Sinopsis DoS Deka episode 09 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, cek juga di Dos Deka episode 09 part 1. Selamat membaca ^_^
Kasus kematian seorang pekerja part-time masih menyita perhatian Kuroi. Tidak ada yang aneh dari si korban, hingga diketahui jika korban adalah seorang cosplayer cantik yang dipuji sekaligus membuat iri banyak orang.
Kuroi lama tidak mampir dan makan malam di rumah keluarga Daikanyama. Tapi hari ini, Daikan berhasil menyeret Kuroi untuk datang. Alasan Kuroi enggan mampir karena merasa sungkan, setelah pengakuan ibu Daikan yang ternyata mantan kekasih ayah Kuroi saat mereka masih muda dulu.
“Kuroi-san, meski dia mantan kekasihku, ayahmu dan aku masih muda dan polos. Kami tidak melakukan apapun,” ibu Daikan mencoba menjelaskan.
Tapi Daikan dan adiknya, Kaori justru melirik sebal pada ibu mereka. Mereka heran dengan sikap ibu mereka yang dengan santai dan entengnya membahas masa lalunya sebagai mantan kekasih ayah Kuroi.
“Kuroi-san, ini pasti takdir. Takdir luar biasa. Kau tahu, dengan adamu disini, membuatku merasa nyaman.”
Alibi pria penguntit bertopi tengkorak, terbukti. Lalu alibi para gadis yang tidak suka pada korban Keida Chisato di event cosplay, juga terbukti. Mereka semua tidak bersalah. Investigasi akhirnya kembali ke awal lagi.
Det.Arisuga lalu punya ide agar mereka menyegarkan diri malam itu dengan minum. Ide itu disetuju para polisi yang lain juga. Saat itu inspkt.Shirogane baru saja datang. Saat diberi usul agar inspkt.Shirogane pulang dan istirahat, ia justru memutuskan untuk ikut minum juga. Bagaimana Kuroi? Para polisi berpikir jika Kuroi memilih pulang. Ternyata mereka salah! Kuroi juga memutuskan untuk ikut minum bersama mereka. Dua orang wanita ambisius ikut serta!
Rombongan tim investigasi satu akhirnya minum di sebuah kedai minum. Tapi, bukannya mendapatkan suasana nyaman dan santai, mereka justru dibuat tegang akibat perseteruan Kuroi dan inspkt.Shirogane. Keduanya saling mengejek dan menyalahkan terhadap menu yang dipesan. Det.Arisuga yang nyaris tidak tahan, bersiap pergi. Tapi ditahan oleh det.Tokou.
Belum cukup saling mengejek, atasan dan bawahan ini saling mengintimidasi atas pekerjaan mereka. Tapi, saat pelayan menanyakan pesanan minuman, keduanya memesan jenis minuman yang sama. Atasan dan bawahan yang saling mengerti, tapi terlalu gengsi mengakui satu sama lain.
Tidak lama setelahnya, seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Dia adalah Yura-san, informan yang biasa membantu investigasi Kuroi dan Daikan.
“Ternyata perusahaan mainana Galaxy Toys menarik kembali produk mereka, ham tangan dengan kode nomer AK00026 sampai AK00126,” lapor Yura-san.
Kuroi mengecek jam tangan yang didapatnya dari barang milik korban, Kaeida Chisato. Kode benda itu adalah AK00106, ada diantara barang yang ditarik kembali dari peredaran. Saat polisi yang lain bertanya soal siapa pelayan tadi, justru Daikan yang menjawabnya. Menurut Daikan, dia adalah seorang cosplayer legendaries. Dia bisa muncul sebagai siapa saja dan kapan saja.
Seperti biasa, Kuroi mengajak Daikan ke taman, tepatnya ke mainan berputar. Kuroi tidak menggubris protes Daikan, yang menyebut soal sudah minum banyak pada malam sebelumnya. Akhirnya Daikan harus menahan pusing dan mual menemani Kuroi berputar.
Tapi Daikan menyadari sesuatu dengan penampilan Kuroi hari itu, “Kuroi-san, pakaianmu hari ini transparan.”
“Diam!”
Daikan mulai memutar mainan itu. Sesosok tubuh yang ditemukan di kediamannya adalah seorang pekerja paruh waktu, Kaeida Chisato, 23 tahun. Penyebab kematian ditusuk di bagian dada. Uang dan barang-barangnya sama sekali tak tersentuh. Tapi, si pelaku mencari sesuatu di ruangannya. Orang pertama yang menemukan jasadnya adalah teman baiknya, Sumida Midori. Korban Chisato menitipkan sebuah barang pada temannya ini, jam tangan. Jam tangan itu adalah produk dari perusahaan Galaxy Toys. Dan si korban Chisato bekerja sebagai pekerja paruh waktu di perusahaan itu. Kenapa dia menitipkan benda itu pada temannya? Akhirnya diketahui jika jam tangan itu secara sengaja ditarik kembali.
