Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 05 Agustus 2015

SINOPSIS Perfect Insider 06 part 1

Sinopsis Perfect Insider episode 06 part 1. Nggak terasa ya, libur lebaran udah lewat juga. Huaaa … saatnya tahun ajaran baru buat yang sekolah, saatnya semangat baru. Tapi, buat yang sempat ketinggalan synopsis satu ini, cek juga di bagian sebelumnya Perfect Insider episode 05 part 1 dan Perfect Insider episode 05 part 2.



Magata Shiki muda menusuk kedua orang tuanya hingga meninggal. Karena usianya masih muda, pengadilan memutuskan jika Magata Shiki mengalami gangguan jiwa. Setelah persidangan, selama 15 tahun tak sekalipun dia keluar. Hari itu, setelah 15 tahun, pintu ruang Dr. Magata Shiki tiba-tiba terbuka. Yang keluar dari sana adalah Dr. Magata dibunuh. Lengan dan kakinya diamputasi dari mayatnya. Dan pembunuhan kedua terjadi di atap laboratorium, korbannya direktur lab, dir.Shindo. Mereka masuk kedalam ruangan Magata Shiki dan menemukan pesan misterius di sana... Segalanya menjadi 'F.'



Perfect Insider 6101



Saikawa-sensei dan yang lain memeriksa ruangan Dr.Magata. Mereka tidak menemukan apapun yang aneh, kecuali satu pesan di computer Dr.Magata. Tapi sebuah suara menarik perhatian mereka. ADa satu ruangan lagi rupanya disana. Dan saat diperiksa masuk, tidak ada apapun kecuali sebuah robot aneh. Robot itu mengaku sebagai Michiru.



“Michiru kesepian. Kesepian adalah 'Nana’,” ujar robot itu.



Moe ingat. Nana adalah angka tujuh di Jepang. Hal yang sama juga pernah dikatakan Dr.Magata, tujuh adalah angka yang kesepian. Robot itu kemungkinan dibuat dengan kecerdasan buatan. Lalu suara yang dihasilkan adalah dari Dr.Magata. Robot itu punya lengan yang terjulur, dengan ujungnya yang bisa berputar bebas, berfungsi untuk mengunci pintu dari dalam. Kemungkinan robot Michiru itu dibuat dari robot P1 yang biasa digunakan untuk mengantarkan barang.



Tapi Saikawa-sensei justru tertarik pada hal lain. Ada sejumlah balok mainan berserakan di meja samping ranjang, lalu sebuah boneka beruang berwarna coklat disana.



Perfect Insider 6102



Saikawa-sensei lalu berbalik pada Mrs.Shindo yang justru ketakutan. Melihat ekspresinya, bisa ditebak jika Mrs.Shindo tahu siapa Michiru.



“Michiru adalah...boneka untuk menghibur Shiki-san,” ujar Mrs.Shindo.



“Boneka? Dr. Magata bilang padaku boneka yang membunuh orangtuanya. Apa itu Michiru?” sambung Moe.



Mrs.Shindo lalu menceritakan kasus 15 tahun yang lalu, yang terjadi di ruangan itu. Ruangan ituawalnya untuk Mr. dan Mrs. Magata. Saat mendengar suara teriakan ibunya Magata Shiki, Mrs.Shindo bergegas kesana. Saat itu ia menemukan jika ibunda dari Magata Shiki telah meninggal, dan ayahnya Dr.Magata Sachiro baru saja ditusuk. Saat itu, ada boneka yang tergeletak tidak jauh dari sana, Michiru yang telah berlumuran darah. Selama persidangan, Dr.Magata Shiki selalu berkeras jika Michiru-lah yang membunuh orang tuanya. Karena merasa ngeri, boneka itu akhirnya dibuang oleh Mrs.Shindo.



Perfect Insider 6103



Mrs.Shindo kembali histeris. Dokter Yuminaga pun membawanya keluar dan mengantarkannya kembali ke kamarnya. Orang-orang pun bubar dan keluar dari ruangan itu.



Tapi Saikawa-sensei masih bertahan disana. Ia mengambil salah satu balok mainan dan memperhatikannya dengan serius. Apa yang dipikirkan Saikawa-sensei? Moe pun menyusul masuk. Ia masih membahas mengenai bagaimana pelaku bisa masuk dan keluar dari ruangan itu tanpa ketahuan. Lalu kemungkinan jika Dr.Magata Shiki bunuh diri.



