Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 10 Juni 2015

SINOPSIS DoS Deka 02 part 1

Sinopsis DoS Deka a.k Detektif Super Sadis episode 02 part 1. Buat yang ketinggalan, cek bagian sebelumnya juga di DoS Deka episode 01 part 1 dan DoS Deka episode 01 part 2 ya. Selamat membaca.



Bagian sebelumnya,



Daikanyama Shuusuke adalah seorang polisi biasa—yang ceria dan suka menolong—yang bekerja di pos polisi. Sebuah kasus yang terjadi di dekat tempatnya berjaga malam itu, akhirnya mengantarkan Daikan-sama dipromosikan menjadi detektif. Sayangnya, dia harus mendapat partner seorang detektif wanita yang cantik, cerdas, memiliki insting tajam tetapi sadis dan suka sekali menyiksa tersangka yang ditangkapnya. Dia, sersan Kuroi Maya. Dan kehidupan Daikan pun berubah derastis menjadi tidak mudah.



DoS Deka 2101



Malam itu, Daikan sedang berjalan bersama Kuroi. Mereka tiba di depat sebuah club. Kuroi menghentikan sebuah mobil yang juga berhenti disana. Kuroi menyuruh Daikan memeriksa orang yang ada di balik kemudi. Orang itu tadinya enggan keluar mobil dan berkeras untuk pergi. Tapi, dengan sedikit taktik, Kuroi berhasil membuat pria tersebut keluar dari mobil mewahnya. Daikan pun ditugasi memeriksa tubuh si pria. Tapi, sampai bawah, Kuroi menyuruh berhenti. Dia meminta semuanya diulangi dari awal.



Meski tidak mengerti, Daikan menurut saja. Dia menyuruh pria tadi kembali masuk ke mobilnya. Dan reka adegan sejak awal pun dimulai. Rupanya Kuroi tertarik dengan ucapan pria itu. Caranya mengucapkan kata ‘aku buru-buru’ terdengar lain di telinga Kuroi. Kuroi menarik rambut pria itu, yang ternyata … wig. Kaget dengan sikap tiba-tiba Kuroi, pria yang ternyata berkepala plontos itu keluar dari mobil. Dia tidak bisa menghindar saat Kuroi menemukan sebungkus serbuk putih di balik wig itu. Narkoba! Polisi kemudian datang dan membawa pria itu untuk diamankan.



“Kuroi-san, darimana kau tahu kalau pria itu botak, dan ada narkoba di balik wig-nya?” Daikan penasaran.



Kuroi melirik prihatin ke arah partnernya satu ini, “Harusnya aku yang bilang, kenapa kau sampai tidak tahu! Apa kau bodoh?!” ujar Kuroi dengan gayanya yang biasa.



Tapi, belum sempat Kuroi dan Daikan pergi, suara sirine yang terdengar tidak jauh darisana menarik perhatian mereka. Sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah apartemen sewaan.



DoS Deka 2102



Markas kepolisian



Kebakaran yang terjadi menimbulkan jatuh korban. Mereka adalah pasangan kekasih Araki Hirofumi (pria, 32 tahun) dan Miyasaka Yui (wanita,23tahun). Araki adalah mantan anggota gangster grup Mikoshima dan sekarang pengangguran. Di dalam apartemen Araki, ditemukan bom Molotov yang menyebabkan kebakaran. Keduanya terlambat melarikan diri, hingga jadi korban.



Tapi Kuroi tampak tidak serius mendengarkan obrolan para detektif itu. Ia mengetuk-ngetukkan pensil ke meja dan tampak kesal. Kuroi lebih kesal lagi mendengar kata ‘duo’. Kata itu membuatnya tidak nyaman.



DoS Deka 2103



Informasi baru, datang. Menurut laporan forensic, narkoba ditemukan dari urin kedua korban. Dan pria botak yang sebelumnya ditangkap Kuroi dan Daikan adalah dealer yang menjual narkoba pada kedua korban.



“Apa mereka mencoba menyembunyikan narkobanya hingga gagal menyelamatkan diri?”



