Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Sabtu, 24 Oktober 2015

SINOPSIS DoS Deka 09 part 1

Sinopsis DoS Deka episode 09 part 1. Pembully-an yang dilakukan Kuroi terhadap Daikan masih terus berlanjut. Oh ya, rahasia masa lalu ibu Daikan dan ayah Kuroi sudah terkuak juga ya. Hmmm, kira-kira bagaimana hubungan mereka selanjutnya ya?



Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, cek juga di DoS Deka episode 08 part 1 dan DoS Deka episode 08 part 2. Selamat membaca ^_^



DoS Deka 9101



Pekerja paruh waktu terbunuh di Morifuku-cho. Si korban, Kaieda Chisato-san, berusia 23 tahun. Tidak ada bukti kerusakan di rumahnya. Dompet dan barang-barang pribadinya tidak tersentuh. Kemungkinan perampokkan. Orang pertama yang menemukan korban adalah temannya, Sumida Midori-san. Selama ini Kaeida Chisato-san adalah orang biasa yang juga patuh hukum. Sulit dibayangkan jika dia melakukan hal buruk pada orang lain. Dari arah lain det.Nakane tiba-tiba muncul. Dia membawa foto masa SMA dari si korban. Pada foto itu, wajah korban hanya tampak separuh saja.



Det.Arisuga memandangi foto itu dekat dan jauh. Saat diberi pinjam kaca mata oleh det.Tokou, det.Arisuga baru bisa melihat dengan jelas. Tapi det.Arisuga cepat-cepat mengelak jika matanya mulai memburuk.



Selain foto sekolah, pada foto lain, wajah si korban Kaeida CHisato juga hanya tampak sebelah. Artinya dia bukanlah tipe siswa yang terbiasa berada di depan untuk eksis.



DoS Deka 9102



“Berbeda jauh dengan bos super sadis dan staf super sadir kita yang selalu ingin di depan!” bisik det.Arisuga pada rekan-rekannya.



Tapi rekan-rekannya yang lain menunjuk ke belakang. Saat berbalik, det.Arisuga dibuat kaget dengan kehadiran inspkt.Shirogane di sana. Belum cukup kaget, di sisi lain meja ternyata juga sudah ada Kuroi yang tadi mereka bicarakan.



Tapi inspkt.Shirogane tidak memperhatikan det.Arisuga. Ia justru melihat ke arah Kuroi di seberang meja, “Kuroi-kun, hasil autopsy?”



“Penyebab kematian, tusukan senjata di dada. Itu saja,” ujar Kuroi singkat. Ia kemudian mengajak Daikan untuk pergi.



DoS Deka 9103



“Det.Arisuga, tidakkah kau harus melakukan sesuatu tentang mereka berdua?” bisik det.Hamada setelah Daikan dan Kuroi pergi dan inspkt.Shirogane kembali ke mejanya.



“Tidak masalah. Asal mereka melakukan apapun yang mereka mau, kita tidak akan kena letupannya.”



Tapi belum sempat det.Arisuga duduk tenang, inspkt.Shirogane sudah memanggilnya. Dia meminta det.Arisuga mengatakan tentang ‘selalu berada di depan’ yang dia sebut tadi. Det.Arisuga minta tolong pada rekan-rekannya yang hanya dibalas dengan sikap ‘tidak mau ikut campur’. Akhirnya Det.Arisuga sendirian yang harus menghadapi desakan dari inspkt.Shirogane.



DoS Deka 9104



Kuroi dan Daikan mengunjungi kediaman korban Kaeida CHisato. Ruangannya tampak rapi, bersih dan biasa saja. Tidak ada hal-hal khusus yang menunjukkan sesuatu. Menurut orang tuanya, si korban ini tidak punya hobby tertentu. Dia juga tidak tinggal bersama kekasih atau semacamnya.



