Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 16 September 2015

SINOPSIS DoS Deka 07 part 1

Sinopsis Dos Deka episode 07 part 1. Episode kali ini rasanya bakalan agak baper sih. Tapi si Kuroi masih belum mau jujur tuh. Eh spoiler deh. Tapi, sebelum lanjut baca, cek bagian sebelumnya di Dos Deka episode 06 part 1 dan Dos Deka episode 06 part 2 juga ya.



DoS Deka 7101



Seorang pria tengah berjalan-jalan bersama anjingnya di tempat penuh rumput. Sebuah suara menarik perhatian pria ini. Saat ia berbalik, sinar terang sudah menantinya di sana.



DoS Deka 7102



Seperti biasa, malam itu Kuroi makan malam di rumah keluarga Daikan. Sementara ibu Daikan mempersiapkan makan malam, Kuroi justru asyik melihat acara TV yang menayangkan perbincangan dengan seorang pria yang mengaku pernah diculik oleh UFO. Pria itu seorang peneliti UFO, Tamiya Yuuhou. (pengucapan Yuuhou di Jepang sana, mirip dengan pengucapan UFO)



Kuroi tampak sangat tertarik dengan acara itu. Begitu juga dengan adik perempuan Daikan. Sementara Daikan sendiri justru memandang rendah, ia tidak percaya pada UFO. Daikan ingat pada kasus yang belum lama juga terjadi. Ada pria yang diculik, dan hanya meninggalkan pakaiannya di TKP. Kali ini nyonya Daikan, ibu Daikan ikutan nimbrung. Daikan tidak habis pikir karena orang-orang di sekitarnya percaya hal seperti itu. Ia pun berteriak di dekat ibunya. Ibunya jelas marah dan membalas dengan berteriak balik di dekat telinga Daikan.



Suara ponsel akhirnya menyelamatkan Daikan dari bully orang serumah. Ia berusaha mengangkatnya. Tapi karena telinganya masih berdenging akibat berdebat dengan ibunya tadi, Daikan tidak dengar. Daikan pun menyingkir ke tempat lain. Kuroi yang melihat Daikan merebut ponsel Daikan. Setelah mendengar informasi dari seberang, keduanya pamit untuk pergi lagi.



DoS Deka 7103



Kasus penculikan aneh kembali terjadi. Di TKP hanya ditemukan pakaian dan sepatu milik si korban. Dan ini adalah kasus ke-8 mereka. Sementara itu, Kuroi justru berdiri memandangi tempat lain. Di depannya ada crop-circle, semacam bentuk aneh yang indah di atas rumput.



“Tipe pictograf!” ujar Kuroi sumringah. Ia tersenyum senang.



DoS Deka 7104



Markas. Kasus orang hilang ke-8. Termasuk tujuh lainnya, sama sekali tidak ada saksi mata. Usia dan jenis kelamin korban juga beragam. Kesamaan dari semuanya adalah pakaian mereka yang ditinggalkan dan adanya crop-circle. Polisi masih tidak habis pikir apa yang terjadi. Kalau ini hanya kasus penculikan biasa, kenapa penculik tidak menghubungi dan minta tebusan?



“Katakan alasannya?!”



“Tolong jangan teriak di telingaku dengan suara keras. Telingaku masih berdenging,” protes Daikan.



Jika ini kasus penculikan berturut-turut, kenapa si pelaku harus susah payah melepaskan pakaian korban dan membuat crop-circle?



“Kemungkinan keterlibatan Unidentified Flying Objects,”sambung Kuroi akhirnya. “UFO!” serunya bersemangat.



Tapi para polisi senior sepertinya tidak terlalu tertarik. Mereka malah membahas lagu milik salah satu idol-grup bernama Pink Lady yang juga memiliki judul UFO.



DoS Deka 7105



Pembicaraan soal UFO masih berlanjut. Si pengantar makanan tiba-tiba datang, dia juga menawarkan menu UFO, U untuk Udon, F untuk fried-goreng dan O untuk Oshiruko (sup kacang merah).



“Kuroi, apa maksudnya ini berhubungan dengan UFO?” desak inspkt.Shirogane.



“Crop-circle dan tipe pictograf,” ujar Kuroi. Ia pun mengajak Daikan pergi untuk menemui si pria UFO, Tamiya Yuuhou.



Inspkt.Shirogane tidak mengerti siapa si Tamiya Yuuhou ini. Si pengantar makanan mengatakan kalau Tamiya-san ini adalah seorang peneliti UFO. Sepuluh tahun silam, dia istirahat lama tapi kemudian sempat tidak terkenal. Tapi saat ini, dia kembali terkenal. Essay-nya yang membahas tentang UFO bahkan menjadi best-seller dan terjual 100.000 kopi.



