Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 22 Juli 2015

SINOPSIS DoS Deka 04 part 2

SINOPSIS Dos Deka episode 04 part 2. Buat yang ketinggalan bagian sebelumnya, sila cek juga di Sinopsis DoS Deka episode 04 part 1. Suka chemistery-nya Kuroi-Daikan. Kalau ada love-line diantara mereka justru aneh ya, hehehe



Bagian sebelumnya …



Seorang anak berusia 8 tahun, Maya diculik. Tapi, penculik ternyata hanya minta uang tebusan sedikit. Selain itu, anjing milik Maya juga bernama Maya. Ada terlalu banyak Maya membuat Kuroi terlibat jauh lebih dalam. Berhasilkah mereka menyelesaikan kasus penculikan kali ini?



DoS Deka 4201



“Kuroi-san, kali ini aku akan langsung mulai dengan kecepatan tinggi!” ujar Daikan saat keduanya seperti biasa sudah ada di taman.



Satu per satu fakta di otak Kuroi bermunculan. Gadis kecil yang diculik adalah Mashima Maya, 8 tahun. Setelah kejadian, sebuah surat ditemukan di kotak surat keluarganya. Di dalamnya, uang tebusan yang diminta hanya 100.000 yen. Keluarga Mashima juga punya anjing, namanya juga Maya. Ada banyak kasus hilang di sekitar kediaman keluarga Mashima beberapa waktu belakangan. Kuroi Maya, si anjing Maya, gadis yang diculik, Maya. Tiba-tiba saja Kuroi minta berhenti.



“Kuroi-san, kau mendapatkan sesuatu?” tanya Daikan sumringah melihat senyum Kuroi.



Kuroi pun turun dari mainan itu. Tapi, berbeda dari biasanya, kali ini Kuroi tampak sempoyongan, “Semp-purna.”



DoS Deka 4202



Saat kembali ke markas, Kuroi dan Daikan langsung disemprot oleh inspkt.Shirogane karena tidak segera kembali. Tapi, dengan santainya Kuroi justru mengatakan kalau ia sudah memecahkan misteri jumlah uang tebusan yang diminta.



“Jumlah 100.000 yen yang diminta oleh penculik tidak salah atau untuk mengacaikan investigasi. Sejak awal, mereka memang hanya minta 100.000 yen,” ujar Kuroi.



“Ide aneh lagi? Menculik seorang anak hanya untuk 100.000 yen, siapa yang mau ambil resiko seperti itu?! Bahkan lebih mudah mencopet dompet pria tua kaya!”



DoS Deka 4203



Tapi Kuroi tidak terpengaruh oleh ucapan inspkt.Shirogane. Ia mulai penjelasannya, “Uang itu bukan uang tebusan, tapi harga anjing,” ujar Kuroi membuat seisi markas semakin bingung. Kuroi melanjutkan. “Mashima Maya-chan diculik, sebenarnya tujuan utama mereka adalah si anjing, Maya.”



“Bahkan nama anjingnya juga Maya? Aku pikir kau akan mengatakan hal berguna!” protes inspkt.Shirogane.



DoS Deka 4204



Jadi, kedua penculik itu sebenarnya adalah penculik anjing. Setelah anjing diculik, mereka mengirimkan surat kepada pemiliknya dan meminta sejumlah uang. Setelah beberapa hari, mereka memberi tahu si pemilik anjing untuk mengambil anjing mereka di taman bersama dengan sejumlah uang yang diminta. Penculik juga mengingatkan pemilik anjing untuk tidak lapor polisi, atau anjing mereka akan diculik lagi. Setelah si pemilik anjing mengambil anjingnya kembali, si penculik tinggal mengambil uang yang ditinggalkan disana. Saat si anjing ditemukan, penculik selalu menyertakan surat dengan catatan tentang keadaan si anjing.



“Meski mereka punya nama yang sama, bagaimana si penculik bisa salah menculik seorang anak alih-alih anjingnya?” protes yang lain.



“Lalu siapa penculiknya?” tanya inspkt.Shirogane.



“Aku masih belum tahu,” ujar Kuroi.



Inspkt.Shirogane menghembuskan nafas, kesal. Ia berpikir ada hal berguna yang bisa diberikan Kuroi, ternyata tidak. Dia lalu meminta para anggotanya untuk kembali bergerak, karena prioritas utama mereka saat ini adalah menyelamatkan Mashima Maya-chan. Mereka akan mendatangi pria yang pernah terkait kasus penculikan sebelumnya.



DoS Deka 4205



Ketika yang lain bubar, Kuroi masih bertahan di markas. Ia memperhatikan peta yang sudah banyak ditandai di papan. Kuroi mengeluarkan peta lain dari sakunya, yang juga telah ditandai dengan jalur Mashima Maya biasa pulang sekolah. Ada beberapa kesamaan disana.



Kuroi menemukan sesuatu. Ia membuat lingkaran di area yang sudah ditandai, ternyata radiusnya terbatas,” Ayo!” ujarnya kemudian tanpa memberikan penjelasan apapun pada Daikan.



DoS Deka 4206



“Ini, Mayaya. Aku sudah mengekstrak aroma dari orang yang memegang kertas ini lima kali,” ujar ahli forensic yang dipanggil Kenken itu. “Dan ini memo yang disertakan saat anjing yang hilang ditemukan.”



“Terimakasih, Kenken,” ujar Kuroi senang. Tapi ia masih tidak memberikan penjelasan apapun pada Daikan.



“Anda bahkan bisa melakukan ini?” Daikan takjub.



“Tentu saja. Apa kau tertarik padaku?” goda Kenken pada Daikan.



Wajah Daikan menegang. Ia buru-buru pamit pergi saat Kuroi mengajaknya.



DoS Deka 4207



Daikan meminjam lagi si anjing Maya untuk diajak serta.



“Aku lupa. Semua Maya itu jenius,” ujar Kuroi. Ia pun mendekatkan cairan yang tadi diberikan Kenken pada hidung si anjing Maya.



Daikan akhirnya paham maksud Kuroi, “Yang bilang kalau anjing Maya tidak bisa melakukan ini (melacak dengan penciuman) karena dia bukan anjing polisi, adalah kau kan, Kuroi-san?” sindir Daikan.



“Kau tidak tahu, hidung anjing itu luar biasa. Apalagi kalau berhubungan dengan aroma pecinta anjing, penciumannya bisa luar biasa,” ujar Kuroi sambil tersenyum. (ucapannya sama persis sama yang diucapkan Daikan kemarennya, hadeuh)



Daikan masih belum puas, “Tapi itu kan aroma si pelaku. Bagaimana kau tahu kalau pelakunya itu pecinta anjing?”



Tapi Kuroi tidak menjawab pertanyaan Daikan ini. Ia justru menyerahkan tali anjing Maya dan menyuruh Daikan berjalan di depan mengikutinya. Seperti dugaan, anjing Maya membawa mereka ke telepon umum yang diketahui sebagai sumber panggilan ke rumah keluarga Mashima. Tempatnya sesuai dengan dalam peta yang mereka tandai. Mereka masih terus mengikuti anjing Maya. Kali ini si anjing justru bertengkar dengan anjing lain. Dan saat Daikan memanggil si anjing Maya, Kuroi tetap bereaksi kaget seperti biasanya. Setelah berjalan lagi, si anjing Maya justru makan makanan sampah. Daikan kesal dan mulai memarahi si anjing Maya itu.



