Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 30 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 10 end part 2

SINOPSIS Perfect Insider episode 10 end part 2. Bagian sebelumnya bisa cek juga di Sinopsis Perfect Insider episode 10 end part 1.



Kasus yang terjadi di Euro Park benar-benar menguras energy. Setelah tiga pembunuhan berturut-turut yang terjadi di depan Moe, kali ini mereka akan berhadapan langsung dengan Magata Shiki. Apa yang akan dilakukan oleh Magata Shiki selanjutnya?



Perfect Insider 10201



“Selamat malam,” sapa Dr.Magata yang tiba-tiba muncul. “Kau tahu kehidupan itu datang dan pergi?”



“Sejak kasus pembunuhan setahun lalu kau sudah dilindungi oleh Hanawa Rikiya-san dan bersembunyi dalam kapel selama ini,” balas Moe.



“Ya, aku sudah menunggu kalian berdua.”



Perfect Insider 10202



Det.Ukai dan rekannya tiba di Euro Park. Mereka segera menuju resepsionist. Tapi televisi yang ada di sana menampilkan Moe, Saikawa-sensei dan juga Magata Shiki yang ada dalam kapel. Keduanya langsung berlari menuju kapel yang dimaksud. Tepat sebelum masuk kapel, paman Moe, Nishinosono Shosuke tiba. Mereka bertiga pun berlari masuk ke dalam kapel



Tapi, ketiganya dibuat terkejut karena kapel dalam keadaan kosong. Tidak ada Moe, Saikawa-sensei apalagi Magata Shiki.



“Tangkap Hanawa Rikiya dari Nanocraft! Aku ingin bicara dengannya,” ujar paman Shosuke kemudian. “Secepat mungkin!”



Perfect Insider 10203



“Aku telah memecahkan masalah. Dibutuhkan waktu sekitar 4 detik untuk pergi dari lantai satu menuju ruang bawah tanah hotel. Tapi, dengan lift eksekutif kita hanya butuh 2 detik dari ruang bawah tanah ke sini. Artinya, ini bukan tingkat dasar tapi masih ada lagi di bawah tanah. Mereka membangun kapel bawah tanah yang persis sama di bawah tanah. Dan itulah alasan jendela loteng dalam kapel ini tidak pernah rusak,” ujar Moe tanpa basa basi.



Magata Shiki tersenyum, “Aku harap sekarang kau sedikit mengerti tentang kenyataan, bagaimana tidak berarti dan tidak stabilnya gambar virtual.”



“Maukah kau ceritakan pada kami apa yang telah kami lihat selama 2 hari terakhir di sini?” pinta Moe kemudian.



“Professor Saikawa sudah tahu jawabannya.”



Perfect Insider 10204



Kali ini giliran Saikawa-sensei yang bicara, “Mustahil pembunuhan terjadi berkali-kali di hadapan kita. Tapi jika kita hanya menyusun fakta-fakta, jawabannya adalah pembuktian secara langsung. Pertama, ada mayat Matsumoto Takuya-san dalam kapel. Selanjutnya, ketika Moe melihat, mayat sudah menghilang. Itu hanya fakta saja. Tidak ada satupun yang membuktikan kejadian dalam kesaksian Shinjo-san di mana mayat menghilang melalui jendela loteng dan lengannya jatuh setelah itu.”



“Kau benar. Shinjo-san bisa saja berbohong tentang itu,” perlahan Moe mulai mengerti. “Bagaimana dengan peristiwa terbunuhnya Shinjo-san? Pelakunya bersembunyi di kamar itu. Semua jendela terkunci dari dalam dan kamar tidak bisa dimasuki sama sekali.”



“Itu semua fakta,” lanjut Saikawa-sensei. “Hanya ada satu jawaban yang bisa ditarik dari fakta-fakta ini Shinjo-san sebenarnya belum mati. Dia tidak dibunuh.”



Perfect Insider 10205



Moe kaget.



“Moe, apa kau sudah mengkonfirmasi apakah sekretaris Shinjo-san sudah mati atau belum?” tanya Saikawa-sensei.



Moe berpikir, “Tidak, tapi Detektif Shibaike yang melakukannya...”



Saikawa-sensei tersenyum, “Aku mengira pengamatanmu adalah fakta di sini. Dalam hal ini, masuk akal berpikir dia berbohong. Tidak hanya det Shibaike, Polisi, petugas forensik, dan petugas ambulan. Jika kau pikirkan baik-baik mereka semua gadungan setiap kejadian misterius ini bisa dijelaskan.”



“Tapi, aku juga menghubungi Detektif Ukai,” elak Moe.



“Telponmu sudah di sadap.”



Tepat setelah Moe menghubungi det.Ukai, det.Ukai mendapat telepon yang mengaku sebagai det.Shibaike. Det.Shibaike mengaku jika dirinyalah yang akan langsung melapor pada markas besar, sehingga det.Ukai tidak melanjutkan investigasinya.



“Ketika menyadap kontakmu dengan orangluar seperti itu mereka menunjukkan kepadamu permainan yang sangat bagus melibatkan staf Euro Park,” lanjut Saikawa-sensei. “Tapi, apa kau tidak ingat Matsumoto-san dan Fujiwara-san benar-benar dibunuh? Tidak ada satupun yang diharapkan mati dalam rencana yang sebenarnya. Begitu juga dengan Peristiwa Satria Kegelapan, pembunuh Matsumoto-san, Shinjo-san, dan Fujiwara-san. Mereka semua palsu. Setelah Fujiwara-san terbunuh, semua orang yang kau kira sudah mati akan melakukan pertunjukan. Alurnya harus seperti itu.”



Perfect Insider 10206



Moe pun baru sadar, jika wanita bermasker yang menjadi teknisi adalah sekretaris Shinjo.



Magata Shiki tertawa, “Olok-olokkan yang sangat sempurna. Bagaimana menurutmu?”



Moe masih tidak habis mengerti, “Kenapa mereka melakukan itu?”



“Presiden Hanawa mengatur ini semua untuk mendapatkan perhatianmu, Moe,” ujar Saikawa-sensei.



“Apa kau terkejut? Semua ini direncanakan untuk Nishinosono-san, kau tahu?” ujar Magata Shiki pula.



Perfect Insider 10207



“Tapi, bagaimana itu berubah jadi pembunuhan sungguhan?” pertanyaan Moe masih berlanjut.



“Shinjo-san pelakunya,” jawab Saikawa-sensei. “Shinjo-san sendiri yang memutuskan merubah rencana dan benar-benar membunuh Matsumoto-san.”



Rencana awal, memang sekretaris Shinjo yang menemukan jasad Matsumoto di dalam kapel. Tapi, sekretaris Shinjo memanfaatkan pembunuhan palsu itu untuk benar-benar membunuh Matsumoto-san. Ia sama sekali tidak menyangka Moe akan mendekati dan memeriksa jasad Matsumoto-san, yang diketahui kemudian benar-benar meninggal. Alasan sekretaris Shinjo melakukan ini kemungkinan dendam pribadi.



Sekretaris Shinjo berencana menutupi dengan membuatnya tampak seperti Matsumoto-san menghilang setelah itu. Karenanya, sekretaris Shinjo kemudian punya ide baru untuk membunuh wakil presdir Fujiwara juga, yang menurut rencana awal juga pembunuhan palsu. Wakil presdir Fujiwara telah dibunuh oleh sekretaris Shinjo sebelum diproyeksikan jadi hologram. Dan yang muncul di depan Moe adalah video dan audio yang telah direkam sebelumnya oleh sekretaris Shinjo.



“Dan akhirnya Presdir Hanawa menyadari pembunuhan palsu telah berubah menjadi sungguhan. Jika dia melakukan lebih jauh lagi Presiden Hanawa akan menutupi seluruh kejahatan. Begitulah Shinjo-san mengantisipasi,” Saikawa-sensei menutup penjelasannya.



Perfect Insider 10208



“Aku bilang itu rencana yang sangat rapuh tapi Presdir Hanawa tetap melanjutkannya,” komentar Magata Shiki.



