Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Senin, 12 Oktober 2015

SINOPSIS DoS Deka 08 part 1

Sinopsis Dos Deka episode 08 part 1. Akhirnya Na kembali dengan petualangan Daikan-Kuroi. Dan satu synopsis selesai. Jadi sekarang Na Cuma punya dua proyek, hehe. Buat yang ketinggalan, sila cek juga di Dos Deka episode 07 part 1 dan Dos Deka episode 07 part 2



Kasus baru sudah menunggu Daikan dan Kuroi. Akan ada kejutan apa lagi yang menanti mereka kali ini?



DoS Deka 8101



Daikan baru saja akan berangkat saat dikejutkan oleh kehadiran Kuroi di salon ibunya. Rupanya nyonya Daikan baru saja selesai merapikan rambut Kuroi. Kuroi memang sengaja mampir sebelum berangkat kerja. Kuroi menatap hasil perubahan rambut itu dan merasa puas.



“Memangnya apa yang berubah?” ujar Daikan nyinyir.



“Memangnya kau tidak lihat? Lihat di bagian ini, ini lebih girly kan?” sambung nyonya Daikan. Ia tidak terima hasil pekerjaannya tidak diakui oleh Daikan.



Daikan benar-benar tidak mengerti dengan yang dilakukan kaum perempuan ini. Yang lebih aneh lagi, kenapa Kuroi harus mampir ke salon ibunya, padahal di luar sana masih ada banyak salon lain yang memang khusus untuk wanita.



“Kuroi-san ingin datang kesini, memangnya salah?!” bentak nyonya Daikan. “Ayo ikut sarapan sekalian!” ajak nyonya Daikan pada Kuroi pula.



Daikan tidak bisa berkata apapun. Sudah datang pagi-pagi, Kuroi bahkan diajak sarapan pula.



“Tidakkah sesekali kau pulang? Bagaimana kabar ayahmu?” nyonya Daikan mencoba mencairkan suasana.



Kuroi heran. Ia masih belum mengerti, ada hubungan apa sebenarnya antara nyonya Daikan ini dengan ayahnya yang seorang kepala polisi.



DoS Deka 8102



Pagi itu markas sudah dibuat heboh. Kasus bom dalam ukuran kecil terjadi untuk kelima kalinya. Dan semua kasus itu terjadi di kafe/tempat makan yang terkenal. Pada tiap kasus, video akan diupload oleh tersangka dua jam setelah kejadian. Det.Tokou memeriksa semua data TKP itu. Ia memikirkan sesuatu.



“Ini tidak bisa dimaafkan. Membuat bom di semua tempat makan … kali ini bahkan di tempat makan kue yang terkenal!” Daikan tampak kesal. “Aku berniat datang ke kafe pancake itu saat libur. Tapi karena kejadian ini, mereka pasti akan tutup sementara kan?” keluh Daikan. “Jadi, untuk apa lagi aku bekerja keras selama ini?”



“Daikan! Kau benar-benar … “ tapi ucapan Kuroi dipotong.



“Kau juga ingin pergi ke sana kan, Kuroi-san?” tebak Daikan asal. “Itulah kenapa kau marah. Tadinya kupikir dengan penampilan seperti ini, kau juga benci hal-hal normal yang dilakukan para gadis. Saat tempat itu buka lagi, aku pasti akan mengajakmu kesana!”



Kuroi kesal. Daikan benar-benar tidak mengerti situasi, “Apa kau benar-benar bodoh?!”



DoS Deka 8103



Saat itu inspkt.Shirogane baru saja datang. Mereka kemudian menunjukkan surat pernyataan dari tersangka yang mengaku bertanggungjawab atas kasus pengeboman belum lama ini.



Salam untuk kalian semua para polisi bodoh. Kalau kalian memang mampu, cepat dan cobalah tangkap aku. Bomber (^0^)/



Pada polisi dibuat kesal dengan isi surat itu. Kenapa yang mengaku pelaku ini baru mengirim surat itu sekarang. Terlebih lagi, dia menuliskan ‘para polisi yang bodoh’. Tapi mereka dibuat heran dengan symbol yang ada di akhir surat. Symbol itu tampak kuno. Ada yang berpikir jika symbol itu berarti ‘banzai-panjang umur’. Tapi yang lain berpikir jika symbol itu berarti senyum mengejek si bomber.