Kuroi memandangi deretan buku yang ada di rak, Shinbashi Kaito. Kuroi menemukan sebuah foto terselip di antara buku-buku itu. Dan saat foto diambil, tampak seorang wanita yang memakai kostum cosplay. Kaeida Chisato ternyata seorang cosplayer.



Daikan tersenyum sumringah, “Aku paham, Kuroi-san!” ujarnya sambil mengedipkan mata pada Kuroi. Sementara yang dikedipi tidak mengerti dengan maksud Daikan.



DoS Deka 9105



Sejumlah orang ramai lalu lalang keluar masuk ruangan itu. Di sisi lain, ada beberapa orang yang juga asyik mengambil foto. Ternyata ada event cosplay di ruangan itu. Kuroi yang tidak benar-benar paham masuk ke sana dan melihat sekeliling.



“Kuroi-san!” panggil Daikan.



Kuroi berbalik. Matanya mendelik kaget melihat kostum yang digunakan oleh Daikan, “Ini yang kau maksud dengan kedipan?”



“Ya!” Daikan berpose dengan kostumnya.



Kuroi tidak habis pikir dengan ulah partnernya ini, “Apa kau … “ ucapan Kuroi dipotong.



Dilanjutkan oleh Daikan dengan gaya imutnya, “ … bodoh?”



DoS Deka 9106



Kuroi dan Daikan kemudian menanyai peserta dalam event itu. Menurut mereka, si korban Kaieda Chisato adalah peserta reguler dalam event cosplay itu. Dia sering ikut dalam event itu dengan dandanan cosplay berkualitas tinggi. Dia sangat populer hingga banyak yang iri padanya.



Daikan dan Kuroi baru akan beranjak pergi saat kedua wanita yang tadi ditanyai justru meminta Daikan untuk tinggal. Mereka tertarik dengan dandanan Daikan dan minta foto bersama.



Kuroi yang tidak mengerti dengan sikap Daikan, memilih menyingkir. Tapi Kuroi sempat melihat seorang fotografer yang tertarik dengan obrolan mereka. Fotografer itu beberapa kali mencuri pandang ke arah Kuroi.



DoS Deka 9107



Selesai dengan sesi foto, Daikan kembali mengejar Kuroi, “Kuroi-san, kau marah?”



“Apa-apaan yang kau pakai itu?!”



“Karena Kuroi-san, bukankah kau akan memintaku melakukan investigasi terselubung? Aku melakukannya dengan serius dengan kostum ini. Aku bahkan meminjamnya dari teman. Sebenarnya ini tidak terlalu nyaman. Saat kau memakai ini, kau merasa dapat melakukan apapun. Pahlawan yang bisa menari dan menyanyi? Fuuu ~”



“Apa yang kau pikirkan?!” protes Kuroi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan ide Daikan.



DoS Deka 9108



Dari arah pintu, tampak inspkt.Shirogane dan det.Arisuga mendekat. Mereka heran melihat Daikan dengan kostumnya dan Kuroi juga ada di sana. Daikan tadinya ingin bersembunyi, tapi terlanjur bertemu, akhirnya dia batal menyembunyikan diri.



“Chief, aku terkesan. Kau melakukannya dengan baik, menemukan Kaeida Chisato ikut serta dalam event ini,” komentar Kuroi.



“Kau tidak perlu terkesan. Kaeida Chisato menulis rencananya untuk ikut event ini dalam buku catatannya,” ujar inspkt.Shirogane.



Atasan dan bawahan ini seperti biasa tidak mau kalah. Mereka bersaing ingin jadi terdepan dalam investigasi. Daikan dan det.Arisuga yang berada di antara mereka, tidak mampu memaksa keduanya berdamai.



DoS Deka 9109



Kembali ke markas.



Daikan melaporkan, dari hasil investigasinya tadi, ia menemukan jika ada banyak wanita peserta cosplay yang punya masalah dengan Kaeida Chisato. Itu karena si korban sangat populer, hingga di pun dibenci yang lain.