Tapi para polisi senior ini malah ribut sendiri. Dari yang tidak percaya UFO, hingga yang melihat awan di langit seperti bentuk-bentu tertentu. Inspkt.Shirogane dibuat kesal sendiri dengan kelakuan anak buahnya ini.



DoS Deka 7106



Kuroi dan Daikan datang ke sebuah event para penggemar UFO. Disana sudah ada banyak orang yang menunggu pembicara, Tamiya Yuuhou.



“Ada yang mencurigakan dengan orang ini, Kuroi-san. Kau tidak benar-benar percaya padanya kan?” bisik Daikan.



Tapi Kuroi tidak memberikan tanggapan apapun. Dia masih terus memandang dengan serius ke arah Tamiya-san, si peneliti UFO.



Tamiya membahas tentang apa yang ditemukan dua puluh tahun silam. Lalu membandingkannya dengan apa yang ada sekarang. Gambar buram di masa lalu itu ternyata saat dilihat di masa kini adalah tampilan sebuah UFO, “Mereka bebas berkeliaran ke berbagai tempat. Kecuali kita memanggil mereka ...“



DoS Deka 7107



Tapi keisengan Kuroi kembali. Dia mengatakan jika ada sesuatu yang menyangkut di sisi kanan badan Daikan. Ini membuat Daikan mengangkat tangannya. Saat itu, Tamiya-san sedang bertanya, apa ada pertanyaan pada audience-nya. Dan melihat Daikan yang mengangkat tangan, Tamiya-san meminta Daikan untuk bergabung di panggung. Daikan yang tidak mengerti apapun tidak punya pilihan lain. Ia pun akhirnya ikut naik ke panggung.



“Semoga selamat,” bisik Kuroi dengan senyum puasnya sesaat sebelum Daikan naik ke panggung.



Tamiya-san meminta Daikan untuk duduk di kursi, “Kita akan cari tahu jika kita bisa melakukan kontak dengan mereka. Bersantailah! Tarik nafas dalam, dan rasakan semesta alam dengan tubuhmu. Kau mulai melihat cahaya memusingkan kan?”



“Aku tidak melihatnya,” elak Daikan. Saat itu matanya sudah terpejam. “Tunggu, sepertinya aku melihatnya,” ujar Daikan tiba-tiba.



DoS Deka 7108



Tamiya-san tampak semakin sumringah. Ia berbicara di dekat telinga Daikan, “Apa mereka memanggilmu? Instingmu semakin tajam, kau akan mulai merasakan sedikit perubahan atmosfer. Selasa, Rabu, Kamis, Jumat … “



“Ah! Aku baru saja mendengar sesuatu!” seru Daikan. “Setelah kau mengatakan Jumat, aku mendengar suara dengan nada tinggi.”



“Itu suara mereka. Kepekaanmu benar-benar luar biasa!” puji Tamiya-san. “Dia yang terpilih! Aku bersyukur bertemu seseorang sepertimu!”



Sementara itu, di tempat duduknya, Kuroi masih serius menyimak. Ia memperhatikan setiap detail yang terjadi pada Daikan saat di atas panggung. Kuroi memikirkan sesuatu.



DoS Deka 7109



Acara selesai. Tapi Daikan dan Kuroi tidak langsung pulang. Kemana mereka? Ternyata Kuroi mengajak Daikan untuk menemui Tamiya-san. Mereka mengaku sebagai polisi dan ingin membahas kasus penculikan akhir-akhir ini.



“Menurut apa yang Sensei katakan di TV, apa mungkin insiden itu … “ tapi ucapan Daikan dipotong Kuroi.



Kuroi menyodorkan sebuah buku dan minta tanda tangan. Tamiya-san cukup kaget karena buku itu ternyata adalah edisi pertama dari bukunya.



“Kau curang, Kuroi-san!” gerutu Daikan yang dijawab cuek saja oleh Kuroi.



“Daikan-sama, kenapa kau juga tidak minta?” saran Kuroi.



Daikan terkejut. Tapi ia langsung sumringah, apalagi saat Tamiya-san mengiyakan. Tapi Daikan ingat jika ia tidak membawa apapun. Kemudian idenya muncul. Daikan melepas jasnya dan meminta Tamiya-san memberikan tanda tangan di punggungnya.



Tamiya-san pun memberikan tanda tangannya, “Kenapa tidak kutambahkan juga crop-circle? Yang muncul beberapa waktu belakangan ini adalah tipe pictograf kan?” Tamiya-san lalu mengambarkan crop circle disana dan ternyata bentuknya sangat persis dengan yang muncul pada kasus penculikan terakhir.



Kuroi mengenali gambar itu. Ia curiga.