“Tapi, aku tidak akan tinggal diam tentang itu,” Moe tampak geram.



“Dalam hal ini, kau akan menghilang,” ujar Magata Shiki lagi.



Moe heran, “Maksudmu, aku akan dibunuh? Dan itu kenapa kau memanggilku keluar dari TKP pembunuhan Fujiwara-san. Orang yang merencanakan ini adalah kau, Dr. Magata.”



Magata Shiki tampak senang dengan analisis Moe, “Ya. Itu sebuah percobaan untuk menaksir jarak antara kenyataan dan khayalan.”



“Tapi, kau sudah tahu kemungkinan bahwa rencana ini mungkin bisa berubah menjadi pembunuhan sungguhan,” Saikawa-sensei melanjutkan.



“Karena manusia adalah produk cacat.”



“Kenapa kau melakukan hal itu padaku?” Moe masih belum puas.



“Untuk menguji struktur unikmu,” ujar Magata Shiki. “Karena kematian orangtuamu, kau menutup perasaan secara membabi buta terhadap kematian seseorang sebagai pertahanan diri. Itulah kenapa kau selalu sanggup melihat kasus sekalipun itu pembunuhan mengerikan dengan matamu sendiri.”



“Kau tidak bisa memutuskan seperti itu!” protes Moe.



Tapi Magata Shiki tidak peduli, “Dan.. kau memiliki kerinduan terhadap kematian dalam dirimu. Ketiadaan mentalmu sangat mirip dengan penyimpangan mental, yang aku alami ketika kecil. Jadi, aku ingin menguji bagaimana kau mempertahankan keseimbangan diri.”



“Apa jawabannya?” tantang Moe.



Perfect Insider 10209



“Saikawa-sensei. Kau menebus ketidaksempurnaanmu dengan menempatkan Saikawa-sensei di ujung dirimu yang ditakdirkan mati. Kau harus sadar akan dirimu sendiri. Kenyataan bahwa kau tetap hidup dengan adanya Saikawa-sensei.”



Moe yang depresi akibat kematian kedua orang tuanya memilih mengurung diri di kamar. Beberapa kali ia bahkan berusaha untuk bunuh diri. Dibujuk seperti apapun, Moe tidak mau beranjak. Saikawa-sensei pun melakukan hal yang sama. Sampai suatu hari, Saikawa-sensei memasukkan amplop coklat lewat bawah pintu kamar Moe. Moe akhirnya mau mengambil amplop itu dan membukanya. Ada beberapa lembar kertas dengan deratan rumus di sana. Lalu sebuah surat tulisan tangan. Mari kita pecahkan masalahnya bersama. Dari Saikawa.



Dan rupanya bujukan Saikawa-sensei inilah yang berhasil meluluhkan hati Moe. Perlahan ia mau membuka diri. Moe mengambil sandwich yang telah disiapkan dan mulai memakannya dalam tangis. (lagi sedih dan dibujuk pake rumus fisika? Iuuuuh … Cuma Moe deh. Kalau Na? udah kabur duluan. Tidaaaaak … tapi kalau yg bujuk model Saikawa-sensei, emmmm, bisa deh dipertimbangkan #dilemparSendal)



Perfect Insider 10210



Ucapan panjang Magata Shiki akhirnya membuat pertahanan Moe jebol. Air mata mengalir di kedua sisi pipi Moe.



“Kau akhirnya membiarkan dirimu menangis, Nishinosono-san. Kau baik-baik saja sekarang.”



“Dr. Magata. Kau sebenarnya melakukan segalanya untuk menyelamatkan Moe?” ujar Saikawa-sensei dengan wajah seriusnya.



Magata Shiki tidak mengiyakan atau menolaknya, “Nishinosono-san, kau harus sudah membebaskan Saikawa-sensei. “ Magata Shiki melihat ke arah Saikawa-sensei. “Setelah aku, kau Saikawa-sensei. Kau memiliki struktur yang sama denganku. Kau bukan campuran. Kebaikan dan kejahatan. Cahaya dan kegelapan. Ada beberapa darimu di dalam. Tapi, kau mengorbankan diri untuk melindungi Nishinosono-san. Aku ingin kau bebas. Aku yakin kau menginginkan itu jauh di dalam hatimu.”



“Apa aku benar, Professor Saikawa?” cecar Moe.



Perfect Insider 10211



Saikawa-sensei memejamkan mata. Ia mencerna setiap kalimat Magata Shiki. Tidak ada persetujuan ataupun pengingkaran yang dilakukan Saikawa-sensei.



“Ikut denganku... bersama-sama,” ajak Magata Shiki. Ia berbalik dan mulai berjalan.



“Tunggu, Professor Saikawa!” Moe mulai panic.



“Dimana kau bisa mendapatkan, pikiran yang menyenangkan saja tanpa gangguan,” bujuk Magata Shiki lagi.



“Jangan pergi, Saikawa-sensei! Aku mohon, jangan pergi, Saikawa-sensei! Saikawa-sensei!” rengek Moe. Air matanya makin deras mengalir.



Perfect Insider 10212



Saikawa-sensei melangkah mengikuti Magata Shiki. Sementara Moe terdiam di tempatnya, tidak mampu mencegah. Lampu tiba-tiba padam. Moe akhirnya bisa bergerak, tapi ia sudah kehilangan Saikawa-sensei. Moe akhirnya terjatuh di bagian paling atas tangga. Moe pingsan.



Paman Moe, paman Shosuke berhasil mencapai kapel itu dan menemukan Moe yang tidak sadarkan diri. Ia berusaha membangunkan keponakannya ini. Sementara det.Ukai dan rekannya yang ikut bergabung menemukan pintu lain di sudut kapel.



Atas perintah paman Shosuke, mereka mengejar lewat pintu dan tangga di sana. Mereka akhirnya tiba di luar kapel, persis di depan kapel yang ada di atas permukaan tanah. Tapi mereka tidak menemukan Saikawa-sensei maupun Magata Shiki. Tidak ada siapapun.



Perfect Insider 10213



“Aku selalu ingin jalan denganmu seperti ini berjam-jam,” komentar Magata Shiki saat ia bersama Saikawa-sensei tengah berjalan-jalan di sisi pantai.



“Aku juga, Dr. Magata.”



Obrolan keduanya beranjak pada hal-hal sentimental yang hanya dipahami kedua manusia jenius ini. Keduanya membahas soal ruang dan waktu, lalu hidup yang menurut mereka hanya membuang-buang tenaga.



“Saikawa-sensei, Aku sebenarnya sudah mati sejak lama. Tidak perlu bagiku bergaul dengan orang lain. Ataupun menggigit sepotong roti. Aku hanya bisa membenamkan diriku dalam dunia pikiran,” aku Magata Shiki.



“Kau memiliki kemewahan. Sangat,” puji Saikawa-sensei.



“Itu kemerdekaan yang sebenarnya, kan?”



“Tapi, Dr. Magata. Apa itu tidak terlalu... sepi?” pertanyaan Saikawa-sensei, sedikit berbeda.



“Kesepian adalah perasaan yang dimiliki seseorang yang membutuhkan orang lain. Apa kau pikir orang sepertiku membutuhkan bantuan dari orang lain?”



Saikawa-sensei tersenyum, “Tidak, kau tidak membutuhkan itu. Tapi, aku tidak jenius sepertimu. Untuk melanjutkan hidup, aku harus bergaul dengan orang lain dan menggigit potongan roti.”



“Ini waktunya mengucapkan selamat tinggal, Saikawa-sensei,” pinta Magata Shiki. “Ketika nanti kita bertemu lagi mungkin ketika salah satu dari kita mati.”



“Bukankah kau bilang padaku kau sudah mati selama ini?” sindir Saikawa-sensei.



“Ya, berkali-kali.”



“Mungkin aku juga sama,” Saikawa-sensei menanggapinya.



“Apa yang akan kau lakukan jika aku mati?”



Saikawa-sensei berpikir sebentar, “Aku akan merokok sepanjang hari itu.”



