Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Senin, 26 Oktober 2015

SINOPSIS DoS Deka 09 part 2

Sinopsis DoS Deka episode 09 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, cek juga di Dos Deka episode 09 part 1. Selamat membaca ^_^



Kasus kematian seorang pekerja part-time masih menyita perhatian Kuroi. Tidak ada yang aneh dari si korban, hingga diketahui jika korban adalah seorang cosplayer cantik yang dipuji sekaligus membuat iri banyak orang.



DoS Deka 9201



Kuroi lama tidak mampir dan makan malam di rumah keluarga Daikanyama. Tapi hari ini, Daikan berhasil menyeret Kuroi untuk datang. Alasan Kuroi enggan mampir karena merasa sungkan, setelah pengakuan ibu Daikan yang ternyata mantan kekasih ayah Kuroi saat mereka masih muda dulu.



“Kuroi-san, meski dia mantan kekasihku, ayahmu dan aku masih muda dan polos. Kami tidak melakukan apapun,” ibu Daikan mencoba menjelaskan.



Tapi Daikan dan adiknya, Kaori justru melirik sebal pada ibu mereka. Mereka heran dengan sikap ibu mereka yang dengan santai dan entengnya membahas masa lalunya sebagai mantan kekasih ayah Kuroi.



“Kuroi-san, ini pasti takdir. Takdir luar biasa. Kau tahu, dengan adamu disini, membuatku merasa nyaman.”



DoS Deka 9202



Alibi pria penguntit bertopi tengkorak, terbukti. Lalu alibi para gadis yang tidak suka pada korban Keida Chisato di event cosplay, juga terbukti. Mereka semua tidak bersalah. Investigasi akhirnya kembali ke awal lagi.



Det.Arisuga lalu punya ide agar mereka menyegarkan diri malam itu dengan minum. Ide itu disetuju para polisi yang lain juga. Saat itu inspkt.Shirogane baru saja datang. Saat diberi usul agar inspkt.Shirogane pulang dan istirahat, ia justru memutuskan untuk ikut minum juga. Bagaimana Kuroi? Para polisi berpikir jika Kuroi memilih pulang. Ternyata mereka salah! Kuroi juga memutuskan untuk ikut minum bersama mereka. Dua orang wanita ambisius ikut serta!



DoS Deka 9203



Rombongan tim investigasi satu akhirnya minum di sebuah kedai minum. Tapi, bukannya mendapatkan suasana nyaman dan santai, mereka justru dibuat tegang akibat perseteruan Kuroi dan inspkt.Shirogane. Keduanya saling mengejek dan menyalahkan terhadap menu yang dipesan. Det.Arisuga yang nyaris tidak tahan, bersiap pergi. Tapi ditahan oleh det.Tokou.



Belum cukup saling mengejek, atasan dan bawahan ini saling mengintimidasi atas pekerjaan mereka. Tapi, saat pelayan menanyakan pesanan minuman, keduanya memesan jenis minuman yang sama. Atasan dan bawahan yang saling mengerti, tapi terlalu gengsi mengakui satu sama lain.



DoS Deka 9204



Tidak lama setelahnya, seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Dia adalah Yura-san, informan yang biasa membantu investigasi Kuroi dan Daikan.



“Ternyata perusahaan mainana Galaxy Toys menarik kembali produk mereka, ham tangan dengan kode nomer AK00026 sampai AK00126,” lapor Yura-san.



Kuroi mengecek jam tangan yang didapatnya dari barang milik korban, Kaeida Chisato. Kode benda itu adalah AK00106, ada diantara barang yang ditarik kembali dari peredaran. Saat polisi yang lain bertanya soal siapa pelayan tadi, justru Daikan yang menjawabnya. Menurut Daikan, dia adalah seorang cosplayer legendaries. Dia bisa muncul sebagai siapa saja dan kapan saja.



DoS Deka 9205



Seperti biasa, Kuroi mengajak Daikan ke taman, tepatnya ke mainan berputar. Kuroi tidak menggubris protes Daikan, yang menyebut soal sudah minum banyak pada malam sebelumnya. Akhirnya Daikan harus menahan pusing dan mual menemani Kuroi berputar.



Tapi Daikan menyadari sesuatu dengan penampilan Kuroi hari itu, “Kuroi-san, pakaianmu hari ini transparan.”



“Diam!”



Daikan mulai memutar mainan itu. Sesosok tubuh yang ditemukan di kediamannya adalah seorang pekerja paruh waktu, Kaeida Chisato, 23 tahun. Penyebab kematian ditusuk di bagian dada. Uang dan barang-barangnya sama sekali tak tersentuh. Tapi, si pelaku mencari sesuatu di ruangannya. Orang pertama yang menemukan jasadnya adalah teman baiknya, Sumida Midori. Korban Chisato menitipkan sebuah barang pada temannya ini, jam tangan. Jam tangan itu adalah produk dari perusahaan Galaxy Toys. Dan si korban Chisato bekerja sebagai pekerja paruh waktu di perusahaan itu. Kenapa dia menitipkan benda itu pada temannya? Akhirnya diketahui jika jam tangan itu secara sengaja ditarik kembali.



“Stop!” pinta Kuroi kemudian. Ia turun dari mainan itu dan siap untuk lanjut.



Tapi Daikan sudah benar-benar kepayahan. Ia tertunduk di atas mainan itu, masih merasa pusing. Akhirnya Kuroi memberi saran agar Daikan memutarnya ke arah berlawanan. Dan saran Kuroi ini ternyata berhasil mengusir pusing dari kepala Daikan.



DoS Deka 9206



Daikan dan Kuroi menemui Kenken-sensei di lab-nya. Kenken-sensei menyebutkan, dari hasil investigasi, ternyata jam tangan itu berbahaya jika bersentuhan dengan mulut. Itulah kenapa perusahaan menarik benda itu secara rahasia, barang yang seharusnya tidak dijual.



“Pelakunya … orang yang mencoba mengambil bukti, jam ini dari ruangannya,” Kuroi mengerti. Ia pun mengajak Daikan pergi.



Kali ini Daikan kembali dibuat heran. Kenken-sensei bukanlah seorang ahli forensic, tapi ia bisa melakukan analisis forensic terhadap benda itu. Kenken-sensei tersenyum, ia mengatakan kalau dirinya menggunakan jalur khusus karena Kuroi tampak butuh informasi secara cepat. Sebuah jalur rahasia dari pintu belakang.



DoS Deka 9207



Det.Arisuga masih ada di markas. Ia masih membahas kasus kematian Kaeida Chisato ini. Investigasi mentok, itu artinya mereka harus mulai dari awal lagi. Melihat lagi dari sudut pandang si korban.