“Bagaimana kalau begini, ‘yay, bomber’!” ujar Daikan sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, seperti symbol itu.



Para polisi pun setuju dengan ide Daikan. Tapi inspkt.Shirogane tidak menganggap itu penting. Dia sendiri langsung mengintruksikan stafnya untuk mendatangi TKP dan mencari laporan saksi mata. Para polisi bubar sesuai intruksi. Tapi, det.Tokou tampak lain kali ini. Ia tampak memikirkan sesuatu hingga tidak focus dengan kegiatannya.



DoS Deka 8104



Det.Arisuga bersama det.Hamada mendatangi kafe tempat kejadian. Menurut pelayan di sana, ada seorang pria yang datang sendirian tepat sebelum kejadian. Dia sempat duduk dan menikmati pancakes sendirian. Tanpa ragu, det.Arisuga langsung menyimpulkan kalau pria itulah si ‘Yay Bomber’. Tapi det.Hamada mengingatkan, kalau itu masih belum pasti.



Det.Nakane rupanya datang bergabung. Seharusnya ia bersama dengan det.Tokou. Tapi det.Nakane mengatakan kalau det.Tokou ingin sendirian, jadi ia bergabung saja dengan det.Arisuga dan det.Hamada saja.



DoS Deka 8105



Det.Tokou mendatangi kafe lain yang juga jadi sasaran bom. Menurut pemilik kafe, tepat sebelum kejadian ada pria bertopi yang datang dan makan sendirian. Lalu setelah kejadian, si pria ini langsung pergi begitu saja. Saat ditanya, pemilik kafe mengaku tidak tahu persis wajah pria itu.



“Apa dia seperti ini?” det.Tokou menunjukkan sebuah foto.



Tapi pemilik kafe mengaku tidak mengenalnya. Det.Tokou akhirnya memilih pergi. Masih ada hal yang mengganggu pikirannya terkait kasus pengeboman ini.



DoS Deka 8106



Berbeda dari biasanya, kali ini Kuroi dan Daikan juga mendatangi TKP kejadian pengeboman. Informasi yang mereka dapat juga nyaris sama. Ada pria bertopi yang datang sendirian.



Kuroi dan Daikan dibuat terkejut oleh antrian panjang orang-orang di depan kafe itu. Lalu ada seorang wanita yang marah-marah karena dua orang pria berbadan besar menyerobot antriannya. Kuroi pun mendekati mereka semua.



“Aku akan memberikan kalian obat ajaib yang akan meningkatkan ukuran otot kalian, hanya dengan jumlah kecil,” tawar Kuroi sambil mengeluarkan sebuah benda dari sakunya.



Kedua pria itu menurut saja. Mereka menerima cairan itu dari Kuroi dan mengoleskannya ke tangan. Tapi tidak lama setelahnya mereka baru sadar jika tangan mereka saling menempel.



Kuroi tertawa, “Ah aku salah ambil!” Ia mengeluarkan botol lem super kuat S dari sakunya.



Kuroi mengajak Daikan pergi, meninggalkan kedua pria yang kebingungan karena tangannya menempel itu. Tapi Daikan sempat berbisik jika lem itu bisa lepas dengan memberikan air panas selama tiga detik saja.



DoS Deka 8107



“Kuroi-san, menyerobot antrian memang salah, tapi kau tidak harus bersikap sejauh itu,” protes Daikan. “Aku tahu kau polisi yang cinta keadilan.”



“Keadilan? Alasanku jadi detektif … “ ucapan Kuroi dipotong.