Laporan selanjutnya dari det.Tokou. Si korban Kaeida Chisato ternyata punya lebih dari satu pekerjaan paruh waktu. Sebelum meninggal, di sempat bekerja di toko serba ada dan juga bar.



Para polisi menganggap jika pantan si korban ini punya lebih dari satu kerja paruh waktu. Keikutsertaannya dalam event cosplay butuh biaya banyak. Mungkin saja dia punya masalah dengan pelanggannya. Meski saat di sekolah dulu, dia adalah tipe anak biasa. Dia tidak punya hubungan khusus dengan teman sekelas ataupun rekan kerjanya.DoS Deka 9110





Laporan berikutnya dari det.Hamada. Menurut saksi, sekitar sebulan silam ada pria misterius yang sering datang ke rumah si korban ini. Pria ini berusia antara 20 hingga 30 tahun. Di tas dan topi yang digunakannya, ada gambar tengkorak.



Kuroi yang menyimak pembicaraan itu teringat sesuatu. Sebelum pergi, Kuroi sempat mengambil foto sejumlah orang dalam event cosplay itu. Ia pun menunjukkan hasil jepretannya, seorang pria dengan tas dan topi bergambar tengkorak, persis yang dikatakan oleh det.Hamada.



DoS Deka 9111



Inspkt.Shirogane menyuruh anak buahnya untuk membawa si pria bertopi tengkorak. Dan sekarang, di ada di markas untuk diinterogasi. Alih alih ditanyai, pria bertopi tengkorak ini justru dimarahi. Rupanya ia hanya main-main datang ke event cosplay itu tanpa diketahui orang tuanya, dan menghabiskan uang mereka.



“Niiyama Hitoshi-san, ada laporan saksi yang mengatakan kau sering datang ke kediaman korban Kaeida Chisato. Apa hubunganmu dengannya?” inspkt.Shirogane mulai serius.



“Kami tipe orang yang sama,” pria yang bernama Niiyama ini menjawab dengan ketakutan. “Kami pemalu dan sulit berhubungan dengan orang asing. Kami lebih suka hidup aman. Tapi, setelah mengamatinya, aku sadar jika dia suka dengan cosplay. Saat dia memakai kostum cosplay-nya, dan membebaskan diri, dia menunjukkan dirinya yang sebenarnya.”



“Jadi kau penguntit?!” serang det.Arsigua.



“Kau salah! Dia teman dan aku hanya meminjami dan meminjam bukunya.”



“Jangan bercanda! Kau bukan anak SD lagi!” bentak det.Arisuga.



Kuroi yang tadinya hanya memperhatikan dari jauh akhirnya mendekat, “Katakan judul buku karangan Shinbashi Kaito menurut urutan terbit!”



Meski bingung, Niiyama akhirnya menjawab pertanyaan itu. Ia tampak mengingat-ingat sebentar, “The Invaders of Sorrow, Apocalypse of Pandora, Pitfalls of Babel, Revenge of the Devil Lucille, Reminiscences of the Hero Hayato, War of the Mirror.”



“Kuroi, apa hubungan itu dengan investigasi ini?” pertanyaan dari inspkt.Shirogane yang diabaikan oleh Kuroi.



DoS Deka 9112



Kuroi justru mengajak Daikan untuk pergi. Daikan yang juga penasaran meminta Kuroi untuk menjelaskannya maksud pertanyaan tentang buku tadi.



“Dia (korban Kaeida Chisato) adalah fans berat Shinbashi Kaito. Dia punya seluruh koleksi bukunya. Dan buku itu tidak disusun sesuai urutan terbit di rak. Urutan dari awal debutnya, The Invaders of Sorrow, Apocalypse of Pandora, Pitfalls of Babel, Revenge of the Devil Lucille, Reminiscences of the Hero Hayato, War of the Mirror, itu yang seharusnya. Seseorang mengambil buku-buku itu dan mengembalikannya ke sana lagi. Tapi bukan Niiyama. Seseorang yang bukan Niiyama masuk ke ruangan itu dan mencari sesuatu.”