DoS Deka 7110



Keributan terjadi di pintu masuk. Asisten Tamiya-san menahan tamu yang baru datang dengan alasan Tamiya masih menerima tamu lain. Tapi pria itu berkeras memaksa masuk.



Tamiya-san berbalik dan melihatnya, “Aku sedang sibuk sekarang, kenapa kau tidak tunggu sebentar di luar?” pinta Tamiya-san.



Pria itu melihat Tamiya-san bersama tamunya. Ia pun akhirnya menurut dan beranjak keluar.



Kuroi memperhatikan tamu itu, heran. “Kalau begitu, kami pamit,” ujar Kuroi pada Tamiya-san.



Daikan heran, “Kuroi-san, kenapa kita tidak tanya soal kasus itu?” bisik Daikan.



Tapi Kuroi cuek saja, “Sensei, terimakasih untuk tanda tangannya,” pamitnya sambil menyeret Daikan keluar.



DoS Deka 7111



Daikan dan Kuroi sudah keluar dari ruangan. Mereka melihat si pria yang tadi berkeras menemui Tamiya-san justru pergi, padahal Tamiya-san tadi memintanya menunggu di luar.



“Tapi kau beruntung kan? Tanda tangan,” ujar Kuroi.



“Ya. Aku akan merawatnya!” ujar Daikan senang.



“Ayo!”



Daikan dibuat bingung dengan mood Kuroi yang berubah dengan cepat, “Kau cemburu ya?” godanya.



DoS Deka 7112



Kemana det.Arisuga? Dia melakukan investigasi di sekitar TKP kasus penculikan terakhir. Ia menemukan cctv tidak jauh dari sana dan menemukan juga orang yang memasangnya. Det.Arisuga meminta orang tersebut menunjukkan rekaman pada malam kejadian. Ternyata ada truk yang berhenti tidak jauh dari TKP malam itu. Dan menurut pemilik cctv, tidak biasanya ada truk berhenti di situ.



Det.Arisuga melihat keluar jendela, “Kuroi-kun, kau bilang itu UFO? Huh?” ia menunjukkan senyum penuh kemenangan



DoS Deka 7113



Kemana Kuroi menyeret Daikan? Ternyata mereka datang ke toko barang murah/ barang bekas. Kuroi dan Daikan dibuat takjub dengan isi toko itu yang sangat penuh dengan berbagai macam barang.



“Kuroi-san, kenapa kau mengejar pria itu? Bukankah harusnya kita bertanya pada Tamiya-san?” Tapi perhatian Daikan teralihkan pada sebuah liontin yang ada di sana. “Ini S, Kuroi-san. Aku mengerti. Aku akan memberikan ini padamu, sebagai rasa terimakasihku!”



“Hadiah?” ekspresi Kuroi berubah dari sumringah menjadi sarkas.



“Kau ingin kan? S untuk sadis. Kelihatan keran.”



“Apa kau bodoh?!” bentak Kuroi akhirnya.



Pria yang tadi dilihat Daikan dan Kuroi datang ke tempat Tamiya-san ternyata benar ada di sana. Tapi saat melihat Daikan dan Kuroi, pria itu buru-buru menyingkir.



DoS Deka 7114



Inspkt.Shirogane sedang mencak-mencak pada anak buahnya. Hingga kasus ke-8 penculikan misterius ini, tidak ada saksi apapun.



Det.Arisuga yang ketakutan akhirnya mendekat. Ia membawa hasil investigasinya hari ini, “Ini bukan pernyataan saksi, tapi … ini juga saksi.” Det.Arisuga menunjukkan sebuah foto. “Mobil ini berhenti di dekat TKP malam kejadian kasus ke-8. Mobil ini jadi saksi insiden. Dengan kata lain, saksi mobil.” Det.Arisuga mengungkapkan kata ‘saksi mobil’ dengan pelafalan yang lucu dan aneh, sehingga membuat rekan-rekannya menahan tawa.



Tapi inspkt.Shirogane masih tidak berubah dari marahnya, “Det.Arisuga, sebelum muncul dengan rencana aneh, bagaimana kalau memberikan ini pada forensic untuk diidentifikasi nomer dan tipe mobilnya?!”



DoS Deka 7115



Kuroi masih asyik memperhatikan data korban penculikan. Ia tertarik pada kasus ke-5, dengan korban seorang wanita bernama Kanamaru Shiori (26). Ternyata wanita itu menggunakan kalung yang sama dengan yang dilihat Kuroi di toko barang bekas.



Kuroi mendapat ide, “Kita akan menginvestigasi kenalan Kanamaru Shiori besok!” ujar Kuroi pada Daikan.



“Maksudmu wanita yang hilang pada kasus kelima?”



