Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Senin, 31 Agustus 2015

SINOPSIS DoS Deka 06 part 2

Sinopsis DoS Deka episode 06 part 2. Ketinggalan? jangan khawatir. Kalian bisa cek juga bagian sebelumnya di Dos Deka episode 06 part 1. Selamat membaca ^_^



Korban pada kasus kali ini adalah seorang siswi sekolah prestisius yang ditemukan meninggal di semak dekat sungai. Dan penyelidikan berkembang hingga pada kasus pelecehan/gangguan/molester.



DoS Deka 6201



Seperti biasa, Kuroi memaksa Daikan memutar mainan di taman. Dan bersama berputarnya mainan itu, pikiran Kuroi pun satu per satu saling tertaut.



Jasad yang ditemukan di semak dekat sungai adalah Kawato Megumi, 17 tahun. Penyebab meninggal adalah luka serius di kepala yang dipercaya akibat jatuh dari tanggul. Tidak ada barang pribadinya yang hilang kecuali ponsel. Kawato Megumi diketahui mendapat uang dari para pria yang pernah melecehkannya. Ayah salah satu teman sekelasnya, Minakami Kana adalah molester juga. Wanita yang mengaku diganggu oleh ayah Minakami Kana bernama Ando Rie. Tiap kali menerima uang dari para molesternya, Kawato Megumi selalu bersama seseorang.



Dan kali ini, Kuroi pun mendapatkan ide, “Strategi angin utara dan matahari. Daikan-sama, kau ahli masalah ini kan?” ujarnya sambil tersenyum misterius menatap partnernya.



DoS Deka 6202



Kuroi dan Daikan kembali ke markas. Kuroi menyerahkan kantong kertas pada Daikan. Saat tahu apa isinya, Daikan langsung mencak-mencak dan menolaknya.



Tapi det.Hamada tiba-tiba muncul dan merebut kantong kertas itu, “Kalau Daikan tidak mau, aku yang akan melakukannya.”



Kuroi berpikir sebentar. Ia memandangi det.Hamada kemudian mengiyakannya.



DoS Deka 6203



Apa yang dilakukan? Ternyata Kuroi meminta det.Hamada berdandan ala wanita. Dan mereka ini akan melakukan rekontruksi ulang pada saat ayah Minakami Kana, Minamaki Toru-san naik kereta dan dituduh melakukan pelecehan pada seorang wanita bernama Ando Rie.



Kuroi mengatur posisi mereka sedemikian rupa. Ia pun membuat denah gambar di papan yang menunjukkan jarak dan keadaan jalan. Kuroi menyuruh keduanya berperan seolah benar-benar berada di kereta yang penuh sesak, “Perjalanan 1,3 km dari stasiun Harumine ke stasiun Mikaze-dai. 100 m dari keberangkatan, ada belokan tajam. Ayo lakukan!”



Daikan dan det.Hamada pun berperan seolah mereka ada dalam kereta yang berbelok. Tidak sengaja Daikan meringsek ke arah det.Hamada hingga menginjak sepatunya. Dan Kuroi pun meminta Daikan untuk memegang bagian belakang tubuh det.Hamada. det.Hamada juga sepertinya sangat menjiwai perannya, hingga teriakannya mirip wanita.



“Hei Daikan, berapa lama kau akan memegang itu?” tanya det.Hamada akhirnya.



Daikan sadar, tapi ternyata tangannya tidak bisa lepas.



“Ah. Ternyata di sakuku ada ini!” ujar Kuroi. Ia menunjukkan lem super kuat S yang membuat tangan Daikan menempel pada tubuh bagian belakang det.Hamada. (dasar jail!!!)



DoS Deka 6204



Rekontruksi dianggap selesai oleh Kuroi tepat saat inspkt.Shirogane kembali. Saat ditanya, Kuroi hanya mengatakan jika ia akan membereskan kekacauan itu nanti. Tapi Daikan dan det.Hamada yang masih berjuang saling memisahkan diri membuat keributan. Keduanya bersembunyi di belakang gorden.



“Mungkin tikus,” komentar Kuroi.



“Tikus?!” inspkt.Shirogane langsung merinding ketakutan dan naik ke atas kursi.



Tentu Kuroi makin senang karena punya mainan baru, “Chef, kau takut tikus?”



“Orang-orang juga membencinya!” elak inspkt.Shirogane cepat.



“Tapi kau memakai warna tikus,” ujar Kuroi lagi. “Ah lihat disini! Ada dua tikus besar!” Kuroi makin senang mempermainkan atasannya itu.



Saat itu Daikan dan det.Hamada berjuang keluar dari ruangan mereka. Keduanya masih berjalan dengan saling menempel.



“Sepertinya mereka sudah pergi,” komentar Kuroi kemudian.



DoS Deka 6205



Daikan pulang bersama Kuroi. Ia masih kesal karena insiden tadi, “Rekontruksi ulang membuktikan Minakami Toru 100% tidak mungkin melakukan pelecehan. Kuroi-san, kau sudah bisa menebaknya kan tanpa harus melakukan percobaan?” protes Daikan.



“Hm?”



Melihat wajah Kuroi, Daikan kembali mengkeret, “Ah itu. Itu bukan masalah besar untukku. Tapi bagi Hamada-san … Eh, kau mau kemana?” Daikan kembali ditinggal oleh Kuroi.



DoS Deka 6206



Kemana Kuroi dan Daikan? Ternyata mereka menuju sebuah bar. Disana keduanya melihat si wanita berambut kriting yang melaporkan molester. Nama wanita itu adalah Ando Rie. Tampak Ando-san ini tengah asyik minum dan bermesraan dengan seorang pria.



Kuroi melihat sekeliling. Ia menemukan sesuatu yang menarik. Sebuah CCTV yang terpasang di sebelah atas bar. Kuroi mendapatkan ide.



DoS Deka 6207



Pagi berikutnya markas dibuat heboh oleh det.Arisuga dan det.Nakane. Mereka berhasil menemukan manager tempat klub kencan yang sering didatangi korban Kawato Megumi.



Det.Arisuga menunjukkan sebuah foto, “Si manager meninggalkan kota dan kembali ke kampungnya untuk bertani. Saat malam kejadian, dia ada di ladang melindungi tanamannya dari cuaca buruk!” cerita det.Arisuga dengan bersemangat. Dia pun membawakan sejumlah hasil panen dan menunjukkannya pada inspkt.Shirogane.



“Det.Arisuga, ini apa-apaan?” inspkt.Shirogane mengacu pada foto yang ternyata berisi det.Arisuga, det.Nakane dan si manager yang memamerkan hasil tani mereka. “Kenapa kau malah melindungi hasil panen dan bukan memburu tersangka?!” ujarnya kesal.



Kekesalan inspkt.Shirogane masih berlanjut karena ia tidak melihat Kuroi maupun Daikan. Dan karena det.Hamada yang tahu dimana mereka, kali ini ia yang jadi sasarannya.



“Mereka ada di pengadilan. Katanya hari ini adalah sidang ayahnya Minakami Kana. Minakami Kana ini adalah teman sekelas Kawato Megumi,” ujar det. Hamada ketakutan.



DoS Deka 6208



Di pengadilan, sidang yang dimaksud sudah dimulai. Penggugat, Ando Rie mengatakan soal pelecehan yang ia alami saat si pria tertuduh memegang bagian tubuhnya di dalam kereta. Penggugat Ando-san mengaku jika penumpang lain yang ada saat itu di kereta juga menyaksikannya. Sementara itu, MInakami Kana hanya bisa memandangi ayahnya dengan sedih dari sisi ruang sidang.