Tapi jawaban Magata Shiki sedikit berbeda. Ia tersenyum, “Jika kau mati, aku akan biarkan diriku menangis. Hanya sekali saja, aku akan biarkan diriku menangis. Aku harap kau bisa melakukan itu.”



“Aku, juga,” balas Saikawa-sensei. Ia kini berhadapan dengan Magata Shiki, “Dr. Magata. Aku ingin mengembalikan ini padamu.” Saikawa-sensei memberikan balok mainan yang pernah ia ambil dari ruangan Magata Shiki dan menyerahkannya kembali.



Perfect Insider 10214



Paman Shosuke meletakkan selimut ke tubuh Moe yang masih duduk terdiam di depan penginapan. “Moe. Kenapa kau tidak masuk?”



“Dimana Professor Saikawa?” rengek Moe.



“Kami belum menemukannya.”



“Paman Shosuke, Saikawa-sensei ada di sini kan? Dia selalu ada di sisiku, kan?” Moe mulai frustasi.



“Kau bicara apa? Saikawa-sensei tidak akan … “ ucapan paman Shosuke terputus.



Perfect Insider 10215



Sosok yang sangat Moe kenali tampak berjalan mendekat di tengah balutan salju pagi itu. Dia Saikawa-sensei. Melihat orang yang sangat dinantinya datang, Moe segera turun dan menghambur mendekat.



“Saikawa-sensei, kau darimana saja?”



Saikawa-sensei tersenyum, “Aku pergi jalan-jalan ke pantai bersama Dr. Magata.” Jawaban Saikawa-sensei membuat Moe heran. “Dalam ruang virtual, tentu saja. Dr. Magata yang kita lihat sebenarnya adalah hologram. Dari awal, dia tidak pernah ada di Euro Park,” terang Saikawa-sensei.



Perfect Insider 10216

“Kenapa kau kembali?”



Saikawa-sensei tampak berpikir, “Hmm? Yah, karena aku lapar. Roti Hologram tidak bisa mengisi perut kosongmu, kau tahu?”



“Bukankah kau ingin hidup seperti hidup Dr. Magata dalam dunia pikiran yang murni tanpa gangguan orang lain?” sindir Moe.



Senyum di wajah Saikawa-sensei makin lebar, “Meskipun aku tidak tampak seperti itu, sebenarnya aku punya selera yang buruk. Sebagai contoh. Akan sangat menjengkelkan, jika aku tidak bisa merokok. Dan juga, ada saat-saat yang lebih baik, jika aku makan bersama seseorang. Sekarang, ayo kita sarapan bersama.”



Moe sumringah dengan dengan jawaban Saikawa-sensei ini. Ia pun menghambur dan memeluk Saikawa-sensei dengan senyum terkembang, “Kau yakin kau tidak apa-apa...jika aku bersamamu mulai dari sekarang?”



“Moe, Itu tidak penting. Jawabannya adalah pembuktian langsung.” tangan Saikawa-sensei yang tadinya bebas berpindah ke punggung Moe. Ia membalas pelukan Moe itu. (cieeeee … akhirnya Saikawa-sensei nggak nolak nih, dipeluk sama Moe. Tapi, karena ini drama jepang genre detective, jadi lupakan harapan kalian kalau ada bonus lebih. Hmmmm … )



Perfect Insider 10217



Di kampus



Prof.Kuneida memeriksa lagi tulisan milik Hamanaka. Sementara Hamanaka menunggu dengan cemas di depannya.



Prof.Kuneida berdiri dan menyerahkan tesis itu, “Well, OK!”



Hamanaka tidak menyangka, tesisnya akhirnya disetujui. Ia yang sumringah langsung memeluk profesornya ini dari belakang. (ok, kisah antara professor dan mahasiswa, berakhir disini, hehehe)



Tidak menyangka akan dipeluk, prof.Kuneida kaget. Tapi, dengan cepat ia menguasai diri. Ia lalu berbalik dan seperti biasa, menendang pan**t Hamanaka.



Perfect Insider 10218



Moe dan Saikawa-sensei berkunjung ke apartemen Gido-san, adik perempuan Saikawa-sensei. Moe bahkan memberikan oleh-oleh untuk Gido-san. Sementara Gido-san membuatkan teh, Moe dan Saikawa-sensei ngobrol di ruang tamu.



“Saikawa-sensei, Aku sudah memecahkan masalah!” Moe sumringah. “Tetangga Gido-san yang mengatakan padanya tentang video game yang diciptakan oleh Nanocraft, kan? Gido-san, siapa nama tetanggamu?”



“Seto-san, Seto Chii-san. Dia pindah kemarin,” ujar Gido-san.



“Kau lihat? Seto Chii. Jika kau baca ini dari atas ke bawa, menjadi 'ichitose' Ya, maksudnya 4 musim, yang berarti 'shiki'.”



Perfect Insider 10219



“Aku ingin tahu apakah Dr. Magata Shiki benar-benar ada di apartemen sebelah?” pancing Moe.



Saikawa-sensei tersenyum. Ia juga tertarik, “Itu hipotesis yang menarik. Ayo kita buktikan.”



Moe dan Saikawa-sensei pun beranjak keluar. Mereka meninggalkan Gido-san yang heran karena keduanya pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.



Moe dan Saikawa-sensei menuju apartemen sebelah. Mereka membuka pintu apartemen yang tidak dikunci itu. Ruangan itu kosong. Tapi, mereka menemukan ada patung dan sebuah roti yang diletakkan di atas meja. Persis seperti yang ada di kapel Euro Park.



“Dr. Magata ada di sini, seperti yang aku pikirkan,” gumam Moe.



“'Kau, Sang Terpilih.' 'Berlutut di sini...' 'Dan terima potongan roti dari ayah kita.'”



THE END



SINOPSIS LENGKAP Perfect Insider episode 1-10



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Kelana’s comment :



Akhirnya satu synopsis berhasil Kelana selesaikan lagi, sodara-sodara. Capek, tapi seneng. Ini drama setahun lalu, sebenarnya. Tadinya Na juga ragu, mau buat sinopsisnya atau nggak. Tapi, ceritanya membuat Na selalu tertarik dan rasanya sayang kalau Cuma ditonton sendiri. Dan akhirnya sinop ini Na kerjakan.



Hmmm … dengan selesainya sinop satu ini, artinya Na sekarang tinggal pegang dua Sinopsis on-going. Masih ada Dos-Deka sama Death Note. Nah, berarti setelah ini Na akan melanjutkan dua synopsis itu ya.



Untuk drama musim gugur, ada tiga drama yang menurut Na menarik. Tapi, berhubung belum mulai, jadi Na masih belum bisa berkomentar panjang. Nanti deh, kalau udah lengkap, Na akan coba buat preview-nya, insyaAllah.



Sampai jumpa di Sinopsis lainnya ya ^_^

Senin, 28 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 10 end part 1

SINOPSIS Perfect Insider episode 10 end part 1. Pembunuhan berantai di Euro Park. Dalam satu insiden, mayat menghilang dan hanya dengan meninggalkan lengan. Dalam insiden lain, pelaku menghilang dalam ruangan terkunci rapat. Dr. Magata Shiki dibalik kasus ini. Tunangan Moe, Hanawa Rikiya, terhubung dengan Magata Shiki. Setelah masuk perangkap Hanawa, Moe akhirnya bertemu Shiki secara langsung.


Perfect Insider 10101


Moe terbangun di kamarnya sendiri. Ia melihat sekeliling dengan heran dan bingung. Ingatannya kembali pada pertemuannya dengan Dr.Magata Shiki semalam. Tapi, Moe tidak tahu bagaimana menjelasakannya.


Perfect Insider 10102


Moe menemui Saikawa-sensei yang berkemah di dekat danau, “Saikawa-sensei, ini bukan mimpi, kan?”


“Setidaknya itu pemahamanku.”


“Apa definisi dari kenyataan?” tanya Moe lagi.


“Itu khayalan yang muncul dalam pikiran manusia hanya pada saat dimana dia bertanya-tanya apa definisi kenyataan itu. Hal itu memang tidak pernah ada.”


