membahas soal angka yang terlihat pada senjata artileri ketika peristiwa Satria Kegelapan terjadi, angka 49. Lalu nomer kamar Moe, 343. Dan terakhir kamar tempat sekretaris Shinjo terbunuh, 2401.



Moe pun akhirnya mengerti, “49 adalah tujuh kuadrat. 343 adalah tujuh pangkat tiga. Dan, 2401 adalah tujuh pangkat empat.” Moe ingat sesuatu, “Tidak mungkin itu... Dr. Magata Shiki?”



“Video game yang dikembangkan Nanocraft, yang membuatku menyadarinya.”



Perfect Insider 9210



Saikawa-sensei kemudian membahas game online yang belakangan sedang terkenal, Criterion. Pada game itu, mesin mata air dan air terjun muncul tanpa sebab di final stage.



“Mesin mata air dan air terjun. Ada memo di kamar Shinjo-san, dengan kalimat yang sama,” komentar Moe.



Dalam game itu juga ada pesan. Mereka benar-benar berlawanan. Tapi bagian atas wanita adalah bagian bawah pria. Ketika bagian atas adalah pria, bagian bawah adalah wanita. Ketika mereka menyebrangi air, mereka berdua mendapatkan ekor yang sama.



Moe perlahan mengerti, “Mereka musim panas dan musim dingin. Mereka musim yang berlawanan, tapi, dalam karakter Kanji bagian atas musim dingin, sama dengan bagian bawah musim panas. Di luar negeri, dalam bahasa Inggris adalah 'summer' dan 'winter'. Kedua berakhiran '-er.' Mesin mata air dan air terjun dihubungkan dengan 'musim panas' dan 'musim gugur.' Kecuali kata 'air terjun' adalah bentuk jamak dalam bahasa Inggris. Ketika kau menggabungkan ke-4 kata bersama, mereka akan mejadi 4 musim. 'shiki' dalam bahasa Jepang.”



“Dr. Magata diam-diam menyimpan pesan ke dalam video game itu,” Saikawa-sensei memberikan kesimpulan.



Perfect Insider 9211



Saikawa-sensei yang khawatir pada Moe mengajaknya pulang. Ia khawatir jika Dr.Magata Shiki tertarik pada Moe. Seperti pesan yang ada di kamar Moe saat pertama kali ia datang, Kematian Nishinosono Moe.



“Apa itu artinya aku akan di bunuh?” tanya Moe.



“Aku tidak tahu. Tapi bagi Dr. Magata, membunuhmu semudah menekan tombol delete di komputer.”



Tapi Moe berpikiran lain, “Sekalipun sekarang aku lari, aku yakin hal yang sama akan tetap terjadi padaku di tempat lain. Aku ingin tahu apa alasan Dr. Magata sangat tertarik padaku. Hal yang sama untukmu juga, kan? Selama ini kau telah dipengaruhi oleh Dr. Magata. Dan itu alasanmu tetap menyimpan balok mainan sebagai sovenir kan?” Moe mengacu pada blok mainan yang dibawa Saikawa-sensei dari ruangan Dr.Magata Shiki dalam lab, pada kasus episode 5-6.



“Aku akui, aku mengagumi bakat Dr. Magata. Tapi, kau—“



“Ayo kita temukan Dr. Magata. Dan kita akan dengar itu langsung darinya,” pinta Moe.



Saikawa-sensei tidak punya pilihan. Sulit menolak permintaan Moe yang memang sudah keras kepala sejak awal, “Baiklah. Pertama, ceritakan padaku setiap detail hal yang sudah kau lihat sejauh ini.”



Perfect Insider 9212



Hanawa-san masuk ke dalam kapel dan meletakkan roti di atas piring serta gelas di dekatnya. Tidak lama setelahnya, Dr.Magata pun muncul.



“Ini sangat menarik, kan? Seperti apa wajah Nishinosono-san pada saat-saat terakhir. Aku merinding membayangkan itu,” ujar Magata Shiki.