“Stop!” pinta Kuroi kemudian. Ia turun dari mainan itu dan siap untuk lanjut.
Tapi Daikan sudah benar-benar kepayahan. Ia tertunduk di atas mainan itu, masih merasa pusing. Akhirnya Kuroi memberi saran agar Daikan memutarnya ke arah berlawanan. Dan saran Kuroi ini ternyata berhasil mengusir pusing dari kepala Daikan.
Daikan dan Kuroi menemui Kenken-sensei di lab-nya. Kenken-sensei menyebutkan, dari hasil investigasi, ternyata jam tangan itu berbahaya jika bersentuhan dengan mulut. Itulah kenapa perusahaan menarik benda itu secara rahasia, barang yang seharusnya tidak dijual.
“Pelakunya … orang yang mencoba mengambil bukti, jam ini dari ruangannya,” Kuroi mengerti. Ia pun mengajak Daikan pergi.
Kali ini Daikan kembali dibuat heran. Kenken-sensei bukanlah seorang ahli forensic, tapi ia bisa melakukan analisis forensic terhadap benda itu. Kenken-sensei tersenyum, ia mengatakan kalau dirinya menggunakan jalur khusus karena Kuroi tampak butuh informasi secara cepat. Sebuah jalur rahasia dari pintu belakang.
Det.Arisuga masih ada di markas. Ia masih membahas kasus kematian Kaeida Chisato ini. Investigasi mentok, itu artinya mereka harus mulai dari awal lagi. Melihat lagi dari sudut pandang si korban.
Mendengar itu, inspkt.Shirogane tersenyum. Ia mendapat ide dari ‘kembali ke awal’ dan ‘melihat dari sudut pandang korban’, “Aku mengerti!”
Sebuah surat datang ke kantor Galaxy Toys, untuk CEOnya. Tapi wajah sang CEO berubah kaget saat membaca surat itu. Ada apa?
Kemana inspkt.Shirogane dan det.Arisuga? Mereka kembali datang ke event cosplay. Tapi kali ini mereka juga mengenakan kostum cosplay. Det.Arisuga dengan pakaian ala siswa jaman dahulu lengkap dengan topinya. Lalu inspkt.Shirogane dengan pakaian khas seragam anak perempuan berkerah angkatan laut, lengkap dengan rambut kribo, lipstick hitam dan tongkat.
“Chief, jangan-jangan kau ‘Sukeban Deka’?” tebak det.Arisuga. (Sukeban Deka adalah detekttif berandalan. Sebuah acara tv yang tayang pada tahun 1987)
“Ada yang salah?” balas inspkt.Shirogane, sebal.
Det.Arisuga dan inspkt.Shirogane bertemu dengan duo Daikan-Kuroi. Kini Daikan dan Kuroi yang dibuat heran karena kedua rekannya itu berkostum aneh. Det.Arisuga beralasan kalau mereka melakukan investigasi rahasia. Tapi mereka kemudian bergabung saat melihat sosok cosplayer yang sama persis dengan dandangan cosplay Kaeida Chisato.
Tepat seperti dugaan Kuroi, cosplayer cantik itu rupanya menarik perhatian seorang pria, CEO Galaxy Toys. Dalam surat yang diterimanya, CEO Galaxy Toys diminta datang ke event cosplay karena dijanjikan akan dikembalikan jam tangan produk perusahaan itu.
Sang CEO dibuat kaget, karena seharusnya Kaeida Chisato sudah meninggal. Ia yakin persis, karena dirinyalah yang ternyata membunuh Kaeida Chisato. Tapi saat menggeledah rumahnya, ternyata jam tangan yang dicuri oleh Kaeida Chisato tidak ada.
“Aku sudah merekam semua yang kau katakan. Pengakuanmu yang telah membunuh Kaeida Chisato,” Kuroi muncul bersama cosplayer cantik itu, menunjukkan ponselnya yang digunakan untuk merekam. “Luar biasa kan, dia (si cosplayer) sangat mirip dengan orang itu (Kaeida Chisato).”
Flash back
Kuroi dan Daikan berada di lab Kenken-sensei. Seorang make-up artist sengaja didatangkan untuk merias teman korban Kaeida Chisato, Midori-san dengan dandanan cosplay yang sama persis dengan Kaeida Chisato. Dan hasilnya … benar-benar sama persis dan luar biasa.
Flash back selesai
Midori-san yang dimintai tolong oleh Daikan dan Kuroi untuk melakukan penyamaran ini nyaris menangis. Ia menatap tajam pada si CEO karena marah telah membunuh Kaeida Chisato.
