Sinopsis dorama DoS Deka episode 11 part 2. Kasus yang tadinya diinvestigasi oleh tim inspkt.Shirogane diambil alih oleh cabang. Semua atas perintah atasan. Ternyata kasus ini menyeret sejumlah petinggi kepolisian. Lawan mereka kali ini sama sekali bulan lawan yang seimbang!
Daikan melakukan hal biasa yang dilakukannya bersama Kuroi. Berputar di taman bermain. Dan sebuah ide datang. Tempat Ken-sensei … (krik krik … ini bukan ide kan ya? maksudnya bukan penyelesaian masalah)
Sampai di sana, Ken-sensei mengatakan kalau Kuroi tidak ada di sana. Tebakan Daikan salah besar. Daikan hampir saja menyerah kalau Ken-sensei tidak menunjukkan sesuatu padanya.
Ken-sensei membuka laptopnya dan mengaktifkan pelacak, “Mayaya … ada di pabrik di Sorakawa-cho. Ini GPS. Dalam keadaan darurat, aku memasang IC di cemeti khusus milik Mayaya. Karena aku yang membuatnya.”
“Ken-sensei, kau bahkan bisa membuat seperti itu?” Daikan takjub.
“Kalau kau punya waktu untuk takjub, cepatlah pergi!”
Daikan segera mengambil sepedanya. Ia mengayuh sepedanya dan bergegas menuju tempat yang disebutkan oleh Ken-sensei. Satu per satu kilasan peristiwa kebersamaannya dengan Kuroi terlintas. Daikan benar-benar khawatir pada Kuroi.
Daikan tiba di pabrik yang dituju. Tempat itu tampak sepi dan gelap. Daikan masuk ke dalam tanpa ragu. Tapi tiba-tiba ia tidak sadarkan diri.
Markas kembali heboh. Bukan hanya Kuroi yang menghilang, sekarang mereka juga tidak bisa menghubungi Daikan sama sekali.
Dari arah lain, seseorang berjalan dengan percaya diri. Dia adalah Inue Kenzaburo-sensei, sang ahli forensic. “Apa kabar semua? Kalian ingin tahu keberadaan Mayaya dan Daikan kan?” Ken-sensei lalu memberikan sebuah benda.
Hamanaka membuat laptop yang diberikan Ken-sensei. Di sana ada titik yang menunjukkan keberadaan Daikan dan Kuroi lewat sinyap GPS.
“Sorakawa-cho 2-chome nomer 11 kan? Apa mereka benar di sana?”
“Jika cemeti khusus milik Mayaya selalu bersamanya. Kuroi selalu membawa cemeti itu,” ujar Ken-sensei dengan yakin.
Inspkt.Shirogane kembali ke mejanya. Ia mengambil senpi dan mengecek isinya. Inspkt.Shirogane berniat pergi. Tahu gelagat atasannya, para polisi berniat ikut. Tadinya inspkt.Shirogane melarang, tapi mereka semua berkeras ikut. Bahkan det.Tokou yang baru keluar rumah sakit dan baru saja datang berniat ikut. Inspkt.Shirogane tidak bisa mengelak lagi. Mereka berangkat bersama.
“Daikan! Daikan!” bisik Kuroi.
Daikan perlahan sadar dari pingsannya. Ia mencari sumber suara yang memanggilnya. Daikan kemudian sadar kalau dirinya berjongkok di belakang Kuroi. “Kuroi-san, kau disini? Aku lega kau baik-baik saja.”
“Baik-baik saja?” tanya Kuroi, sarkas. “Bagian mana yang baik-baik saja bagimu?”
Daikan baru sadar jika dirinya juga terikat.
“Bagaimana bisa kau tertangkap? Apa kau bodoh?!”
Dari tempat lain, ada deputi komisaris Tonou dan chief.Sakaki sedang memperhatikan kedua sanderanya itu, Daikan dan Kuroi.
Chief.Sakaki ragu, apakah mereka perlu membunuh kedua orang itu. Tapi deputi komisaris Tonou mengingatkan kalau dia tidak boleh goyah dari rencana semua. Jika Kuroi dibiarkan, maka mereka yang akan tamat. Dan lagi, Kuroi adalah putri dari Asisten Komisaris Kuroi Atsuro, satu-satunya orang yang selalu menentang deputi komisaris Tonou.
“Jika putrinya dibunuh, aku ingin tahu seperti apa wajahnya nanti.”
Daikan merengek dari belakang Kuroi. Dia benar-benar mengkhawatirkan Kuroi hingga melakukan apapun yang ia bisa.
Tapi obrolan Kuroi-Daikan terpotong oleh deputi komisaris Tonou yang mendekat.
“Mata itu, mirip seperti mata ayahmu.”
“Apa tidak masalah bagi dalang sepertimu muncul dengan mudah?” sindir Kuroi balik.
Tapi deputi komisaris Tonou tidak terpengaruh, “Sebentar lagi kalian akan jadi jasad tanpa nyawa.”
Tahu mereka kemungkinan akan dibunuh, Daikan menawarkan dirinya saja yang dibunuh dan membebaskan Kuroi. Tapi ide itu tidak disetujui deputi komisaris Tonou. Bahkan Kuroi menertawakannya.
“Kau memang seperti rumornya, wanita yang tidak tahu kapan diam huh? Resiko kriminal yang melakukan kejahatan lagi setelah bebas adalah tinggi. Yang kulakukan adalah hal sederhana, mencegah mereka melakukan kejahatan lagi,” ujar deputi komisaris Tonou, mencoba menjelaskan.
Kuroi dan Daikan ditinggalkan berdua lagi. Daikan mengajukan saran agar mereka bekerja sama untuk membuat rencana melarikan diri. Dan itu membuat Kuroi teringat sesuatu. Ia meminta Daikan memeriksa sakunya.
Meski awalnya ragu, Daikan menurut. Ia bergeser dan menggunakan tangannya yang juga terborgol untuk merogoh saku bagian belakang milik Kuroi. Kuroi sebenarnya agak tidak nyaman, hingga menyuruh Daikan untuk bergegas.
“Ah! Asal kita punya ini … “ ucapan Daikan terputus.
Tapi Daikan yang ceroboh menjatuhkan benda itu, benda penyelamat mereka. Cemeti milik Kuroi terjatuh ke lantai bawah lewat sela-sela lantai besi di bawah mereka, membuat Kuroi kesal karena kecerobohan Daikan.
Inspkt.Shirogane bersama para polisi tiba di depat pabrik yang dimaksud. Ia memeriksa sekali lagi senpinya dan melihat ke belakang. Di sana, ada det.Arisuga dan det.Tonou yang sedang melakukan peregangan. Sementara itu det.Nakane dan det.Hamada di belakang mengkhawatirkan senjata mereka. Karena terakhir kali menggunakannya bertahun silam.
“Kalian benar mau pergi atau tidak?!” inspkt.Shirogane makin tidak sabar.
Kehilangan satu benda berguna, Kuroi ingat kalau ia masih punya benda lain dan meminta Daikan mengambilnya. Lem super lengket, Strong Adhesive S! Senyum Kuroi pun berkembang.
Dan sekarang Kuroi memulai aksinya, “Hei, kau ingat? Di TKP kasus pembunuhan pertama kita bertemu, kau menyebabkan masalah dalam investigasi karena meninggalkan sidik jarimu di berbagai tempat. Saat investigasi di gedung tinggi, kau tidak bisa bergerak karena takut ketinggian. Saat seorang gadis diculik, kau juga merusak investigasi. Saat mengumpulkan info soal bomber, kau justru makan pancakes. Di event cosplay, kau mulai bercosplay dan ternyata tidak ada hubungannya dengan investigasi.”
“Kuroi-san, apa maksudnya itu? Kita ini rekan kan?”
“Tidak ada rekan terburuk selain kamu. Apa kau bodoh?!” ujar Kuroi kesal.
“Kuroi-san, jadi seperti itu aku bagimu? Aku bekerja keras supaya bisa berguna untukmu!”
“Bekerja keras? Kau naïf sekali. Daripada membantu, kau malah membuat masalah!” lanjut Kuroi.
Daikan semakin frustasi. Air matanya pun keluar. Ia sedih, karena ternyata selama ini dirinya tidak berguna sama sekali.
Akazawa-san yang bertugas menjaga Daikan dan Kuroi pun mendekat karena mendengar ribut-ribut. Saat sudah dekat, Kuroi membuka dan menuang lem super kuatnya. Otomatis Akazawa menempel di lantai. Ini dimanfaatkan Kuroi untuk menendang Akazawa dan mengambil kuncinya. Keduanya berhasil melepaskan diri dan melarikan diri.
Inspkt.Shirogane bersama timnya berhasil masuk. Tapi mereka sudah dihadang sejumlah pria berjas dan bersenjata lengkap. Dengan senjata seadanya, mereka pun mencoba melawan bergantian.
Sementara itu, lepasnya Kuroi dan Daikan juga membuat para penjaga bersiaga. Daikan melihat cemeti Kuroi. Dengan nekat di bawah terjangan peluru, Daikan mengambil cemeti itu dan segera melemparkannya pada Kuroi.
Sigap Kuroi menangkap cemetinya. Dengan sebuah sabetan, ia berhasil membuat sejumlah penjaga di depannya terkapar di lantai.
Karena minim persiapan dan tidak membawa cadangan, dengan cepat para polisi ini kehabisan peluru. Mereka tidak punya pilihan selain bertarung dengan tangan kosong.
Tidak seperti penampilannya, det.Arisuga, det.Nakane, det. Hamada berhasil menjatuhkan para penjaga. Tidak ketinggalan sang ahli pedang, inspkt.Shirogane. Bahkan det.Tokou yang tangannya masih diperban pun tidak ketinggalan menjatuhkan para penjaga.
Daikan pun ikut bergabung dalam perkelahian itu. Butuh beberapa kali bagi Daikan untuk bisa menjatuhkan lawannya dan memenangkan pertarungannya.
Sementara para polisi melumpuhkan para penjaga, Kuroi dan inspkt.Shirogane menyusul deputi komisaris Tonou dan chief.Sakaki yang hendal melarikan diri dari atap.
“Dengan hukum di negara ini, kau tidak bisa menahanku,” ejak deputi komisaris Tonou.
Tapi Kuroi tidak peduli. Ia menggunakan cemetinya untuk menahan deputi komisaris Tonou yang akan melarikan diri dan membuatnya terjatuh serta terikat, “Mulai sekarang, kau akan menghabiskan hidupmu sebagai criminal. Apa kau bodoh?! Touno Kiyomasa, kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan!” Kuroi melingkarkan borgol pada pria itu.
Berbeda dengan rekannya, chief.Sakaki tidak memberontak. Ia menyerah saat tangannya diborgol oleh inspkt.Shirogane.
“Kau juga ditangkap dengan tuduhan yang sama!”
Para polisi lain yang selesai dengan para penjaga ikut bergabung ke atas. Mereka kemudian membawa kedua orang ini ke dalam mobil, menuju markas kepolisian.
“Kuroi, kau tahu kalau kejahatan ini akan sulit terungkap. Jadi kau membiarkan dirimu diserang. Apa kau bodoh? Aku tidak akan pernah mengijinkan sikap bodoh seperti itu lagi,” ujar inspkt.Shirogane pada bawahannya ini.
“Kalau aku melakukan hal yang sama, kau akan datang dan menolongku kan?” ujar Kuroi balik.
“Entahlah.”
Kedua wanita ini tersenyum bersama.
Daikan teringat akan paman Honma yang mengatakan kalau dirinya sekarang adalah detektif. Ia kembali ke dalam pabrik dan mendekati Akazawa yang masih duduk di tempatnya karena kakinya menempel di lantai. (hadoh, kenapa nggak dilepas aja sepatunya keles)
Daikan menuangkan air panas ke kaki Akazawa, “Ini akan terlepas dengan tiga detik air panas.”
“Bukan begitu. Ini panas!”
Mobil polisis membawa para criminal yang hari ini berhasil ditangkap. Inspkt.Shirogane bersama timnya bisa bernafas lega. Satu lagi kasus yang berhasil mereka selesaikan hari itu.
Kuroi kembali sarapan di rumah keluarga Daikan. Daikan diejek habis-habisan oleh ibu dan adiknya karena menangis, saat disandera.
“Aktingku bagus kan?” ujar Daikan. Tapi tidak ada yang peduli.
Ibu Daikan justru menyodorkan beberapa menu untuk dicoba oleh Kuroi dan membiarkan Daikan tidak kebagian. Kuroi sendiri asyik menikmati setiap menu itu, tidak mempedulikan Daikan yang protes dan senang melihat Daikan masih saja dibully.
Markas
Ken si pengantar makanan memperkenalkan menu baru untuk mereka, DoS Fried Rice. Dengan banyak cabai dan habanero, menu yang pedas. Tapi para polisi berpikir, siapa yang mau pesan menu seperti itu.
“Aku mau satu,” ujar Kuroi.
“Aku juga,” sambung inspkt.Shirogane.
Para polisi dibuat takjub dengan kekompakkan atasan dan bawahan yang tidak pernah akur ini.
“Ada yang salah?” ujar Kuroi dan inspkt.Shirogane bebarengan.
Tidak mau membuat masalah, para polisi akhirnya menyingkir. Membiarkan kekaguman mereka akan dua sosok wanita keras kepala dalam tim mereka.
Tapi telepon berbunyi. Ada laporan terjadi perampokkan di Sumikawa-cho. Para polisi bergegas menuju TKP.
SELESAI.
Picture and written by Kelana
FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net
Kelana’s comment :
Uwooo … akhirnya sinopsis satu ini tamat juga. Kelana ucapkan terimakasih buat yang sabar menunggu dan setia menanti sinopsis cerita Daikan dan Kuroi satu ini. Pasti pada penasaran ya, apa proyek Na setelah ini. Apalagi Death Note juga sudah hampir selesai.
Hmmm … baiklah, sedikit bocoran, kali ini Na akan mengambil tema yang berbeda dari biasanya. Ada yang mau nebak? Tebakan kamu bener, kalau yang nebak rom-com alias komedi romantic. Hahaha. Na pengen ganti suasana aja sih. Lagian, musim dingin di Jepang gini biasanya rom-com-nya romantic beneran sih. Siap-siap baper aja deh.