DoS Deka 7116



Daikan biasanya selalu mengekor Kuroi dan mengiyakan seluruh perintahnya. Tapi, malam ini dia menolak, “Maaf Kuroi-san, apa tidak masalah kalau besok aku pergi ke tempat lain? Aku ingin melakukan investigasi sendiri. Ini sudah kasus ke-8. Kita tidak mau ada korban ke-9. Karena itu, kita harus melakukan investigasi dari berbagai kemungkinan,” pamit Daikan.



Permintaan ini membuat seluruh orang merasa aneh. Tapi mereka membiarkan saja. Kuroi tidak punya pilihan lain selain setuju saja.



“Lakukan sesukamu.”



DoS Deka 7117



Kuroi mengambil jasnya dan berjalan menuju pintu keluar. Tapi ia sadar kalau dirinya diikuti, “Bukannya kau mau melakukan apapun sesukamu?” sindir Kuroi yang berpikir jika yang mengikutinya adalah Daikan.



Tapi saat berbalik, Kuroi dibuat terkejut karena yang mengikutinya bukan Daikan, melainkan det.Hamada. Ia pun mengekor Kuroi masuk ke lift, bahkan membantunya menekan tombol lift. Hal yang biasanya dilakukan oleh Daikan.



DoS Deka 7118



Daikan ternyata menemui Tamiya Yuuhou lagi. Ia bahkan rela menunggu Tamiya-san selesai melakukan syuting untuk programnya hari itu.



“Kau yang kemarin itu ya?”



“Benar. Ada yang ingin kutanyakan pada sensei. Bisakah Anda punya waktu sebentar?” pinta Daikan. “Sebenarnya, aku berpikir jika mereka mungkin datang hari ini.”



“Hari ini?” Tamiya-san heran.



“Ya, hari ini kan Jumat.” Daikan mengacu pada kedatangannya sebelumnya yang diajak untuk melakukan kontak dengan UFO, dan Daikan mereka mendengar suara ultrasonic setelah mendengar kata Jumat.



Tamiya-san akhirnya bisa menguasai diri, “Sepertinya kau benar.”



“Ya. Aku pikir sensei pasti tahu dimana dan kapan mereka akan datang. Jadi, tolong katakana padaku.



Tamiya tersenyum, “Baiklah, aku akan memberikan pengecualian padamu.”



DoS Deka 7119



Seperti rencana kemarin, Kuroi menginterogasi orang yang berhubungan dengan korban penculikan kelima. Pria itu adalah tunangan si korban. Kali ini Kuroi ditemani det.Hamada yang menyajikannya minuman yang membuat Kuroi berjengit, sebal.



“Apa ada yang berbeda dengannya belakangan?” selidik Kuroi.



“Aku sangat khawatir, jadi tidak bisa berpikir jernih. Tapi aku juga tidak bisa membatalkan upacara pernikahan. Pembatalan artinya kehilangan 50% pembayaran. Kami juga sudah mengontrak rumah baru dan perabotan … aku khawatir itu tidak bisa dikembalikan.”



“Itu yang kau khawatirkan?” det.Hamada heran.



“Tentu saja aku mengkhawatirkan Shiori (korban kelima) juga,” ujar pria itu.



DoS Deka 7120



Setelah si pria tunangan pergi, gantian det.Hamada yang mengomel. Ia heran dan merasa aneh melihat si pria yang justru lebih khawatir hal lain daripada tunangannya sendiri. Tapi, melihat Kuroi tidak berkomentar dan justru diam di kursinya, det.Hamada akhirnya menutup mulut.



Kuroi sendiri tengah memikirkan hal lain. Ia memandangi kursi di sebelahnya yang kosong. Kursi yang biasanya jadi tempat duduk Daikan. (cieeee … Kuroi kangen sama Daikan nih ye). Kuroi kemudian mengambil jas-nya dan beranjak pergi.



DoS Deka 7121



Kemana Daikan? Atas petunjuk dari Tamiya-san, Daikan pergi ke sebuah padang rumput. Ia bahkan membawa tenda dan juga kursi. Daikan menarik nafas panjang dan bersiap. Menurut Tamiya-san, mereka mungkin saja datang lima menit kemudian, tapi bisa jadi lima jam kemudian. Jadi Daikan harus menunggu saja.



“Itu tergantung kemampuanmu!”



DoS Deka 7122



Siang berlalu disambut malam. Daikan masih saja menunggu sambil duduk di atas kursinya. Ia kemudian mendengar suara ultrasonic. Daikan sumringah. Ia pun berdiri dan mencari sumber suara itu. saat berbalik, sebuah sinar terang datang menghampiri Daikan.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Dos Deka episode 07 part 2



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

2 komentar:

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.