“Apa maksudmu, kenyataan tidak memiliki makna? Dr. Magata mengatakan sesuatu yang mirip seperti itu. Kau dan Dr. Magata...sangat mirip,” komentar Moe selanjutnya.


Perfect Insider 10103


Moe menghubungi dua detektif kenalannya, det.Ukai dan det.Katagiri.


“Oh, Detektif Ukai, ini Nishinosono Moe. Aku sekarang ada di Kota Nagono, Daerah Aichi. Aku sudah telpon pamanku karena ada hal penting, tapi dia tidak menjawab telponku.


“Oh, Kepala dalam perjalanan bisnis ke LA dan tidak kembali sampai besok.”


“Begitukah? Bisakah kau membantuku?” pinta Moe kemudian.


Det.Ukai yang memang ngefans pada Moe langsung mengiyakan saja, “Ya, katakan saja jika ada yang bisa aku lakukan untukmu. Demi Nishinosono-san, Ukai Daisuke ini akan melakukan apapun dengan setulus hati.”


Ucapan Moe berubah serius, “Aku bertemu Magata Shiki!” ucapannya kali ini membuat det.Ukai yang tengah duduk, langsung berdiri karena kaget. “Taman Euro, yang dioperasikan oleh perusahaan software komputer, Nanocraft. Dr. Magata Shiki bersembunyi di suatu tempat di sana. Tolong buat surat permohonan pencarian langsung.”


“Di mengerti. Aku akan menghubungi Kepolisian Daerah Aichi dan segera menyusun rencana,” ujar det.Ukai mantap.


Perfect Insider 10104


Det.Shibaike yang mengurusi kasus kemarin menemui Moe. Dia mengatakan jika kepolisian daerah Kanagawa menelepon soal laporan Moe yang mengaku bertemu dengan Magata Shiki.


“Dr. Magata ada hubungannya dengan pembunuhan Matsumoto-san dan Shinjo-san. Dia juga memperingatkan aku akan ada pembunuhan lain,” ujar Moe selanjutnya.


Perfect Insider 10105


Moe bersama det.Shibaike menemui Hanawa-san. Tanpa basa basi, Moe langsung menginterogasinya, “Dimana Dr. Magata? Dia ada di fasilitas penelitian di bawah hotel, kan? Kau membiusku dan membawaku ke tempat Dr. Magata berada, kan?” cecar Moe.


Hanawa-san heran dengan pertanyaan Moe, “Apa Dr. Magata yang kau bicarakan, Dr. Magata Shiki yang terkenal itu?”


“Tolong jangan berpura-pura tidak bersalah begitu,” Moe tampak tidak suka.


“Mungkin aku tidak seharusnya berkata ini tapi kemarin Moe datang ke sini dalam keadaan mabuk, lalu tertidur. Jadi, aku tidak punya pilihan selain mengantarnya ke kamar.”


“Hanawa-san. Magata Shiki adalah pelaku pembunuhan berantai. Jika kau melindunginya, kau juga akan dinyatakan bersalah,” det.Shibaike juga ikut bicara.


Hanawa-san sama sekali tidak terpancing, “Kau punya bukti? Atau apakah polisi menjalankan investigasi hanya berdasarkan ingatan samar-samar seorang wanita? Jika kau akan melakukan penyelidikan, tolong bawa surat perintahnya terlebih dahulu. Ada yang sedang menungguku, jadi aku permisi dulu.”


Perfect Insider 10106


Saikawa-sensei menghubungi prof.Kuneida lewat telepon umum. Dari seberang, tampak prof.Kuneida sedikit khawatir.


“Maaf, tapi bisakah kau membantuku menyampaikan dokumen rapat fakultas ke kantor?” pinta Saikawa-sensei.


“Aku sudah melakukannya.”


“Terima kasih. Aku hanya bilang padamu, sebenarnya sekarang aku ada di Euro Park,” cerita Saikawa-sensei.


Prof.Kuneida heran, “Perjalanan seminar tidak dimulai sampai besok kan?”


“Aku katakan yang sebenarnya padamu, Dr. Magata Shiki mungkin bersembunyi di dalam taman.”


“Kenapa kau ceritakan ini padaku?” pertanyaan sarkas dari prof.Kuneida. (ok, disini dia sama sekali nggak peka)


“Yang benar saja! Peneliti macam apa kau!” keluh Saikawa-sensei. Suaranya kembali berubah serius, “Bantu aku mengurus sisanya.”


Perfect Insider 10107


Moe berniat kembali ke kamarnya. Tapi di tangga, ia bertemu dengan wakil presdir Fujiawara yang mengajaknya bicara. Mereka membahas soal pembunuhan Matsumoto-san dan juga sekretaris Shinjo. Wakil presdir Fujiwara berpikir jika kedua korban adalah sepasang kekasih.


Pembicaraan beralih soal Hanawa Rikiya. Cerita itu pun mengalir. Hanawa Rikiya memulai perusahaannya, Nanocraft sejak masih kuliah hingga kini berkembang jadi perusahaan IT terbaik dunia. Alasan Hanawa membuat kota buatan Euro Park ini ternyata untuk Moe. Hanawa-san ingin bertemu Moe secara dramatis di sebuah tempat seperti kapel. Wakil presidr Fujiwara merasa yang dilakukan Hanawa Rikiya adalah sia-sia karena sudah berinvestasi untuk membangun kota tua Euro Park ini.


“Oh ya, aku ingin menunjukkan suatu yang bagus,” ujar wakil presdir Fujiwara kemudian.


Perfect Insider 10108


Saikawa-sensei baru saja meletakkan gagang telepon setelah menghubungi prof.Kuneida saat telepon itu kembali berdering.


“Apa kau sengaja menelpon karena tahu aku akan mendengarkan?” tanya suara di seberang.


“Ya. Aku hargai kau mengambil umpanku...Dr. Magata Shiki.” Ujar Saikawa-sensei, tegas. “Dr. Magata, di mana kau sekarang?”


Magata Shiki tertawa, “Kau sudah tahu jawabannya.”


“Kau bersembunyi di Euro Park, kan?” tembak Saikawa-sensei.


“Kau juga bersembunyi.”


“Kenapa kau menelponku?” tanya Saikawa-sensei.


“Aku ingin memberimu sedikit berita, terkait Nishinosono-san.”


Rupanya ini benar-benar menarik perhatian Saikawa-sensei, “Apa yang akan kau lakukan terhadapnya?”


“Berdasarkan perhitunganku Nishinosono-san akan dibunuh di penghujung hari. Tolong berada di lift hotel. Aku akan tunjukkan jalannya.” Telepon itu lalu terputus.


Perfect Insider 10109


Moe mengikuti wakil presdir Fujiwara berkeliling. Mereka mengunjungi pusat penelitian di bagian bawah komplek Euro Park itu.


“Silakan lewat sini. Ini ruangan untuk penguji. Dan ini ruangan gambar,” wakil presdir Fujiwara mengajak Moe ke sebuah tempat khusus.


Ruangan pertama adalah ruangan pengendali, di sebelahnya ada ruang penguji lalu ruangan gambar. Saat itu seorang karyawan bermasker masuk. Ia membawa koper dan mulai memasangkan peralatan yang dibawanya pada wakil presdir Fujiwara.


“Ada yang harus aku persiapkan, bisakah kau menunggu di ruang sebelah?” pinta wakil presdir Fujiwara.


Perfect Insider 10110


Saikawa-sensei menuruti Magata Shiki untuk datang ke Euro Park. Baru saja ia akan memencet tombol lift, lift itu sudah terbuka. Saikawa-sensei tiba di lantai bawah, di pusat penelitian. Ia berkeliling, tapi tempat itu sepi. Merasa ada orang lain yang datang, Saikawa-sensei memilih bersembunyi.


Pria yang baru datang itu ternyata presdir Hanawa. Dia langsung menuju ruang control saat tahu wakilnya, Fujiwara-san mengajak Moe ke sana. “Fujiwara-san, apa yang kau lakukan?”


“Hanya menunjukkan pusat tekhnologi Nanocraft pada pemegang saham mayoritas kita,” ujar wakil presdir Fujiwara dengan santai.