Tapi Kuroi tampak masih tidak puas dengan kesimpulan para detektif itu. Araki yang mantan gangster juga kemungkinan besar memiliki musuh.



DoS Deka 2104



Tiba-tiba inspkt.Shirogane datang. Ia mengingatkan anak buahnya untuk jangan asal mengambil kesimpulan. Mereka tetap harus menyelidiki kedua kemungkinan, pembunuhan terencana atau hanya ulah iseng. Inspkt.Shirogane menyuruh anak buahnya untuk berpencar lagi mencari dan mewawancarai saksi mata.



Tapi, Kuroi yang sejak awal memang tidak berniat mengikuti perintah atasannya itu tetap diam saja. Saat ditegur oleh inspkt.Shirogane, Kuroi malah beranjak pergi dan mengatakan akan makan siang. Daikan pun mengeker di belakangnya.



Si pengantar makanan datang. Ia heran karena semua orang pergi. Ia membawakan makanan yang di atasnya ditabur dengan ekstra bawang putih. Dikiranya, inspkt.Shirogane yang memesan. Inspkt.Shirogane membaui aroma bawang di depannya, tapi kemudian mengelak kalau bukan ia yang pesan. Gengsi (taburan bawang mentah? Errrrr … )



DoS Deka 2105



Kemana Kuroi? Alih-alih makan siang seperti apa yang dikatakannya, Kuroi malah mendatangi TKP kebakaran. Daikan yang tidak bisa protes pun hanya bisa mengekor di belakangnya, padahal dia sudah memesan makanan dengan ekstra bawang.



Ditemani pemilik apartemen, Kuroi dan Daikan berkeliling komplek apartemen sewaan itu. Kuroi memeriksa pintu masuk apartemen itu, dan merasa ada yang aneh. Tapi, pemilik apartemen mengatakan memang benar, pintu apartemen berubah sejak seminggu sebelumnya. Kuroi pun memeriksa sisi lain apartemen. Mereka menemukan jika pintu satu lagi (pintu rahasia), menghadap jalan dan hanya dibatasi oleh tembok yang tidak terlampau tinggi.



“Kuroi-san, aku mengerti!” teriak Daikan tiba-tiba. “Itu artinya pelaku memanfaatkan pintu rahasia ini untuk memasukkan bom Molotov kan? Kalau begitu, ini bukan ulang iseng tetapi kejahatan terencana!”



Tapi Kuroi tampak kurang senang. Ia hanya melemparkan tatapan meremehkan ke arah Daikan tanpa mengatakan satu kalimat pun.



DoS Deka 2106



Det.Hamada dan det.Nakane mendatangi pimpinan gangster Araki dulu. Mulanya det.Hamada ragu, tapi det.Nakane dengan cueknya memencet bel dan minta izin masuk. Mereka ditemui oleh pimpinan gangster berwajah seram. Det.Nakane berkeras untuk mewawancarai orang-orang yang mungkin punya masalah dengan korban Araki



“Detektif, bukankah sudah kukatakan tadi. Mungkin saja ada banyak orang yang benci pada Araki, dan aku tidak tahu siapa saja mereka!” ujar pimpinan gangster itu.



Tapi det.Nakane berkeras untuk tetap lanjut. Pimpinan gangster itu agak kesal. Ia pun beralih pada bonsai cantik tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan sedikit trik, ia membuat bonsai itu jatuh dan seolah yang menjatuhkannya adalah … det.Hamada. Cara jitu mengusir orang yang tidak kau sukai sekaligus mendapatkan keuntungan.



DoS Deka 2107



Sementara itu, det.Tokou berkeliling mencari saksi mata. Ia bertemu seseorang yang mengatakan melihat orang mencurigakan yang datang ke apartemen korban. Seorang pria berpakaian serba hitam dengan anting dan tato bergambar ikan di lehernya.