“Aku mengerti itu. Tapi Kuroi-san, memang apa motif si ‘Yay bomber’? Aku sudah memikirkannya, dan hanya ada satu hal. Motif si pelaku adalah … “ Daikan mendekatkan mulutnya ke telinga Kuroi dan bicara berbisik, “kebencian pada makanan. ‘Yay’ alergi pada makanan dan tidak bisa memakannya. Jadi saat dia melihat orang menikmati makanan itu, dia kesal dan melakukan kejahatan. Boom! Bagaimana Kuroi-san?”



Kuroi melirik Daikan, “Kau tidak serius kan?”



“Aku serius!”



“Kau benar-benar … bodoh ya?”



Tapi Daikan yang sudah kebal sepertinya tidak terlalu peduli lagi. Ponselnya berdering. Ternyata kabar dari markas yang mengatakan ada kasus pengeboman lain yang baru saja terjadi.



DoS Deka 8108



Kuroi dan Daikan kembali ke markas. Kuroi melihat sikap det.Tokou berbeda dari biasanya. Kali ini ia tampak lebih serius dari kasus-kasu lainnya. Kasus pengeboman sudah terjadi keenam kalinya dan kali ini terjadi di sebuah monument, tempat yang menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Dilaporkan ada dua orang cedera akibat pengeboman ini, tapi mereka tidak mengalami luka yang terlalu serius.



DoS Deka 8109



“Yay bomber bukan orang yang dendam pada makanan. Kuroi-san, kau percaya alasanku kan?” ujar Daikan yang mendekati Kuroi.



Kuroi bangkit dari kursinya. Ia mendekati dan membaca sekali lagi data-data kasus pengeboman ini di white board. Kuroi mendapatkan ide. Kuroi mengajak Daikan pergi. Para polisi yang lain hanya bisa bengong melihat sikap Kuroi. Dasar Kuroi, selalu misterius dan lebih suka melakukan investigasi sendiri.



DoS Deka 8110



Mereka kembali mendapatkan surat pernyataan bertanggungjawab dari pelaku pengeboman. Salam polisi, jangan lupa yang sudah kalian lakukan. Yay bomber!



“Apa maksudnya ini? Memangnya apa yang sudah kita lakukan?”



“Mungkin itu motifnya, yay bomber adalah orang yang dendam pada polisi,” sambung yang lain.



“Bagaimana kalau ini… dia pernah salah dituduh, jadi dia dendam pada polisi?”



Inspkt.Shirogane tampak tertarik dengan ide itu. Ia meminta anggotanya untuk mendapatkan list orang-orang yang salah dituduh dan tahu soal teknik. Melihat det.Tokou masih diam, inspkt.Shirogane pun menegurnya dan memintanya bergabung dengan yang lain.



DoS Deka 8111



Daikan berpikir kalau Kuroi akan mengajaknya melakukan investigasi lain. Tapi ternyata Kuroi justru datang ke rumah Daikan. Kuroi malah asyik membaca-baca majalah makanan dan menemukan kalau warna keberuntungan untuk bulan ini adalah merah.



“Kuroi-san, ini tidak ada hubungannya dengan kasus kan? Bisakah kau ceritakan padaku, apa yang sebenarnya kau cari?” bujuk Daikan.



Tapi sikap Daikan ini buru-buru diprotes oleh ibu dan adiknya. Mereka menyuruh Daikan diam dan tidak mengganggu Kuroi yang tengah berpikir. Ibu Daikan kemudian datang dan membawakan makan malam untuk mereka semua.



Sepertinya Kuroi punya misi lain datang ke rumah keluarga Daikan, “Tentang ayahku … “ tanya Kuroi perlahan, pada ibu Daikan.



Tapi Daikan yang tidak paham situasi, justru memotong ucapannya, “Kuroi-san, lihat ini!” ujarnya sambil menunjuk gambar di majalah yang tadi dipegang Kuroi. “Rumah pancake, kedai ramen, rumah kari, semua ada di majalah ini!”



Sesuatu melintas dalam pikiran Kuroi. Senyumnya berubah makin misterius. Tapi ibu Daikan menghancurkan momen ini. Ia meminta mereka semua untuk makan malam terlebih dahulu.