DoS Deka 4208



Setelah berkeliling, Daikan, Kuroi dan anjing Maya akhirnya tiba di sebuah tempat yang ternyata toko cukur yang telah tutup. Seperti biasa, Kuroi menyuruh Daikan untuk maju lebih dulu. Daikan pun menurut. Di depan pintu, ia menemukan sebuah benda yang mencurigakan. Cemeti milik Maya-chan.



“Ukurannya sangat sesuai untuk anak kecil,” puji Kuroi melihat benda itu.



DoS Deka 4209



Sementara itu di dalam, Maya-chan sedang heboh. Dia membuka dan membalik barang-barang di sekitarnya. Rupanya Maya-chan kehilangan cemetinya.



Salah seorang penculik baru kembali dari luar dan membawakan makanan pesanan Maya-chan. Ia bilang kalau di luar ada dua orang yang mencurigakan sedang mengamati tempat mereka.



“Orang aneh?” Maya-chan langsung bereaksi. Ia meminta para penculik itu untuk menunduk sementara dirinya naik ke punggung mereka. Maya-chan mengintip dari jendela, dan melihat dua orang aneh yang dimaksud. Salah satunya memegang cemetinya sementara yang lain sedang menelepon. “Ini buruk!” keluh Maya-chan.



DoS Deka 4210



Inspkt.Shirogane bersama det.Tokou dan det.Arisuga sudah tiba di rumah pria yang terlibat dalam kasus penculikan sebelumnya. Tapi, belum sempat mereka masuk, inspkt.SHirogane dihubungi Kuroi. Kuroi mengatakan soal penemuan cemeti milik Maya-chan dan meminta mereka menuju tempat yang ia sebutkan.



Saat itu det.Tokou dan det.Arisuga sudah akan masuk rumah si pria. Tapi inspkt.Shirogane buru-buru mencegah mereka dan mengatakan jika mereka hanya melakukan patrol rutin. Kedua rekannya ini yang bingung ini pun hanya bisa menuruti inspkt.Shirogane untuk pergi dari sana.



DoS Deka 4211



Inspkt.Shirogane bersama yang lain akhirnya bergabung dengan Daikan dan Kuroi. Area itu bahkan sudah dibatasi dengan pita polisi. Orang tua Mashima Maya pun ikut bergabung disana.



“Jangan bergerak! Tidakkah kalian peduli dengan anak ini? kalau kalian maju selangkah pun, kami tidak tanggung anak ini lagi. Siapkan mobil untuk kami pergi, baru kami akan mengembalikan anak ini!” ujar suara penculik.



“Kami akan menuruti mau kalian, asal jangan sakiti Maya-chan!” ujar inspkt.Shirogane.



DoS Deka 4212



Kuroi memamerkan senyum misteriusnya seperti biasa. Ia pun menyeret ayah Maya-chan ke depan gedung itu.



Kuroi berdiri tegak, percaya diri, “Hei, kau bisa dengar aku kan? Namaku juga Maya.”



“Kuroi-san, ini bukan waktu untuk perkenalan,” Daikan mencoba mengingatkan.



Tapi Kuroi cuek saja dan melanjutkan bicaranya, “Maya-chan, seperti keinginanmu, aku sudah membawanya. Papamu. Kau ingin membalasnya kan? Kau melarikan diri dari rumah kan? Untuk membalas papamu. Kau memanfaatkan para penculik anjing.”



Maya-chan akhirnya bersuara, “Itu karena papa benci aku kan? Itulah kenapa kau beri nama si anjing dengan Maya juga. Dengan begitu, kau pikir kau bisa merawat si anjing Maya itu lebih dekat, dibanding aku kan?” tuduh si Maya kecil ini. “Kau pikir, aku tidak tahu itu? Atau malah, dengan si anjing Maya itu, kau tidak butuh aku lagi!”



Tuan Mashima kaget dengan ucapan putrinya itu, “Tidak mungkin aku tidak membutuhkanmu! Aku hanya … sedikit … sedikit khawatir. Aku takut padamu. Kau mengosongkan botol whiskey berhargaku dan menggantinya dengan teh kan? Ada lebih dari 30 botol dan tidak tersisa satupun. Apa orang normal yang akan melakukan itu?”



Maya menanggapi protes ayahnya itu tidak mau kalah, “Minum alcohol terlalu banyak meracuni tubuh!”



“Bagaimana dengan itu? Koleksi rekamanku yang berharga, kau dan si anjing Maya menggunakannya sebagai Frisbee,” protes tuan Mashima lagi. (Frisbee ini kayaknya semacam mainan gitu, biasa dipakai buat maen bareng anjing)



“Kau tidak pernah mendengarkannya,” ujar Maya tidak mau kalah.



“Aku mendengarkannya, saat kau tidur,” elak tuan Mashima.



“Bohong! Papa mengoleksi rekaman saat mabuk. Sama dengan whiskey. Kau bahkan tidak suka whiskey. Kau hanya seperti orang yang terobsesi pada whiskey. Papa yang seperti itu, aku benci!”



DoS Deka 4213



“Apa benar dia baru 8 tahun?” para polisi di luar mengobrolkan soal Maya.



“Dia memiliki pemikiran seperti orang dewasa, dan bisa menggunakannya,” ujar yang lain.



“Gadis itu … si Maya kecil,” komentar inspkt.Shirogane. (nggak yakin sama kalimatnya ini sih. Tapi sepertinya mengacu pada Kuroi Maya. Jadi mungkin si Maya kecil ini juga mirip masa kecilnya Kuroi Maya dulu)



DoS Deka 4214



Di dalam, para penculik berusaha mengingatkan Maya-chan. Mereka mengatakan jika sebenci apapun ia pada ayahnya, dia tetap ayahnya.



Mendengar obrolan ayah dan anak itu, Kuroi tersenyum misterius seperti biasanya, “Apa kau bodoh? Kau benar-benar menyayangi ayahmu kan?” tembak Kuroi tepat sasaran. “Aku tahu gadis sepertimu. Gadis itu tidak akan membully orang yang dia benci. Semua yang kau lakukan adalah bukti kau sayang pada papamu. Karena ini dari Maya pada Maya, jadi tidak akan salah.” (ecieeee … si Kuroi curhat nih. Dia menceritakan dirinya sendiri. Dan kalau selama ini dia hobby banget ngebully Daikan, artinya dia sayang donk ama si Daikan ini ya? hmmm)



Maya-chan pun keluar dari gedung itu, “Itu tidak benar!”



Melihat putrinya keluar dalam keadaan selamat, tuan Mashima langsung menghambur dan memeluk si Maya-chan ini.



DoS Deka 4215



Sementara itu, para penculik diam-diam keluar dari gedung itu. Padahal inspkt.Shirogane sudah menyuruh anak buahnya untuk menyerbu masuk.



Melihat sasaran hampir lolos, Kuroi mengeluarkan cemetinya. Ia mengayunkan cemeti itu dan membuat kedua penculik itu jatuh. Pada polisi segera menghambur untuk menangkap mereka.



DoS Deka 4216



“Namaku Inuzaka Yuichi, tolong jangan kasar padaku,” ujar si penculik.