Perfect Insider 10111


Mengerti maksud dari wakilnya ini, presdir Hanawa pun diam saja dan ikut memperhatikan.


“Wow! Wow, ini menakjubkan! Ini hologram, kan?” komentar Moe saat silhuet Fujiwara-san muncul perlahan di depannya dan makin jelas.


“Aku lebih suka terlihat sedikit lebih muda, tapi sayangnya ini tiruan akurat sampai satu inchi.”


“Apa disinkronkan dengan gerakanmu di ruang sebelah?” tanya Moe. Ia menggapai ruang kosong di depannya.


“Ya. Hanya satu arah untuk saat ini, tapi akan menjadi dua arah di masa depan. Aku bisa bertemu denganmu sejauh apapun kita terpisah,” lanjut Fujiwara-san lagi.


Tapi sesosok menakutkan tiba-tiba muncul. Moe mencoba memberitahukan Fujiwara-san soal keberadaan sosok berbaju besi di belakangnya. Tapi Fujiwara-san sama sekali tidak mengerti. Satria berbaju besi itu kemudian mengangkat pisau dan menusukannya pada Fujiwara-san. Diperlakukan seperti itu, Fujiwara-san pun ambruk.


Perfect Insider 10112


Sosok berbaju besi itu perlahan berubah menjadi Magata Shiki. Ia mendekati Moe yang mulai ketakutan.


“Nishinosono-san. Aku bahkan bisa masuk ke dalam tubuhmu. Dan juga ke dalam ingatanmu yang tertutup.”


“Jangan!” teriak Moe yang ketakutan.


Presdir Hanawa yang ada di ruang control heran. Ia memanggil-manggil Moe. Saikawa-sensei yang mendengarkan semua dari luar, akhirnya menerobos masuk.


Perfect Insider 10113


Dalam pikiran Moe …


Ada sejumlah Moe yang berdiri saling membelakangi dan membentuk lingkaran. Lalu di tengahnya ada Moe yang tampak depresi. Di tangannya tergenggam sebuah cutter.


“Nishinosono-san. Keluar dari sana,” ujar Magata Shiki yang mendekati Moe di tengah. “Karena kau menangis, yang lain tidak bisa bermain.”


“Apakah ayah dan ibuku... mati?” gumam Moe.


“Benar.”


“Apa aku juga...?”


“Tidak, kau hidup,” ujar Magata Shiki cepat. “Moe lain bersembunyi dari kau yang menangis. Kau, orang yang merindukan kematian.”


“Apa yang akan terjadi ketika aku mati?” Moe tampak semakin frustasi.


“Moe lain akan menggantikanmu. Dan dia akan menangis.”


“Kalau begitu... biarkan aku mati, hanya aku. Aku mohon?” Moe menangis.


“Mati saja jika itu yang kau inginkan. Benar. Kematian hanya sekedar ulangan kehidupan,” Magata Shiki menyeringai senang.


Moe mengangkat cutter di tangannya. Ia bersiap menggoreskan benda itu ke lehernya sendiri. Moe memejamkan mata.


Perfect Insider 10114


Tapi mata Moe kembali terbuka saat samar-samar terdenga suara yang ia kenal. Suara Saikawa-sensei.


“Moe! Moe!” Saikawa-sensei mengguncang-guncang tubuh Moe yang tidak sadarkan diri.


“Saikawa-sensei!”


“Kau tidak apa-apa?”


Kesadaran Moe perlahan kembali, “Dr. Magata masuk ke dalam tubuhku. Dia bilang padaku untuk mati saja, jadi aku...”


“Tenang. Tenangkan dirimu. Sekarang semuanya baik-baik saja.”


“Kau pasti Professor Saikawa,” presdir Hanawa yang sejak tadi hanya berdiri di ruang control akhirnya ikut masuk.


Moe melihat presdir Hanawa dengan khawatir, “Aku mohon maaf karena tiba-tiba menganggu seperti ini Fujiwara-san ditusuk dengan pisau...Satria berbaju besi muncul entah darimana dan Fujiwara-san ditusuk.”


Perfect Insider 10115


“Tapi, itu hanya hologram. Bukan ditusuk sungguhan,” elak presdir Hanawa.


Dibantu Saikawa-sensei, Moe berdiri. Kini mereka bertiga menuju ruang gambar yang ada di sebelah. Di bawah ada wakil presdir Fujiwara terkapar dengan pisau tertancap di punggungnya.


Saikawa-sensei mendekatinya dan memeriksa, “Dia sudah tewas,” lapornya kemudian.


Presdir Hanawa merasa aneh. Ia tidak percaya. Ia lalu turun sendiri dan memeriksa, “Itu tidak... .” Presdir Hanawa juga dibuat terkejut karena seperti yang dikatakan Saikawa-sensei, wakil presdir Fujiwara ternyata telah meninggal.


Perfect Insider 10116


“Dr. Magata yang membunuh Fujiwara-san. Satria berbaju besi itu Dr. Magata,” cerita Moe. Saat ini ia dan Saikawa-sensei sudah ada di luar ruangan.


“Apa yang kau lihat adalah hologram.”


“Pembunuhan terjadi di ruangan terkunci. Mustahil ini pembunuhan yang lain,” elak Moe. Berdasarkan bentuk ruangan, ruangan TKP kasus Fujiwara-san memang ruangan tertutup.


Perfect Insider 10117


Polisi sudah datang. Seperti kasus yang lalu, kasus kali ini pun ditangani oleh det.Shibaike. ia mengatakan jika pelaku yang menusuk Fujiwara-san masih belum ditemukan. Tapi ada laporan jika peneliti wanita yang memakai masker di ruang control tiba-tiba menghilang. Ternyata dia adalah pegawai tidak tetap yang dipekerjakan selama sebulan dengan nama palsu Kuwahara Midori.


“Kami sudah mendirikan pos pemeriksaan di sekitar taman jadi dia tidak bisa lari jauh,” lanjut det.Shibaike.


“Apa mungkin dia bersembunyi di suatu tempat di gedung ini?”


“Itulah alasan kami melakukan investigasi door-to-door. Setiap tamu hotel akan dipindahkan ke vila sewaan di dalam taman setelah verifikasi identitas,” ujar det.Shibaike lagi.


Perfect Insider 10118


Presdir Hanawa kembali mengunjungi kapel. Kali ini ia disambut oleh Magata Shiki.


“Ada apa? Kau terlihat pucat,” sapa Magata Shiki sambil turun dari tangga.


“Kau sudah tahu ini sejak lama?”


“Tentu saja,” ujar Magata Shiki santai. “Kesalahan program yang diciptakan Tuhan, Adalah umat manusia. Aku ingin tahu bagaimana si jenius Hanawa Rikiya, mengatasi ini? Hapus Nishinosono-san dan Saikawa-sensei, yang menyaksikan pembunuhan.”


Presdir Hanawa tampak frustasi, “Apa kebetulan, kau sudah punya rencana membunuh mereka juga?”


Perfect Insider 10119


“Mungkin...wanita bermasker yang melarikan diri itu Dr. Magata,” ujar Moe pada Saikawa-sensei. Saat ini mereka ada di penginapan yang disiapkan di sekitar Euro Park.


“Itu kemungkinan yang pasti aku tidak bisa menolaknya.”


“Karena dia berpengalaman menyamar sebagai adiknya selama kasus itu setahun lalu,” lanjut Moe.


Saikawa-sensei dan Moe dikejutkan dengan kedatangan prof.Kuneida dan mahasiswanya Hamanaka. Hamanaka mengaku jika prof.Kuneida memaksanya datang sehari lebih awal untuk menyelesaikan bagian terakhir tesisnya, ini sebagai kamp pelatihan khusus.


“Kunieda-kun, itu tidak mungkin, jadi kau datang lebih cepat karena kau khawatir tentang...?” ucapan Saikawa-sensei terputus.


“Tidak. Aku hanya ingin tahu apa yang sedang terjadi di sini,” elak prof.Kuneida cepat.


“Ada beberapa pembunuhan di dalam Euro Park,” cerita Moe.