DoS Deka 8112



Hari berikutnya. Kuroi menunjukkan majalah tentang makanan yang dibacanya di rumah Daikan semalam. Tapi rekan-rekan Daikan yang lain justru tertarik pada tulisan di sampul majalah itu. Salon Daikanyama. Dan mereka baru tahu jika rumah Daikan adalah salon/tempat potong rambut.



“Sudah kubilang kan? Di rumah dia terjepit diantara dua wanita kuat, ibu dan adiknya. Sementara di pekerjaan, dia juga berada diantara dua wanita super. Dilemma Daikan,” ujar det.Hamada.



“Kuroi, majalah apa ini?” tanya inspkt.Shirogane.



“Tempat-tempat yang direkomendasikan di majalah ini, sesuai dengan tempat yang diledakkan oleh pengebom yay bomber. Artinya yay ini mencari target berdasarkan majalah ini.”



Tapi ternyata tempat yang direkomendasikan dalam majalah itu masih banyak. Sementara mereka harus sesegera mungkin menemukannya, untuk menghindari kasus lebih lanjut.



DoS Deka 8113



Tiba-tiba det.Tokou angkat bicara, “Inspkt.Shirogane, aku ingin mewawancarai orang ini.” Ia menunjukkan foto seorang lelaki.



Det.Tokou lalu menunjukkan data tentang pria itu. namanya Kusakabe Yasutaka. Dia adalah pria yang ditangkap oleh det.Tokou sepuluh tahun silam karena tuduhan insiden di Kusuwa-cho.



Saat itu Kusakabe yang seorang guru melakukan eksperimen dengan siswanya. Karena ditemukan material pembuat bom di kelasnya, dia ditangkap berdasarkan bukti itu. Tapi tidak lama setelahnya, tersangka sesungguhnya tertangkap. Dan dia terbukti tidak bersalah. Tapi masyarakat sudah terlanjur memandangnya berbeda. Dia benci pada polisi.



“Aku ikut bersamamu mewawancarainya,” ujar inspkt.SHirogane kemudian.



DoS Deka 8114



Pria bernama Kusakabe itu akhirnya diwawancarai. Ia masih mengenal dengan jelas det.Tokou ini.



“Kusakabi-san, kami mewawancaraimu hari ini … “



Kusabake memotong ucapan itu, “Kasus insiden pengeboman akhir-akhir ini kan? Kau pikir aku yang melakukan itu?”



“Kau benci pada polisi. “



“Bukan aku yang benci pada polisi, tapi kau!” ujar Kusakabe pada det.Tokou. “Sepuluh tahun silam kau menangkapku tanpa bukti yang pasti. “



“Itu … aku yang keliru,” det.Tokou tampak menyesal.



“Dan sekarang, kau masih mau menjadikanku sebagai tersangka lagi?” tembak Kusakabe-san.



DoS Deka 8115



Det.Tokou mengeluarkan sebuah kertas. Di atasnya ada symbol, “Ini cirri khasmu kan?” ujarnya pada Kusakabe-san.



Ekspresi wajah Kusakabe-san berubah, “Aku kaget kau masih ingat. Apa ini ada hubungannya dengan kasus?”



Tapi det.Tokou buru-buru mengelaknya. Saat itu Kusakabe-san tiba-tiba saja minta izin untuk pergi karena ia masih ada pekerjaan.



DoS Deka 8116



Daikan dan Kuroi yang tadinya hanya mengawasi dari ruangan sebelah, akhirnya turun tangan. Mereka mengikuti pria bernama Kusakabe-san ini. Mereka menemukan Kusakabe-san menggunakan telepon umum yang ada di taman untuk menghubungi seseorang.



Setelah menelepon, Kusakabe-san kembali berjalan. Ia mendatangi sebuah kedai pancake, yang merupakan tempat pengeboman pada kasus sebelumnya. Kuroi makin curiga pada pria ini. Kuroi dan Daikan juga ikut masuk ke kedai/kafe itu dan duduk di meja seberang untuk mengawasi. Pria itu tampak menunggu seseorang.