DoS Deka 9113



Kuroi dan Daikan kembali mendatangi kediaman Kaeida Chisato. Kali ini mereka bertemu teman si korban (Sumida Midori) yang juga orang pertama yang menemukan korban. Menurut pengakuannya, si korban memang memberinya kunci cadangan. Dan saat Kaeida Chisato ini tidak bisa dihubungi, si teman ini pun datang. Sekarang dia datang lagi, karena berpikir akan menunggu polisi datang lagi.



Sumida-san menunjukkan barang yang dititipkan oleh korban Kaeida-san beberapa hari yang lalu. Korban hanya meminta temannya ini untuk menyimpannya. Kuroi memandangi benda itu. Sebuah jam berwarna merah. Tidak ada yang aneh dengan benda itu.



Sumida-san juga mengaku jika ia dan korban Kaeida-san adalah teman dekat sejak SD. “Setelah lulus sekolah di tempat asal kami, kami datang ke kota bersama. Awalnya Chisato kesulitan beradaptasi di kota. Tapi sejak tahu lalu, dia punya ikut event cosplay dan jadi lebih ceria. Dia berpikir itu hal baik dan selalu menunggu acaranya. Aku juga lega. Tapi aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Chisato … “



DoS Deka 9114



Kembali ke markas. Kuroi membawa jam peninggalan korban yang diberikan teman korban itu lalu memeriksanya dengan mengunjungi website perusahaan pembuat jam.



“Maaf, Kuroi-san,” bisik Daikan di sebelah Kuroi, “Wanita bernama Sumida Midor itu … karena dia punya kunci cadangan ruangan Kaeida Chisato, mungkinkah dia yang mengacak bukunya?”



Tapi Kuroi tampak tidak tertarik dengan ucapan Daikan kali ini. Ia masih asyik sendiri mengamati website milik perusahaan pembuat jam itu.



DoS Deka 9115



Det.Nakane dan det.Hamada baru kembali lalu melapor pada inspkt.Shirogane jika alibi si pria bertopi tengkorak, Niiyama ternyata terbukti. Malam kejadian, dia ada di acara sepanjang malam, dan kesaksian ini dibenarkan oleh sejumlah peserta lainnya.



Det.Arisuga menyusul setelahnya. Ia minta maaf karena terlambat. Setelahnya ia melapor kalau ada masalah di restoran tadi soal ‘udang’. Tapi karena insiden ini, det.Arisuga justru lupa mengumpulkan informasi dari saksi. Inspkt.Shirogane benar-benar kesal dengan kelakuan anggota timnya ini.



Dari arah lain, Ken si pengantar makanan datang. Ia kemudian menyajikan pesanan inspkt.Shirogane. Tapi inspkt.Shirogane semakin kesal karena pesanannya ‘banyak udang’ ternyata hanya diberi ‘tiga udang’ di atas piring.



“Kami minta maaf!” Ken buru-buru mengambil makanan itu dan berjanji akan menggantinya.



DoS Deka 9116



Sementara kehebohan terjadi di seberang, baik Kuroi maupun Daikan tidak ikut serta, “Luar biasa kan? Dia menolak nasi goreng tadi!” bisik Daikan di samping Kuroi. Ia tengah mengomentari penolakan inspkt.Shirogane atas makanan pesanannya tadi. “Tapi aku pikir Chief melakukan hal benar. Kalau itu terjadi padaku, aku tidak akan berani minta ganti. Kau juga pasti begitu kan, Kuroi-san?” Daikan mengedipkan sebelah matanya pada Kuroi.



DoS Deka 9117



Dari arah lain, det.Tokou datang. Ia melapor kalau korban Kaeida Chisato punya kerja paruh waktu yang lain, di sebuah perusahaan mainan. Pabrik Galaxy Toys, salah satu perusahaan besar.