Inspkt.Shirogane menunjukan pesan-pesan yang ditemukan pada anjing yang kembali dari diculik, “Para pemilik anjing bersyukur padamu. Tiap kali kau mengembalikan anjing mereka, kau meninggalkan pesan.” (dalam pesan-pesan itu disebutkan beberapa hal yang disukai atau dibenci oleh si anjing) “Apa yang sebenarnya mau kau lakukan? Menertawakan mereka?”



“Tidak. Aku bisa memahami anjing.”



“Itu bisa dimengerti,” Kuroi ikut nimbrung. “Kau pikir aku akan percaya? Anjing-anjing itu jadi mainan para pemiliknya. Hanya aku yang bisa bicara pada mereka? Apa kau bodoh? Kau yang bisa memahami anjing?” bukannya membela Kuroi justru semakin memojokkan pria ini. “Kau sudah merusak hidup damai mereka. Meski suatu saat kau ditangkap polisi, tidak akan ada banyak hukuman karena menculik anjing. Kau berpikir begitu?” sindir Kuroi semakin sadis.



“Kuroi-san, bisakah kali ini kita biarkan saja?” pinta Daikan mengingatkan.



“Penjahat menjijikan sepertimu, anjing saja tidak mau makan!” Kuroi mengakhiri ucapannya.



Inspkt.Shirogane menarik nafas, kesal, “Kasus apa ini sebenarnya?”



DoS Deka 4217



Maya-chan akhirnya kembali bersama orang tuanya. Tapi, melihat Kuroi, ia tampak tidak suka. Ia bahkan tidak mau mengucapkan terimakasih pada Kuroi.



Tuan Mashima menghentikan langkah putrinya itu, “Alasan aku memberi nama anjing itu dengan Maya, karena aku ingin bisa terus memanggil nama favoritku itu terus menerus.”



Maya-chan menarik nafas, lalu melihat kepada ayahnya, “Apa kau bodoh?” (dengan logat persis seperti Kuroi). Tapi ia kemudian menggandeng tangan ayahnya. (ehm, artinya dimaafkan nih?)



DoS Deka 4218



Tapi Maya-chan teringat sesuatu. Ia pun berbalik dan bicara pada Kuroi, “Apa orang-orang itu akan dipenjara?”



“Tentu. Penculikan adalah kejahatan serius,” jawab Kuroi.



“Aku memikirkan sesuatu yang bagus!” ujar Maya-chan tiba-tiba bersemangat, “Aku akan membuat perusahaan hewan peliharaan. Aku akan jadi CEO-nya, dan mempekerjakan mereka. Itu ide bagus kan? Orang-orang itu akan menurut padaku.”



Kuroi sepertinya sepakat dengan ide Maya kecil ini, “Saat mereka bebas nanti, aku akan memberitahumu.” Kuroi juga mengembalikan cemeti milik Maya-chan.



Maya kecil pun kemudian pergi dengan senang bersama orang tuanya. Kuroi pun berjalan ke arah berlawanan.



Daikan melihat ada sangat banyak kesamaan antara kedua Maya ini. Ia merasa kasihan pada kedua penculik yang ditangkap itu, “Lebih baik kalau mereka tidak bebas.” Komentarnya kemudian.



DoS Deka 4219



“Anak tidak mengerti hati orang tua, orang tua juga tidak mengerti hati anaknya,” komentar Daikan saat sudah pulang di rumah. “Maya-chan pasti kesepian karena tidak tahu apa yang dipikirkan ayahnya.”



Ibu Daikan sedang menyiapkan makan malam, “Tentu saja. Kuroi-san juga sangat kesepian saat masih kecil. Tidakkah kau tahu?”



“Ini Maya yang beda,” protes Daikan. “Tapi, dari mana ibu tahu soal masa kecil Kuroi-san?”



Tapi obrolan mereka terhenti saat adik Daikan, Kaori pulang. Ibunya heran, karena Kaori bilang akan pulang telat, tapi malah pulang cepat. Padahal ibunya Cuma menyiapkan makan untuk tiga orang.



“Itu sudah pas kan—“ tapi ucapan Daikan terhenti.



Seorang yang sangat dikenalnya baru saja datang dan ikut bergabung. Dan Daikan baru sadar jika ibunya ternyata menyiapkan makan malam bukan untuk dirinya, melainkan untuk Kuroi. Alarm perut Daikan sudah berbunyi, ia kelaparan. Tapi justru malah ditertawakan oleh yang lain.



Daikan mengelus-elus perutnya yang kelaparan, “Haruskah aku melarikan diri dari rumah?”



Kuroi menyahut ucapan Daikan, “Itu tidak berguna. Aku pasti akan menemukanmu, sekejap mata!” Kuroi pun menyuap makanan ke mulutnya.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis DoS Deka episode 05 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Senin, 20 Juli 2015

SINOPSIS DoS Deka 04 part 1

SINOPSIS Dos Deka episode 04 part 1. Buat yang ketinggalan episode sebelumnya, sila cek juga di Sinopsis DoS Deka episode 03 part 1 dan Episode 03 part 2.



Markas damai di nyaris tengah hari ini. Kuroi asyik dengan bacaannya, sementara Daikan dibuat pusing membuat laporan kasus.



DoS Deka 4101



Berbeda dengan det.Nakane dan det.Hamada yang asyik sendiri. Tepat jam 12 siang, alarm suara perut Daikan berbunyi.



“Luar biasa, tidak terlambat satu detik-pun,” puji det.Nakane dan det.Hamada yang ternyata sejak tadi melakukan pengamatan pada Daikan.



Setelah alarm perutnya berbunyi, Daikan langsung bangun, “Kuroi-san, ini waktu makan siang! Mau makan siang di toko pasta?” tawarnya.



“Memangnya aku harus selalu bersamamu, bahkan saat bukan jam kerja?” balas Kuroi, sarkas.



Tapi Daikan belum berhenti. Ia justru menggoda Kuroi dengan menyebutkan menu makan siang dengan double mie.



DoS Deka 4102



Sayangnya pembicaraan mereka terhenti oleh dering telepon. Daikan yang mengangkatnya. Ternyata suara di seberang malah mengatakan mau pesan sushi. Daikan kesal, dan menegaskan kalau mereka bukan toko Shushi, tapi kantor polisi. Suara di seberang mengatakan tidak bisa menahannya lagi. Daikan pun menyuruh orang di seberang telepon untuk menutup telepon dan menelepon nomer yang benar.



Tapi, insting Kuroi berkata lain. Ia meminta telepon itu dari Daikan. Dengan suara yang dimaniskan, Kuroi berperan sebagai operator sushi deliveri. Ia pun meminta alamat pada penelepon di seberang, “Pesanan akan datang kurang dari 30 menit,” ujar Kuroi masih dengan suara manisnya. Tapi suaranya kemudian berubah serius, “Jadi, tunggu sebentar lagi!” pintanya tegas. Kuroi pun kemudian mengajak Daikan keluar, menuju alamat yang dimaksud.



DoS Deka 4103



Daikan dan Kuroi pun tiba di alamat yang dimaksud. Kuroi menyuruh Daikan memencet bel. Pintu dibuka oleh seorang lelaki. Sigap Kuroi memaksa masuk ke dalam apartemen itu. Pria yang tadi membuka pintu tidak bisa mengelak, apalagi saat mereka menemukan ruangan yang berantakan parah. Lalu, ada seorang wanita yang bersembunyi di balik kursi, dengan luka memar di wajahnya.