DoS Deka 8117



“Maaf menunggu. Ini pesanan anda!” seorang pelayan datang memberikan sepiring kue untuk Daikan. Sedang melakukan pengintaian, eh sempat-sempatnya Daikan memesan kue. Tanpa ragu ia segera mengambil sendok dan mencicipi kue itu. “Mumpung disini, kenapa kita tidak pesan sekalian.”



Jelas Kuroi kesal dengan sikap Daikan ini. Daikan mendadak mendapat ide. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Kuroi dari arah samping bersama kue yang tadi dipesannya.



“Lihat, kau tampak keren bersama pancake ini!” Daikan menunjukkan hasil jepretannya. “Ah Kuroi-san, kau punya sos-med? Bagaimana kalau ini dijadikan profi-picture-mu?” saran Daikan.



Kuroi benar-benar kesal, “Kau--!”



DoS Deka 8118



Tapi perhatian Daikan dan Kuroi teralihkan saat seseorang datang dan duduk di depan Kusakabe-san. Seorang pria muda. Daikan heran, apa mungkin dua orang pria sengaja datang berdua untuk makan kue bersama. Tapi samar-samar, Daikan dan Kuroi mendengar kalau si pria muda itu memanggil Kusakabe-san dengan sebutan sensei—guru.



“Kau sudah tumbuh besar, aku nyaris tidak mengenalimu,” puji Kusakabe-san.



“Tidak. Aku Cuma seorang mahasiswa biasa,” elak si pria muda cepat.



“Kau boleh pesan apapun. Aku yang traktir hari ini,” ujar Kusabake-san pula.



Si pemuda heran karena gurunya ini tiba-tiba menghubungi. Tapi Kusabake-san mengaku jika tiba-tiba saja ingat. Mereka ingat jika terakhir bertemu sekitar 10 tahun silam. Artinya pada saat kasus salah tangkap dulu.



“Sensei, apa Anda sering datang ke kedai ini?”



Kusakabe-san tersenyum, “Begitulah.” Ia menutupi sesuatu.



DoS Deka 8119



Inspkt.Shirogane kembali ke markas saat det.Tokou tengah mengobrol dengan Ken, si pengantar makanan. Ken mengaku jika ia sudah diajari pemilik kedai tempatnya bekerja, beberapa resep dan berharap bisa segera membuka usaha sendiri. Tapi saat melihat inspkt.Shirogane, Ken pamit pergi.



“Orang yang memperkenalkan dia dengan pemilik kedai tempat kerjanya saat ini adalah Tokou-san kan?” inspkt.Shirogane mengomentari Ken, si pengantar makanan itu. “Tiga kali tertangkap mencuri, dua diantaranya menyebebkan luka-luka. Dia terkenal nakal di sekitar sini. Tapi, lihat dia sekarang. Asal jauh-jauh dari orang yang berpengaruh jahat dan dekat dengan orang baik, orang akan mudah berubah.” Puji inspkt.Shirogane. Ia mengambil kopi dengan gelasnya dan duduk di ruang istirahat.



“Tidak juga,” elak det.Tokou. Ia juga mengambil kopinya dan menyusul inspkt.SHirogane. “Tergantung apakah dia punya orang yang dipercayainya, jadi dia bisa berubah. Dan dia (Ken) memilih orang itu.”



“Dia pasti bersyukur pernah bertemu dengan Tokou-san!”



Sementara itu, Kusakabe-san tampak berpikir keras. Setelah kasus salah tangkap, ia berhenti menjadi guru. Masyarakat sudah terlanjur menganggapnya rendah. Sejak itu, dia bekerja di sebuah tempat pengolahan limbah. Kusabake-san ingat dengan si pemuda tadi, yang merupakan muridnya sepuluh tahun silam.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Dos Deka episode 08 part 2



Picture and written by Kelana



FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net



2 komentar:

  1. Na, trm ksh ya udah melanjutkan sinopsis dos deka. Ditunggu terus kelanjutannya.

    BalasHapus
  2. iya, kak terimakasih juga udah mampir kesini
    dan setia menunggu
    hehehehe ^_^

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.