“Lalu siapa yang mengamputasi lengan dan kakinya? Kau tidak bilang itu Michiru, kan?” balas Saikawa-sensei kemudian.



Perfect Insider 6104



Moe keluar dari ruangan Dr.Magata dan menemukan ahli IT Shimada bersama wakil direktur masih berusaha memperbaiki OS Deborah. Tapi, belum ada tanda-tanda jika sistem komunikasinya akan pulih. Saat ditanya soal virus Trojan, yang menyamar sebagai virus biasa, ahli IT mengaku telah menyelidikinya tapi tidak menemukan yang abnormal atau apapun pada software mereka.



“Akhirnya kita tidak punya pilihan selain mengganti Deborah, dengan kata lain, mengganti OS-nya,” keluh wakil direktur.



“Lalu kenapa kau tidak melakukannya?” tanya Moe balik.



“Tidak, terlalu beresiko. Setelah sistem keamanan Deborah berhenti berfungsi itu memungkinan pelaku bergerak bebas. Dan data penelitian kita juga akan terancam. Jika kebocoran sampai keluar, lab ini akan kehilangan eksistensinya,” ujar wakil direktur.



Saat itu, wakil direktur juga tidak memberitahukan peristiwa ini pada para staf dan peneliti lain di lab. Lalu, kematian Dr.Magata Shiki telah diberitahukan pada saudarinya, Magata Miki, oleh dokter Yuminaga dan juga Mrs.Shindo.



Perfect Insider 6105



Moe menyusul Saikawa-sensei yang ternyata ada di atap lab. Ia tengah memeriksa kemungkinan pelaku melarikan diri dari sana, karena area itu yang berada di luar kendali Deborah. Tapi, dengan ketinggian sekitar 15 meter, mustahil dilakukan. Apalagi tidak ada bekas tali atau apapun disana.



“Apakah mungkin pelakunya Yumiko-san,” ujar Moe kemudian.



“Atas dasar apa, kau berpikiran begitu?” tanya Saikawa-sensei.



“Lift adalah satu-satunya jalan keluar menuju atap. Tapi antara waktu direktur Shindo kembali dan mayatnya ditemukan lift berhenti di ruang bawah tanah pertama selama 30 menit. Artinya pelaku bersembunyi di atap sebelum helikopter datang dan bertahan di atap setelah dia membunuh direktur. Aku tidak bisa berpikir sebaliknya. Ketika kita menemukan mayat, kau dan aku pergi ke atas bersama wakil direktur Yamane-san.”



“Tapi Yumiko-san juga ada di sana,” elak Saikawa-sensei.



“Mungkin Yumiko-san sebenarnya bersembunyi di suatu tempat di atas atap. dan muncul dari belakang kita seolah-olah dia baru saja datang,” ujar Moe lagi.



“Aku tahu, itu hipotesis yang unik. Haruskah kita membuktikannya?” tantang Saikawa-sensei.



Perfect Insider 6106



Saikawa-sensei dan Moe pun menuju ke bawah. Mereka meminta staf untuk memperlihatkan sekali lagi rekaman CCTV yang dipasang menuju atap. Berdasarkan rekaman itu, tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Dan ternyata Mrs.Shindo keluar dari lift, setelah Saikawa-sensei dan Moe naik ke atap. Artinya memang tidak ada seorangpun yang berada di atap saat kejadian.



“Aku pikir aku sudah di jalur yang benar saat ini,” keluh Moe.



Perfect Insider 6107



Ahli IT tiba-tiba memanggil mereka semua. Rupanya ia memeriksa mail server milik direktur Shindo dan menemukan sebuah email. Email itu menyebutkan jika direktur Shindo punya janji untuk wawancara besok. Artinya, perahu akan datang besok pada pukul 10 pagi.



Ahli IT memberitahukan informasi ini pada wakil direktur Yamane juga. Saat itu ia ada di ruangannya. Wakil direktur Yamane, kemudian beranjak keluar. Tapi, komputernya rupanya tengah aktif. Apa yang dilakukannya?



Perfect Insider 6108



Wakil direktur Yamane mengetuk pintu ruangan Mrs.Shindo, “Ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu.”



Saat itu dokter Yuminaga, Magata Miki dan juga Mrs.Shindo tengah berkumpul disana.