Dari arah lain, det.Arisuga tampak terengah-engah mengejar det.Tokou. Ia kesal karena selalu ditinggal oleh det.Tokou, apalagi mereka terus saja melakukan investigasi tanpa sempat istirahat sebentar, “Aku tidak ingin jadi partner det.Tokou lagi!” keluh det.Arisuga yang kemudian mengekor det.Tokou yang sudah berlari menjauh.



DoS Deka 2108



Meeting di markas



Dari saksi mata, mereka mengakui jika ada pria yang berkali-kali datang ke apartemen korban Araki. Pria itu berpostur tanggung dan selalu mengenakan pakaian gelap. Dia juga memiliki tato di lehernya. Pria itu kenal dengan korban Araki karena sesama anggota gangster, dan mereka memang punya masalah. Pria itu adalah Ezawa Tamotsu (32 tahun) pernah ditangkap karena kasus dan bebas sebulan silam, dijelaskan oleh det.Hamada.



Tapi rupanya inspkt.Shirogane juga punya info lain. Ia menunjukkan sebuah tagihan untuk det.Hamada. Tagihan karena menjatuhkan bonsai mahal di rumah pimpinan gangster. Inspkt.Shirogane meminta det.Hamada menyelesaikan tagihan itu dengan biayanya sendiri. Det.Hamada mengelak kalau ia tidak melakukannya. Tapi, det.Nakane sama sekali tidak membantu.



Inspkt.Shirogane melihat sekeliling. Ia melirik Kuroi, berharap ada informasi lain. Tapi, Kuroi bertahan dalam diamnya, tanpa memberikan info apapun. Akhirnya disimpulkan jika kemungkinan besar pria bertato ini, Ezawa memang punya dendam pada korban Araki. Inspkt.Shirogan akhirnya memutuskan jika tersangka utama mereka saat ini adalah Ezawa Tamotsu, si pria bertato. Meeting bubar dan investigasi dilanjutkan dengan pencarian tersanga Ezawa Tamotsu.



Para polisi yang lain sudah bubar lebih dulu. Tapi, Kuroi masih bertahan di tempat duduknya. Dia masih resah dengan kata ‘duo’.



DoS Deka 2109



Kuroi (masih ditemani Daikan) mendatangi lab forensic. Dokter forensic yang dipanggil Kenken menjelaskan jika dari tubuh mayat ditemukan banyak gasoline (minyak) dalam darahnya. Selain itu, saluran pernafasannya juga terbakar. Kemungkinan mereka menghirup uap minyak yang menguap.



“Jadi, ada kemungkinan bom Molotov mengenai tubuh korban secara langsung?” Kuroi menyimpulkan.



“Kemungkin besar begitu.”



Puas melihat jasad, Kuroi pergi. Tidak lupa ia menyuruh Daikan menutup kembali resleting kantong mayat itu.



DoS Deka 2110



Dokter forensic menyajikan roti pada mereka. Tanpa sungkan dan merasa jijik, ia dan Kuroi makan dengan enak. Sementara itu, Daikan tampak masih enggan, karena mereka makan di samping ruangan tempat mayat berada.



Kuroi dan dokter forensic asyik makan. Mereka bahkan memuji betapa enaknya roti isi kare itu. Tertarik dengan kare, Daikan pun menyerah. Sayangnya, saat ia akan mengambil roti yang ada di sana, dengan sigap Kuroi dan dokter forensic mengambilnya, tanpa menyisakan satupun untuk Daikan. Poor Daikan.



Kuroi tertarik pada amplop yang ada disana. Dokter forensic membuka amplop itu, yang ternyata isinya adalah kawat gigi yang digunakan korban Miyasaka Yui. Kuroi tersenyum misterius. Sebuah ide melintas di kepalanya.



DoS Deka 2111



Kemana Kuroi pergi? Ternyata mereka datang ke klinik gigi tempat korban Miyasaka Yui memasang kawat gigi. Daikan disuruhnya duduk di kursi pasien. Daikan sendiri stress mendengar suara mesin bor gigi yang terdengar dari ruangan sebelah.