Mendengar itu, inspkt.Shirogane tersenyum. Ia mendapat ide dari ‘kembali ke awal’ dan ‘melihat dari sudut pandang korban’, “Aku mengerti!”



DoS Deka 9208



Sebuah surat datang ke kantor Galaxy Toys, untuk CEOnya. Tapi wajah sang CEO berubah kaget saat membaca surat itu. Ada apa?



DoS Deka 9209



Kemana inspkt.Shirogane dan det.Arisuga? Mereka kembali datang ke event cosplay. Tapi kali ini mereka juga mengenakan kostum cosplay. Det.Arisuga dengan pakaian ala siswa jaman dahulu lengkap dengan topinya. Lalu inspkt.Shirogane dengan pakaian khas seragam anak perempuan berkerah angkatan laut, lengkap dengan rambut kribo, lipstick hitam dan tongkat.



“Chief, jangan-jangan kau ‘Sukeban Deka’?” tebak det.Arisuga. (Sukeban Deka adalah detekttif berandalan. Sebuah acara tv yang tayang pada tahun 1987)



“Ada yang salah?” balas inspkt.Shirogane, sebal.



DoS Deka 9210



Det.Arisuga dan inspkt.Shirogane bertemu dengan duo Daikan-Kuroi. Kini Daikan dan Kuroi yang dibuat heran karena kedua rekannya itu berkostum aneh. Det.Arisuga beralasan kalau mereka melakukan investigasi rahasia. Tapi mereka kemudian bergabung saat melihat sosok cosplayer yang sama persis dengan dandangan cosplay Kaeida Chisato.



DoS Deka 9212



Tepat seperti dugaan Kuroi, cosplayer cantik itu rupanya menarik perhatian seorang pria, CEO Galaxy Toys. Dalam surat yang diterimanya, CEO Galaxy Toys diminta datang ke event cosplay karena dijanjikan akan dikembalikan jam tangan produk perusahaan itu.



Sang CEO dibuat kaget, karena seharusnya Kaeida Chisato sudah meninggal. Ia yakin persis, karena dirinyalah yang ternyata membunuh Kaeida Chisato. Tapi saat menggeledah rumahnya, ternyata jam tangan yang dicuri oleh Kaeida Chisato tidak ada.



“Aku sudah merekam semua yang kau katakan. Pengakuanmu yang telah membunuh Kaeida Chisato,” Kuroi muncul bersama cosplayer cantik itu, menunjukkan ponselnya yang digunakan untuk merekam. “Luar biasa kan, dia (si cosplayer) sangat mirip dengan orang itu (Kaeida Chisato).”



DoS Deka 9213



Flash back



Kuroi dan Daikan berada di lab Kenken-sensei. Seorang make-up artist sengaja didatangkan untuk merias teman korban Kaeida Chisato, Midori-san dengan dandanan cosplay yang sama persis dengan Kaeida Chisato. Dan hasilnya … benar-benar sama persis dan luar biasa.



Flash back selesai



DoS Deka 9214



Midori-san yang dimintai tolong oleh Daikan dan Kuroi untuk melakukan penyamaran ini nyaris menangis. Ia menatap tajam pada si CEO karena marah telah membunuh Kaeida Chisato.



Kuroi pun mengambil alih situasi, “Chisato-san mulai bekerja di kantormu. Ia kemudian menemukan jika cat yang digunakan dalam produk jam tangan itu mengandung zat berbahaya.”



Kaeida Chisato yang menemukan tentang fakta produk itu menemui sang CEO. Ia meminta CEO menarik produk itu dan meminta maaf secara langsung pada masyarakat. Desakan ini tidak membuat sang CEO senang. Sang CEO tidak mau jika publikasi produk itu nantinya justru akan merusak nama perusahaan. Ia lalu berpikir untuk membunuh Kaeida Chisato, untuk membungkamnya. Kaeida Chisato sadar jika dirinya bisa saja dalam bahaya. Oleh karena itu, ia menitipkan satu-satunya jam tangan produk perusahaan yang masih dimilikinya pada teman baiknya.



DoS Deka 9215



Kuroi melanjutkan, “Dengan cosplay, Chisato-san bisa menjadi orang lain. Dengan begitu, dia mengekspresikan dirinya. Bahkan bisa menjadi pahlawan keadilan. Tapi akhirnya, tanpa harus jadi siapapun, dia bisa mempertahankan rasa keadilan dalam dirinya sendiri. Dan kau membunuh orang seperti itu. Kau tidak bisa dimaafkan. Apa kau bodoh?!”



DoS Deka 9216



Inspkt.Shirogane bergabung di sebelah Kuroi. Ia mengacungkan tongkat yang dibawanya pada sang CEO.



Perkelahian tidak tereelakkan lagi. Para cosplayer yang lain segera menyingkir. Tinggal Kuroi dan inspkt.Shirogane yang menghadapi sang CEO.



“Daikan, apa ini tidak masalah?” tanya det.Arisuga di sebelah Daikan. “Bukannya kita harus bergabung juga?”



“Tunggu sebentar lagi. kata ‘fight’ akan segera muncul!” balas Daikan.



Kuroi mengeluarkan cemetinya. Beberapa kali ia menjatuhkan sang CEO. Tapi CEO itu bisa bangun lagi. inspkt.Shirogane juga menyerang si CEO ini. Aksi inspkt.Shirogane juga luar biasa. Ternyata dia adalah atlet anggar putri, yang pernah mengalahkan semua instruktur saat berada di akademi kepolisian dulu. Aksi kedua polisi wanita ini membuat Daikan dan det.Arisuga benar-benar takjub.



DoS Deka 9217



Setelah beberapa kali sempat tersudut, Kuroi dan inspkt.Shirogane berhasil melumpuhkan si CEO. Kuroi menyodorkan borgol dan meminta inspkt.Shirogane untuk menahannya.



“Kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan Kaeida Chisato!” ujar inpskt.Shirogane.



“Kata ‘fight’ tidak muncul,” komentar Daikan.



“Tapi kita sudah melihat sesuatu yang luar biasa kan?” det.Arisuga menanggapi.



“Chief Shirogane, terakhir tapi paling tidak … itu cocok denganmu!” puji Kuroi pada inspkt.Shirogane.



DoS Deka 9218



Markas heboh. Det.Arisuga menunjukkan foto inspkt.Shirogane dengan kostum cosplay-nya.



“Luar biasa!”



DoS Deka 9219



Det.Tokou mendekati inspkt.Shirogane yang duduk di taman kantor, “Aku melihat sesuatu yang luar biasa,” ceritanya.



Inspkt.Shirogane tersenyum, “Bukan apa-apa. Si korban membuatku memiliki keberanian. Seorang yang menyerahkan hidupnya demi keadilan. Sebagai seorang polisi, aku harus melindungi orang seperti itu. Itu alasan aku ingin jadi polisi.”