“Apa, wanita bermasker itu ada kaitannya dengan pembunuhan ini?” tanya prof.Kuneida. ia mengaku baru saja melihat seorang wanita bermasker di dekat danau. Wanita itu menghentikan mobilnya dan mengeluarkan sesuatu.


Perfect Insider 10120


Paham dengan apa yang terjadi, Saikawa-sensei buru-buru berlari keluar. Ia masih sempat melihat sebuah mobil berwarna hitam yang melaju cepat setelahnya. Di dekat tempat mobil itu tadi, ada sebuah bungkusan.


Saikawa-sensei dan Moe mendekati bungkusan itu. Dengan pelan, Saikawa-sensei membuka resleting bungkusan itu. Ternyata isinya adalah jasad Matsumotosan. Tapi, jasad itu lengkap. Lengan milik Matsumoto-san sama sekali tidak terpotong.


Keping puzzle dalam kepala Saikawa-sensei akhirnya nyaris lengkap. Kota tiruan. Kenyataan dan khayalan. Satria Kegelapan. Lengan yang hilang. Lift rahasia. Kamar yang tertutup rapat. Pembunuhan yang mustahil. Hologram. 'Dan terima potongan roti dari ayah kami.' Magata Shiki. Jadi, itu semua sebenarnya telah menunjukkan pada kita, mimpi yang panjang kan?


Perfect Insider 10121


Saikawa-sensei lalu mengajak Moe menemui presdir Hanawa. Ternyata ia tengah duduk di kursinya sambil menikmati anggur. Presdir Hanawa agak mabuk kali ini.


“Hanawa-san. Kami telah menemukan mayat Matsumoto-san di danau,” ujar Moe.


“Apa ada seseorang yang memindahkannya ke danau?” tanya Hanawa-san, sarkas.


“Kini semua rencanamu berakhir. Apa kau mengetahui semuanya? Trik dalam kasus ini?” lanjut Saikawa-sensei.


Hanawa-san tersenyum sarkas. Dan cerita itu pun mengalir, “Ya. Semuanya memang sudah dipersiapkan untuk Moe, kau tahu? Seperti dunia dalam video game. Aku pikir aku bisa menciptakan kenyataan dengan cara lain yang aku inginkan. Aku menerima email setahun yang lalu. Pengirimnya Magata Shiki. Programmer jenius, yang dikatakan dekat dengan Tuhan, menawarkan kerjasama sebagai rekan bisnisku. Bisa kau bayangkan bagaimana gembiranya aku? Aku pikir aku bisa memanfaatkan Magata Shiki. Tapi, manusia tak mungkin bisa mengatur Tuhan, kau tahu kan? Dia sangat jenius. Aku tidak lebih dari sekedar orang yang sedang-sedang saja yang dengan hebatnya menganggap diri jenius.” Hanawa-san tampak mulai frustasi.


“Hanawa-san, bisakah kau pinjamkan kami kunci Pass lift untuk eksekutif? Kami akan bertemu Dr. Magata,” pinta Saikawa-sensei.


“Kau yakin mau melakukan itu? Bahkan semua itu sudah ada dalam program yang Dr. Magata buat, kau tahu?”


“Ya, aku kira begitu,” ujar Saikawa-sensei dengan tenangnya.


Perfect Insider 10122


Dengan kunci pass khusus, Saikawa-sensei dan Moe menuju lift khusus. Mereka menyusuri jalan dan cara yang sama seperti saat Moe dibawa masuk ke sana. Keduanya tiba di sebuah kapel. Tapi di langit-langit kapel, tidak ada bekas berlubang. Lalu, seseorang berbaju putih muncul.


BERSAMBUNG


Sampai jumpa di bagian terakhir Perfect Insider episode 10 end part 2


Picture and written by Kelana


Posting at www.elangkelana.net


Kamis, 24 September 2015

SINOPSIS Perfect Insider 09 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 09 part 2. Bagian sebelumnya di Perfect Insider episode 09 part 1 Rahasia apa yang sebenarnya disimpan oleh Moe selama ini?



Seseorang ditemukan meninggal di dalam bangunan kapel. Tapi, mayat menghilang dan hanya menyisakan tangan. Apa yang terjadi sebenarnya?



Perfect Insider 9201



Moe menemukan sekretaris Shinjo yang terduduk di lantai—ketakutan sambil menunjuk sesosok tubuh di depan mereka. Tubuh itu adalah pria yang tadi ditemui Moe di bar, Matsumoto-san. Matsumoto-san ditemukan tidak bernyawa.



Sekretaris Shinjo meminta Moe memanggil orang di hotel. Tapi, belum sempat kembali, terdengar lagi suara teriakan dari dalam kapel. Jasad Matsumoto-san menghilang. Disana hanya tersisa tangan yang terpotong.



Perfect Insider 9202



Polisi dan forensic akhirnya datang. Mereka pun menginterogasi sekretaris Shinjo untuk mencari tahu apa yang terjadi.



“Matsumoto-san pergi...melalui jendela loteng. Ketika aku menyadari itu, dia sudah terbalik ditarik dari atas dan keluar dari jendela. Dan saat itu, lengannya... lengannya terjatuh,” sekretaris Shinjo yang masih syok tidak bisa bicara banyak. Bahkan saat polisi mendesaknya, ia tidak bisa lagi mengatakan apapun dan hanya bisa terisak. Sekretaris Shinjo akhirnya minta izin untuk istirahat di kamarnya.



Polisi akhirnya mengalah, “Kau tinggal di gedung kantor pusat kamar nomor 2401, benar? Akan ada polisi yang berjaga di depan kamarmu. Apa tidak masalah?”



“Ya.” sekretaris Shinjo langsung setuju saat seorang polisi dikatakan akan menjaga kamarnya.



Perfect Insider 9203



Moe yang penasaran minta izin pada detektif Shibaike yang bertugas untuk ikut dalam investigasi. Det.Shibaike tidak punya pilihan lain. Ia pun mengijinkan Moe untuk kembali melihat TKP.



“Ini 5 meter dari langit-langit,” komentar Moe saat mereka kembali ke TKP. Atap kapel itu tampak berlubang. “Tidak mungkin menarik sesorang dari atas sana dengan tenaga manusia. Kecuali kau menggunakan katrol atau tenaga listrik.”



“Kau benar, tapi ada semacam alat tertinggal di atap. Tapi tidak ada jejak manusia di sana,” komentar det.Shibaike.



Moe lalu membahas soal isu kasus satria berjubah besi di taman. Tapi det.Shibaike mengatakan jika itu hanya kesalahpahaman saksi. Mayat dalam peristiwa itu juga menghilang. Lalu sekarang, jasad Matsumoto-san juga hilang dan masih belum ditemukan. Padahal hanya ada satu pintu keluar dari kapel itu, dan di luar ada banyak pegawai hotel. Mereka tidak melihat apapun. Jadi, atap kapel jadi satu-satunya jalan.



“Yaah... Aku tahu ada lift rahasia,” ujar Moe kemudian. Ia mengajak det.Shibaike menuju sisi kapel. Tapi, saat dibuka ternyata pintu itu hanya pintu lemari penyimpan alat kebersihan. Tidak ada lift seperti yang diceritakan Moe. “Aku bersumpah itu benar! Aku datang kesini dengan lift itu! Shinjo-san pasti ingat itu! Dia yang menunjukkannya padaku.”



Det.Shibaikan akhirnya mengalah, “Aku paham. Dia berjanji pada kami untuk melanjutkan pertanyaan nanti. Aku akan menanyakannya nanti.”



“Tolong, aku ikut denganmu. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini!” mohon Moe kemudian.



Perfect Insider 9204



Pagi berikutnya



Polisi bersama Moe sudah berada di depan ruangan sekretaris Shinjo. Ia membukakan pintu masih berbalut handuk dan minta izin berpakaian terlebih dahulu.



“Nishinosono-san? Apa yang kau lakukan di sini?” sapa Hanawa-san yang datang kemudian.



“Bertemu dengan Shinjo-san. Aku yakin kau sudah mendengar peristiwa itu.”