DoS Deka 6209



Inspkt.Shirogane dan det.Arisuga menyusul Daikan-Kuroi ke pengadilan. Tapi saat baru saja mereka akan menginterogasi Daikan, Hakim meminta mereka untuk tenang. Inspkt.Shirogane dan det.Arisuga pun akhirnya menurut dan duduk di bangku.



Sidang dilanjutkan. Tim pembela tergugat mengatakan kalau mereka punya seorang pengacara khusus setelah melakukan interogasi dengan saksi. Dan saat itu Kuroi keluar memperkenalkan diri sebagai pengacara khusus.



“Dengan izin Hakim, meski mereka yang tidak punya latar belakang hukum juga bisa berdiri di pengadilan,” inspkt.Shirogane menjawab rasa penasaran atas kemunculan Kuroi yang tidak terduga ini. kali ini inspkt.Shirogane berbisik pada Daikan, “Apa yang sebenarnya kalian lakukan kali ini?”



Daikan mengkeret, “Ah itu … aku hanya tahu samar-samar.”



DoS Deka 6210



Sidang dilanjutkan.



Kali ini Kuroi yang mulai bicara pada penggugat, “Menurut pernyataan, sejak insiden pelecehan itu kau tidak lagi percaya pada pria. Kau bahkan mengunjungi dept.terapi medis.”



“Benar, itu karena aku sangat takut. Bahkan saat aku naik kereta … atau saat ada laki-laki, aku sudah ketakutan,” aku penggugat Ando Rie ini.



“Bohong!” sambar Kuroi cepat. Ia pun menunjukkan foto Ando Rie tengah asyik berpelukan dengan laki-laki dan minum bersama di sebuah bar. “Tapi ternyata kau minum dengan santainya bersama laki-laki tiap malam.”



“Keberatan!” pengacara penggugat pun angkat bicara. “Ini tidak ada hubungannya dengan kasus. Penggugat mengalami sendiri pelecehan—molester dan disaksikan banyak saksi mata.”



Saat itu Kuroi tidak melanjutkan ucapannya. Bahkan saat hakim menegurnya, Kuroi tetap diam. Hakim akhirnya memutuskan interogasi oleh Kuroi cukup sampai disana. Tampak sekilas penggugat Ando Rie tersenyum samar tanda kemenangan saat Hakim memintanya kembali duduk.



Tapi inspkt.Shirogane yang duduk menyimak tampak tidak terima, “Apa kau akan membiarkannya berakhir seperti ini, Kuroi?” geramnya membuat det.Arisuga dan Daikan menengok bersama.



DoS Deka 6211



“Stop!” suara keras Kuroi membuat semua kegiatan di ruang sidang terhenti. Ia pun meminta Daikan memutar sebuah video dan mengatakan jika video itu adalah video beberapa hari yang lalu.



Tampak dalam video adalah penggugat, Ando Rie. “Wajah kaget pria tua itu benar-benar luar biasa. Dia tertangkap oleh kejahatan yang tidak dilakukannya.” Kontan video ini membuat seluruh orang di ruang sidang kaget. Bahkan wajah penggugat, Ando Rie pun merah padam.



Kuroi melanjutkan kalimatnya, “Kau pernah melaporkan molester sebelumnya juga pada polisi kan? Meski awalnya tidak mengaku, tapi pria-pria itu akhirnya mengakuinya. Kau tidak bisa melupakan perasaan itu kan? Perasaan puas saat para pria itu mengakui kejahatan yang bahkan tidak mereka lakukan!”



DoS Deka 6212



Kemarahan Ando Rie akhirnya meledak. Ia tertawa sumbang, “Benar, aku memang tidak dilecehkan oleh pria itu atau oleh pria yang dituduh sebelumnya. Kalian semua pria adalah terburuk! Meski aku bisa melakukan segala hal, para pria di sekitarnya tidak mengakui hasil kerjaku. Dan alasannya karena aku wanita! Wanita yang punya kemampuan pun, tidak akan diakui oleh pria!”



Kuroi tertawa mendengar penuturan si penggugat itu, “Kau … sama sekali bukan wanita yang punya kemampuan.” Ia mulai mengintimidasi. “Kau ingat pekerjaan partime-mu di restoran saat kau masih sekolah? Baru tiga hari kau bekerja, dan kau sudah memecahkan 100 piring!”



“Itu salah mereka memakai barang murah yang mudah pecah!” elak Ando Rie cepat.



Tapi Kuroi masih lanjut, “Dan setelah itu, kau mulai bekerja di dapur sebuah café. Saat itu kau hanya diminta mengupas apel, tapi kau menghabiskan 30 menit untuk menerima perintah!”



“Itu salah kafe-nya, mereka punya pisau tumpul!” Ando Rie masih belum mau kalah.



“Bahkan setelah kau dapat pekerjaan,” lanjut Kuroi. “Kau menghapus bahan presentasi yang penting dan tidak sengaja membocorkan dokumen rahasia pada saingan bisnis dan masih banyak lainnya. Kau terus saja melakukan berbagai kesalahan. Tidakkah kau tahu? Alasan kau tidak dianggap bukan karena kau wanita. Itu karena kau memang orang yang payah. Apa kau bodoh?!” kalimat sakti Kuroi akhirnya keluar juga.



DoS Deka 6213



“Diam!” Ando Rie benar-benar marah. Ucapan hakim tidak didengarnya lagi. Ia membanting berkas-berkas di meja. Sejumlah polisi yang berusaha menenangkannya pun kewalahan. Ia kemudian mengambil penahan mic dan bersiap memukul. Kali ini sasarannya adalah Daikan.



Tapi sigap Kuroi bertindak. Ia mengerluarkan senjata andalannya, cemeti dan berhasil menjatuhkan Ando Rie, “Daikan-sama, tangkap dia!” perintahnya kemudian.



Daikan melingkarkan borgol ke tangan Ando Rie, “Pukul 2.16, tertangkap karena penganiayaan!”



Sementara yang lain sibuk mengurusi Ando Rie, Kuroi beralih pada hakim, “Hakim, silahkan keputusan anda!”



Hakim yang tadi kaget akhirnya bisa kembali menguasai diri, “Tergugat Minakami Toru, dinyatakan tidak bersalah!”



DoS Deka 6214



Det.Arisuga yang tadi ikut heboh menenangkan Ando Rie pun kembali ke bangkunya. Ia sumringah menemui atasannya inspkt.Shirogane, “Chef, seperti perkiraan, Kuroi tidak diam saja. Dengan ini, harga diri dept.investigasi criminal tetap aman.”



“Jadi, ini sidang siapa sebenarnya?”



DoS Deka 6215



Daikan dan Kuroi keluar dari ruang sidang. Daikan memuji Kuroi yang hebat karena berhasil menyelamatkan seorang yang tidak bersalah. Dan di hadapan mereka ternyata sudah ada ayah dan anak, Minakami.



“Terimakasih selalu mempercayaiku,” ujar Minakami Toru-san pada putrinya, Kana.



“Tentu saja. Karena ini semua salahku,” sesal Kana kemudian.



DoS Deka 6216



Det.Arisuga dan inspkt.Shirogane pun bergabung keluar dari ruang sidang. Disana ia menyaksikan sesuatu yang tidak terduga.



Minakami Kana mendekati Kuroi dan Daikan, “Detective-san, ini ponsel Megumi. Akulah yang telah membunuh Kawato Megumi,” aku Kana akhirnya.