Kuroi paham, nalurinya tidak pernah salah. Pria yang tadi membuka pintu telah menyiksa si wanita. Kuroi pun meminta Daikan untuk berkelahi dengan si pria yang akan melarikan diri itu. Tapi saat Daikan melangkah, Kuroi menjegal kakinya. Akibatnya Daikan jatuh tepat mengenai si pria. Keduanya terjerembab di lantai, kesakitan.



“Kau ditahan dengan tuduhan penganiayaan!” Kuroi memborgol si pria tadi.



Tapi Daikan yang ada di sebelahnya memasang wajah kesal, “Kuroi-san, kau sengaja melakukannya (menjegal langkahnya) tadi kan?”



Tapi bukan Kuroi namanya kalau mau mengakui kesalahan, “Kau terpeleset, tidak sengaja!”



DoS Deka 4104



Seorang wanita tampak baru saja pulang dari belanja. Setelah mengambil surat di kotak surat, ia pun masuk ke dalam rumah. Telepon rumahnya berdering.



“Maya-chan ada dengan kami. Jika kau menghubungi polisi, dia akan mati. Cek kotak suratmu!” ujar suara di seberang.



Wanita itu heran. Tapi ia juga menuruti permintaan telepon itu. Ia mengecek tumpukan surat yang tadi dibawanya masuk dan menemukan amplop berwarna coklat. Ada surat di dalamnya. Surat itu menyebutkan jika Maya-chan telah diculik. Wanita itu langsung histeris.



DoS Deka 4105



Polisi dihubungi terkait kasus penculikan itu. Sejumlah peralatan pun telah dibawa dan dipersiapkan di rumah. inspkt.Shirogane tampak memberikan intruksipada anak buahnya.



Inspkt.Shirogane kemudian mendekati pasangan orang tua yang anaknya diculik itu, “Saat si penculik menelepon, silahkan angkat setelah aba-aba dari kami. Saat bicara, hati-hati jangan sampai membuat si penculik kesal. Dan terkait surat dari si penculik … kami kira tebusan yang diminta (jumlahnya terlalu kecil) hanya untuk mengecoh investigasi.



“Tolong selamatkan putri kami, Maya!” pinta si ayah.



Karena nama Maya, beberapa kali Kuroi pun bereaksi. Seolah ia yang dipanggil. Daikan yang paham dengan sikap partnernya ini, minta Kuroi santai saja dan tidak perlu bereaksi berlebihan.



DoS Deka 4106



Tapi Kuroi belum puas. Ia mendekati pasangan orang tua itu, “Tentang putri anda, Mashima Maya-chan, bagaimana penulisan ‘Maya’ dalam kanji-nya? ‘Maya’ dalam namaku ‘Kuroi Maya—“ ucapan tidak berguna Kuroi ini buru-buru dipotong oleh Daikan.



“Kami akan pastikan membawa pulang Mashima Maya-chan dalam keadaan selamat!” tegas Daikan.



Inspkt.Shirogane pun membagi tugas para anggotanya. Det.Arisuga akan bersama det.Nakane berkeliling mencari saksi yang melihat Maya dan menemukan orang yang mencurigakan. Sementara dirinya bersama det.Tokou akan kembali ke markas untuk mempelajari kasus penculikan sebelumnya. “Dan kau det. Daikanyama—“ ucapan inspkt.Shirogane terputus.



“Aku akan tetap disini!” ujar Daikan tegas.



Inspkt.Shirogane menarik nafas pendek, “Baiklah! Det.Hamada, det.Kuroi dan det.Daikan akan tetap disini menunggu panggilan telepon dari pelaku. Hati-hati!” pesannya pula.



DoS Deka 4107



Dibantu staf yang lain, inspkt.Shirogane dan det.Tokou memeriksa sekali lagi arsip tentang kasus penculikan anak kecil yang pernah terjadi.



Kasus kali ini dengan korban Mashima Maya, seorang gadis kecil berusia 8 tahun yang duduk di kelas 3 sekolah dasar. Ayahnya bernama Mashima Masashi dan ibunya Mashima Mami.



DoS Deka 4108



Sementara itu, det.Nakane dan det.Arisuga berkeliling. Mereka menanyai dan mencari saksi orang-orang yang mungkin melihat Maya-chan sebelumnya.



“Bagaimana?” tanya det.Arisuga.



“Belum ada hasil,” ujar det.Nakane. Keduanya pun melanjutkan investigasi.



DoS Deka 4109



Kuroi masih ada di kediaman keluarga Mashima. Ia memandangi foto-foto Maya-chan. Tampak disana jika Maya-chan adalah gadis kecil yang manis dan imut. Tapi ia heran melihat beberapa bagian album yang tampak kosong.



“Dimana foto yang seharusnya disini?” tanya Kuroi.



Pasangan Mashima tampak saling pandang, “Tidak ada,” ujar nyonya Mashima.



Sementara suaminya, tuan Mashima mengatakan jika bagian dalam album itu memang kosong.



Kuroi tidak puas dengan jawaban pasangan suami istri ini. Ia merasa ada yang aneh. Ada hal yang masih disembunyikan oleh kedua orang tua Maya-chan ini.



DoS Deka 4110



Setelah berkeliling, det.Arisuga dan det.Nakane kembali ke markas. Mereka melaporkan jika menurut saksi mata, Maya sempat terlihat di jalan menuju rumahnya kemarin sekitar jam 1 siang. Sementara itu, dugaan penculikan terjadi antara jam 1 hingga 2.30, saat ibunya pulang ke rumah. Ada laporan mengenai orang yang mencurigakan, sekitar 400 meter dari kediaman keluarga Mashima pada sekitar pukul 2 di taman Tanoyama. Seorang saksi mengatakan seorang pria bersama gadis kecil dengan tas sekolah.



Dari arah lain, si pengantar makanan datang. Tapi, berbeda dari biasanya, para polisi tampak terganggu dengan kedatangan si pengantar makanan ini. Bahkan saat ia mulai beriklan, malah buru-buru diusir pergi.



Para polisi kembali focus pada meeting. Inspkt.Shirogane meminta tim-nya untuk menindaklanjuti investigasi tentang orang yang mencurigakan. Ia masih berpikir kenapa uang tebusan yang diminta penculik terlalu kecil jumlahnya.



“Berdasarkan keadaan mental dan fisik anak kecil, 24 jam adalah waktu yang kritis. Kalau kejadiannya sekitar jam 2 siang kemarin, artinya tinggal 8 jam lagi –“ gumam inspkt.Shirogane, serius.



DoS Deka 4111



Bagaimana keadaan Maya-chan? Ia tengah asyik menikmati sebuah roti. Sementara tidak jauh dari Maya-chan duduk, dua penculiknya asyik ngobrol.



“Bagaimanapun, dia tetap anak kecil,” ujar penculik 1.



“Jangan longgarkan kewaspadaanmu!” balas penculik 2.



DoS Deka 4112



Det.Hamada tampak masih melihat-lihat foto-foto Maya-chan dalam album. Tadinya ia ingin menunjukkannya pada Daikan. Tapi, Daikan yang duduk tegak dengan mata terbuka itu ternyata sedang … tidur.



“Luar biasa!” puji det.Nakane.