Kuroi pun mengambil alih situasi, “Chisato-san mulai bekerja di kantormu. Ia kemudian menemukan jika cat yang digunakan dalam produk jam tangan itu mengandung zat berbahaya.”
Kaeida Chisato yang menemukan tentang fakta produk itu menemui sang CEO. Ia meminta CEO menarik produk itu dan meminta maaf secara langsung pada masyarakat. Desakan ini tidak membuat sang CEO senang. Sang CEO tidak mau jika publikasi produk itu nantinya justru akan merusak nama perusahaan. Ia lalu berpikir untuk membunuh Kaeida Chisato, untuk membungkamnya. Kaeida Chisato sadar jika dirinya bisa saja dalam bahaya. Oleh karena itu, ia menitipkan satu-satunya jam tangan produk perusahaan yang masih dimilikinya pada teman baiknya.
Kuroi melanjutkan, “Dengan cosplay, Chisato-san bisa menjadi orang lain. Dengan begitu, dia mengekspresikan dirinya. Bahkan bisa menjadi pahlawan keadilan. Tapi akhirnya, tanpa harus jadi siapapun, dia bisa mempertahankan rasa keadilan dalam dirinya sendiri. Dan kau membunuh orang seperti itu. Kau tidak bisa dimaafkan. Apa kau bodoh?!”
Inspkt.Shirogane bergabung di sebelah Kuroi. Ia mengacungkan tongkat yang dibawanya pada sang CEO.
Perkelahian tidak tereelakkan lagi. Para cosplayer yang lain segera menyingkir. Tinggal Kuroi dan inspkt.Shirogane yang menghadapi sang CEO.
“Daikan, apa ini tidak masalah?” tanya det.Arisuga di sebelah Daikan. “Bukannya kita harus bergabung juga?”
“Tunggu sebentar lagi. kata ‘fight’ akan segera muncul!” balas Daikan.
Kuroi mengeluarkan cemetinya. Beberapa kali ia menjatuhkan sang CEO. Tapi CEO itu bisa bangun lagi. inspkt.Shirogane juga menyerang si CEO ini. Aksi inspkt.Shirogane juga luar biasa. Ternyata dia adalah atlet anggar putri, yang pernah mengalahkan semua instruktur saat berada di akademi kepolisian dulu. Aksi kedua polisi wanita ini membuat Daikan dan det.Arisuga benar-benar takjub.
Setelah beberapa kali sempat tersudut, Kuroi dan inspkt.Shirogane berhasil melumpuhkan si CEO. Kuroi menyodorkan borgol dan meminta inspkt.Shirogane untuk menahannya.
“Kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan Kaeida Chisato!” ujar inpskt.Shirogane.
“Kata ‘fight’ tidak muncul,” komentar Daikan.
“Tapi kita sudah melihat sesuatu yang luar biasa kan?” det.Arisuga menanggapi.
“Chief Shirogane, terakhir tapi paling tidak … itu cocok denganmu!” puji Kuroi pada inspkt.Shirogane.
Markas heboh. Det.Arisuga menunjukkan foto inspkt.Shirogane dengan kostum cosplay-nya.
“Luar biasa!”
Det.Tokou mendekati inspkt.Shirogane yang duduk di taman kantor, “Aku melihat sesuatu yang luar biasa,” ceritanya.
Inspkt.Shirogane tersenyum, “Bukan apa-apa. Si korban membuatku memiliki keberanian. Seorang yang menyerahkan hidupnya demi keadilan. Sebagai seorang polisi, aku harus melindungi orang seperti itu. Itu alasan aku ingin jadi polisi.”
Kuroi kembali makan malam di rumah keluarga Daikan. Seperti biasa, ibu Daikan memasakkan banyak makanan untuk Kuroi, membuat Daikan kesal karena Cuma dapat sedikit. Seperti kemarin, ibu Daikan juga membuatkan untuk mereka ‘strawberry daifuku’
Daikan tetiba terpikir sesuatu, “Kuroi-san, aku memutuskan tidak akan kalah soal keberanian. Ah! Aku tahu, Kuroi-san memakai baju itu (hitam-hitam) karena itu membuatmu kuat. Kuroi-san, kau sebenarnya … detektif cosplayer?” tebak Daikan sambil memamerkan kedipan matanya.
Kuroi menatap kesal, “Apa kau bodoh?!” ujarnya lalu mengambil makanan dan kembali mengunyah.
BERSAMBUNG
Sampai jumpa lagi di Sinopsis Dos Deka episode 10 part 1
Picture and written by Kelana
FP: elangkelanadotnet twitter : @elangkelana_net