DoS Deka 9220



Kuroi kembali makan malam di rumah keluarga Daikan. Seperti biasa, ibu Daikan memasakkan banyak makanan untuk Kuroi, membuat Daikan kesal karena Cuma dapat sedikit. Seperti kemarin, ibu Daikan juga membuatkan untuk mereka ‘strawberry daifuku’



Daikan tetiba terpikir sesuatu, “Kuroi-san, aku memutuskan tidak akan kalah soal keberanian. Ah! Aku tahu, Kuroi-san memakai baju itu (hitam-hitam) karena itu membuatmu kuat. Kuroi-san, kau sebenarnya … detektif cosplayer?” tebak Daikan sambil memamerkan kedipan matanya.



Kuroi menatap kesal, “Apa kau bodoh?!” ujarnya lalu mengambil makanan dan kembali mengunyah.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa lagi di Sinopsis Dos Deka episode 10 part 1



Picture and written by Kelana



FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net

Sabtu, 24 Oktober 2015

SINOPSIS DoS Deka 09 part 1

Sinopsis DoS Deka episode 09 part 1. Pembully-an yang dilakukan Kuroi terhadap Daikan masih terus berlanjut. Oh ya, rahasia masa lalu ibu Daikan dan ayah Kuroi sudah terkuak juga ya. Hmmm, kira-kira bagaimana hubungan mereka selanjutnya ya?



Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, cek juga di DoS Deka episode 08 part 1 dan DoS Deka episode 08 part 2. Selamat membaca ^_^



DoS Deka 9101



Pekerja paruh waktu terbunuh di Morifuku-cho. Si korban, Kaieda Chisato-san, berusia 23 tahun. Tidak ada bukti kerusakan di rumahnya. Dompet dan barang-barang pribadinya tidak tersentuh. Kemungkinan perampokkan. Orang pertama yang menemukan korban adalah temannya, Sumida Midori-san. Selama ini Kaeida Chisato-san adalah orang biasa yang juga patuh hukum. Sulit dibayangkan jika dia melakukan hal buruk pada orang lain. Dari arah lain det.Nakane tiba-tiba muncul. Dia membawa foto masa SMA dari si korban. Pada foto itu, wajah korban hanya tampak separuh saja.



Det.Arisuga memandangi foto itu dekat dan jauh. Saat diberi pinjam kaca mata oleh det.Tokou, det.Arisuga baru bisa melihat dengan jelas. Tapi det.Arisuga cepat-cepat mengelak jika matanya mulai memburuk.



Selain foto sekolah, pada foto lain, wajah si korban Kaeida CHisato juga hanya tampak sebelah. Artinya dia bukanlah tipe siswa yang terbiasa berada di depan untuk eksis.



DoS Deka 9102



“Berbeda jauh dengan bos super sadis dan staf super sadir kita yang selalu ingin di depan!” bisik det.Arisuga pada rekan-rekannya.



Tapi rekan-rekannya yang lain menunjuk ke belakang. Saat berbalik, det.Arisuga dibuat kaget dengan kehadiran inspkt.Shirogane di sana. Belum cukup kaget, di sisi lain meja ternyata juga sudah ada Kuroi yang tadi mereka bicarakan.



Tapi inspkt.Shirogane tidak memperhatikan det.Arisuga. Ia justru melihat ke arah Kuroi di seberang meja, “Kuroi-kun, hasil autopsy?”



“Penyebab kematian, tusukan senjata di dada. Itu saja,” ujar Kuroi singkat. Ia kemudian mengajak Daikan untuk pergi.



DoS Deka 9103



“Det.Arisuga, tidakkah kau harus melakukan sesuatu tentang mereka berdua?” bisik det.Hamada setelah Daikan dan Kuroi pergi dan inspkt.Shirogane kembali ke mejanya.



“Tidak masalah. Asal mereka melakukan apapun yang mereka mau, kita tidak akan kena letupannya.”



Tapi belum sempat det.Arisuga duduk tenang, inspkt.Shirogane sudah memanggilnya. Dia meminta det.Arisuga mengatakan tentang ‘selalu berada di depan’ yang dia sebut tadi. Det.Arisuga minta tolong pada rekan-rekannya yang hanya dibalas dengan sikap ‘tidak mau ikut campur’. Akhirnya Det.Arisuga sendirian yang harus menghadapi desakan dari inspkt.Shirogane.



DoS Deka 9104



Kuroi dan Daikan mengunjungi kediaman korban Kaeida CHisato. Ruangannya tampak rapi, bersih dan biasa saja. Tidak ada hal-hal khusus yang menunjukkan sesuatu. Menurut orang tuanya, si korban ini tidak punya hobby tertentu. Dia juga tidak tinggal bersama kekasih atau semacamnya.



Kuroi memandangi deretan buku yang ada di rak, Shinbashi Kaito. Kuroi menemukan sebuah foto terselip di antara buku-buku itu. Dan saat foto diambil, tampak seorang wanita yang memakai kostum cosplay. Kaeida Chisato ternyata seorang cosplayer.



Daikan tersenyum sumringah, “Aku paham, Kuroi-san!” ujarnya sambil mengedipkan mata pada Kuroi. Sementara yang dikedipi tidak mengerti dengan maksud Daikan.



DoS Deka 9105



Sejumlah orang ramai lalu lalang keluar masuk ruangan itu. Di sisi lain, ada beberapa orang yang juga asyik mengambil foto. Ternyata ada event cosplay di ruangan itu. Kuroi yang tidak benar-benar paham masuk ke sana dan melihat sekeliling.



“Kuroi-san!” panggil Daikan.



Kuroi berbalik. Matanya mendelik kaget melihat kostum yang digunakan oleh Daikan, “Ini yang kau maksud dengan kedipan?”



“Ya!” Daikan berpose dengan kostumnya.



Kuroi tidak habis pikir dengan ulah partnernya ini, “Apa kau … “ ucapan Kuroi dipotong.



Dilanjutkan oleh Daikan dengan gaya imutnya, “ … bodoh?”



DoS Deka 9106



Kuroi dan Daikan kemudian menanyai peserta dalam event itu. Menurut mereka, si korban Kaieda Chisato adalah peserta reguler dalam event cosplay itu. Dia sering ikut dalam event itu dengan dandanan cosplay berkualitas tinggi. Dia sangat populer hingga banyak yang iri padanya.



Daikan dan Kuroi baru akan beranjak pergi saat kedua wanita yang tadi ditanyai justru meminta Daikan untuk tinggal. Mereka tertarik dengan dandanan Daikan dan minta foto bersama.