Perawat datang dan menunjukkan data, bahwa benar kawat gigi itu dipasang Miyasaka Yui disana sekitar setahun silam, dan akan segera dilepas. Miyasaka Yui ternyata memasang kawat gigi karena dia ingin tampak cantik, agar dapat mencari calon untuk dinikahi. Kuroi merasa ada yang aneh. Perawat pun pergi lagi. Sambil menunggu, Kuroi bermain-main menggoda Daikan. Dia menyalakan bor gigi dan mengatakan bahwa dirinya juga punya lisensi dokter gigi dan sudah lama tidak praktek. Bor gigi didekatkan ke arah Daikan membuatnya ketakutan, sementara Kuroi semakin senang melihat Daikan tersiksa.



“Kuroi-san,” Daikan semakin putus asa. “Aku tidak punya lubang pada gigiku. Aku percaya diri dengan gigiku. Aku tidak terkalahkan jika urusan gigi, bahkan olehmu, aaaaaaaa….!”



Bor gigi buru-buru dimatikan Kuroi saat perawat kembali. Perawat menunjukkan sebuah pamphlet. Disitu ada pesta perjodohan yang tadinya akan didatangi Miyasaka Yui, grup kencan bowling. Dan Kuroi menyadari jika pesta itu akan diadakan hari itu.



DoS Deka 2112



Keluar dari klinik gigi, Daikan masih mengekor Kuroi, “Miyasaki Yui sudah punya kekasih, Araki. Kenapa dia mencari calon utnuk dinikahi?”



“Tentu saja. Kekasihnya itu kan mantan gangster yang tidak berguna,” komentar Kuroi.



Daikan merasa menemukan jawabannya, “Mungkinkah Miyasaki Yui meninggalkan Araki juga untuk mencari korban yang akan dibohongi (dijebak untuk dikuras hartanya)?” tebak Daikan. “Tapi, Kuroi-san, kenapa kau menginvestigasi Miyasaki Yui? Inspkt. Shirogane kan menyuruh kita mencari tersangka utama, Ezawa Tamotsu, yang punya dendam pada Araki? Memangnya kita mau kemana?” Daikan kembali dibuat penasaran dengan sikap Kuroi.



“Aneh bukan?” balas Kuroi santai.



DoS Deka 2113



Panggilan telepon masuk ke markas. Det.Tokou dan det.Nakane segera bergegas. Mereka melaporkan pada inspkt.Shirogane jika tersangka utama, Ezawa Tamotsu sudah ditemukan di apartemennya dan mereka akan menuju apartemen itu.



Kali ini inspkt.Shirogane tidak ikut serta. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya, “Det.Arisuga, dimana mereka berdua?” tanyanya pada det.Arisuga yang ada disana.



“Apa maksud Anda dengan mereka berdua?”



“Daikanyama dan Kuroi,” ujar inpskt.Shirogane.



“Kalau Anda saja tidak bisa mengandle mereka, apalagi saya,” ujar det.Arisuga membuat inspkt.Shirogane speechless.



DoS Deka 2114



Daikan dan Kuroi datang ke tempat bowling, tempat pesta perjodohan itu. Daikan tampak sumringah, karena dengan keahliannya, beberapa kali ia berhasil membuat semua pion bowling terjatuh. Giliran Kuroi yang akan bermain.



Dengan ogah-ogahan, Kuroi beranjak. Ia mengambil bola. Tapi, saat dilemparkan, bola itu justru melaju di sisi luar jalur permainan. Kuroi kesal luar biasa. Sementara itu, Daikan menahan tawa melihat kegagalan Kuroi itu.



“Kuroi-san, semangat!” ujar Daikan sambil tersenyum sumringah, karena melihat wajah kesal Kuroi. Ia sendiri melirik ke arah papan skor.



Dari beberapa kali mencoba, ternyata skor Kuroi masih saja nol. Kuroi payah bermain bowling. Gagal mencoba, Kuroi akhirnya menyerah dan kembali duduk. Melihat wajah kaku Kuroi, dua pria yang tadinya duduk di sebelahnya pun beranjak pergi, ketakutan.