Kuroi yang masih asyik di depan laptopnya menyimak laporan itu. Ia yang sejak tadi masih menyelidiki jam dari Sumida-san, menyadari jika perusahaan pembuat jam itu sama dengan yang disebutkan oleh det. Tokou. Setelah memastikan alamatnya, Kuroi mengajak Daikan pergi.



DoS Deka 9118



Tiba di Galaxy Toys, Dikan dan Kuroi disambut oleh sang CEO. Menurut CEO, Kaeida Chisato adalah karyawan yang rajin. Ia menyesal karena kehilangan karyawan seperti itu.



“Apakah kau berhubungan langsung dengan korban Kaeida Chisato?” tanya Kuroi.



“Eh? Tentu saja tidak. Kenapa kau tanya seperti itu?”



CEO Galaxy Toys ternyata masih sangat muda. Usianya baru 29 tahun. Sang CEO mengaku, tidak mudah memimpin perusahaan itu. Ia pun mengkhwatirkan banyak hal. Ia diwarisi perusahaan itu dan kini harus mengurusnya. Meski demikian, ia berusaha untuk menunjukkan yang terbaik dari dirinya.



Tidak banyak hal lain yang mereka perbincangkan sebelum akhirnya Kuroi mengajak Daikan untuk pemit dan pergi.



DoS Deka 9119



Di jalan pulang, Kuroi menyadari jika Daikan tampak murung, tidak seperti biasanya.



“Aku hanya sedikit iri. Usia kami sama, tapi dia sudah memimpin perusahaan,” Daikan membahas sang CEO Galaxy Toys tadi. “Dia sudah punya visi masa depan sendiri. Di sisi lain, hidupnya masih sama saja sejak dulu. Padahal aku yakin, jumlah makanan yang kami makan tidak jauh berbeda. Aku ingin tahu, kenapa hasilnya berbeda seperti ini,” keluh Daikan.



“Daikan-sama, itu tidak benar!” ujar Kuroi tiba-tiba. “Kau punya banyak hal baik yang tidak dimiliki pria itu. Ini memalukan, jadi aku hanya akan mengucapkannya sekali. Dengar baik-baik,” tapi Kuroi tiba-tiba terdiam. “Ini aneh. Kenapa otakku tiba-tiba blank? Ah benar! Kau tampak lebih muda dibanding usiamu kan? Apakah itu karena penampulanmu? Kau juga cukup tingga kan?” Kuroi lalu menyebut banyak hal lain, yang sebenarnya lebih mirip sindiran daripada pujian.



“Kuroi-san, cukup!” semangat Daikan yang tadinya menyala karena nyaris dipuji akhirnya meredup kembali.



DoS Deka 9120



Ibu dan adik Daikan sedang beres-beres di rumah. Mereka heran karena sekarang Kuroi jarang datang dan makan bersama mereka.



Dari arah pintu, Daikan mengucap salam kepulangan. Di belakang Daikan, mengekor Kuroi. Tapi Kuroi tampak ragu untuk masuk ke dalam.



“Kuroi-san, ada apa? Tidakkah kau mau masuk?” sapa ibu Daikan.



Kuroi tampak ragu, “Itu … aku khawatir mengganggumu.”



Ibu Daikan bingung. Tapi akhirnya dia mengerti. Para pertemuan terakhir mereka, ibu Daikan mengakui hubunganya dengan ayah Kuroi. Mereka pernah jadi kekasih saat masih muda dulu. Dan karenanya, Kuroi menjadi sungkan.



“Ibu, kenapa kau tidak cerita sejak awal?!” protes Daikan dan adiknya.



“Itu karena … “ wajah ibu Daikan berubah serius. “Itu memalukan!” ia kemudian tertawa .



Ibu Daikan mengajak Kuroi untuk masuk dan menawarinya makan. Tapi Kuroi menolak dengan alasan sudah makan. Ibu Daikan akhirnya meminta adik Daikan untuk mengeluarkan makanan penutup, strawberry daifuku. Mereka berempat makan bersama seperti biasa di meja makan.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 09 part 2



Picture and written by Kelana



FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.