DoS Deka 6217



Dalam interogasi, Kana mengaku jika selama ini dialah yang selalu bersama Megumi saat gadis itu meminta uang dari para molesternya. Kana tidak bisa menolak karena Megumi tahu kelamahannya. Tapi ternyata ayahnya sendiri justru tertangkap oleh kasus molester. Kana percaya papanya tidak melakukan kejahatan itu dan semua yang terjadi adalah karena salahnya. Kana berniat mengaku pada polisi soal semua yang dilakukannya dengan Megumi, tapi Megumi tidak mau. Keduanya bertengkar di tanggul dekat sungai. Saat itu, Megumi tidak sengaja tergelincir dan terjatuh ke bawah.



Tapi senyum sarkas Kuroi yang justru muncul, “Kalau kau mau melarikan diri, kau bisa saja melakukannya. Mengancam orang seperti yang kau lakukan dengan Megumi berbeda dengan membiarkan seseorang meninggal.”



“Tapi yang percaya pada papa Cuma aku!” protes Kana.



“Kau menunggu papamu? Tentu saja! Hari itu keluarga Megumi juga menunggu putri mereka yang tidak akan pernah kembali. Tanpa tahu jika putri mereka ditinggalkan begitu saja di dekat sungai. Pada akhirnya kau Cuma memikirkan dirimu sendiri dan keluargamu. Itu kejahatan tak termaafkan! Dan kau harus menanggung rasa bersalah ini seumur hidupmu! Apa kau bodoh?!” bentak Kuroi.



Kana hanya bisa menangis dimarahi seperti itu oleh Kuroi. Kuroi pun beranjak pergi.



Tapi, di pintu keluar Kuroi berhenti, “Paling tidak, kau masih punya seseorang yang menunggumu.”



DoS Deka 6218



Seperti biasanya, inspkt.Shirogane menghabiskan sore untuk minum dan duduk bersama det.Tokou.



“Itu tidak mungkin kan? Setelah ayahnya dinyatakan tidak bersalah, Minakami Kana akan menyerahkan diri. Jadi itu yang dilihat Kuroi. Aku berlebihan ya?” curhat inspkt.Shirogane.



“Chef, Kuroi-lah yang beruntung. Bos-nya mampu melihat semuanya. Dia memiliki bos yang luar biasa!” puji det.Tokou.



DoS Deka 6219



Seperti biasa, Kuroi makan malam bersama keluarga Daikan. Kali ini ia menanyai adik Daikan, Kaori soal molester.



“Kuroi-san, kenapa kau bertanya seperti itu? Kau pasti pernah mengalaminya juga kan?” tapi melihat ekspresi wajah Kuroi, Kaori kaget, “Kau belum pernah mengalaminya?!”



Ekspresi Kuroi berubah, “Memang kenapa kalau belum pernah, apa salah? Tapi, aku juga ingin bertemu mereka sesekali. Saat itu terjadi … “



“Tidak ada yang mau bertemu mereka para molester,” ujar Daikan.



Kuroi manyun oleh komentar Daikan ini.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 07 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Sabtu, 29 Agustus 2015

SINOPSIS DoS Deka 06 part 1

Sinopsis DOS Deka episode 06 part 1. Buat yang ketinggalan, bisa juga cek bagian sebelumnya di DoS Deka episode 05 part 1 dan DoS Deka episode 05 part 2. Kasus apa lagi ya, yang kali ini harus dihadapi Daikan dan Kuroi?



DoS Deka 6101



Kasus baru muncul. Kali ini korbannya adalah seorang siswi sekolah prestisius yang berusia 17 tahun. Para polisi menyesalkan gadis ini yang meninggal di usia masih sangat muda, tanpa tahu banyak hal tentang kehidupan.



“Paling tidak dia tidak harus hidup seperti orang itu,” ujar det.Arisuga. Ia melanjutkan kalimatnya, “Seorang yang menghabiskan waktunya dengan belajar di sekolah dan bergabung di masyarakat tanpa punya pengalaman soal cinta. Dan karena dia mekar terlambat, dia masih sendiri di usianya yang sudah empatpuluhan.”



“Apa kau membicarakanku?” tegur inspkt.Shirogane yang baru saja datang.



Tanpa sadar det.Arisuga mengatakan ‘iya’. Tapi ia buru-buru meralatnya. Wajahnya berubah ketakutan melihat atasannya itu. Dan akhirnya ia berjuang menjelaskan pada inspkt.Shirogane tentang maksudnya sebenarnya.



DoS Deka 6102



Inspkt.Shirogane tidak mau menanggapinya terlalu jauh, “Laporan singkat!”



Korban adalah Kawato Megumi, 17 tahun. Siswi kelas 2 di SMA wanita Victoria. Kemungkinan waktu kematian adalah dua hari yang lalu antara pukul 9 malam hingga tengah malam. Tubuhnya ditemukan di semak pinggir sungai, bukan tempat yang biasa dikunjungi siswi SMA. Pada pakaiannya yang berantakan ada bekas benturan batu. Meski dompet dan uangnya utuh, tapi ponselnya tidak ditemukan. Ada kemungkinan diambil. Berdasarkan otopsi, kematian disebabkan oleh luka fatal di kepala.



Inspkt.Shirogane memerintahkan anak buahnya untuk mencari saksi mata saat kematian dan menanyai semua kenalan si korban. Saat membahas soal menanyai sekolah si korban, para polisi itu saling berebut menawarkan diri, lantaran SMA Victoria terkenal sebagai sekolah dengan banyak gadis cantik.



Tapi inspkt.SHirogane berpikiran lain,” Det.Kuroi, kau yang bertugas menanyai sekolah SMA Victoria!”



“Dimengerti!” Kuroi tidak banyak protes. Ia pun mengajak Daikan untuk turut serta.



Jelas hal tidak biasa ini menjadi perbincangan para polisi yang lain. Inspkt.Shirogane yang tidak biasanya memberikan tugas pada Kuroi, kali ini memintanya tanpa ragu-ragu. Pun Kuroi yang langsung mengiyakan begitu saja tugasnya ini.



DoS Deka 6103



Seperti biasa, Daikan mengekor Kuroi. Tapi kali ini ia merasa ada yang aneh, “Kuroi-san, ada apa? Apa ada yang salah? Jangan bilang, jiwamu diambil oleh alien?” tanya Daikan asal.



Kuroi melihat ke arah rekannya ini dengan sinis, “Apa kau bodoh?”



DoS Deka 6104



Belum cukup kecurigaan Daikan, kali ini ia menemukan hal yang kembali membuatnya terkejut. Sensei yang menemui Daikan dan Kuroi … persis seperti inspkt.Shirogane. Daikan berpikir jika ia kembaran inspkt.Shirogane atau saudara yang lama terpisah. Jelas ini disanggah oleh si sensei.



“Soal Kawato Megumi, tidak ada yang khusus dari dia. Dia adalah siswi yang tenang dan rajin. Dia tidak pernah membuat masalah, seperti kamu!” ujar si sensei ini.



“Sudah lama kan, Kuroi Maya-san?” sapa sensei.



“Aku merasa terhormat karena anda masih mengingat nama lengkapku, konselor Komatsubara Tetsuko-sensei,” balas Kuroi.



Tadinya Daikan belum mengerti. Tapi ia kemudian paham jika ternyata Kuroi adalah alumni dari sekolah ini, SMA Victoria. Ia pun akhirnya paham kenapa inspkt.Shirogane yang menugaskan Kuroi untuk datang ke sekolah ini.