(ya iya-lah Daikan jago. Secara tadinya dia tugas di pos polisi. Nggak heran dia bisa tidur dengan mata terbuka, untuk melakukan tugasnya sepanjang malam, kekekeke)



Sementara itu, Kuroi masih ayik melihat surat ancaman penculikan yang dikirim sang penculik. Kuroi masih berpikir jika uang tebusan yang diminta terlalu kecil dan kemungkinan hanya digunakan untuk mengacaukan investigasi.



DoS Deka 4113



Suara telepon membuyarkan lamunan mereka semua. Nyonya Mashima pun mengangkat telepon itu. “Maya?!”



Ternyata yang dimaksud dengan ‘Maya’ kali ini adalah seekor anjing berwarna putih. Nyonya Mashima mengatakan jika kemarin ada teman yang alergi anjing, jadi anjing itu ia titipkan lebih dulu di penitipan hewan.



Sementara itu, det.Hamada tampak mengkeret dan minggir. Sepertinya ia tidak suka pada anjing putih itu.



“Hamada-san, kau juga alergi anjing?” tanya Daikan.



Kuroi yang menemukan korban baru justru mendekatkan anjing kecil itu pada det.Hamada untuk menakut-nakutinya.



“Kenapa anjing ini dipanggil Maya? Padahal dia jantan,” Kuroi bertanya pada pasangan Mashima itu.



“Itu – “ pasangan Mashima kembali bingung menjawabnya.



DoS Deka 4114



Tiba-tiba anjing Maya mulai mengonggong. Tuan Mashima berusaha menenangkan anjing itu. Kata ‘maya’ pun berkali-kali diucapkan oleh tuan Mashima. Seperti biasa, Kuroi selalu bereaksi saat kata ‘maya’ disebut.



“Mereka tidak memanggilmu, Kuroi-san. Jadi santailah!” ujar Daikan mengingatkan. Tiba-tiba ia berteriak girang. Daikan mengatakan kalau ia punya ide.



Apa yang dilakukan Daikan?



Daikan mendekatkan barang milik Maya-chan pada anjing maya dan meminta anjing itu untuk mengendusnya. Kuroi speechless melihat kelakuan partnernya ini. Tapi ia pun mengikuti Daikan yang mulai berjalan keluar rumah.



DoS Deka 4115



Di markas



Inspkt.Shirogane dan det.Tokou menjejerkan berkas kasus penculitan terhadap anak kecil yang terjadi sebelumnya. Ada banyak kemungkinan tersangka, berdasarkan penyelidikan saksi.



“Pastikan keberadaan mereka!” ujar inspkt.Shirogane kemudian.



DoS Deka 4116



Daikan membawa anjing Maya keluar. Anjing itu pun diminta berjalan di depan untuk mengendus.



“Apa kau bodoh?” komentar Kuroi yang ada di sebelahnya. “Kalau bukan anjing polisi, tidak mungkin dia bisa melakukan hal itu!”



Tapi Daikan tidak sepakat, “Kuroi-san, kau tidak tahu ya? kekuatan cinta majikan dan anjingnya. Hidung anjing akan peka kalau berhubungan dengan seseorang yang disayanginya. Kemampuannya bisa di luar normal,” ujar Daikan percaya diri.



DoS Deka 4117



Tidak sabar menunggu anjing itu berjalan, Daikan akhirnya menggendong si anjing maya. Kuroi dan Daikan memperhatikan seorang wanita berbaju biru yang menggendong anjing hitam putih. Ia tampak melihat sekeliling sebelum akhirnya mencopot selebaran anjing hilang di sebuah papan.



“Luar biasa, kau menemukan anjingmu!” puji Daikan yang mendekati wanita berbaju biru itu. “Ada banyak anjing hilang ternyata?” Daikan mengacu pada papan di samping si wanita yang masih banyak tertempel selebaran tentang anjing hilang.



“Ah benar. Kalian siapa?” wanita itu tampak gugup.



“Kami polisi,” ujar Kuroi.



Wanita itu kaget. Ia buru-buru minta izin untuk pergi.



DoS Deka 4118



Daikan dan Kuroi masih mengikuti wanita itu. Si wanita datang ke sebuah pusat perawatan hewan dan meninggalkan anjing tadi disana. Kuroi dan Daikan pun masuk ke pusat perawatan hewan itu.



Petugas perawat hewan di sana mengatakan jika anjing hitam putih yang baru datang tadi sudah hilang sejak tiga hari silam. Menurut wanita tadi, ia menemukannya di taman tadi pagi. Saat tahu anjingnya sakit, ia pun membawanya ke pusat perawatan hewan itu.



“Kita kembali!” ajak Kuroi kemudian.



DoS Deka 4119



Kuroi dan Daikan kembali ke kediaman Mashima. Saat itu ada panggilan telepon masuk. setelah ada aba-aba dari polisi, tuan Mashima pun mengangkat telepon itu.



“Ini pelaku. Putrimu bersama kami!” ujar suara di seberang.



“Apa Maya baik-baik saja?” tanya tuan Mashima.



“Dia baik. Dia sangat baik.”



Lalu ada suara lain yang terdengar. Suara Maya-chan yang minta agar orang tuanya segera menyelamatkannya.



“Dengan itu, kau lihat dia baik-baik saja kan?” tanya si penculik lagi. “Soal surat ancaman, uang tebusan 100.000 yen itu kesalahan. Kalau kau ingin putrimu kembali, siapkan 10 juta yen. Tunggu, tidak. Siapkan 1 juta yen. Ah kalau itu terlalu banyak 900.000 yen tidak masalah—“ tapi telepon keburu ditutup.



Kuroi yang menyimak pembicaraan si pelaku merasa heran. Ada beberapa kata-kata aneh yang diucapkan si penculik, “Mashima-san, apa kau yakin itu suara putrimu, Maya-chan?”



Tuan Mashima agak ragu, “Benar, aku yakin!” ujarnya kemudian.



“Dear, apa mungkin dia—“ ucapan nyonya Mashima terputus. Sepertinya ia memikirkan hal lain.



“Tidak, semua akan baik-baik saja!” tuan Mashima menenangkan istrinya itu.



Kuroi menangkap keanehan pada kasus ini, “Si penculik menurunkan jumlah uang tebusan yang diminta. Ada masalah lain kan?” ujar Kuroi tajam pada pasangan Mashima itu. “Bisakah kau tunjukkan padaku foto-foto yang dikeluarkan dari album?”



DoS Deka 4120



Inspkt.Shirogane menganalisis laporan hasil investigasi, “Sumber panggilan adalah telepon umum di jalan Morifuku. Di sekitar sini,” ujarnya menunjuk peta. Tidak jauh dari sana, ada laporan mengenai orang mencurigakan. Lalu muncul nama dari kasus penculikan sebelumnya, Kanzaki Manabu, 36 tahun. Seorang pria yang ditangkap karena kasus penculikan seorang gadis kecl 10 tahun silam.



Det.Tokou rupanya juga memeriksa berkas lain. Ia menunjukkan pada inspkt.Shirogane, “Ini kasus berbeda, tapi pria tadi baru saja bebas dua bulan silam.”