“Ya, kami datang untuk bertanya pada Shinjo tentang apa yang terjadi secara lengkap,” aku Hanawa-san pula. Ia memperkenalkan pria yang bersamanya sebagai wakil presdir, Fujiwara-san.



Perfect Insider 9205



Tapi suara teriakan minta tolong dari dalam menarik perhatian mereka semua. Pintu digedor-gedor, tapi sekretaris Shinjo tidak kunjung membukanya. Wakil presdir Fujiwara pun menghubungi petugas keamanan untuk mengambilkan kunci cadangan.



Kunci cadangan datang. Dan saat pintu dibuka … mereka menemukan tubuh Shinjo-san tergeletak di lantai. Ada luka segar mengalir dari sisi tubuhnya. Det.Shibaike memeriksa tubuh sekretaris Shinjo dan mengatakan kalau ia sudah meninggal. Det.Shibaike pun meminta anak buahnya untuk memeriksa ruangan itu. Sementara itu, Hanawa-san meminta Moe untuk tidak kemana mana, karena mungkin masih bahaya.



“Tidak ada orang di dalam kamar. Semua jendela terkunci dari dalam kamar tidur,” lapor det.Shibaike kemudian.



Setelah mendengar teriakan, hanya sebentar saja sebelum pintu dibuka. Tidak ada tempat bersembunyi. Bahkan saat Moe ikut memeriksa, semua pintu dan jendela juga terkunci. Tidak ada jalan keluar lain. Moe menemukan catatan di sana. Mesin mata air dan air terjun.



Khawatir dengan keadaan Moe, Hanawa-san pun mengajak Moe untuk keluar. Det.Shibaike pun mengintruksikan anak buahnya untuk memeriksa kembali ruangan TKP itu.



Perfect Insider 9206



Di luar, Moe masih memburu jawaban dari det.Shibaike, “Apa penyebab kematian Shinjo-san? Tolong ceritakan padaku!” mohonnya lagi.



“Ada dua luka tusuk di dada. Tampaknya dia di tusuk dengan benda tajam.”



“Bagaimana dengan senjata?” tanya Moe lagi.



“Kami belum menemukannya. Sebenarnya, kami bahkan tidak tahu bagaimana pelaku keluar dari kamar.”



“Mungkin ada lift atau pintu tersembunyi di suatu tempat, seperti kapel,” usul Moe.



“Tidak ada hal semacam itu. Orang-orangku juga mencari di seluruh kapel, tapi tidak ada lift,” elak det.Shibaike cepat. “Hanawa Rikiya-san juga bersaksi lift tersebut tidak ada.”



Perfect Insider 9207



Merasa dipermainkan, Moe pun menemui Hanawa di ruangannya, “Hanawa-san, kenapa kau berbohong? Tadi malam, aku melewati lorong bawah tanah dan pergi ke kapel itu dengan lift, kan?”



“Aku tidak bertemu denganmu di kapel,” elak Hanawa kemudian.



“Aku melewati lorong bawah tanah dan pergi ke kapel itu dengan lift... “ Moe tetap berkeras.



“Kau pasti terlalu banyak minum tadi di bar,” Hanawa-san coba menenangkan Moe.



“Aku sama sekali tidak mabuk!” elak Moe cepat.



“Tapi, aku tidak tahu apapun tentang lift itu.”



“Apa ini berarti kau ada hubungannya dengan peristiwa ini?” tuduh Moe kemudian. Wakil presdir Fujiwara tampak tidak suka dengan ucapan Moe. Tapi Hanawa-san menahannya.



“Moe, Kenapa kau begitu tertarik dengan penyelidikan kejahatan? Dua orang terbunuh tepat di hadapanmu. Normalnya, aku menyangka kau akan sangat ketakutan atau tertekan. Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Aku antar kau ke kamar,” ajak Hanawa-san. Tapi Moe menolaknya mentah-mentah.



Perfect Insider 9208



Suasana musim dingin di luar berkabut dan penuh salju. Moe berjalan sendirian melawan arus orang-orang yang lewat. Ia masih belum habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, tiba-tiba sebuah tangan menarik Moe dan membekap mulutnya. Moe meronta minta dilepaskan.



“Moe! Ini aku!” ujar orang yang menarik Moe itu.



“Saikawa-sensei … “ Moe sumringah melihat orang itu di depannya. “Apa yang kau lakukan di sini?”



“Aku mengemudi sepanjang malam dari Yokohama,” aku Saikawa-sensei akhirnya.



“Saikawa-sensei... Ini seperti mimpi,” curhat Moe. Ia mulai melunak.



“Sesuatu pasti sudah terjadi, seperti yang aku pikirkan. Kita keluar dulu dari sini!” ajak Saikawa-sensei kemudian.



Perfect Insider 9209



Saikawa-sensei mengajak Moe naik mobilnya dan berhenti di pinggir danau. Mereka menikmati coklat panas untuk menghangatkan badan.



“Jika apa yang kau katakan tadi benar, itu seperti melihat mimpi orang lain,” komentar Saikawa-sensei setelah mendengar cerita Moe.



“Itu benar. Aku merasa seperti mengembara di dalam taman hiburan mimpi buruk. Kemarin, lewat telpon kau bilang akan datang dalam 3 hari. Kenapa kau datang lebih cepat?” Moe heran.



“Aku bohong. Karena aku pikir mungkin telponmu di sadap.” Saikawa-sensei lalu menjelaskannya. “Aku ingin menunjukkan bahwa aku belum di sini. Ada orang yang mempersiapkan masalah ini untuk kita berdua. Jika aku bergabung denganmu, dia akan langsung turun tangan.”



“Siapa orang yang kau maksud?” Moe heran.



“Kenapa kau tidak ingat 3 angka?” Saikawa-sensei bertanya balik. Ia membahas soal angka yang terlihat pada senjata artileri ketika peristiwa Satria Kegelapan terjadi, angka 49. Lalu nomer kamar Moe, 343. Dan terakhir kamar tempat sekretaris Shinjo terbunuh, 2401.



Moe pun akhirnya mengerti, “49 adalah tujuh kuadrat. 343 adalah tujuh pangkat tiga. Dan, 2401 adalah tujuh pangkat empat.” Moe ingat sesuatu, “Tidak mungkin itu... Dr. Magata Shiki?”



“Video game yang dikembangkan Nanocraft, yang membuatku menyadarinya.”



Perfect Insider 9210



Saikawa-sensei kemudian membahas game online yang belakangan sedang terkenal, Criterion. Pada game itu, mesin mata air dan air terjun muncul tanpa sebab di final stage.



“Mesin mata air dan air terjun. Ada memo di kamar Shinjo-san, dengan kalimat yang sama,” komentar Moe.



Dalam game itu juga ada pesan. Mereka benar-benar berlawanan. Tapi bagian atas wanita adalah bagian bawah pria. Ketika bagian atas adalah pria, bagian bawah adalah wanita. Ketika mereka menyebrangi air, mereka berdua mendapatkan ekor yang sama.



Moe perlahan mengerti, “Mereka musim panas dan musim dingin. Mereka musim yang berlawanan, tapi, dalam karakter Kanji bagian atas musim dingin, sama dengan bagian bawah musim panas. Di luar negeri, dalam bahasa Inggris adalah 'summer' dan 'winter'. Kedua berakhiran '-er.' Mesin mata air dan air terjun dihubungkan dengan 'musim panas' dan 'musim gugur.' Kecuali kata 'air terjun' adalah bentuk jamak dalam bahasa Inggris. Ketika kau menggabungkan ke-4 kata bersama, mereka akan mejadi 4 musim. 'shiki' dalam bahasa Jepang.”



“Dr. Magata diam-diam menyimpan pesan ke dalam video game itu,” Saikawa-sensei memberikan kesimpulan.



Perfect Insider 9211



Saikawa-sensei yang khawatir pada Moe mengajaknya pulang. Ia khawatir jika Dr.Magata Shiki tertarik pada Moe. Seperti pesan yang ada di kamar Moe saat pertama kali ia datang, Kematian Nishinosono Moe.



“Apa itu artinya aku akan di bunuh?” tanya Moe.