DoS Deka 6105



Kuroi mulai intimidasinya, “Sensei, apa kau masih ingat. Tujuh tahun silam, suatu hari, seorang siswa terlalu sibuk belajar untuk ujian akhir hingga ia mengabaikan aturan sekolah. Dia membiarkan poni rambutnya tumbuh menutupi alisnya. Dan kau … langsung memotongnya.”



“Hal seperti itu biasa terjadi. Bagaimanapun itu aturan sekolah, jadi kau yang salah!”



Kedua wanita ini mulai saling mengintimidasi. Daikan yang sedikit banyak sudah paham situasi seperti ini, mencoba mendinginkan dan meminta mereka membahas korban Megumi. Tapi sepertinya jeritan Daikan sama seperti angin lalu saja.



Kuroi merasa tidak senang kalah, “Sepertinya kekasihmu mengambil semua tabungan yang kau kumpulkan tiap tahun baru kan? Dan pria yang kau kencani setelah itu semuanya adalah sampah. Merasa tidak beruntung dalam cinta, kau tumpahkan pada siswamu. Tapi sebenarnya, bukan karena kau tidak beruntung. Itu karena … kau mengencani semua orang tidak berguna itu demi mendapatkan kekasih tampan.”



Tidak menyangka jika semua rahasianya terungkat seperti itu, sensei pun langsung depresi, “Jadi semua salahku? Tabunganku diambil, dan bahkan nyaris menjual tanah warisan, itu semua salahku?”



Kuroi sendiri kaget, jika ternyata sudah sejauh itu, “Seburuk itu?” Kuroi pun buru-buru mengakhiri intimidasinya. “Jadi, bisakah kita bicara tentang korban Kawato Megumi lagi?” (benar-benar nggak ngerti situasi nih anak deh, iuuuh)



DoS Deka 6106



Kembali ke markas. Laporan hasil investigasi.



Belakangan Kawato Megumi sering datang terlambat karena dia berurusan dengan molester (pengganggu. Biasanya mereka ini pria yang suka iseng memegang bagian tubuh wanita alias pria cabul). Selain itu, salah satu teman sekelasnya juga sudah lama tidak masuk sekolah.



Daikan protes pada Kuroi. Kalau saja tadi Kuroi tidak membuat sensei depresi, mungkin mereka juga bisa dapat informasi lebih banyak. Kali ini giliran Daikan yang sibuk menanyai apakah inspkt.Shirogane punya kembaran atau tidak.



Laporan dilanjutkan. Pada hari kejadian, Megumi pulang dari sekolah dan tiba di rumah sekitar pukul 6.30 malam. Pada pukul 7, dia keluar rumah untuk mengikuti kelas balet. Kelas balet harusnya berakhir pada 9.20. Megumi bilang dia pergi ke minimarket sebentar dan meninggalkan rumah lagi. Ponsel yang tidak ada di TKP, juga tidak ada di rumahnya. Selain itu, guru baletnya mengatakan jika peran Megumi sebagai ‘black swan’—angsa hitam. (dalam banyak pertunjukkan seperti balet, peran angsa hitam biasanya dianggap peran paling penting atau peran utama). Ada kemungkinan Megumi melakukan segala hal untuk menyingkirkan rivalnya. Ada kalanya hingga merebut kekasih orang, dan menyebabkan tekanan psikologis pada yang lain.



Selain itu, ditemukan juga kartu anggota club kencan dalam barang-barang milik Megumi. Megumi terdaftar sebagai anggota dalam klub kencan tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dia kencan di klub dengan pria paruh baya untuk mendapatkan uang saku. Lalu ditemukan juga dalam catatan rekening bank-nya.



“Jumlahnya terlalu banyak kalau hanya dari klub kencan,” komentar inspkt.Shirogane melihat daftar di rekening itu.



Kontan saja det.Arisuga berpikiran yang tidak-tidak. Ia berpikir jika inspkt.Shirogane punya pengalaman dengan klub kencan. Hal yang tentu saja disanggah cepat oleh inspkt.Shirogane.



Kuroi rupanya tidak ikut heboh bersama yang lain. Ia asyik memeriksa berkas-berkas kasus Kawato Megumi ini, sampai inspkt.Shirogane bertanya soal apa yang ia temukan dalam investigasi tadi.



“Kawato Megumi sering diganggu molester di kereta saat berangkat ke sekolah,” ujar Kuroi singkat.



DoS Deka 6107



Kuroi dan Daikan mengunjungi stasiun tempat biasa korban Megumi lewat untuk berangkat sekolah. Saat ditunjukkan fotonya, petugas stasiun langsung mengenali gadis itu.



“Oh dia gadis dari sekolah prestisius itu. Dia menangkap molester. Karena si molester minta maaf, dia pun memaafkannya dan tidak melaporkannya pada polisi. Dia gadis yang baik kan?” ujar petugas stasiun.



Tidak hanya satu tempat yang dikunjungi Daikan dan Kuroi. Mereka juga mendatangi stasiun lain. Dan jawaban serupa juga didapat dari para petugas stasiun. Kawato Megumi menangkap molester, tapi melarang mereka melapor pada polisi.



DoS Deka 6108



Puas menginterogasi, Kuroi berdiri di depan stasiun. Ia masih asyik memandangi foto Kawato Megumi ini.



“Megumi tidak melaporkan sekalipun kasus molester ini. Mungkinkah dia mengasihani mereka semua?” tanya Daikan iseng.



Tapi pikiran Kuroi tidak kesana, “Black swan,” gumamnya. Ia pun beranjak pergi.



DoS Deka 6109



Seperti biasa, Kuroi menemui informannya. Kali ini si informan menyamar sebagai penjual barang-barang perawatan tubuh.



“Si korban Kawato Megumi mendapatkan uang dari para molesternya. Lebih dari dua juta yen dari sepuluh pria selama enam bulan belakangan.



“Jadi maksudnya, dia mengancam mereka (para pria, molester) itu?” Daikan menyimpulkan.



Informan melanjutkan ucapannya, “Ini kontak dari kesepuluh pria itu. Tiap kali menerima uang, dia (Megumi) selalu datang bersama seseorang.”



DoS Deka 6110



Kembali ke markas. Penyelidikan berkembang dengan ditemukannya kesepuluh pria yang dituduh sebagai molester Kawato Megumi. Memang sedikit aneh, menjadi korban gangguan—molester oleh orang sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu.



“Semua pria ini memberikan uang pada Kawato Megumi. Apa artinya dia sengaja diganggu dengan tujuan mendapatkan uang?”



“Jadi, dia memang sengaja minta diganggu?”



Inspkt.Shirogane masih menunggu laporan Kuroi, “Det.Kuroi, dia mulai bertemu dengan para molester ini sejak enam bulan kan?”



Inspkt.Shirogane menunjukkan rekening tabungan Kawato Megumi. Jumlahnya bertambah drastic sejak enam bulan silam. Artinya, jumlah yang sangat banyak di saldo tabungannya sejak enam bulan silam bukan berasal dari klub kencan, tapi dari para pria yang diperasnya karena kasus molester ini. Inspkt.Shirogane pun memerintahkan timnya untuk menginterogasi seluruh pria pengganggu itu.



DoS Deka 6111



Investigasi pertama dilakukan oleh det.Nakane dan det.Hamada. Saat tahu keduanya polisi yang menunjukkan foto Kawato Megumi, si molester bernama Machida Kazunori itu buru-buru melarikan diri meski akhirnya tertangkap.