DoS Deka 4121



Sesuai dugaan Kuroi, memang benar ada beberapa foto yang diambil dari album. Tapi, berbeda dengan yang ada di album, foto-foto itu justru menunjukkan ekspresi tajam Maya-chan. Tampak ia dengan wajah sadis, membuat Daikan maupuan det.Hamada luar biasa kaget. Tidak hanya itu, di sebuah foto tampak Maya-chan memegang sebuah tali pemukul. Persis seperti gaya Kuroi biasanya.



“Dia tahu kelemahanku dan membuatku membelikan itu untuknya,” komentar nyonya Mashima. “Dia tahu aku secara rahasia membelikan tas untuk suamiku.”



“Mengancam orang tuamu sendiri di usia seperti ini?” Daikan tidak percaya.



Tapi komentar Kuroi berbeda sama sekali, “Dia 2 tahun lebih cepat dariku!” (jadi, dulu Kuroi juga gini? Ngancam ortunya di usia 10 tahun? ckckckckck)



“Perubahan rencana!” ujar Daikan tiba-tiba. “Jika sikapnya mirip dengan Kuroi-san, ada kemungkinannya membuat masalah tinggi!”



DoS Deka 4122



Sementara itu, di rumah si penculik.



Maya-chan kecil duduk menopang kaki dengan angkuhnya, “Apa-apaan panggilan telepon tadi?! Itu beda dengan kesepakatan kita!” protesnya.



“Jika aku minta uang terlalu banyak, hidupmu setelah ini akan—“ ucapan penculik 1 terpotong.



“Seperti kukatakan, papaku bunya banyak uang! Kalian ini benar-benar kejam atau tidak sih?!” elak Maya-chan.



Tapi si penculik 2 berusaha menjelaskan pada Maya-chan, jika orang tua pasti bekerja keras mendapatkan uang untuk anaknya. Contohnya adalah orang tua si penculik. (intinya sih, supaya si Maya ini menghargai kerja keras ortunya)



“Maaf memotong cerita yang mengharukan. Bisakah kita kembali ke rencana awal?!” pinta Maya-chan kemudian.



Kedua penculik itu pun menurut saja. “Meski nantinya aku benar-benar melakukan kejahatan, aku tidak akan mengambil uangnya untuk main-main,” ujar penculik 2. “Tapi, apa benar kau berusia 8 tahun?” tanyanya tidak yakin karena melihat sikap Maya-chan ini.



“Urusi urusanmu sendiri!” bentak Maya-chan kemudian.



DoS Deka 4123



Kedua penculik itu dibuat heran. Kenapa Maya-chan bisa mengikuti si penculik, padahal tahu jika mereka adalah penculik. Saat itu penculik 2 sedang menelepon kediaman keluarga Mashima dan menyebutkan soal penculikan. Maya kecil yang tahu hal itu justru memanfaatkan kedua penculik untuk benar-benar menculik dirinya.



“Apa yang dibicarakan kedua penjahat bodoh ini?” sindir Maya-chan kemudian. “Kalian ingin tahu kenapa aku mengikutimu padahal tahu kalau kalian penculik?” pancing Maya-chan. Ia pun menyuruh kedua penculik itu mendekat. “Pembalasan!”



DoS Deka 4124



Pesanan pizza tiba di kediaman Mashima, disambut Daikan dan Kuroi. Kuroi protes karena pengantar pizza telat 16 detik. Tapi kemudian Daikan sadar jika si pengantar pizza adalah pria yang jadi informan mereka selama ini.



Informan pun mengeluarkan catatannya, “Seperti perkiraan Kuroi-san, di area sini sering ada kasus anjing hilang. Bulan ini saja ada lima kasus. Ini info soal para pemilik ajing. Dan ini catatan yang ada bersama anjing saat mereka ditemukan. Dan sepertinya, Maya-chan dengan ayahnya selalu berselisih.”



Det.Nakane dan det.Hamada keluar saat Kuroi akan memberikan uang bayaran si informan. Si informan pun buru-buru bersikap seperti pengantar pizza, lalu pamit pergi. Kuroi menyerahkan pizza itu pada det.Nakane dan det.Hamada lalu mengajak Daikan pergi.



DoS Deka 4125



Kemana Daikan dan Kuroi? Mereka justru nongkrong di rumah Daikan. Daikan protes kenapa mereka tidak kembali ke markas, tapi Kuroi tidak mempedulikannya. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.



“Maya-chan dan ayahnya selalu berselisih,” gumam Kuroi.



“Itu tidak ada hubungannya. Ini sudah 22 jam sejak penculikan, kita sebaiknya tidak di tempat seperti ini,” protes Daikan.



Nyonya Daikanyama yang sedang mencukur pelanggan tampak tidak senang, “Apa maksudmu ‘tempat seperti ini’? Karena tempat ini aku bisa membesarkan kau dan Kaori tahu!” semprot nyonya Daikanyama.



Saat itu, Kaori—adik perempuan Daikan—keluar dengan dandanan lengkap. Ia pamit akan pergi dan akan pulang terlambat. Meski ibunya tidak mengijinkan, Kaori tidak menurut dan pergi begitu saja.



Nyonya Daikanyama tampak kesal, “Anak seringkali tidak tahu isi hati orang tuanya, begitu katanya. Anak tidak tahu betapa berhutangnya mereka pada orang tuanya. Bahkan Kaori,” curhatnya.



Kuroi memperhatian ibu Daikan itu. Ia tiba-tiba mendapatkan ide.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis DoS Deka episode 04 part 2



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Jumat, 10 Juli 2015

SINOPSIS Perfect Insider 05 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 05 part 2. Buat yang ketinggalan episode sebelumnya, bisa cek langsung di Perfect Insider episode 05 part 1 juga.



Bagian sebelumnya …



Saikawa-sensei dan Moe mendatangi laboratorium milik keluarga Magata. Disana Dr.Magata Shiki—si jenius, dikurung selama lima belas tahun, sejak kasus pembunuhan terhadap kedua orang tuanya saat usianya saat itu baru 14 tahun. Tapi Dr.Magata mendadak tidak bisa dihubungi. Kemudian sistem di lab eror mendadak. Pintu ruangan Dr.Magata terbuka, robot pembawa P1 keluar, di atasnya sesosok tubuh mengenakan gaun pengantin keluar, tanpa lengan dan kaki. Dia … Dr.Magata Shiki. Dr.Magata Shiki terbunuh?



Perfect Insider 5201



Saikawa-sensei masih melamum sambil memperhatikan jasad Dr.Magata Shiki di atas robot P1 saat Moe bergabung dengannya.



“Sepertinya kita melibatkan diri dalam situasi yang mengerikan,” komentar Moe.



“Ini kehilangan besar bagi umat manusia,” jawab Saikawa-sensei.



Perfect Insider 5202



Saat itu dr.Yuminaga, dokter laboratorium tersebut juga bergabung. Ia membawa kain putih dan menutupkannya pada jasad Dr.Magata Shiki.



“Berapa lama sejak kematiannya?” tanya Moe.



“Aku memperkirakan 2 atau 3 hari,” ujar dr.Yuminaga.



“Ini terjadi selama liburannya...” gumam Moe.



“Dr. Yuminaga, apa ada batas kapasitas loading untuk robot P1?” sambung Saikawa-sensei.



Dokter Yuminaga tampak berpikir, “Aku pikir 30 kilogram.”



“Aku paham!” Moe tiba-tiba bersemangat. “Untuk mengurangi berat badan mayat...Kau tau berapa berat badan Dr. Magata?”