“Aku tidak tahu. Tapi bagi Dr. Magata, membunuhmu semudah menekan tombol delete di komputer.”



Tapi Moe berpikiran lain, “Sekalipun sekarang aku lari, aku yakin hal yang sama akan tetap terjadi padaku di tempat lain. Aku ingin tahu apa alasan Dr. Magata sangat tertarik padaku. Hal yang sama untukmu juga, kan? Selama ini kau telah dipengaruhi oleh Dr. Magata. Dan itu alasanmu tetap menyimpan balok mainan sebagai sovenir kan?” Moe mengacu pada blok mainan yang dibawa Saikawa-sensei dari ruangan Dr.Magata Shiki dalam lab, pada kasus episode 5-6.



“Aku akui, aku mengagumi bakat Dr. Magata. Tapi, kau—“



“Ayo kita temukan Dr. Magata. Dan kita akan dengar itu langsung darinya,” pinta Moe.



Saikawa-sensei tidak punya pilihan. Sulit menolak permintaan Moe yang memang sudah keras kepala sejak awal, “Baiklah. Pertama, ceritakan padaku setiap detail hal yang sudah kau lihat sejauh ini.”



Perfect Insider 9212



Hanawa-san masuk ke dalam kapel dan meletakkan roti di atas piring serta gelas di dekatnya. Tidak lama setelahnya, Dr.Magata pun muncul.



“Ini sangat menarik, kan? Seperti apa wajah Nishinosono-san pada saat-saat terakhir. Aku merinding membayangkan itu,” ujar Magata Shiki.



“Menurutmu dia akan bermain sampai akhir?”



Magata Shiki tersenyum, “Ini program. Hanya Tuhan yang bisa menghentikannya.”



Perfect Insider 9213



Saikawa-sensei dan Moe kembali ke area Euro Park. Bersama Moe, mereka memeriksa kemungkinan kasus pertama, kasus Matsumoto-san. Dilihat dari atas, sulit bagi pelaku untuk menarik mayat dan kabur bersamanya. Kesulitan yang tidak perlu.



“Tidak ada cara selain berpikir ada lift rahasia,” ujar Moe.



“Dan jika itu kasusnya, Shinjo-san memberi kesaksian yang salah,” ujar Saikawa-sensei.



Moe berpikir jika sekretaris Shinjo sendiri yang membawa mayat dalam lift, lalu menyamarkan pintu lift sebagai gudang untuk menutupi itu. Moe juga berpikir jika Hanawa Rikiya mungkin ada hubungannya dengan kasus ini, karena ia sendiri tidak mengakui keberadaan lift itu. Kasus kedua, pembunuhan sekretaris Shinjo juga masih buntu. Dengan kamar terkunci, maka tidak mungkin pelaku melarikan diri.



“Moe, yang penting di sini adalah pembunuhan tidak mungkin terjadi di hadapanmu. Secara fisik kedua insiden ini mustahil dilakukan. Itu Teori kemungkinan kasus ini,” ujar Saikawa-sensei. Ia mengajak Moe untuk turun dan meminta Moe untuk istirahat dulu. Sementara Saikawa-sensei kembali ke mobilnya untuk tidur di sana. Saikawa-sensei tidak mau ambil resiko ketahuan oleh Dr.Magata Shiki dengan cepat.



Saikawa-sensei masih melihat Moe yang berjalan menjauh dari menara itu. Ia teringat pembicaraannya dengan paman Moe, paman Shosuke. “Mungkin.. Aku bertanya-tanya apa Moe masih menyimpan kerinduan akan kematian di dalam hatinya.”



Perfect Insider 9214



Moe berjalan kembali ke hotel. Tapi, di atas tangga, sudah ada Hanawa Rikiya yang menunggunya.



“Halo, Nishinosono Moe-san.”



“Sekarang aku tahu, Hanawa-san. Semuanya adalah...Program Dr. Magata Shiki, kan?” tebak Moe tanpa basa basi.



Hanawa Rikiya tersenyum, “Tepat seperti yang aku pikirkan, kau adalah wanita yang tepat untukku.”



Perfect Insider 9215



Hanawa-san lalu mengajak Moe datang ke kamarnya. Ia menawari Moe wiski. Sayangnya Moe menolak dan minta air mineral saja.



“Jadi kau menerima Dr. Magata bekerja di Nanocraft?” tembak Moe.



“Ya, aku tahu ada gosip seperti itu.”



“Dimana Dr. Magata?” cecar Moe.



“Siapa yang tahu? Bahkan jika dia di sini, itu rahasia,” Hanawa-san tersenyum. Ia memberikan gelas berisi air di hadapan Moe.



“'Dr. Magata di Nanocraft.' Gosip seperti itu memberi keuntungan bagi bisnismu, kan?” Moe masih belum menyerah.



“Nishinosono-san, kau orang yang sangat menarik. Kenapa kau tidak bergabung denganku di sini?” tawar Hanawa-san kemudian.



“Kau memintaku menjadi rekan bisnismu?”



“Secara pribadi. Jika kau setuju, aku akan ceritakan padamu sebuah rahasia besar. Pesona, bakat, dan kekayaanmu sudah cukup berharga untuk itu,” tawar Hanawa-san lagi. (kalau dipikir, kata  mengajak bergabung secara pribadi, kayak kalimat lamaran nggak sih? Hehehe. Na mulai ngaco nih)



“Aku tidak akan menerima tawaran itu. Aku akan menemukan sendiri dimana Dr. Magata,” tegas Moe. Ia pun mengambil gelas di hadapannya dan minum airnya.



“Begitu? Tapi... Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Dengan menggunakan metode terbaik yang tersedia.”



Moe merasa ada yang aneh di kepalanya. Kepalanya mendadak terasa berat. Gelas di tangan Moe pun jatuh ke lantai. Moe ambruk, tidak sadarkan diri.



“Kau tidak apa-apa?” Hanawa-san mendekati Moe, dan membelai rambut Moe, sayang.



Perfect Insider 9216



Moe terbangun dan mendapati dirinya ada di kapel. Ia melihat sekeliling. Tapi saat melihat ke atas, Moe sadar kalau atap kapel itu tidak berlubang.



“Aku merindukanmu, Nishinosono-san,” ujar sosok berambut panjang dan bergaun putih itu.



“Dr. Magata. Apa yang akan kau lakukan padaku?”



“Tidak ada. Itu sesuatu yang kau putuskan sendiri,” ujar Dr.Magata. Ia melanjutkan ucapannya, “Apakah ini nyata? Atau mimpi? Sebenarnya apa itu kenyataan? Apa maksudnya? Siapa gerangan dirimu? Kau tersembunyi dan tersisih. Harus aku katakan, itu keadaan yang sangat aneh. Kau hidup dalam dunia khayalanmu sendiri.” Dr.Magata makin mendekati Moe. “Waktumu terhenti bahkan sejak kematian orangtuamu dalam kecelakaan itu. Kau sudah bermimpi saat mengurung dirimu dalam kamar.”



Moe mulai tersudut, “Itu tidak benar!”



“Apa kau benar-benar pergi ke kampus?” cecar Dr.Magata lagi. “Apa kau benar mahasiswa Saikawa-sensei? Nishinosono-san, kau masih sadar?”



“Hentikan sekarang juga!” Moe sudah tidak tahan lagi. Air mata mengalir di pipinya. “Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau ikut campur dan mengganggu kehidupan orang lain. Untuk apa kau melakukan hal mengerikan ini?!” protes Moe.



Senyum di wajah Dr.Magata makin lebar, “Apa keinginan manusia terhadap rotinya setiap hari menjadikannya hidup? Atau, itu semua sejarah manusia? Kau akan melihat hal misterius sekali lagi. Akan ada pembunuhan lain. Kau harus mengerti bagaimana tidak berarti dan tidak stabilnya gambar virtual dalam kenyataannya!” ancam Dr.Magata.



“Demi Tuhan, Dr. Magata! Tolong hentikan, ini sudah... “ Moe makin histeris. Ia akhirnya kembali ambruk di kapel yang dingin itu.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Perfect Insider episode 10 end part 1



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.