Perfect Insider 6109



Moe dan Saikawa-sensei istirahat di lobby lab. Sementara Moe tertidur, Saikawa-sensei tidak bisa tidur. Seperti biasa, ia pasti menyamakan jam di tangannya dengan jam yang ada di computer lab.



Sebuah suara terdengar, suara Deborah, “Ms. Nishinosono Moe dan Mr. Saikawa Sohei. Silakan masuk ke ruang 101. Wakil direktur Yamane memanggil kalian.”



Perfect Insider 6110



Moe dan Saikawa-sensei menemui wakil direktur Yamane di ruangan yang diminta. Wakil direktur mengatakan jika mereka belum bisa memulihkan sistem komunikasi, jadi mereka akan melakukan pergantian OS. Deborah dihentikan dan menggantinya dengan OS lain. Pergantian direncanakan pada pukul 8 pagi nanti.



“Kenapa mendadak? Perahu datang jam 10 pagi …” tapi ucapan Moe terputus.



“Kita di kejar waktu!” ujar wakil direktur Yamane, tegas. “Karena operasi kami banyak terganggu jadi aku putuskan untuk mengejar waktu.” Wakil direktur Yamane kemudian mengajukan permintaan. Ia minta pada Saikawa-sensei dan Moe agar merahasiakan kematian Dr.Magata Shiki. Jadi, polisi cukup tahu soal kematian direktur Shindo saja. “Kematian Dr. Magata artinya kematian laboratorium ini. Kami tidak bisa terima itu.”



“Demi melindungi laboratorium ini, kau akan menutupi kematian Dr. Magata?” protes Moe.



“Keputusan ini aku ambil setelah berdiskusi dengan Mrs. Shindo dan Dr. Yuminaga,” lanjut wakil direktur Yamane. Rupanya tadi malam ia menemui Mrs.Shindo, Magata Miki dan dokter Yuminaga untuk membahas masalah ini.



Mereka akan berpura-pura jika Dr.Magata Shiki masih hidup, dengan meminta adiknya, Magata Miki untuk menyamar sebagai Magata Shiki. Magata Miki pun rupanya sudah setuju dengan ide itu. Selain itu, para teknisi yang mengetahui kasus ini pun sudah sepakat untuk merahasiakan kematian Dr.Magata Shiki ini. Mereka memilih merahasiakan ini karena memikirkan masa depan lab, yang selama ini dioperasikan dengan kontribusi besar dari pemerintah berbagai negara. Saat ini wakil direktur Yamane tinggal meyakinkan Moe dan Saikawa-sensei saja.



“Aku yakin Direktur Shindo akan mengambil keputusan yang sama jika dia masih hidup,” lanjut wakil direktur Yamane lagi.



“Aku mengerti,” ujar Saikawa-sensei akhirnya. “Jadi, ada kekuatan tak dikenal yang mengunci Dr. Magata Shiki di ruang bawah tanah.”



Diskusi mereka terpotong saat Deborah mengatakan jika ada tamu yang menunggu di pintu depan.



Perfect Insider 6111



Ternyata tamu yang datang itu adalah asisten Saikawa-sensei, prof.Kuneida dan juga mahasiswanya. Mereka mengkhawatirkan Saikawa-sensei dan Moe yang tidak juga kembali ke camp.



“Maafkan aku. Sebenarnya kami terlibat dalam sebuah kasus dan tidak bisa pergi. Direktur di laboratorium ini dibunuh,” Saikawa-sensei mencoba menjelaskan. “Kunieda-kun. Perahu datang jam 10 pagi, bisakah kau bawa pulang semua orang terlebih dulu?”



“Bagaimana dengan kalian?” tanya prof.Kuneida.



“Polisi akan segera datang. Kami tidak bisa pergi karena kami saksi. Aku akan menelponmu nanti,” ujar Saikawa-sensei lagi.



Prof.Kuneida pun mengiyakan permintaan Saikawa-sensei ini. Ia lalu menarik mahasiswanya untuk pergi. Dengan tidak mengatakan apapun soal Magata Shiki, artinya Saikawa-sensei setuju untuk merahasiakan kematian si jenius itu.



Perfect Insider 6112



Wakil direktur Yamane berterimakasih pada Moe dan Saikawa-sensei karena mereka setuju tidak memberitahukan soal kematian Dr.Magata Shiki. Tapi, Moe masih belum bisa menerima sepenuhnya. Ia mengejar Saikawa-sensei yang berjalan kembali menuju depan ruangan milik Dr.Magata.