“Ya, Dr. Magata sudah mengirim data kesehatannya padaku. Berat badannya sekitar 42 kilogram atau lebih,” ujar dr.Yuminaga lagi. “Tunggu sebentar. Maksudmu pelaku mengamputasi lengan dan kakinya, agar mayat bisa diangkut robot P1?”



Moe mengiyakan. Tapi Saikawa-sensei tidak sepakat. Saikawa-sensei mengatakan itu hanya dugaan sementara saja. Menurut Saikawa-sensei, mengamputasi lengan dan kaki tidak penting. Yang penting disini adalah fakta pembunuhan terjadi di ruangan ini dimana Dr. Magata seharusnya sendiri. Ada oranglain selain Dr. Magata di dalam ruangan ini. Itu teori terbesar kasus ini.



Perfect Insider 5203



Pembicaraan mereka terhenti saat terdengar suara dari atas lab. Wakil direktur Yamane mau naik ke atas karena tahu jika itu adalah helicopter direktur Shindo. Moe pun ikut ke atas.



“Direktur Shindo! Tolong telpon polisi lewat transceiver radiomu! Dr. Magata dibunuh!” ujar wakil direktur Yamane tanpa basa basi.



“Dr. Magata dibunuh?” direktur Shindo kaget.



“Kami tidak bisa menggunakan telepon, karena sistem Deborah bermasalah! Kami sungguh tidak tahu. Bisa tolong telpon polisi lewat radiomu terlebih dahulu?” pinta wakil direktur Yamane lagi.



Direktur Shindo mengiyakan permintaan wakil direktur itu. Moe juga ikut maju. Moe mengatakan jika direktur Shindo juga perlu menyebut namanya agar polisi mengerti.



“Jika aku dapat sinyal bagus di sini, aku akan take off sekali lagi. Pergilah dan bawa Miki-san ke bawah,” pinta direktur Shindo kemudian.



Wanita berambut pirang yang duduk di kursi belakang direktur Shindo pun turun dari helicopter. Wajahnya sangat mirip dengan wajah Dr.Magata Shiki. (yang aneh adalah, dia ini kan adiknya Shiki, tapi nggak kaget sama sekali waktu ada berita kalau kakaknya, Magata Shiki disebutkan meninggal, hmmm)



Perfect Insider 5204



Dalam lift, wanita berambut pirang itu memperkenalkan diri sebagai Magata Miki, adik dari Dr.Magata Shiki. Pintu lift terbuka. Disana rupanya ada dr.Yuminaga, yang mengatakan akan mengantarkan tamu mereka itu ke ruangannya.



Perfect Insider 5205



Moe kembali bergabung dengan Saikawa-sensei dan para staf di depan ruangan Dr.Magata Shiki. Mereka memeriksa CCTV yang terpasang di depan ruangan itu. Menurut rekaman, tidak ada seorang pun yang keluar ataupun masuk ruangan Dr.Magata Shiki selama liburannya. Selain itu, menurut blue-print laboratorium, juga memang tidak ada jalan lain untuk masuk ruangan di balik pintu kuning itu.



“Ruangan tersegel rapat, dapat berfungsi sebagai tempat perlindungan nuklir,” tambah teknisi.



Moe penasaran dengan cara mereka memasukkan paket yang besar ke ruangan Dr.Magata Shiki. Teknisi mengatakan jika mereka membuka pintu kuning, menghubungi Dr.Magata Shiki dan membiarkan robot P1 yang mengantarkannya ke dalam. Sebelum masuk, paket itu akan diperiksa secara teliti. Pintu kuning ruangan Dr.Magata Shiki hanya bisa dioperasikan lewat pengatur di depan ruangan.



“Ini benar-benar seperti penjara, iya kan?” komentar Saikawa-sensei, membuat kedua teknisi itu melihatnya speechless.



“Oh, bagaimana dengan parsel kecil?” tanya Moe kemudian.



“Kotak surat ada di sana,” ujar teknisi menunjuk kotak surat di dinding.



Moe memperhatikan kotak itu lalu membukanya. Dengan ukuran yang disebutkan oleh teknisi sebesar 25 x 25 x 35 cm, Moe memperkirakan jika ukuran benda yang bisa masuk memiliki volume 21,875 sentimeter persegi. Ukuran yang tidak layak untuk manusia.



“Berapa lama video rekaman ini disimpan?” tanya Saikawa-sensei kemudian.



“Selamanya. Kami punya semua video rekaman selama 15 tahun,” ujar teknisi itu.



“Kau yakin tidak ada yang masuk ke dalam ruangan Dr. Magata?” Saikawa-sensei masih tidak yakin.



Teknisi itu berpikir lagi, “Direktur Shindo masuk beberapa kali untuk mengecek kondisinya setelah percobaan. Tapi tak seorangpun masuk ke dalam selama 15 tahun.”



Perfect Insider 5206



Programmer Shimada melapor pada wakil direktur Yamane jika ia mulai mendapat laporan dari para staf peneliti jika komunikasi mereka bermasalah. Wakil direktur Yamane mengatakan jika ia hanya perlu memberitahukan staf jika ada kesalahan dalam sistem komunikasi dan sedang dalam perbaikan.



“Bagaimana dengan masalah Dr. Magata?” tanya programmer Shimada.



“Bagaimana bisa aku katakan pada mereka tanpa izin dari direktur. Itu bisa menimbulkan kepanikan,” komentar wakil direktur Yamane.



Perfect Insider 5207



“Apa kau sudah memverifikasi lokasi staf lainnya?” Saikawa-sensei ikut nimbrung.



Wakil direktur Yamane berbalik, “Ya, semua orang ada di ruangannya masing-masing. Deborah menyimpan catatan pembukaan dan penutupan setiap ruangan, jadi tidak ada kesalahan.”



Saikawa-sensei melihat ke arah panel di samping lift yang menunjukkan dimana lift berada saat itu. Ia kemudian melihat ke arah jam tangannya, “Ada sesuatu yang salah. Yamane-san, tidak ada jalan masuk ke Lab dari atap tanpa lift kan?”



“Kau benar, tapi kenapa?”



“Ini sudah 30 menit lebih sejak Direktur Shindo tiba, tapi lift tidak bergerak sekalipun,” ujar Saikawa-sensei.



Perfect Insider 5208



Saikawa-sensei, Moe dan wakil direktur Yamane memutuskan untuk menuju atap lab. Tapi, fakta mengejutkan yang mereka temui disana. Direktur Shindo telah tewas akibat luka tusukan pisau di punggungnya. (di lab kan ada dokter ya? kenapa nggak buru-buru dibawa masuk dan diperiksa, siapa tahu bisa diselamatkan, ya kan? Masak di lab dengan fasilitas super gini, nggak ada fasilitas kesehatan? Hehehe … ampun deh, Na. ini kan drama)



Saat itu, istri direktur Shindo, nyonya Shinda ternyata ikut menyusul ke atas. Ia langsung histeris melihat suaminya sudah tidak bergerak, dan masih duduk di balik kemudi helicopter.



Saikawa-sensei berinisiatif memeriksa radio helicopter. Radio ternyata sudah dirusak. Harapan mereka untuk berkomunikasi dengan dunia luar pun kembali pupus. (masa Saikawa-sensei nggak bisa benerin radio ya? Atau panggil salah satu staf di lab yang ahli teknik gitu. Stop deh, Na. Ini kan drama, huehehehe)



Perfect Insider 5209



Para mahasiswa yang camping di pinggir pantai menikmati pesta barbeque mereka sambil bermain kembang api.



“Saikawa-sensei dan Nishinosono-san belum kembali juga,” ujar salah seorang mahasiswa.



“Apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka?” sambung yang lain.



Ini juga dikomentari oleh Hamanaka, si ketua seminar, “Aku tidak peduli dengan Saikawa-sensei, tapi di sini kita laki-laki semua tanpa Nishinosono-san, kau ta—“ ucapan Hamanaka terputus oleh suara kaleng bir yang diketukkan dengan keras.



Anak-anak berbalik dan sadar, jika masih ada wanita diantara mereka, asisten prof.Kuneida. (makannya mbak, penampilan jangan preman gitu donk. Jadi nggak dianggep deh sama para mahasiswanya. Sayang nggak ada love-line-nya si mbak ini sama Saikawa-sensei, huks)



Perfect Insider 5210



Saikawa-sensei dan Moe ada di luar saat dr.Yuminaga baru keluar dari ruangan nyonya Shindo dan telah memberikan obat penenang.



“Apa yang terjadi di sini? Kini direktur juga dibunuh!” sesal dr.Yuminaga.



“Direktur Shindo adik dari Dr.Magata Sachiro, ayah Dr.Magata Shiki, kan?” tanya Moe hati-hati.



“Ya. Direktur menjadi dokter setelah lulus dari sekolah kedokteran, dia kemudian menikah dengan keluarga Shindo, yang memiliki beberapa rumah sakit. Tapi Dr. Sachiro memintanya bekerja di sini. Dan kemudian dia menjadi direktur setelah insiden 15 tahun lalu itu,” cerita dr.Yuminaga.



Perfect Insider 5211



Saikawa-sensei dan Moe kembali ke depan ruangan Dr.Magata Shiki. Wakil direktur Yamane dan para staf masih ada di sana.



“Deborah, ada orang yang meninggalkan Lab. dalam minggu terakhir ini?” tanya Saikawa-sensei.



“Shindo Seiji,” jawab si program, Deborah.



“Info itu bisa dipercaya?” Saikawa-sensei belum yakin. Ia melihat ke arah wakil direktur Yamane.



“Deborah selalu mengawasi pergerakan orang-orang untuk mencegah informasi bocor. Jadi, tidak ada kesalahan tentang itu. Pada kasus ini, tidak seorangpun meninggalkan Lab. sejak liburan Dr. Magata itu,” wakil direktur Yamane menjawab pertanyaan Saikawa-sensei.



Kesimpulan sementara mengarah pada kenyataan jika pelaku masih ada di dalam lab. Dan karena pintu kuning kembali ditutup, artinya pelaku kemungkinan masih ada di dalam. Tapi pertanyaan siapa yang membunuh direktur Shindo di atap juga belum terjawab. Ada kemungkinan jika ada dua pelaku dalam kasus ini. Radio di helicopter ditemukan rusak. Karena polisi belum datang, kemungkinan tidak pernah ada panggilan radio. Lab benar-benar lumpuh, sistem komunikasi Deborah masih belum pulih dan belum bisa diperbaiki karena tidak jelas masalahnya. Perahu dari luar pun tidak akan datang, kecuali diminta dari lab.



“Bagaimana dengan perahu untuk acaramu?” tanya Wakil direktur Yamane pada Saikawa-sensei.



“Datang 3 hari lagi,” jawab Saikawa-sensei membuat orang-orang semakin lemas.



Perfect Insider 5212



“Oh! Aku sudah pecahkan masalahnya!” ujar Moe tiba-tiba. Ia pun mulai teorinya. “Pelakunya sama. Orang yang keluar dari kamar ini sama dengan yang membunuh Direktur Shindo di atap. Ketika mayat Dr. Magata keluar, kita semua pergi ke lorong mengejar robot P1. Kemudian... Deborah sejenak berhenti berfungsi karena reboot. Sementara kita kacau karena mayat dan Deborah tidak berfungsi, pelaku mengambil kesempatan itu dan keluar lewat lift. Dengan begitu, dia tidak akan terekam oleh CCTV. Lalu, pelakunya mengintai dari atap, setelah kita bertemu Miki-san, dia menusuk Direktur Shindo sampai mati. Begitu. Bagaimana menurutmu?” tanya Moe.



“Itu tidak mungkin,” elak teknisi. “Hanya CCTV di ruangan ini yang tidak terhubung dari sistem Deborah dengan alasan keamanan. Jadi rekaman video berlanjut sekalipun Deborah berhenti berfungsi.”



Perfect Insider 5213



Mereka pun memeriksa sekali lagi rekaman CCTV. Tapi, seperti yang dikatakan oleh teknisi, meski Deborah reboot, CCTV disana tetap terus merekam. Dan memang tidak ada yang keluar dari ruangan itu lewat lift.



“Hanya ada satu jawaban. Ayo kita masuk kedalam,” Saikawa-sensei memberikan usul.



“Di sana bahaya! Tak ada yang pernah berada di ruangan itu selama 15 tahun, kan?” elak teknisi.



“Apa tidak sebaiknya kita tunggu polisi?” tanya proggamer Shimada.



“Yamane-san, keputusan... ada di tanganmu,” bujuk Saikawa-sensei sekali lagi.



Wakil direktur Yamane tampak berpikir, “Baiklah. Ayo periksa ke dalam!” ujarnya mengambil keputusan berani.



Perfect Insider 5214



Mereka pun bersiap untuk masuk ke ruangan Dr.Magata Shiki. Salah seorang teknisi bahkan membawa serta sebuah kapak untuk bersiap. Sementara teknisi satunya mengoperasikan computer dari luar.



“Kau siap? Sekarang aku buka pintunya,” ujar teknisi memencet ‘open’ dari depan komputernya.



Pintu berwarna kuning itu pun bergerak pelan ke atas, terbuka.



Perfect Insider 5215



Setelah pintu kuning teruka sempurna, pintu geser yang ada di dalam juga ikut terbuka. Rombongan masuk ke dalam. Salah seorang teknisi menyalakan lampu ruangan itu. Mereka disambut sebuah ruangan dengan beberapa computer di tengah dengan beragam kabel. Lalu di sisi lain ruangan ada rak dengan deretan buku yang rapi berjajar. Di meja yang ada di pojok ruangan, ada beberapa komponen, kabel dan peralatan yang berserakan. Moe memeriksa kotak surat di sisi tembok, kotak itu kosong dan tidak ada yang aneh. Wakil direktur Yamane meminta programmer Shimada untuk memeriksa computer di sana.



Rombongan beranjak ke ruangan sebelah. Saat dibuka dan dinyalakan lampunya, ruangan itu juga kosong. Hanya ada kursi dan di depannya sebuah monitor. Mungkin ruangan ini yang digunakan Dr.Magata Shiki untuk berkomunikasi dengan luar.



Perfect Insider 5216



Rombongan beralih ke ruangan yang lain. Ruangan itu berisi kursi dan meja kecil, dapur di sisi tembok, lemari es dan juga kamar mandi di sisi lain. Persis seperti rumah. Saat diperiksa, di ruangan ini juga tidak ada apapun dan siapapun.



“Aku pikir Dr. