SINOPSIS Dos Deka episode 04 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, sila cek juga di Sinopsis DoS Deka episode 04 part 1. Suka chemistery-nya Kuroi-Daikan. Kalau ada love-line diantara mereka justru aneh ya, hehehe
Bagian sebelumnya …
Seorang anak berusia 8 tahun, Maya diculik. Tapi, penculik ternyata hanya minta uang tebusan sedikit. Selain itu, anjing milik Maya juga bernama Maya. Ada terlalu banyak Maya membuat Kuroi terlibat jauh lebih dalam. Berhasilkah mereka menyelesaikan kasus penculikan kali ini?
“Kuroi-san, kali ini aku akan langsung mulai dengan kecepatan tinggi!” ujar Daikan saat keduanya seperti biasa sudah ada di taman.
Satu per satu fakta di otak Kuroi bermunculan. Gadis kecil yang diculik adalah Mashima Maya, 8 tahun. Setelah kejadian, sebuah surat ditemukan di kotak surat keluarganya. Di dalamnya, uang tebusan yang diminta hanya 100.000 yen. Keluarga Mashima juga punya anjing, namanya juga Maya. Ada banyak kasus hilang di sekitar kediaman keluarga Mashima beberapa waktu belakangan. Kuroi Maya, si anjing Maya, gadis yang diculik, Maya. Tiba-tiba saja Kuroi minta berhenti.
“Kuroi-san, kau mendapatkan sesuatu?” tanya Daikan sumringah melihat senyum Kuroi.
Kuroi pun turun dari mainan itu. Tapi, berbeda dari biasanya, kali ini Kuroi tampak sempoyongan, “Semp-purna.”
Saat kembali ke markas, Kuroi dan Daikan langsung disemprot oleh inspkt.Shirogane karena tidak segera kembali. Tapi, dengan santainya Kuroi justru mengatakan kalau ia sudah memecahkan misteri jumlah uang tebusan yang diminta.
“Jumlah 100.000 yen yang diminta oleh penculik tidak salah atau untuk mengacaikan investigasi. Sejak awal, mereka memang hanya minta 100.000 yen,” ujar Kuroi.
“Ide aneh lagi? Menculik seorang anak hanya untuk 100.000 yen, siapa yang mau ambil resiko seperti itu?! Bahkan lebih mudah mencopet dompet pria tua kaya!”
Tapi Kuroi tidak terpengaruh oleh ucapan inspkt.Shirogane. Ia mulai penjelasannya, “Uang itu bukan uang tebusan, tapi harga anjing,” ujar Kuroi membuat seisi markas semakin bingung. Kuroi melanjutkan. “Mashima Maya-chan diculik, sebenarnya tujuan utama mereka adalah si anjing, Maya.”
“Bahkan nama anjingnya juga Maya? Aku pikir kau akan mengatakan hal berguna!” protes inspkt.Shirogane.
Jadi, kedua penculik itu sebenarnya adalah penculik anjing. Setelah anjing diculik, mereka mengirimkan surat kepada pemiliknya dan meminta sejumlah uang. Setelah beberapa hari, mereka memberi tahu si pemilik anjing untuk mengambil anjing mereka di taman bersama dengan sejumlah uang yang diminta. Penculik juga mengingatkan pemilik anjing untuk tidak lapor polisi, atau anjing mereka akan diculik lagi. Setelah si pemilik anjing mengambil anjingnya kembali, si penculik tinggal mengambil uang yang ditinggalkan disana. Saat si anjing ditemukan, penculik selalu menyertakan surat dengan catatan tentang keadaan si anjing.
“Meski mereka punya nama yang sama, bagaimana si penculik bisa salah menculik seorang anak alih-alih anjingnya?” protes yang lain.
“Lalu siapa penculiknya?” tanya inspkt.Shirogane.
“Aku masih belum tahu,” ujar Kuroi.
Inspkt.Shirogane menghembuskan nafas, kesal. Ia berpikir ada hal berguna yang bisa diberikan Kuroi, ternyata tidak. Dia lalu meminta para anggotanya untuk kembali bergerak, karena prioritas utama mereka saat ini adalah menyelamatkan Mashima Maya-chan. Mereka akan mendatangi pria yang pernah terkait kasus penculikan sebelumnya.
Ketika yang lain bubar, Kuroi masih bertahan di markas. Ia memperhatikan peta yang sudah banyak ditandai di papan. Kuroi mengeluarkan peta lain dari sakunya, yang juga telah ditandai dengan jalur Mashima Maya biasa pulang sekolah. Ada beberapa kesamaan disana.
Kuroi menemukan sesuatu. Ia membuat lingkaran di area yang sudah ditandai, ternyata radiusnya terbatas,” Ayo!” ujarnya kemudian tanpa memberikan penjelasan apapun pada Daikan.
“Ini, Mayaya. Aku sudah mengekstrak aroma dari orang yang memegang kertas ini lima kali,” ujar ahli forensic yang dipanggil Kenken itu. “Dan ini memo yang disertakan saat anjing yang hilang ditemukan.”
“Terimakasih, Kenken,” ujar Kuroi senang. Tapi ia masih tidak memberikan penjelasan apapun pada Daikan.
“Anda bahkan bisa melakukan ini?” Daikan takjub.
“Tentu saja. Apa kau tertarik padaku?” goda Kenken pada Daikan.
Wajah Daikan menegang. Ia buru-buru pamit pergi saat Kuroi mengajaknya.
Daikan meminjam lagi si anjing Maya untuk diajak serta.
“Aku lupa. Semua Maya itu jenius,” ujar Kuroi. Ia pun mendekatkan cairan yang tadi diberikan Kenken pada hidung si anjing Maya.
Daikan akhirnya paham maksud Kuroi, “Yang bilang kalau anjing Maya tidak bisa melakukan ini (melacak dengan penciuman) karena dia bukan anjing polisi, adalah kau kan, Kuroi-san?” sindir Daikan.
“Kau tidak tahu, hidung anjing itu luar biasa. Apalagi kalau berhubungan dengan aroma pecinta anjing, penciumannya bisa luar biasa,” ujar Kuroi sambil tersenyum. (ucapannya sama persis sama yang diucapkan Daikan kemarennya, hadeuh)
Daikan masih belum puas, “Tapi itu kan aroma si pelaku. Bagaimana kau tahu kalau pelakunya itu pecinta anjing?”
Tapi Kuroi tidak menjawab pertanyaan Daikan ini. Ia justru menyerahkan tali anjing Maya dan menyuruh Daikan berjalan di depan mengikutinya. Seperti dugaan, anjing Maya membawa mereka ke telepon umum yang diketahui sebagai sumber panggilan ke rumah keluarga Mashima. Tempatnya sesuai dengan dalam peta yang mereka tandai. Mereka masih terus mengikuti anjing Maya. Kali ini si anjing justru bertengkar dengan anjing lain. Dan saat Daikan memanggil si anjing Maya, Kuroi tetap bereaksi kaget seperti biasanya. Setelah berjalan lagi, si anjing Maya justru makan makanan sampah. Daikan kesal dan mulai memarahi si anjing Maya itu.
Setelah berkeliling, Daikan, Kuroi dan anjing Maya akhirnya tiba di sebuah tempat yang ternyata toko cukur yang telah tutup. Seperti biasa, Kuroi menyuruh Daikan untuk maju lebih dulu. Daikan pun menurut. Di depan pintu, ia menemukan sebuah benda yang mencurigakan. Cemeti milik Maya-chan.
“Ukurannya sangat sesuai untuk anak kecil,” puji Kuroi melihat benda itu.
Sementara itu di dalam, Maya-chan sedang heboh. Dia membuka dan membalik barang-barang di sekitarnya. Rupanya Maya-chan kehilangan cemetinya.
Salah seorang penculik baru kembali dari luar dan membawakan makanan pesanan Maya-chan. Ia bilang kalau di luar ada dua orang yang mencurigakan sedang mengamati tempat mereka.
“Orang aneh?” Maya-chan langsung bereaksi. Ia meminta para penculik itu untuk menunduk sementara dirinya naik ke punggung mereka. Maya-chan mengintip dari jendela, dan melihat dua orang aneh yang dimaksud. Salah satunya memegang cemetinya sementara yang lain sedang menelepon. “Ini buruk!” keluh Maya-chan.
Inspkt.Shirogane bersama det.Tokou dan det.Arisuga sudah tiba di rumah pria yang terlibat dalam kasus penculikan sebelumnya. Tapi, belum sempat mereka masuk, inspkt.SHirogane dihubungi Kuroi. Kuroi mengatakan soal penemuan cemeti milik Maya-chan dan meminta mereka menuju tempat yang ia sebutkan.
Saat itu det.Tokou dan det.Arisuga sudah akan masuk rumah si pria. Tapi inspkt.Shirogane buru-buru mencegah mereka dan mengatakan jika mereka hanya melakukan patrol rutin. Kedua rekannya ini yang bingung ini pun hanya bisa menuruti inspkt.Shirogane untuk pergi dari sana.
Inspkt.Shirogane bersama yang lain akhirnya bergabung dengan Daikan dan Kuroi. Area itu bahkan sudah dibatasi dengan pita polisi. Orang tua Mashima Maya pun ikut bergabung disana.
“Jangan bergerak! Tidakkah kalian peduli dengan anak ini? kalau kalian maju selangkah pun, kami tidak tanggung anak ini lagi. Siapkan mobil untuk kami pergi, baru kami akan mengembalikan anak ini!” ujar suara penculik.
“Kami akan menuruti mau kalian, asal jangan sakiti Maya-chan!” ujar inspkt.Shirogane.
Kuroi memamerkan senyum misteriusnya seperti biasa. Ia pun menyeret ayah Maya-chan ke depan gedung itu.
Kuroi berdiri tegak, percaya diri, “Hei, kau bisa dengar aku kan? Namaku juga Maya.”
“Kuroi-san, ini bukan waktu untuk perkenalan,” Daikan mencoba mengingatkan.
Tapi Kuroi cuek saja dan melanjutkan bicaranya, “Maya-chan, seperti keinginanmu, aku sudah membawanya. Papamu. Kau ingin membalasnya kan? Kau melarikan diri dari rumah kan? Untuk membalas papamu. Kau memanfaatkan para penculik anjing.”
Maya-chan akhirnya bersuara, “Itu karena papa benci aku kan? Itulah kenapa kau beri nama si anjing dengan Maya juga. Dengan begitu, kau pikir kau bisa merawat si anjing Maya itu lebih dekat, dibanding aku kan?” tuduh si Maya kecil ini. “Kau pikir, aku tidak tahu itu? Atau malah, dengan si anjing Maya itu, kau tidak butuh aku lagi!”
Tuan Mashima kaget dengan ucapan putrinya itu, “Tidak mungkin aku tidak membutuhkanmu! Aku hanya … sedikit … sedikit khawatir. Aku takut padamu. Kau mengosongkan botol whiskey berhargaku dan menggantinya dengan teh kan? Ada lebih dari 30 botol dan tidak tersisa satupun. Apa orang normal yang akan melakukan itu?”
Maya menanggapi protes ayahnya itu tidak mau kalah, “Minum alcohol terlalu banyak meracuni tubuh!”
“Bagaimana dengan itu? Koleksi rekamanku yang berharga, kau dan si anjing Maya menggunakannya sebagai Frisbee,” protes tuan Mashima lagi. (Frisbee ini kayaknya semacam mainan gitu, biasa dipakai buat maen bareng anjing)
“Kau tidak pernah mendengarkannya,” ujar Maya tidak mau kalah.
“Aku mendengarkannya, saat kau tidur,” elak tuan Mashima.
“Bohong! Papa mengoleksi rekaman saat mabuk. Sama dengan whiskey. Kau bahkan tidak suka whiskey. Kau hanya seperti orang yang terobsesi pada whiskey. Papa yang seperti itu, aku benci!”
“Apa benar dia baru 8 tahun?” para polisi di luar mengobrolkan soal Maya.
“Dia memiliki pemikiran seperti orang dewasa, dan bisa menggunakannya,” ujar yang lain.
“Gadis itu … si Maya kecil,” komentar inspkt.Shirogane. (nggak yakin sama kalimatnya ini sih. Tapi sepertinya mengacu pada Kuroi Maya. Jadi mungkin si Maya kecil ini juga mirip masa kecilnya Kuroi Maya dulu)
Di dalam, para penculik berusaha mengingatkan Maya-chan. Mereka mengatakan jika sebenci apapun ia pada ayahnya, dia tetap ayahnya.
Mendengar obrolan ayah dan anak itu, Kuroi tersenyum misterius seperti biasanya, “Apa kau bodoh? Kau benar-benar menyayangi ayahmu kan?” tembak Kuroi tepat sasaran. “Aku tahu gadis sepertimu. Gadis itu tidak akan membully orang yang dia benci. Semua yang kau lakukan adalah bukti kau sayang pada papamu. Karena ini dari Maya pada Maya, jadi tidak akan salah.” (ecieeee … si Kuroi curhat nih. Dia menceritakan dirinya sendiri. Dan kalau selama ini dia hobby banget ngebully Daikan, artinya dia sayang donk ama si Daikan ini ya? hmmm)
Maya-chan pun keluar dari gedung itu, “Itu tidak benar!”
Melihat putrinya keluar dalam keadaan selamat, tuan Mashima langsung menghambur dan memeluk si Maya-chan ini.
Sementara itu, para penculik diam-diam keluar dari gedung itu. Padahal inspkt.Shirogane sudah menyuruh anak buahnya untuk menyerbu masuk.
Melihat sasaran hampir lolos, Kuroi mengeluarkan cemetinya. Ia mengayunkan cemeti itu dan membuat kedua penculik itu jatuh. Pada polisi segera menghambur untuk menangkap mereka.
“Namaku Inuzaka Yuichi, tolong jangan kasar padaku,” ujar si penculik.
Inspkt.Shirogane menunjukan pesan-pesan yang ditemukan pada anjing yang kembali dari diculik, “Para pemilik anjing bersyukur padamu. Tiap kali kau mengembalikan anjing mereka, kau meninggalkan pesan.” (dalam pesan-pesan itu disebutkan beberapa hal yang disukai atau dibenci oleh si anjing) “Apa yang sebenarnya mau kau lakukan? Menertawakan mereka?”
“Tidak. Aku bisa memahami anjing.”
“Itu bisa dimengerti,” Kuroi ikut nimbrung. “Kau pikir aku akan percaya? Anjing-anjing itu jadi mainan para pemiliknya. Hanya aku yang bisa bicara pada mereka? Apa kau bodoh? Kau yang bisa memahami anjing?” bukannya membela Kuroi justru semakin memojokkan pria ini. “Kau sudah merusak hidup damai mereka. Meski suatu saat kau ditangkap polisi, tidak akan ada banyak hukuman karena menculik anjing. Kau berpikir begitu?” sindir Kuroi semakin sadis.
“Kuroi-san, bisakah kali ini kita biarkan saja?” pinta Daikan mengingatkan.
“Penjahat menjijikan sepertimu, anjing saja tidak mau makan!” Kuroi mengakhiri ucapannya.
Inspkt.Shirogane menarik nafas, kesal, “Kasus apa ini sebenarnya?”
Maya-chan akhirnya kembali bersama orang tuanya. Tapi, melihat Kuroi, ia tampak tidak suka. Ia bahkan tidak mau mengucapkan terimakasih pada Kuroi.
Tuan Mashima menghentikan langkah putrinya itu, “Alasan aku memberi nama anjing itu dengan Maya, karena aku ingin bisa terus memanggil nama favoritku itu terus menerus.”
Maya-chan menarik nafas, lalu melihat kepada ayahnya, “Apa kau bodoh?” (dengan logat persis seperti Kuroi). Tapi ia kemudian menggandeng tangan ayahnya. (ehm, artinya dimaafkan nih?)
Tapi Maya-chan teringat sesuatu. Ia pun berbalik dan bicara pada Kuroi, “Apa orang-orang itu akan dipenjara?”
“Tentu. Penculikan adalah kejahatan serius,” jawab Kuroi.
“Aku memikirkan sesuatu yang bagus!” ujar Maya-chan tiba-tiba bersemangat, “Aku akan membuat perusahaan hewan peliharaan. Aku akan jadi CEO-nya, dan mempekerjakan mereka. Itu ide bagus kan? Orang-orang itu akan menurut padaku.”
Kuroi sepertinya sepakat dengan ide Maya kecil ini, “Saat mereka bebas nanti, aku akan memberitahumu.” Kuroi juga mengembalikan cemeti milik Maya-chan.
Maya kecil pun kemudian pergi dengan senang bersama orang tuanya. Kuroi pun berjalan ke arah berlawanan.
Daikan melihat ada sangat banyak kesamaan antara kedua Maya ini. Ia merasa kasihan pada kedua penculik yang ditangkap itu, “Lebih baik kalau mereka tidak bebas.” Komentarnya kemudian.
“Anak tidak mengerti hati orang tua, orang tua juga tidak mengerti hati anaknya,” komentar Daikan saat sudah pulang di rumah. “Maya-chan pasti kesepian karena tidak tahu apa yang dipikirkan ayahnya.”
Ibu Daikan sedang menyiapkan makan malam, “Tentu saja. Kuroi-san juga sangat kesepian saat masih kecil. Tidakkah kau tahu?”
“Ini Maya yang beda,” protes Daikan. “Tapi, dari mana ibu tahu soal masa kecil Kuroi-san?”
Tapi obrolan mereka terhenti saat adik Daikan, Kaori pulang. Ibunya heran, karena Kaori bilang akan pulang telat, tapi malah pulang cepat. Padahal ibunya Cuma menyiapkan makan untuk tiga orang.
“Itu sudah pas kan—“ tapi ucapan Daikan terhenti.
Seorang yang sangat dikenalnya baru saja datang dan ikut bergabung. Dan Daikan baru sadar jika ibunya ternyata menyiapkan makan malam bukan untuk dirinya, melainkan untuk Kuroi. Alarm perut Daikan sudah berbunyi, ia kelaparan. Tapi justru malah ditertawakan oleh yang lain.
Daikan mengelus-elus perutnya yang kelaparan, “Haruskah aku melarikan diri dari rumah?”
Kuroi menyahut ucapan Daikan, “Itu tidak berguna. Aku pasti akan menemukanmu, sekejap mata!” Kuroi pun menyuap makanan ke mulutnya.
BERSAMBUNG
Sampai jumpa di Sinopsis DoS Deka episode 05 part 1.
Picture and written by Kelana
Posting at www.elangkelana.net