Di markas, inspkt.Shirogane dan det.Tokou juga menginterogasi seorang pria molester, “Dia (Kawato Megumi) datang ke tempat kerjamu dan kau terpaksa harus mentransfer sejumlah uang padanya kan?”



“Ya. Dia mengancam akan mengatakan apa yang kulakukan pada keluarga dan rekan kerjaku,” aku si pria itu ketakutan.



DoS Deka 6112



Kemana Kuroi? Alih-alih menginterogasi para molester, Kuroi justru mengajak Daikan menuju tempat lain. Mereka tiba di sebuah pemukiman. Dari sebuah rumah, muncul seorang gadis berambut pendek yang berjalan cepat. Kuroi dan Daikan pun mengikuti gadis itu.



Hingga malam, mereka terus mengikuti gadis itu. Di sebuah persimpangan, gadis berambut pendek itu berhenti. Ia menunggu sesuatu. Saat ada sebuah mobil berhenti dan dua penumpang keluar, gadis itu mengambil gambar dua penumpang tadi.



Daikan kaget dengan ulah gadis berambut pendek ini. Tapi ia hanya bisa mengungkapkan rasa penasarannya pada Kuroi, “Kuroi-san, siapa dia?”



“Dia adalah teman sekelas Kawato Megumi yang sudah beberapa lama tidak masuk sekolah.”



DoS Deka 6113



Hasil investigasi terhadap para molester menunjukkan jika kesepuluh pria molester ini punya alibi pada malam kejadian terbunuhnya Kawato Megumi. Itu artinya para molester ini tidak ada hubungannya dengan kasus kematian Kawato Megumi. Penyelidikan kembali mentok.



Tapi rupanya det.Arisuga punya informasi lain. Saat ia datang ke klub kencan, ternyata klub kencan itu sudah tutup. Selain itu, managernya, Kurata juga menghilang. Menurut mantan karyawan disana, Kawato Megumi sering minta uang tambahan dari para pelanggan. Karenanya, Kawato Megumi sering terlihat bertengkar dengan manager Kurata. Mendapatkan informasi ini, inspkt.Shirogane pun memerintahkan untuk segera mencari tahu keberadaan si manager ini.



DoS Deka 6114



Sementara rekan-rekannya yang lain bubar untuk melanjutkan investigasi, Kuroi masih asyik di kursinya dan membaca berkas investigasi lainnya.



Daikan membaca berkas itu. Seorang pria bernama Minakami Toru (45) dituduh mengganggu (molester). Dia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Daikan membatin, “Minakami Toru?”



“Ayah dari teman sekelas Kawato Megumi, Minakami Kana (gadis berambut pendek),” ujar Kuroi menjawab pertanyaan Daikan.



Pria ini, Minakami-san ditangkap dengan tuduhan molester. Sementara itu, teman sekelasnya Kawato Megumi justru mengambil kesempatan untuk memeras para molesternya.



“Ini bukan kebetulan sederhana kan, Kuroi-san?” Daikan mulai nyambung.



Kuroi memandang ke arah partnernya itu, penuh harap.



“Atau, ini hanya kebetulan?” (dudulnya Daikan kembali, errrrr)



DoS Deka 6115



Kuroi dan Daikan mengunjungi Kenken di lab. Saat itu Kenken tengah asyik mewarnai kukunya dengan cat warna cerah. Daikan menegurnya, apa tidak masalah seorang dokter memakai cat kuku seperti itu. Tapi Kenken menanggapinya dengan cuek saja.



“Kenken, bagaimana dengan serat yang ditemukan di bawah kuku Kawato Megumi?” tanya Kuroi.



“Itu sesuai dengan kain yang digunakan sebagai seragam SMA Victoria,” ujar Kenken.



“Tapi saat itu, Kawati Megumi tidak mengenakan seragamnya,” elak Kuroi. “Serat kain di bawah kuku?”



“Bukankah itu bisa saat menggaruk seragammu setelah digigit serangga?” Daikan ikut nimbrung.



Tapi Kenken tidak sependapat, “Tidak. Jika itu digaruk dengan cepat, serat tidak akan tertinggal terlalu dalam di kuku.”



“Terimakasih Kenken,” ujar Kuroi kemudian. Ia pun mengajak Daikan pergi.



DoS Deka 6116



Si gadis berambut pendek, Minakami Kana masih mengikuti wanita yang pernah ia ambil gambarnya beberapa malam sebelumnya. Tapi si wanita keriting memergoki si gadis ini. Ia memaksa Minakami Kana untuk mengaku.



“Papa tidak mungkin melakukannya. Papa tidak mungkin jadi molester!” teriak Kana akhirnya.



“Apa ada masalah?” tanya Kuroi yang mendekat bersama Daikan dengan menunjukkan identitas polisinya.



“Ah polisi. Waktu yang tepat. Gadis ini penguntit,” ujar si wanita keriting. “Anaknya penguntit, ayahnya molester.”



“Papa tidak mungkin melakukan itu!” tegas Minakami Kana lagi.



“Huh? Kau bilang apa? Ayahmu itu molester. Kakiku dipegangnya, jadi aku benar-benar yakin. Kalau begitu, urus anak ini!” pinta si wanita berambut kriting pada kedua polisi dan ia sendiri beranjak pergi.



DoS Deka 6117



Daikan dan Kuroi pun mengajak si gadis ini bicara di tempat lain.



“Ayahku tidak mungkin mengganggu orang lain. Aku yakin benar,” ujar Minakami Kana lagi.



“Dasar apa yang kau punya?” pancing Kuroi. Tapi gadis itu tampak kebingungan. “Atau dasar apa yang membuatmu yakin kalau ayahmu tidak melakukannya? Atau mungkin … ayahmu dituduh menjadi molester dengan sengaja?” tembak Kuroi.



Wajah Kana berubah kaget. Kuroi mengerti jika tebakannya tepat. Tidak mau ditanyai lebih panjang lagi, Kana pun buru-buru pamit pergi.



DoS Deka 6118



Di rumah, adik Daikan, Kaori tengah membantu ibunya. Tapi rupanya ini cara supaya ibunya memberikan izin padanya untuk bisa datang ke konser akhir minggu nanti. Sementara itu Kuroi memandangi dengan iri keintiman dan keakraban ibu dan anak tadi.



Kaori tersenyum sumringah di depan kakaknya. Dia mengatakan soal strategi angin utara dan matahari. (nggak usah dijelaskan. Intinya sih, ambil hati ibu dan kau akan dapatkan apa yang kau mau)



Daikan merasa jika ide adiknya ini menarik. Ia pun mencobanya, “Ibu, ibu … apa bahumu terasa pegal? Pastinya … “ Daika pun memijat bahu ibunya supaya bisa merajuk.



“Kakak juga melakukannya,” komentar Kaori sambil berbisik pada Kuroi yang masih memperhatikan semua yang terjadi di rumah keluarga itu. (poor Kuroi. Sepertinya dia tumbuh tidak di keluarga sehangat keluarga Daikan. Jadi ngerasa iri gitu ya)



DoS Deka 6119



Pagi berikutnya, Daikan dan Kuroi sudah nongkrong di atas mainan berputar.



“Kuroi-san, haruskah kita melakukan ini?” rajuk Daikan.



“Kalau begitu, bagaimana dengan ini?” Kuroi menunjukkan poster kereta rumah hantu yang langsung membuat Daikan mengkeret ketakutan.



“Tidak, tidak! Aku lebih menyukai ini!” ujarnya kemudian. Daikan tidak punya pilihan lain selain memutar mainan itu untuk Kuroi.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 06 part 2.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Rabu, 19 Agustus 2015

SINOPSIS Perfect Insider 07 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 07 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, bisa cek juga di Perfect Insider episode 02 part 1 . Enjoy minna ^_^



Jasad seorang wanita, Kamikura Yuko ditemukan di sebuah lab. Menyusul jasad tanpa kepala juga ditemukan di tempat lain. Tidak jauh dari jasad kedua, ditemukan juga seorang pria yang tidak sadarkan diri, dia Terabayashi Koji.



Perfect Insider 7106



Det.Ukai menunjukkan foto jasad Asuka pada Terabayashi yang dirawat di rumah sakit. Dengan mudah Terabayashi-san mengenali foto itu sebagai Asuka-san, padahal tidak tampak wajahnya. Terabayashi kaget dan heran, ia tidak tahu yang terjadi pada Asuka-san si cosplayer cantik itu. Det.Ukai menjelaskan jika jasad tanpa kepala milik Asuka-san ditempukan di ruangan yang sama saat mereka menemukan Terabayashi yang tidak sadarkan diri.



“Sekarang kami sedang menyelidikinya. Yang lebih penting dari itu, Terabayashi-san. Bagaimana kau tahu itu Asuka-san, hanya dengan melihat foto tanpa wajah ini?” tanya det.Ukai



Terabayashi-san tampak berpikir, “Oh, itu karena... bentuk kaki dan tangannya. Aku membuat karakter tokoh, jadi aku memperhatikan bentuk tubuh manusia.”



Det.Ukai meragukan pengakuan Terabayashi itu. Saat diberitahu soal kasus pembunuhan di lab dengan korban Kamikura Yuko, Terabayashi juga terkejut mendengarnya.



Perfect Insider 7102



“Bagaimana pendapatmu, Saikawa-sensei?”



Saikawa-sensei tampak berpikir keras, “Jika dua kejadian ini dilakukan oleh penjahat yang sama, pelaku pasti hanya tertarik dengan kepala Asuka-san. Pelaku pasti penggemar Asuka-san. Tapi kenapa pembunuh, yang mampu memotong kepala manusia, meninggalkan Terabayashi-san hidup-hidup? Itu pertanyaan besar.” Saikawa-sensei pun mencurigai Terabayashi yang ditemukan tidak sadarkan diri di dekat jasad tanpa kepala.



“Detektif Ukai, bisakah kau bantu aku bertemu dengan Terabayashi-san?” bujuk Moe.



Det.Ukai jelas tidak mengijinkannya. Moe melancarkan bujukannya. Ia berkedip sok manis di depat Det.Ukai. Satu kali, dua kali, bahkan hingga empat kali, det.Ukai rupanya sudah lebih tahan godaan untuk tidak selalu mengabulkan permintaan Moe.



Perfect Insider 7103



Saat itu prof.Kawashima bergabung. Ia datang untuk pamit pergi. Det.Ukai memperkenalkan Moe dan Saikawa-sensei pada prof.Kawashima.



Saikawa-sensei rupanya tertarik pada model pesawat yang ada di ruangan itu, “Prof.Kawashima, apa ini kau yang membuatnya?”



Prof.Kawashima mengiyakan pertanyaan Saikawa-sensei itu. Ia juga mengatakan jika membuat model itu adalah hobinya.



“Kau tidak membuat karakter tokoh seperti Terabayashi-san?” Moe ikut bertanya.



“Kau tahu karakter tokoh bukan model.”



“Apa bedanya?” lanjut Saikawa-sensei.



Prof.Kawashima mulai menjelaskan, “Hanya sesuatu yang diciptakan manusia yang bisa menjadi model. Manusia, hewan, dan tumbuhan tidak bisa jadi model. Bukan berusaha menyamai bentuk model. Itu pikiran dan tindakan orang yang menciptakan bentuk aslinya. Misalnya, pesawat ini ditiru secara rinci, bahkan mesin didalamnya. Tapi kau tidak bisa meniru organ dalam karakter tokoh, kan? Itu bukan model. Itu hanya sebuah boneka.”



Perfect Insider 7104



Moe menemui Daigobo-san yang tengah asyik mengambil gambar yang ada di festival. Ia bertanya soal prof.Kawashima.



“Dia pemodel kawakan dengan spesialisasi pesawat terbang. Sangat terkenal di komunitas kami. Aku telah membuat sebuah artikel wawancara dengannya untuk majalah pemodel sebelumnya, tapi aku tidak menyukainya. Dia memandang rendah karakter tokoh. Dia bilang itu hanya mainan. Itu hanya tentang nilai rasa. Mungkin berpikir membangun karakter tokoh untuk kehidupan adalah tindakan yang mulia. Dunia pemodel cukup mendalam. Tapi aku harus katakan pernyataannya tentang 'boneka' benar. Karena membuat karakter tokoh semuanya tentang kekhususan bentuk manusia. Lihat semua ini! semua indah bukan?” Daigobo-san menjelaskan panjang lebar.



Tapi sepertinya Moe belum benar-benar bisa memahaminya. Ia kemudian ingat sesuatu, “Oh, Yasutomo-san. Aku sudah punya kostum yang ingin aku pinjam.”



Perfect Insider 7105



Seorang perawat dengan masker berjalan mendekati ruangan Terabayashi-san. Kedua polisi yang berjaga disana melarangnya masuk. Tapi saat si perawat minta izin untuk memeriksa Terabayashi-san, ia pun akhirnya diijinkan masuk.



Perawat itu ternyata Moe. Rupanya ia meminjam kostum perawat pada Daigobo-san untuk bisa menemui Terabayashi di rumah sakit. “Terabayashi-san. Senang bertemu denganmu, namaku Nishinosono Moe. Aku sepupu Daigobo Yasutomo-san. Aku menyamar untuk bertemu denganmu. Gila kan?”



Terabayashi dibuat kaget dengan kemunculan wanita dengan pakaian perawat di depannya ini, “Kenapa kau melakukan itu?”



Moe mendekat dan bicara sedikit berbisik, “Terabayashi-san, sekarang polisi sedang mempertimbangkan kaulah pelakunya. Tapi aku tidak setuju. Jadi aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi”



“Tapi...kenapa kau?” Terabayashi-san masih belum mengerti.



“Kau mungkin tidak mengerti tapi ini hobiku. Aku hanya melakukan apa yang aku suka. Aku yakin itu sama seperti pemodel model bangunan,” ujar Moe meyakinkan.



“Aku mengerti. Maka aku kira tidak ada cara merasionalkan itu,” komentar Terabayashi-san akhirnya.



Perfect Insider 7106



Moe mengambil kursi di dekat Terabayashi-san. Ia pun mengeluarkan catatan dan pulpennya, siap menulis.



Saat ditanya tentang Kamikura Yuko, Terabayashi tidak yakin apa hubungannya. Ia mengaku jika sering bertemu, keluar bersama, nonton film, dll, tapi tidak yakin jika mereka kencan dan menjadi sepasang kekasih. Saat ditanya siapa yang mungkin membunuh Kamikura Yuko, Terabayashi juga tidak bisa menduga siapapun.



“Apa kau pikir mungkin prof.Kawashima?” tembak Moe. “Prof. Kawashima orang terakhir yang menyaksikan Kamikura-san hidup dan yang pertama menemukan mayatnya.”



Tapi menurut Terabayashi-san, tidak mungkin prof.Kawashima melakukan hal itu. Terabayashi-san juga berpikir jika kepala korban kedua, Asuka-san diambil karena pelaku memang menginginkannya. Ia sendiri mengaku jika kadang ingin melakukan hal itu (memotong dan mengambil kepala manusia). “Tapi ada perbedaan besar antara melakukannya dengan tidak. Ada batas antara normal dengan abnormal.”



Moe masih belum puas. Ia membahas Terabayashi yang ternyata memiliki sejumlah karakter hanya kepala saja, di rumahnya. Terabayashi mengaku jika ada banyak orang yang juga memiliki karakter seperti itu. Ia mengaku jika orang pertama yang memberitahukan soal karakter kepala itu adalah Tsutsumi Kiyoto.



“Kau kenal dengan adiknya, Asuka-san?” tanya Moe saat Terabayashi mulai membahas kakak beradik Tsutsumi itu.



“Ya. Asuka-san bahkan tidak bicara padaku tapi Kiyoto-kun teman yang baik,” aku Terabayashi. Terabayashi juga mengaku kalau ia pernah bercerita soal karakter kepala pada prof.Kawashima secara tidak sengaja.



Polisi yang berada di luar merasa aneh karena perawat terlalu lama. Saat memeriksa masuk, Moe buru-buru mengatakan kalau ia hampir selesai. Tidak punya waktu banyak, Moe menuliskan nomer yang bisa dihubungi dan menyerahkannya pada Terabayashi. Moe pun beranjak pergi dari ruangan itu.



“Permisi, tapi... Nishinosono-san, kau pikir aku pelakunya?”



Pertanyaan Terabayashi-san itu menghentikan langkah Moe. Ia pun berbalik, “Aku pikir tidak. Kau mengingatkan aku pada guruku. Untuk beberapa alasan.”Perfect Insider 7107





Pagi berikutnya, giliran para mahasiswa yang diwawancarai oleh Moe. Menurut mereka, prof.Kawashima dan korban Kamikura Yuko pernah punya hubungan sampai 6 bulan yang lalu. Kamikura Yuko kemudian meninggalkan prof.Kawashima karena Terabayashi-san. Sepertinya prof.Kawashima cemburu pada sikap Kamikura Yuko ini. Bahkan ada rumor beredar jika prof.Kawashima suka mengganggu Kamikuro Yuko karena dendam.



Sayangnya, mereka tidak tahu kalau prof.Kawashima yang lewat secara tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka. prof.Kawashima tampak kecewa, lalu beranjak pergi.



Perfect Insider 7108



Moe kembali ke kampus dengan gembira. Ia berniat membagi hasil penyelidikannya pada Saikawa-sensei saat kemudian dibuat kecewa karena dosennya itu tidak ada di tempat. Di kursi Saikawa-sensei justru ada si wartawan cantik, Gido Setsuko-san.



“Kenapa kau di sini, Gido-san?” tanya Moe kemudian.



“Aku datang untuk menanyakan pendapat Sohei-kun tentang peristiwa itu tapi dia harus keluar dari kantor Aku akan kembali lain waktu.” Gido-san mengambil tasnya lalu berjalan di samping Moe, “Kalau begitu, sampaikan salamku pada Sohei-kun, kau mau kan?” lalu beranjak keluar.



Moe kesal luar biasa pada si wartawan cantik ini. Ia pun menyusul keluar. Tapi Moe dibuat kaget saat melihat Gido-san yang tanpa ragu melompat ke pelukan Saikawa-sensei di depannya. Kali ini Moe benar-benar marah.



Perfect Insider 7109



Moe kembali masuk ke ruangan Saikawa-sensei. Saikawa-sensei yang beru kembali melihat Moe disana.



“Kau menyamar untuk menemui Terabayashi-san kan? Daigobo menelponku. Dia bilang kau datang untuk meminjam kostum perawat,” tegur Saikawa-sensei.



“Itu bukan urusanmu,” ujar Moe ketus. Ia pun beranjak membuat minuman.



“Well, kau benar. Tapi sebagai dosen yang bertanggung jawab, aku tidak bisa mengabaikan perilaku sembrono mahasiswaku---“



“Mahasiswamu?” ujar Moe sinis. “Tolong jangan menambah masalah pada laporanku. Karena aku sudah menemukan jawabannya. Aku sudah pecahkan masalahnya.”



Saikawa-sensei masih belum mengerti apa yang terjadi, “Hmm? Kenapa kau marah?” (jadi, kalau masih bilang cowok itu nggak peka, mungkin perlu konfirmasi lagi ya. Kebanyakan cowok belum tentu ngerti situasi, kecuali dijelaskan secara gamblang dengan kata-kata, hahahaha #Baper)



Perfect Insider 7110



Moe duduk di kursi dengan minuman di tangan, “Pelakunya Prof.Kawashima. Prof.Kawashima memiliki hubungan dengan Kamikura Yuko-san. Tapi Kamikura-san justru dekat dengan Terabayashi-san. Jadi prof.Kawashima cemburu dan membuat rencana membunuh Kamikura-san lalu menjatuhkan kesalahan pada Terabayashi-san.”



“Rencana seperti apa?”



“Malam itu ketika Terabayashi-san dan Kamikura-san bertemu di lab, Prof.Kawashima pergi ke ruang umum, untuk melaksanakan rencananya. Dan seperti rencana, dia memukul Terabayashi-san sampai pingsan lalu mengambil seluruh kunci termasuk kunci lab. Tapi hal tak terduga terjadi. Tsutsumi Asuka-san melihatnya. Secara insting Prof.Kawashima membunuh Asuka-san, untuk menutup mulutnya. Dalam kondisi ekstrim ini, Prof.Kawashima berusaha keras mencari jalan keluar agar terhindar dari hukuman. Dan jawaban yang muncul adalah dengan memotong kepala Asuka-san. Dengan demikian dia bisa mempengaruhi polisi untuk berpikir bahwa kejahatan ini dilakukan oleh Terabayashi-san, sang pemodel karakter tokoh dan Asuka-san si pemuja.”



Perfect Insider 7111



Moe melanjutkan penjelasannya, “Dia tahu bahwa akan lebih baik menjebak Terabayashi-san sebagai penjahat aneh. Prof.Kawashima memotong kepala Asuka-san di ruang tunggu. Lalu mengunci pintu dari dalam dengan kunci milik Terabayashi-san. Setelah menyembunyikan kepala di suatu tempat, dia bergegas ke lab di universitas dan membunuh Kamikura-san seperti rencana awal. Dia mengunci pintu lab dengan kunci yang diambilnya dari Terabayashi-san. Kunci ditinggal di dalam mobil Terabayashi-san. Setelah itu, dia pergi ke ruang penjaga untuk meminjam kunci lab dan berpura-pura menemukan tubuh Kamikura-san dan memanggil polisi. Keesokan harinya dia menjatuhkan kunci ruang tunggu di pintu masuk. Begitulah dia menciptakan situasi tidak menguntungkan bagi Terabayashi-san. Itu saja. Bagaimana menurutmu?”



Perfect Insider 7112



Saikawa-sensei tampak berpikir, “Menarik. Pikiran bahwa pelaku memotong kepala Asuka-san untuk membuatnya terlihat seperti kejahatan Terabayashi-san harus aku akui, memang unik. Tapi apa kau pikir, ide seseorang bisa langsung muncul seketika dalam situasi ekstrim dengan membuat rencana yang salah seperti menyerang Terabayashi-san dengan senjata tumpul dan mengambil kunci? Dan dimana dia mendapat alat yang digunakannya untuk memotong kepala? Tidak wajar berpikir bahwa Prof.Kawashima membawa kapak dari awal. Karena dari awal dia tidak bermaksud menggunakan benda itu. Dia harus mendapatkannya dari suatu tempat setelah membunuh Asuka-san Menurut perkiraan waktu kematian, perbedaan waktu kematian antara Asuka-san dan Kamikura-san hanya satu jam. Tidak mudah mengambil sesuatu seperti kapak kan?”



“Kau tidak akan menemukannya di toko, aku kira,” komentar Moe.



“Aku ragu apakah dia sanggup mendapatkan kapak memotong kepala dan membawanya keluar dalam waktu yang singkat,” lanjut Saikawa-sensei.



“Aku pikir aku sudah benar,” Moe tampak kecewa karena hipotesisnya itu dipatahkan sang dosen.



“Aku pikir itu benar-benar membentuk hipotesis. Dalam hal waktu memang sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Maka itu bisa jadi Prof.Kawashima. Mungkin kita harus melihat ini dengan cara sederhana. Bagaimana pelaku menciptakan situasi ruangan-terkunci? Apakah ada hubungan antara kedua peristiwa? Pertanyaan ini tidak penting di sini. Lalu apa yang kau pikir penting? Yang harus kita perhatikan adalah kejadian pertama, dimana kepala Tsutsumi Asuka-san terpotong. Mayat tanpa kepala dan pelakunya ada di dalam ruangan yang sama. Itu teori terbesar dari kasus ini,” ujar Saikawa-sensei lagi.



Saikawa-sensei kemudian beranjak bangun dan membereskan barang-barangnya. Saat ditanya, ia mengatakan kalau ada janji makan malam. “Jadi, apa yang membuatmu begitu marah?” Saikawa-sensei masih penasaran.



Amarah Moe yang sempat mereda kini meradang lagi, “Silakan menikmati makan malammu,” ujarnya dengan ketus.



Perfect Insider 7113



Karena insiden pembunuhan yang terjadi, festival pemodel Yokohama pun dibatalkan. Moe bukannya pulang, justru kembali ke festival pemodel itu.



Moe mengendap-endang menuju ruangan tempat jasad Asuka ditemukan. Ia melihat sosok tubuh tergeletak di tempat yang sama dengan posisi Asuka. Saat didekati, sosok itu masih lengkap, tidak terpotong kepalanya, ditambah lagi dia justru bernyanyi. Orang aneh itu pun bangun dan membuat Moe ketakutan. Merasa ada bahaya, Moe pun langsung pergi.



Moe berhasil mencapai lift. Ia berusaha menutup lift dengan cepat. Sayangnya ia terlambat saat sebuah tangan menghentikan pintu lift itu. Pria aneh itu, Tsutsumi Kiyoto masuk ke dalamnya.



“Apakah sekarang kau free?” tanya Kiyoto-san. “Apa kau mau menemaniku?”



Moe mengkeret, “Um... menemanimu melakukan apa?”



“Apa yang kau ingin lakukan?” tanya Kiyota-san balik.



“Kalau cuma ngobrol? OK,” ujar Moe lagi.



“Kau yakin? Aku bisa membicarakan kematian adikku, tidak apa-apa, kan?”



Perfect Insider 7114



Kemana Saikawa-sensei? Ternyata ia punya janji makan malam dengan si wartawan, Gido Setsuko. Gido-san memanfaatkan kesempatan itu untuk membahas kasus yang terjadi. Ia menunjukkan majalah dengan halaman yang membahas tentang Tsutsumi Kiyoto.



“Aku pikir pria ini mencurigakan. Bagaimana menurutmu, Sohei-kun?” tanya Gido-san. “Tsutsumi Kiyoto telah menghasilkan banyak karya, menggunakan wanita sebagai subjeknya. Seperti ini dan ini. Tapi aku bertanya-tanya apa dia benar-benar seorang seniman? Maniak model manusia, yang tidak bisa lagi memuaskan dirinya dengan karakter tokoh biasa. Jika kau melihatnya dari sudut itu, dia bisa berbahaya.



Saikawa-sensei mendengarkan ide Gido-san ini. Ia tampak memikirkannya.



Perfect Insider 7115



Moe diajak oleh Kiyoto-san ke studio tempatnya bekerja. Disana ada sangat banyak model, dan sebagian besar berbentuk wanita. Kiyoto-san mempersilahkan Moe mengambil minuman sendiri di lemari es sementara dirinya sudah telanjang dan bersiap mandi. Kiyoto-san mengaku tertarik pada Moe karena bentuknya mirip dengan adiknya, Asuka-san. Moe tampak tidak nyaman dengan sikap Kiyoto-san ini. Ia pun mendekati lemari es yang ada di ujung ruangan, ada bekas warna merah di gagang pintunya.



Moe mencoba memecahkan kecanggungan ini, “Apa kau dapat ide siapa pelakunya?”



“Polisi menanyakan hal yang sama padaku, tapi aku tidak punya ide,” aku Kiyoto-san.



Moe membahas pembunuhan yang juga terjadi di lab universitas. Kedua kasus pembunuhan ini terjadi pada waktu nyaris bersamaan. Ada kemungkinan kedua kasus ini berhubungan. Saat disinggung soal korban Kamikura Yuko, Kiyoto-san mengaku tidak mengenalnya.



Perfect Insider 7116



Kiyoto-san bangun dari bak mandinya dan menawari Moe bir yang langsung ditolak oleh Moe. Moe benar-benar tidak nyaman karena keadaan telanjang Kiyoto-san ini, dan memintanya memakai baju.



Moe mengalihkan pembicaraan lagi. Ia ingin menguak lebih banyak soal Kiyoto-san. Kiyoto-san mengaku sudah membuat model sejak kecil. Model plastik, diorama dan karakter tokoh, yang kemudian menjadi pekerjaannya sekarang.



“Aku benar-benar tidak bisa kembali lagi. Pria dibuat oleh wanita, kau tahu?” lanjut Kiyoto-san lagi.



Moe tidak mengerti apa maksudnya. Kiyoto-san lalu meminta izin Moe untuk mengambil beberapa gambarnya. Ia mengaku ingin membuat model berdasarkan tubuh Moe. Moe yang ketakutan mina izin untuk pulang, tapi Kiyoto-san kembali menahannya.



“Izinkan aku menunjukkan sesuatu yang bagus. Karena kau datang kesini, dan kita belum melakukan upacara pemakaman adikku.”



Perfect Insider 7117



“Oke, mari kita mulai. Asuka dulu suka ini, aku akan membuat pengecualian dan menunjukkannya padamu!”



Kiyoto-san lalu mengambil remot dan memencet tombolnya. Sebuah tumpukan botol yang ada di tengah ruangan dipenuhi lampu. Tapi botol-botol itu kelamaan terlempar satu per satu ke seluruh ruangan. Salah satunya mengenai Moe dan meninggalkan bekar berwarna merah di baju Moe. Tapi Kiyoto-san tampak sangat senang dan menikmati momen itu.



Moe semakin ketakutan. Ia pun mundur ke dinding. Moe menabrak permukaan kaca. Saat berbalik, Moe dibuat kaget dengan bentuk yang ada di dalam kotak kaca itu. Sosok Asuka-san tampak jelas dan nyata ada di dalam kotak kaca itu.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis Perfect Insider episode 08 part 1



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.