“Bukan tugas kita memikirkan masa depan laboratorium ini. Dan kita percayakan saja polisi menangkap pelakunya. Tapi Moe, kita menyaksikannya dengan mata kita sendiri. Mayat tanpa lengan dan kaki keluar dari ruangan yang seharusnya tidak ada orang di dalamnya. Bagaimana pelaku masuk dan keluar dari ruangan itu? Kita harus menemukan jawabannya,” ujar Saikawa-sensei tegas.



Perfect Insider 6113



Saikawa-sensei masih melamun di ruangan milik Dr.Magata. Di depannya masih ada jasad Dr.Magata yang telah ditutupi kain putih. Sementara itu, Moe ada di luar memeriksa computer.



“Professor Saikawa, lihatlah ini!” Moe memanggil dosennya itu. “Ini rekaman video saat mayat Dr. Magata keluar. Lihat nomor lantai yang di tunjukkan lift. Di sini tertulis B1. Tapi setelah Deborah di reboot paksa...display-nya berubah jadi atap.”



Saikawa-sensei mengingat sekali lagi kejadian malam kemarin, “Aku juga ingat lift itu ada di atap tepat setelah insiden.”



Ini peringatan terakhir. Semua fungsi dalam gedung akan segera hentikan. Suara Deborah. Rupanya lab akan segera mengganti OS. Tapi Moe heran, karena saat melihat jam di tangannya sudah lewat pukul 9. Padahal mulanya wakil direktur akan mengganti OS pada pukul 8. Artinya mereka telah terlambat dari jadwal semula.



Perfect Insider 6114



Penggantian OS telah sukses. Staf memeriksa kembali OS baru yang telah berjalan. Ternyata sistem komunikasi telah pulih kembali. Mereka kemudian menelepon polisi.



Moe yang tahu hal itu pun mendekat dan mengambil alih komunikasi, “Terjadi pembunuhan di Laboratorium Magata, berlokasi di Pulau Himaka-jima. Tolong segera kirim detektif. Namaku Nishinosono Moe—“ tapi belum selesai Moe bicara, terdengar teriakan dari arah lain.



Perfect Insider 6115



Saikawa-sensei dan Moe segera berlari menuju sumber suara. Mereka menemukan ahli IT, Shimada-san terduduk di depan sebuah ruangan. Ia kaget sambil menunjuk ke dalam.



Saikawa-sensei pun memeriksa ke dalam. Mereka dibuat kaget karena wakil direktur Yamane ternyata sudah terkapar di lantai dengan sebuah pisau tertancap di punggungnya. Ia meninggal. Saikawa-sensei melihat sekeliling. Ia menemukan saat itu, computer milik wakil direktur Yamane masih aktif, sedang melakukan analisis terhadap sesuatu.



Perfect Insider 6116



Pukul 10 siang, kapal pun datang kembali. Prof.Kuneida mengikuti intruksi Saikawa-sensei untuk membawa rombongan mereka segera kembali ke daratan utama. Saat itu seorang reporter baru saja tiba. Ia memiliki janji wawancara dengan direktur Shindo. Tapi, dikatakan jika ada berita mengenai kematian direktur Shindo. Si reporter hanya bisa termenung kaget.



Dari arah belakang, prof.Kuneida seperti biasa menendang mahasiswanya itu. Ia menyuruh mereka segera masuk kembali ke kapal. (intinya prof.Kuneida ini pengen supaya mereka nggak banyak bicara, kalau nggak benar paham situasinya)



Perfect Insider 6117



Setelah dihubungi, polisi pun bisa datang ke pulau dengan helikopter. Dengan kematian ketiga, wakil direktur Yamane, akhirnya dokter Yuminaga tidak punya pilihan lain selain mencaritakan semua kasus kematian yang terjadi di lab itu.



“Kau terlibat kasus mengerikan lagi, kan?” sapa det.Ukai yang bertugas saat itu. “Well, Professor Saikawa. Aku tahu! aku tahu, tapi...karena kau sering sekali berada di TKP, aku tidak bisa membantu, kecuali mencurigimu. Helikopter akan segera datang, jadi kalian berdua harus segera pulang!” pintanya kemudian.