“Menurutmu dia akan bermain sampai akhir?”



Magata Shiki tersenyum, “Ini program. Hanya Tuhan yang bisa menghentikannya.”



Perfect Insider 9213



Saikawa-sensei dan Moe kembali ke area Euro Park. Bersama Moe, mereka memeriksa kemungkinan kasus pertama, kasus Matsumoto-san. Dilihat dari atas, sulit bagi pelaku untuk menarik mayat dan kabur bersamanya. Kesulitan yang tidak perlu.



“Tidak ada cara selain berpikir ada lift rahasia,” ujar Moe.



“Dan jika itu kasusnya, Shinjo-san memberi kesaksian yang salah,” ujar Saikawa-sensei.



Moe berpikir jika sekretaris Shinjo sendiri yang membawa mayat dalam lift, lalu menyamarkan pintu lift sebagai gudang untuk menutupi itu. Moe juga berpikir jika Hanawa Rikiya mungkin ada hubungannya dengan kasus ini, karena ia sendiri tidak mengakui keberadaan lift itu. Kasus kedua, pembunuhan sekretaris Shinjo juga masih buntu. Dengan kamar terkunci, maka tidak mungkin pelaku melarikan diri.



“Moe, yang penting di sini adalah pembunuhan tidak mungkin terjadi di hadapanmu. Secara fisik kedua insiden ini mustahil dilakukan. Itu Teori kemungkinan kasus ini,” ujar Saikawa-sensei. Ia mengajak Moe untuk turun dan meminta Moe untuk istirahat dulu. Sementara Saikawa-sensei kembali ke mobilnya untuk tidur di sana. Saikawa-sensei tidak mau ambil resiko ketahuan oleh Dr.Magata Shiki dengan cepat.



Saikawa-sensei masih melihat Moe yang berjalan menjauh dari menara itu. Ia teringat pembicaraannya dengan paman Moe, paman Shosuke. “Mungkin.. Aku bertanya-tanya apa Moe masih menyimpan kerinduan akan kematian di dalam hatinya.



Perfect Insider 9214



Moe berjalan kembali ke hotel. Tapi, di atas tangga, sudah ada Hanawa Rikiya yang menunggunya.



“Halo, Nishinosono Moe-san.”



“Sekarang aku tahu, Hanawa-san. Semuanya adalah...Program Dr. Magata Shiki, kan?” tebak Moe tanpa basa basi.



Hanawa Rikiya tersenyum, “Tepat seperti yang aku pikirkan, kau adalah wanita yang tepat untukku.”



Perfect Insider 9215



Hanawa-san lalu mengajak Moe datang ke kamarnya. Ia menawari Moe wiski. Sayangnya Moe menolak dan minta air mineral saja.



“Jadi kau menerima Dr. Magata bekerja di Nanocraft?” tembak Moe.



“Ya, aku tahu ada gosip seperti itu.”



“Dimana Dr. Magata?” cecar Moe.



“Siapa yang tahu? Bahkan jika dia di sini, itu rahasia,” Hanawa-san tersenyum. Ia memberikan gelas berisi air di hadapan Moe.



“'Dr. Magata di Nanocraft.' Gosip seperti itu memberi keuntungan bagi bisnismu, kan?” Moe masih belum menyerah.



“Nishinosono-san, kau orang yang sangat menarik. Kenapa kau tidak bergabung denganku di sini?” tawar Hanawa-san kemudian.



“Kau memintaku menjadi rekan bisnismu?”



“Secara pribadi. Jika kau setuju, aku akan ceritakan padamu sebuah rahasia besar. Pesona, bakat, dan kekayaanmu sudah cukup berharga untuk itu,” tawar Hanawa-san lagi. (kalau dipikir, kata  mengajak bergabung secara pribadi, kayak kalimat lamaran nggak sih? Hehehe. Na mulai ngaco nih)



“Aku tidak akan menerima tawaran itu. Aku akan menemukan sendiri dimana Dr. Magata,” tegas Moe. Ia pun mengambil gelas di hadapannya dan minum airnya.



“Begitu? Tapi... Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Dengan menggunakan metode terbaik yang tersedia.”



Moe merasa ada yang aneh di kepalanya. Kepalanya mendadak terasa berat. Gelas di tangan Moe pun jatuh ke lantai. Moe ambruk, tidak sadarkan diri.



“Kau tidak apa-apa?” Hanawa-san mendekati Moe, dan membelai rambut Moe, sayang.



Perfect Insider 9216



Moe terbangun dan mendapati dirinya ada di kapel. Ia melihat sekeliling. Tapi saat melihat ke atas, Moe sadar kalau atap kapel itu tidak berlubang.



“Aku merindukanmu, Nishinosono-san,” ujar sosok berambut panjang dan bergaun putih itu.



“Dr. Magata. Apa yang akan kau lakukan padaku?”



“Tidak ada. Itu sesuatu yang kau putuskan sendiri,” ujar Dr.Magata. Ia melanjutkan ucapannya, “Apakah ini nyata? Atau mimpi? Sebenarnya apa itu kenyataan? Apa maksudnya? Siapa gerangan dirimu? Kau tersembunyi dan tersisih. Harus aku katakan, itu keadaan yang sangat aneh. Kau hidup dalam dunia khayalanmu sendiri.” Dr.Magata makin mendekati Moe. “Waktumu terhenti bahkan sejak kematian orangtuamu dalam kecelakaan itu. Kau sudah bermimpi saat mengurung dirimu dalam kamar.”



Moe mulai tersudut, “Itu tidak benar!”



“Apa kau benar-benar pergi ke kampus?” cecar Dr.Magata lagi. “Apa kau benar mahasiswa Saikawa-sensei? Nishinosono-san, kau masih sadar?”



“Hentikan sekarang juga!” Moe sudah tidak tahan lagi. Air mata mengalir di pipinya. “Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau ikut campur dan mengganggu kehidupan orang lain. Untuk apa kau melakukan hal mengerikan ini?!” protes Moe.



Senyum di wajah Dr.Magata makin lebar, “Apa keinginan manusia terhadap rotinya setiap hari menjadikannya hidup? Atau, itu semua sejarah manusia? Kau akan melihat hal misterius sekali lagi. Akan ada pembunuhan lain. Kau harus mengerti bagaimana tidak berarti dan tidak stabilnya gambar virtual dalam kenyataannya!” ancam Dr.Magata.



“Demi Tuhan, Dr. Magata! Tolong hentikan, ini sudah... “ Moe makin histeris. Ia akhirnya kembali ambruk di kapel yang dingin itu.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Perfect Insider episode 10 end part 1



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

8 komentar:

  1. Na, trm ksh sdh melanjutkan sinopsis insider perfect.

    BalasHapus
  2. kok jadi tegang ya?????
    seru bgt! mau ep. terakhir nih ^^

    BalasHapus
  3. Happy ied mubarok, Na-Chan...
    Arigatou gozaimasu sinopsisnya. Huweewww.... makin seruuuuuu....
    Dr. Magata ini emang psycho sejati yak.
    Pengen spoiler nyari2 di yutup ep. Akhir, tp nda jadi ah... nunggu sinop dimari ajah... :D

    BalasHapus
  4. terimakasih kembali tyas-san
    jgn bosen ya, sering2 mampir, hehehehe #ngarep

    BalasHapus
  5. iya nih, tinggal satu episode lagi
    aaaaaaah
    bakal kangen sama saikawa-sensei

    BalasHapus
  6. met idul adha juga, hana-san
    huaaaaaa
    episode terakhir emang jadi klimaksnya sih
    saikawa-senseiiiii

    BalasHapus
  7. yah,, udah mau ending.. bakalan kangen nih,,
    pengennya nambah episode lagi deh,, yang buanyakk -_-

    BalasHapus
  8. wah iya
    kurang banyak
    berharap season 2 #eeeeeh

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.