Kuroi yang tidak mengerti dengan sikap Daikan, memilih menyingkir. Tapi Kuroi sempat melihat seorang fotografer yang tertarik dengan obrolan mereka. Fotografer itu beberapa kali mencuri pandang ke arah Kuroi.



DoS Deka 9107



Selesai dengan sesi foto, Daikan kembali mengejar Kuroi, “Kuroi-san, kau marah?”



“Apa-apaan yang kau pakai itu?!”



“Karena Kuroi-san, bukankah kau akan memintaku melakukan investigasi terselubung? Aku melakukannya dengan serius dengan kostum ini. Aku bahkan meminjamnya dari teman. Sebenarnya ini tidak terlalu nyaman. Saat kau memakai ini, kau merasa dapat melakukan apapun. Pahlawan yang bisa menari dan menyanyi? Fuuu ~”



“Apa yang kau pikirkan?!” protes Kuroi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan ide Daikan.



DoS Deka 9108



Dari arah pintu, tampak inspkt.Shirogane dan det.Arisuga mendekat. Mereka heran melihat Daikan dengan kostumnya dan Kuroi juga ada di sana. Daikan tadinya ingin bersembunyi, tapi terlanjur bertemu, akhirnya dia batal menyembunyikan diri.



“Chief, aku terkesan. Kau melakukannya dengan baik, menemukan Kaeida Chisato ikut serta dalam event ini,” komentar Kuroi.



“Kau tidak perlu terkesan. Kaeida Chisato menulis rencananya untuk ikut event ini dalam buku catatannya,” ujar inspkt.Shirogane.



Atasan dan bawahan ini seperti biasa tidak mau kalah. Mereka bersaing ingin jadi terdepan dalam investigasi. Daikan dan det.Arisuga yang berada di antara mereka, tidak mampu memaksa keduanya berdamai.



DoS Deka 9109



Kembali ke markas.



Daikan melaporkan, dari hasil investigasinya tadi, ia menemukan jika ada banyak wanita peserta cosplay yang punya masalah dengan Kaeida Chisato. Itu karena si korban sangat populer, hingga di pun dibenci yang lain.



Laporan selanjutnya dari det.Tokou. Si korban Kaeida Chisato ternyata punya lebih dari satu pekerjaan paruh waktu. Sebelum meninggal, di sempat bekerja di toko serba ada dan juga bar.



Para polisi menganggap jika pantan si korban ini punya lebih dari satu kerja paruh waktu. Keikutsertaannya dalam event cosplay butuh biaya banyak. Mungkin saja dia punya masalah dengan pelanggannya. Meski saat di sekolah dulu, dia adalah tipe anak biasa. Dia tidak punya hubungan khusus dengan teman sekelas ataupun rekan kerjanya.DoS Deka 9110





Laporan berikutnya dari det.Hamada. Menurut saksi, sekitar sebulan silam ada pria misterius yang sering datang ke rumah si korban ini. Pria ini berusia antara 20 hingga 30 tahun. Di tas dan topi yang digunakannya, ada gambar tengkorak.



Kuroi yang menyimak pembicaraan itu teringat sesuatu. Sebelum pergi, Kuroi sempat mengambil foto sejumlah orang dalam event cosplay itu. Ia pun menunjukkan hasil jepretannya, seorang pria dengan tas dan topi bergambar tengkorak, persis yang dikatakan oleh det.Hamada.



DoS Deka 9111



Inspkt.Shirogane menyuruh anak buahnya untuk membawa si pria bertopi tengkorak. Dan sekarang, di ada di markas untuk diinterogasi. Alih alih ditanyai, pria bertopi tengkorak ini justru dimarahi. Rupanya ia hanya main-main datang ke event cosplay itu tanpa diketahui orang tuanya, dan menghabiskan uang mereka.



“Niiyama Hitoshi-san, ada laporan saksi yang mengatakan kau sering datang ke kediaman korban Kaeida Chisato. Apa hubunganmu dengannya?” inspkt.Shirogane mulai serius.



“Kami tipe orang yang sama,” pria yang bernama Niiyama ini menjawab dengan ketakutan. “Kami pemalu dan sulit berhubungan dengan orang asing. Kami lebih suka hidup aman. Tapi, setelah mengamatinya, aku sadar jika dia suka dengan cosplay. Saat dia memakai kostum cosplay-nya, dan membebaskan diri, dia menunjukkan dirinya yang sebenarnya.”



“Jadi kau penguntit?!” serang det.Arsigua.



“Kau salah! Dia teman dan aku hanya meminjami dan meminjam bukunya.”



“Jangan bercanda! Kau bukan anak SD lagi!” bentak det.Arisuga.



Kuroi yang tadinya hanya memperhatikan dari jauh akhirnya mendekat, “Katakan judul buku karangan Shinbashi Kaito menurut urutan terbit!”



Meski bingung, Niiyama akhirnya menjawab pertanyaan itu. Ia tampak mengingat-ingat sebentar, “The Invaders of Sorrow, Apocalypse of Pandora, Pitfalls of Babel, Revenge of the Devil Lucille, Reminiscences of the Hero Hayato, War of the Mirror.



“Kuroi, apa hubungan itu dengan investigasi ini?” pertanyaan dari inspkt.Shirogane yang diabaikan oleh Kuroi.



DoS Deka 9112



Kuroi justru mengajak Daikan untuk pergi. Daikan yang juga penasaran meminta Kuroi untuk menjelaskannya maksud pertanyaan tentang buku tadi.



“Dia (korban Kaeida Chisato) adalah fans berat Shinbashi Kaito. Dia punya seluruh koleksi bukunya. Dan buku itu tidak disusun sesuai urutan terbit di rak. Urutan dari awal debutnya, The Invaders of Sorrow, Apocalypse of Pandora, Pitfalls of Babel, Revenge of the Devil Lucille, Reminiscences of the Hero Hayato, War of the Mirror, itu yang seharusnya. Seseorang mengambil buku-buku itu dan mengembalikannya ke sana lagi. Tapi bukan Niiyama. Seseorang yang bukan Niiyama masuk ke ruangan itu dan mencari sesuatu.”



DoS Deka 9113



Kuroi dan Daikan kembali mendatangi kediaman Kaeida Chisato. Kali ini mereka bertemu teman si korban (Sumida Midori) yang juga orang pertama yang menemukan korban. Menurut pengakuannya, si korban memang memberinya kunci cadangan. Dan saat Kaeida Chisato ini tidak bisa dihubungi, si teman ini pun datang. Sekarang dia datang lagi, karena berpikir akan menunggu polisi datang lagi.



Sumida-san menunjukkan barang yang dititipkan oleh korban Kaeida-san beberapa hari yang lalu. Korban hanya meminta temannya ini untuk menyimpannya. Kuroi memandangi benda itu. Sebuah jam berwarna merah. Tidak ada yang aneh dengan benda itu.