DoS Deka 2115



Seorang pria berjas coklat muda mendekati Kuroi. Ia mengatakan jika Kuroi adalah tipe-nya. Dia bilang jika ia suka dengan wanita yang suka melakukan tarik ulur. Tapi dasar Kuroi, ia tidak mengerti makna kiasan yang dikatakan pria itu. Kuroi menjawabnya dengan polos.



“Apa ini pertama kalinya kau datang ke pesta ini?” tanya Kuroi akhirnya.



“Tidak juga. Ini kedua kalinya bagiku. Aku tidak populer sama sekali,” pria itu mengeluarkan ponsel dari balik saku jasnya. “Ini foto dari pesta yang lalu.”



Di dalam foto itu, tampak korban Miyasaka Yui tersenyum manis. Kuroi mencari informasi dengan mengatakan jika wanita dalam foto itu cantik. Si pria berjas coklat setuju jika wanita itu cantik, tapi dia sudah mendapatkan pasangan. Pria berjas coklat lalu menunjukkan foto lain, Miyasaka Yui dengan pria lain.



DoS Deka 2116



Hingga akhir, Kuroi sama sekali tidak mencetak satupun skor. Daikan mendekati Kuroi yang sedang termenung memperhatikan bola-bola bowling di depannya. Daikan dengan konyolnya menjelaskan guna masing-masing bola itu. Daikan tadinya ingin ambil dorprise, tapi karena skornya tidak penuh, maka ia batal mengambilnya.



“Ini untuk pemain tangan kidal,” ujar Kuroi, sambil menunjuk bola di depannya.



“Tapi aku tidak kidal,” elak Daikan.



“Sebagian orang justru sukses bukan dengan tangan dominannya,” komentar Kuroi.



Darikan kemudian mencoba bola di tangan kirinya.



“Tapi, bola untuk tangan kanan, boleh juga,” lanjut Kuroi.



Daikan pun memasukkan tangan kanannya ke bola lain. Ia kemudian mengangkat kedua bola itu, dan baru sadar jika tangannya menempel. Rupanya itu ulau iseng Kuroi. Ia memasukkan lem yang merekat kuat ke dalam kedua bola itu.



DoS Deka 2117



Daikan protes pada Kuroi. Karena tidak bisa lepas, ia pun terpaksa membawa kedua bola itu. Tapi perhatian mereka teralihkan oleh pemandangan lain di tempat bowling itu. Ada seorang pria yang sedang protes pada manager pesta perjodohan, karena ia tidak bisa menghubungi wanita yang tadinya sudah setuju untuk menjadi pasangannya. Alih-alih membantu, manager malah mengatakan jika hubungan antar pelanggan bukanlah urusannya.



Sementara itu, di sisi lain, tampak pria berjas coklat tengah dikeliling para wanita. Itu berbeda dengan pengakuannya yang mengatakan dirinya tidak populer.



“Sekarang, mulai menyenangkan, kan?” Kuroi memikirkan sesuatu.



“Apa kau bicara tentangku?” Daikan mengira Kuroi menertawakannya yang masih membawa dua bola yang melekat di tangannya.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 02 part 2.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

4 komentar:

  1. sukaaaa wajah judes nya tabe mikakoooo..... gyaaaaa.....

    BalasHapus
  2. maaf banget ha na-san, kelana baru balas komen
    iya, tampang jutek mbak tabe mikako ini keren abies
    apalagi wajah teraniaya pasanganya itu lho

    BalasHapus
  3. […] Dos Deka episode 03 part 1. Buat yang ketinggalan, sila cek juga Sinopsis DoS Deka episode 02 part 1 dan DoS Deka episode 02 part 2. Selamat membaca … engngng sambil nunggu sub terbaru juga sih, […]

    BalasHapus
  4. […] Dos Deka episode 03 part 1. Buat yang ketinggalan, sila cek juga Sinopsis DoS Deka episode 02 part 1 dan DoS Deka episode 02 part 2. Selamat membaca … engngng sambil nunggu sub terbaru juga sih, […]

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.