Saikawa-sensei tidak mengatakan apapun. Dia tidak menolak ataupun mengiyakan permintaan itu. Saikawa-sensei melirik ke arah jam yang ada di dinding, lalu bergantian melihat pada jam di tangannya. Ternyata ada yang aneh. Jam itu selisih satu menit. Saikawa-sensei merasakan ada keganjilan yang terjadi.



Perfect Insider 6118



Saikawa-sensei kembali ke pusat computer di depan ruangan Dr.Magata. Ia pun memeriksa program waktu yang ada di sana. Saikawa-sensei lalu menjalankan analisis program disana, membuat semua orang yang ada kebingungan.



“Kau bilang sistem CCTV terisolir dari Deborah, kan?” tanya Saikawa-sensei yang diiyakan oleh staf IT. “Bagaimana dengan jam pada sistemnya?”



“Deborah yang mengaturnya,” ujar si staf pula. “Itulah alasan kenapa jam di dalam laboratorium sinkron.”



“Jam Deborah terlambat satu menit,” lanjut Saikawa-sensei. “Dan akan tepat kembali setelah pergantian OS. Pelaku yang memprogram jam Deborah terlambat semenit ketika mayat Dr. Magata keluar ruangan.” Perubahan jam Deborah ternyata dimaksudkan untuk menghapus rekaman video yang merekam keberadaan pelaku. Saat itu, semua jam di dalam lab sudah di atur mundur satu menit. Video rekaman secara berurutan disimpan sepanjang waktu. Jika jam diatur mundur satu menit, Itu akan menyebabkan dua video dengan waktu yang sama diberi tanda di sistem. Jadi file rekaman pertama akan terhapus dan diganti rekaman baru. Pelaku keluar ruangan Dr. Magata selama satu menit itu dan dengan lift naik ke atap. Ituah kenapa tidak ada video rekaman dengan gambar pelaku.



“Pastinya, jalan keluar pelaku dari ruangan bisa dijelaskan dengan ini,” sambung Moe.



Tapi Saikawa-sensei masih belum berhenti, “Tapi sejauh ini, hanya sebagian kemungkinan yang terbukti. Bagaimana pelakunya masuk ke ruangan itu, padahal sudah di awasi selama 15 tahun?”



Perfect Insider 6119



Saikawa-sensei masuk ke ruang imajinasinya. Pelakunya ada di dalam ruangan untuk memastikan. Bukan dia sendiri yang ingin bebas. Lengan dan kaki yang diamputasi. Gaun pengantin. Michiru. Balok mainan. Virus Trojan. Versi ke enam Deborah. 14 tahun. Tujuh sendirian. Segalanya menjadi 'F.'



“Itu tidak bisa... Tidak mungkin! Tidak mungkin dia melakukan hal semacam itu!” elak Saikawa-sensei.



Tapi logikanya berpikir lain, “Kau tidak punya pilihan kecuali menerimanya. Teori ini sudah terbukti.”



Perfect Insider 6120



Saikawa-sensei dibangunkan oleh Moe dari ruang imajinasinya, “Ada apa, Saikawa-sensei? Kau tidak apa-apa, Saikawa-sensei?” tapi melihat ekspresi di wajah dosennya itu, Moe mengerti. Saikawa-sensei sudah memecahkan kasus kali ini.



“Tidak mungkin orang lain masuk ke ruangan itu,” ujar Saikawa-sensei kemudian. “Hanya ada satu metode.”



Moe pun akhirnya mengerti, “Tidak mungkin! Aku tidak percaya! Jika itu benar, itu sangat menyedihkan.”



Perfect Insider 6121



Shimada-san?Atau Professor Saikawa ada di sana? Sebuah pesan muncul di computer. Pesan itu dari Dr.Magata. Jelas pesan itu membuat seisi ruangan kaget, karena seharusnya Dr.Magata sudah meninggal.



Saikawa-sensei pun mengetik jawaban dengan cepat. Ini aku Saikawa. Apa kau menyaksikan kami memeriksa program Deborah?



Tapi jawaban Dr.Magata justru lain. Ia minta bertemu di ruang meeting. Saikawa-sensei dan Moe mengerti. Ruang meeting artinya ruang virtual yang bisa mereka masuki dengan kaca mata khusus. Saat itu di computer kemudian muncul jendela log-in. Jelas disana hanya ada dua nama saja, Saikawa Sohei dan Nishinosono Moe. Apa yang ingin dibicarakan Dr.Magata? Benarkah dia masih hidup?



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Perfect Insider episode 06 part 2



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



1 komentar:

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.