Sumida-san juga mengaku jika ia dan korban Kaeida-san adalah teman dekat sejak SD. “Setelah lulus sekolah di tempat asal kami, kami datang ke kota bersama. Awalnya Chisato kesulitan beradaptasi di kota. Tapi sejak tahu lalu, dia punya ikut event cosplay dan jadi lebih ceria. Dia berpikir itu hal baik dan selalu menunggu acaranya. Aku juga lega. Tapi aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Chisato … “



DoS Deka 9114



Kembali ke markas. Kuroi membawa jam peninggalan korban yang diberikan teman korban itu lalu memeriksanya dengan mengunjungi website perusahaan pembuat jam.



“Maaf, Kuroi-san,” bisik Daikan di sebelah Kuroi, “Wanita bernama Sumida Midor itu … karena dia punya kunci cadangan ruangan Kaeida Chisato, mungkinkah dia yang mengacak bukunya?”



Tapi Kuroi tampak tidak tertarik dengan ucapan Daikan kali ini. Ia masih asyik sendiri mengamati website milik perusahaan pembuat jam itu.



DoS Deka 9115



Det.Nakane dan det.Hamada baru kembali lalu melapor pada inspkt.Shirogane jika alibi si pria bertopi tengkorak, Niiyama ternyata terbukti. Malam kejadian, dia ada di acara sepanjang malam, dan kesaksian ini dibenarkan oleh sejumlah peserta lainnya.



Det.Arisuga menyusul setelahnya. Ia minta maaf karena terlambat. Setelahnya ia melapor kalau ada masalah di restoran tadi soal ‘udang’. Tapi karena insiden ini, det.Arisuga justru lupa mengumpulkan informasi dari saksi. Inspkt.Shirogane benar-benar kesal dengan kelakuan anggota timnya ini.



Dari arah lain, Ken si pengantar makanan datang. Ia kemudian menyajikan pesanan inspkt.Shirogane. Tapi inspkt.Shirogane semakin kesal karena pesanannya ‘banyak udang’ ternyata hanya diberi ‘tiga udang’ di atas piring.



“Kami minta maaf!” Ken buru-buru mengambil makanan itu dan berjanji akan menggantinya.



DoS Deka 9116



Sementara kehebohan terjadi di seberang, baik Kuroi maupun Daikan tidak ikut serta, “Luar biasa kan? Dia menolak nasi goreng tadi!” bisik Daikan di samping Kuroi. Ia tengah mengomentari penolakan inspkt.Shirogane atas makanan pesanannya tadi. “Tapi aku pikir Chief melakukan hal benar. Kalau itu terjadi padaku, aku tidak akan berani minta ganti. Kau juga pasti begitu kan, Kuroi-san?” Daikan mengedipkan sebelah matanya pada Kuroi.



DoS Deka 9117



Dari arah lain, det.Tokou datang. Ia melapor kalau korban Kaeida Chisato punya kerja paruh waktu yang lain, di sebuah perusahaan mainan. Pabrik Galaxy Toys, salah satu perusahaan besar.



Kuroi yang masih asyik di depan laptopnya menyimak laporan itu. Ia yang sejak tadi masih menyelidiki jam dari Sumida-san, menyadari jika perusahaan pembuat jam itu sama dengan yang disebutkan oleh det. Tokou. Setelah memastikan alamatnya, Kuroi mengajak Daikan pergi.



DoS Deka 9118



Tiba di Galaxy Toys, Dikan dan Kuroi disambut oleh sang CEO. Menurut CEO, Kaeida Chisato adalah karyawan yang rajin. Ia menyesal karena kehilangan karyawan seperti itu.



“Apakah kau berhubungan langsung dengan korban Kaeida Chisato?” tanya Kuroi.



“Eh? Tentu saja tidak. Kenapa kau tanya seperti itu?”



CEO Galaxy Toys ternyata masih sangat muda. Usianya baru 29 tahun. Sang CEO mengaku, tidak mudah memimpin perusahaan itu. Ia pun mengkhwatirkan banyak hal. Ia diwarisi perusahaan itu dan kini harus mengurusnya. Meski demikian, ia berusaha untuk menunjukkan yang terbaik dari dirinya.



Tidak banyak hal lain yang mereka perbincangkan sebelum akhirnya Kuroi mengajak Daikan untuk pemit dan pergi.



DoS Deka 9119



Di jalan pulang, Kuroi menyadari jika Daikan tampak murung, tidak seperti biasanya.



“Aku hanya sedikit iri. Usia kami sama, tapi dia sudah memimpin perusahaan,” Daikan membahas sang CEO Galaxy Toys tadi. “Dia sudah punya visi masa depan sendiri. Di sisi lain, hidupnya masih sama saja sejak dulu. Padahal aku yakin, jumlah makanan yang kami makan tidak jauh berbeda. Aku ingin tahu, kenapa hasilnya berbeda seperti ini,” keluh Daikan.



“Daikan-sama, itu tidak benar!” ujar Kuroi tiba-tiba. “Kau punya banyak hal baik yang tidak dimiliki pria itu. Ini memalukan, jadi aku hanya akan mengucapkannya sekali. Dengar baik-baik,” tapi Kuroi tiba-tiba terdiam. “Ini aneh. Kenapa otakku tiba-tiba blank? Ah benar! Kau tampak lebih muda dibanding usiamu kan? Apakah itu karena penampulanmu? Kau juga cukup tingga kan?” Kuroi lalu menyebut banyak hal lain, yang sebenarnya lebih mirip sindiran daripada pujian.



“Kuroi-san, cukup!” semangat Daikan yang tadinya menyala karena nyaris dipuji akhirnya meredup kembali.



DoS Deka 9120



Ibu dan adik Daikan sedang beres-beres di rumah. Mereka heran karena sekarang Kuroi jarang datang dan makan bersama mereka.



Dari arah pintu, Daikan mengucap salam kepulangan. Di belakang Daikan, mengekor Kuroi. Tapi Kuroi tampak ragu untuk masuk ke dalam.



“Kuroi-san, ada apa? Tidakkah kau mau masuk?” sapa ibu Daikan.



Kuroi tampak ragu, “Itu … aku khawatir mengganggumu.”



Ibu Daikan bingung. Tapi akhirnya dia mengerti. Para pertemuan terakhir mereka, ibu Daikan mengakui hubunganya dengan ayah Kuroi. Mereka pernah jadi kekasih saat masih muda dulu. Dan karenanya, Kuroi menjadi sungkan.



“Ibu, kenapa kau tidak cerita sejak awal?!” protes Daikan dan adiknya.



“Itu karena … “ wajah ibu Daikan berubah serius. “Itu memalukan!” ia kemudian tertawa .



Ibu Daikan mengajak Kuroi untuk masuk dan menawarinya makan. Tapi Kuroi menolak dengan alasan sudah makan. Ibu Daikan akhirnya meminta adik Daikan untuk mengeluarkan makanan penutup, strawberry daifuku. Mereka berempat makan bersama seperti biasa di meja makan.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 09 part 2



Picture and written by Kelana



FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net

Rabu, 14 Oktober 2015

SINOPSIS DoS Deka 08 part 2

Sinopsis Dos Deka episode 08 part 2. Yup, akhirnya sampai bagian dua juga nih. Buat yang ketinggalan, sila cek juga di Dos Deka episode 08 part 1



Kasus pengeboman terjadi di sejumlah tempat makan. Bom yang digunakan hanya berskala kecil dan tidak menimbulkan banyak korban. Hanya dua jam setelah kejadian, video yang berisi peristiwa pengeboman beredar di dunia maya. Kecurigaan mengarah pada mantan guru yang pernah dituduh merakit bom sepuluh tahun silam. Karena salah tangkap itu, ia kehilangan pekerjaan dan kepercayaan masyarakat. Ada indikasi ia benci pada polisi.



DoS Deka 8201



Seperti biasa, Kuroi dan Daikan menemui informan mereka, Yura-san. Kali ini Yura-san menyamar menjadi badut di sebuah taman. Dan dia juga menjual sejumlah barang-barang berbahaya, seperti senjata, yang menarik perhatian Kuroi. Daikan sendiri malah asyik minta diajari oleh Yura-san. Mereka berhenti setelah ditegur oleh Kuroi.



Yura-san mendapat informasi mengenai si pria muda yang ditemui oleh Kusakabe di café pancakes sebelumnya. Pria itu adalah Oyamada Akira, 20 tahun. Dia berada pada tahun ketiganya sebagai mahasiswa di Universitas Sains Kanagawa. Tetapi Oyamada sekarang sedang diskors oleh kampusnya. Itu karena dia menjadi stalker yang selalu mengikuti salah seorang teman sekelasnya yang wanita.



DoS Deka 8202



Kembali ke markas. Daikan menunjukkan pada Kuroi data tentang Oyamada. Sesuai data itu, benar jika Oyamada adalah tersangka utama dalam sebuah kasus penguntitan.



“Dia terburuk! Mungkinkah dia mulai benci pada polisi karena diberi peringatan? Artinya ada dua orang yang membenci polisi,” Daikan mencoba menyimpulkan. “Ah, kenapa dia meletakkan bom di tempat makan? Mungkinkah tempat-tempat itu punya arti dengan gadis yang dia kuntit?”



Tapi analisis asal-asalan Daikan yang melompat-lompat itu justru membuat Kuroi makin kesal.



DoS Deka 8203



Kuroi kembali melihat-lihat data-data dari kasus pengeboman ini. Saat itu inspkt.Shirogane datang dan minta penjelasan pada Kuroi.



“Chef, aku ingin mewawancarai gadis yang dikuntit oleh Oyamada Akira.”



Inspkt.Shirogane heran, “Oyamada Akira? Siapa dia?”



“Ada kemungkinan dia terlibat dalam kasus pengeboman ini.”



DoS Deka 8204



Gadis yang jadi korban stalker Oyamada Akira itu akhirnya datang ke kantor polisi. Rupanya Oyamada ini menyukai si gadis, tapi ditolak. Akhirnya dia terus menguntit si gadis.



“Apa kau kenal dengan majalah ini?” Kuroi menunjukkan majalah tentang referensi makanan yang kemarin dibawanya dari rumah Daikan.



Gadis itu mengangguk, “Aku dalam perjalanan pulang saat Oyamada memaksaku ikut dengannya. Dia bilang akan membawaku pergi sebentar. Tapi dia akhirnya membawaku ke banyak tempat. Oyamada membawa majalah itu bersamanya.



“Bagaimana dengan emot-icon ini?” Kuroi menunjukkan tanda ‘yay’ yang muncul dalam surat yang dikirim oleh pengebom.



Gadis itu tampak sedikit kaget, “Oyamada selalu menggunakan emot ini di akhir email yang dikirimnya.”



DoS Deka 8205



Sementara itu, det.Arisuga sedang ngerumpi bersama dua rekannya yang lain di ruangan sebelah. Mereka prihatian memperhatikan si gadis yang saat ini berada diantara dua orang wanita yang sadis.



“Dia pasti kesulitan.”



Setelahnya mereka bertiga justru membahas soal apakah gadis itu adalah tipe untuk masing-masing atau tidak.



DoS Deka 8206



Det.Tokou baru kembali ke markas saat rekan-rekannya sudah lebih dulu ada di sana. Kemudian ada laporan kalau Oyamada Akira menghilang. Di apartemennya ternyata telah kosong.



“Chef, siapa Oyamada Akira ini?”



Det.Tokou yang memberikan jawaban, “Salah satu siswa pada kelas eksperimen Kusakabe Yasutaka 10 tahun silam. Seseorang yang mencurigakan di balik itentitas ‘yay bomber’.



Kali ini Kuroi yang melanjutkan, “Setelah wawancara kemarin, Kusakabe bertemu dengan Oyamada.”



DoS Deka 8207



Det.Tokou, Kuroi dan Daikan menemui Kusabake-san di tempat kerjanya. Saat ditanya soal menghilangnya Oyamada, Kusakabe-san berkelit. Ia justru mendesak balik, agar jangan mencurigai seseorang tanpa bukti yang jelas.



“Tapi kau merasa ada yang salah kan? Itulah kenapa kau menghubunginya setelah 10 tahun. Kau mengajaknya bertemu di café pancakes tempat terjadinya pengeboman,” sambung Kuroi.



Tapi Kusabake-san sama sekali tidak membantu. Ia tetap berkeras agar para polisi pergi saja dan jangan menuduh orang tanpa bukti yang jelas.



“Kusakabe-san!” det.Tokou melepas topinya dan menunduk lebih dalam, “Aku mohon padamu!” ini rupanya berhasil menahan Kusakabe-san agar tidak pergi. “Memang sekarang belum ada bukti nyata. Tapi sudah jadi tugas kami untuk mengejar setiap kemungkinan. Tolong katakan pada kami, tempat dia biasanya pergi!” mohon det.Tokou.



“Kenapa kau menghubunginya?” tanya Kuroi.



“Karena aku melihat tanda emoticon itu,” ujar Kusakabe-san, akhirnya bicara.



“Itu cirri khasmu kan?”



“Dia yang mengajariku tanda emoticon itu. Dan lagi aku mendengar jika ia diterima di Universitas Sains dan Teknologi. Sejak kecil, dia benci kalah dan selalu terobsesi pada sesuatu. Aku tidak tahu apa-apa lagi,” cerita Kusakabe-san akhirnya.



DoS Deka 8208



Kuroi mengajak mereka semua untuk melakukan pertemuan investigasi special. Tapi det.Tokou dibuat heran saat mengikuti kedua detektif muda itu dan berakhir di taman bermain. Kuroi dan Daikan bahkan sudah siap nangkring di atas permainan putar.



Daikan mencoba menjelaskan, “Ini pertemuan investigasi special. Saat tubuh Kuroi berputar, pikirannya juga.”



Tadinya det.Tokou akan ikut naik. Tapi Daikan memintanya untuk duduk di bangku taman dan melihat saja. Det.Tokou yang masih bingung akhirnya menurut saja.



Daikan mulai memutar benda itu seperti intruksi Kuroi. Insiden pengeboman terjadi di tempat-tempat yang terkenal untuk kencan. Si pelaku merekam kejadian itu dan mengunggahnya. Kemudian surat pengakuan bertanggungjawab dikirim ke kantor polisi. Karena kasus penguntitannya dan kebenciannya pada polisi, pria bernama Oyamada Akira pun diselidiki. Tapi tidak lama setelahnya, Oyamada menghilang. Kemana dia? Kemana? Kemana? Kemana? Kemana?



“STOP!” perintah Kuroi tiba-tiba.



“Yes! Syukurlah! Kau mendapatkan sesuatu, Kuroi-san?” Daikan sumringah.



Kuroi memerkan senyum misteriusnya, “Daikan, saatnya beraksi!” Kuroi lalu mengajak Daikan beranjak.



Daikan baru saja akan mengikuti Kuroi saat sadar det.Tokou ternyata terjatuh di tanah dan pingsan. Daikan dan Kuroi yang berputar, tapi det.Tokou yang malah ikutan pusing lalu pingsan.



DoS Deka 8209



“Aku sudah mempersiapkan rencana rahasia untuk menangkap ‘yay bomber’, ujar Kuroi saat semua rekan-rekannya sudah berkumpul di markas. “Aku sudah mengupload video ini,” Kuroi menunjukkan sebuah video dari laptopnya. Video Daikan!



Rupanya Kuroi memaksa Daikan mengenakan kostum seperti cosplay di lab forensic, prof.Kenken. Baju itu adalah baju Kenken tahun lalu. Meski sebenarnya enggan, Daikan tidak bisa menolak permintaan Kuroi. Akhirnya dia terperangkap dalam kostum itu dan dipaska melakukan sesuatu. Mereka kemudian merekam semua ulah Daikan dalam balutan kostum superhero itu.



DoS Deka 8210



Ini untukmu, ‘yay bomber’. Kalau kau benci pada polisi, maka … rekaman sempat terhenti saat Daikan minta untuk melihat lagi tulisan yang sudah dipersiapkan oleh Ken dan Kuroi. Daikan kemudian mulai lagi. Kenapa tidak kau pasang saja bom di markas kepolisian? Menyesal sekali, semua orang dari divisi investigasi criminal di Kepolisian Aozora semuanya adalah orang bodoh. Kau pasti akan sukses! Aku akan menunggu kau mengupload video yang menunjukkan kesuksesanmu. Kalau tidak, artinya kau hanya baj****n pengecut! Aku akan menunggu.



“Apa maksudnya ‘orang bodoh’?!” protes det.Arisuga.



“Kuroi, apa kau sadar dengan yang lakukan? Kau baru saja memprovokasi si pelaku untuk melakukan kejahatan lain. Kuroi, kau sudah keterlaluan!” inspkt.Shirogane benar-benar kesal dengan ulah anak buahnya ini.



Tapi Kuroi menanggapinya dengan santai, “Jadi penguntit seorang gadis, melakukan pengeboman di tempat kencan, Oyamada ini adalah seorang yang benar-benar kekanak-kanakan. Dia pasti akan menangkap umpan ini.”



“Tarik kembali video ini!” perintah inspkt.Shirogane. “Aku tidak mau ambil resiko ini. Membuatnya memasang bom disini, aku tidak akan membiarkan kalian bekerja mempertaruhkan nyawa!”



Tapi kali ini det.Tokou yang ikut bicara. Ia ingin menengahi, “Jika kita tidak segera menangkap si pelaku, kasus pengeboman lain mungkin akan terjadi. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat dalam bahaya lain. Aku akan menangkap si pelaku ini dengan tanganku sendiri. Kumohon!” pinta det.Tokou.



DoS Deka 8211



Hari sudah larut. Para polisi masih duduk di meja masing-masing, menunggu. Tapi si ‘yay bomber’ ternyata tidak juga muncul. Saat yang lain mulai resah, hanya Kuroi yang duduk santai di kursinya.



“Chef, apa tidak sebaiknya hari ini kita pulang saja,” usul det.Arisuga.



DoS Deka 8212



Tapi usul itu tidak berlaku saat Ken, si pengantar makanan tiba-tiba datang. Ia mengeluarkan pesanan dari kotak pembawanya, pesanan milik det.Arisuga. Det.Arisuga heran, ia tidak merasa memesan makanan apapun.



“Mungkinkah?”



Para polisi mendadak waspada. Mereka mundur dari mangkok yang dibawa Ken.



“Ken, apa ada hal aneh saat kau datang kesini?” tanya det.Tokou



Ken berpikir. Ia ingat, tadi saat tiba di pintu gerbang, ia bertemu seorang polisi. Polisi itu meminta Ken untuk melapor dulu sementara dirinya memeriksa isi kotak makanan yang dibawa Ken. Meski heran, Ken menurut saja. Sementara ia pergi melapor, Ken meninggalkan kotak makanannya.



DoS Deka 8213



Kecurigaan semakin jelas. Para polisi menyingkir ke pojok. Sementara itu, det.Tokou membuka mangkok itu.



Panpakapan~ 150 mulai. Start!”



DoS Deka 8214



Mangkok itu yang dibawa Ken ternyata adalah sebuah bom. Saat tutupnya dibuka, otomatis penghitung waktu mundur di bom itu mulai berdetak. Waktunya tinggal 150 detik saja.



“Cepat panggil penjinak bom!”



“TIdak akan sempat!” timpal yang lain.



“Daikan, bertarung! Bertarung!” perintah Kuroi pada partnernya ini. Perintah Kuroi ini diiyakan juga oleh polisi yang lain. Mereka dengan sadis menyuruh si junior Daikan, untuk mengurusi bom itu.



Daikan akhirnya mengambil bom itu. Ia kembali membukanya meski dengan ketakutan. Pinpon. Jika bola menyentuh salah satu sisinya, akan meledak!



“Aku harus bagaimana?!” Daikan mulai frustasi memegang bom itu.



Sementara rekan-rekannya yang ketakutan berusaha menghindari dari satu sisi ke sisi lain. Waktu yang distel di bom itu terus berdetak.



“Potong kabelnya, merah atau biru!”



“Yang mana? Tanganku penuh!” Daikan makin panic. Kehebohan makin menjadi.



DoS Deka 8215



Sayangnya para polisi itu tidak tahu kalau ada orang lain yang asyik menyaksikan kehebohan mereka dari pintu. Pria itu memakai seragam polisi dan merekam kejadian di ruangan.



Tapi seseorang mengegetkan si pria, “Boom!” Kuroi Maya!



Pria yang tadi asyik merekam itu kaget dan jatuh ke lantai. Jatuhnya pria ini membuat perhatian seisi ruangan teralihkan. Inspkt.Shirogane mengenali pria ini sebagai Oyamada Akira. Sadar apa yang terjadi, inspkt.Shirogane menyuruh anak buahnya untuk melumpuhkan si Oyamada ini.



Tahu dirinya jadi incaran, Oyamada berusaha menghindari. Beberapa kali ia berlari dan berkelit dari kepungan para polisi. Oyamada tampak sangat girang, “Aku dapat sesuatu yang bagus! Polisi melarikan diri dari bom. Jika aku mengunggahnya, ini akan lebih menarik! Kalian semua bodoh!” tawa Oyamada semakin keras.



Setelah beberapa kali nyaris lolos, Oyamada akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh bantingan det.Tokou, “Oyamada Akira. Kau ditangkap karena kasus pengeboman!”



Tapi tawa Oyamada masih terus berlanjut. Seolah ia tidak peduli jika tangannya sudah terikat borgol, “Kita akan meledak berkeping-keping! Hahahaha!”



“Oyamada, yang mana?!” bentak inspkt.Shirogane.



“Yang mana ya … hahaha.”



DoS Deka 8216



Kuroi mendekai Oyamada yang sudah berhasil dilumpuhkan. Ia sendiri ikut-ikutan tertawa sambil merekam wajah Oyamada dengan sebuah kamera.



“Tenang saja, aku tidak akan mengunggah video ini. Aku hanya ingin merekamnya untuk pribadi.”



“Hentikan!” Oyamada kesal karena kali ini ia yang jadi obyek.



Mendengar Oyamada mengatakan hal itu, Kuroi justru tambah senang, “Wow! Ekspresi yang bagus! Berikan ekspresi seperti itu lagi! lagi! lagi!” Kuroi mulai menjalankan intimidasinya, padahal waktu di bom tinggal 70 detik lagi. “Seorang pria yang benci polisi, menyamar menjadi polisi lalu tertangkap. Itu akan jadi video yang menarik kan? Kau hanya iri pada orang-orang yang tampak hidup bahagia. Kau tertekan karena kau tidak pernah hidup tenang seperti mereka!”



“Kau salah!” Oyamada mulai terintimidasi.



“Kuroi-san … waktu di bom tinggal sedikit,” rengek Daikan.



“Aku belum selesai!” bentak Kuroi pada Daikan. Ia kembali beralih pada si Oyamada ini, “Kau mulai mengotori tanganmu dengan tindak criminal, kau mulai menguntit teman sekelasmu, Segami Marie-san. Dan akhirnya Marie-san ini mulai sadar, dia membencimu!”



“Kau bilang apa? Dia tertarik padaku! Dia ingin agar aku tetap mengejarnya, itulah kenapa dia sengaja mengindar!”



Pewaktu bom menunjukkn angka 20. Tinggal 20 detik lagi sebelum bom meledak.



“Pertama Marie-san bertemu denganmu, dia yakin saat itu. Diantara pria yang pernah ditemuinya, kalau perlu dibuat urutan pria yang tidak ingin dikencaninya, kau ada di urutan pertama! Apa kau bodoh?!”



DoS Deka 8217



“5 detik lagi, Kuroi-san!” ujar Daikan yang sudah pasrah. “Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”



Puas mengintimidasi Oyamada, Kuroi bangun. Ia mengeluarkan cemeti dari balik bajunya, mengarahkannya kepada Daikan dan memotong salah satu kabel yang ada di sana. Kabel pun terputus, pewaktu bom berhenti tepat pada angka 1. Daikan yang nyaris ‘meledak’ itu lemas di lantai.



DoS Deka 8218



“Jadi, alasan kau memotong kabel merah adalah karena ramalan?” Daikan tidak percaya kalau lolosnya dia dari maut akibat bom ternyata hanya keberuntungan saja.



“Itu warna keberuntunganku bulan ini,” ujar Kuroi santai. Seperti biasa, Kuroi makan bersama keluarga Daikan.



“Btw, kenapa kau ikut saran di sini juga, Kuroi-san?” protes Daikan.



Tapi ibu Daikan dan adiknya justru memberikan porsi makanan lebih banyak untuk Kuroi. Dan Daikan hanya mendapat sisanya.



“Kenapa tidak? Kuroi-san kan sudah seperti keluarga,” ujar ibu Daikan.



DoS Deka 8219



Ucapan ibu Daikan soal ‘keluarga’ ini membuat semuanya tercenung. Mereka terdiam.



“Maaf, soal ayahku,” ujar Kuroi perlahan. “Di masa lalu, kau dan ayahku … “



“Oh, kau dengar dari ayahmu? Benar, ayahnya Kuroi-san adalah mantan kekasihku,” ujar ibu Daikan dengan santainya. “Apa kalian kaget?”



Jawaban ibu Daikan ini justru membuat suasana makin tidak enak. Melihat ekspresi Kuroi, ibu Daikan sadar jika Kuroi juga tidak pernah tahu fakta ini tadinya.



Daikan ikut panic, “Mungkinkah … Kuroi-san dan aku adalah … saudara?”



Tidak hanya Daikan yang penasaran, Kuroi juga menyimak dengan wajah serius. Mereka semua menunggu jawaban ibu Daikan.



Ibu Daikan terdiam sebentar. Ia memandang Daikan dan Kuroi bergantian, “Apa kalian bodoh?!” ujarnya kemudian, mencairkan suasana.



Daikan dan Kuroi mengembuskan nafas lega. Itu artinya mereka bukan saudara. Daikan mencuri pandang ke arah Kuroi. Tahu diperhatikan, Kuroi mengambil makanan di depannya dan memasukkan ke dalam mulut. Ekspresi wajahnya kembali sengak seperti semula. (huaaaaa … sayangnya ini cerita detektif sih, jadi jangan harap bakalan ada love-line ya. penonton kecewa)



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Dos Deka episode 09 part 1



Picture and written by Kelana



FP: elangkelanadotnet, twitter : @elangkelana_net

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.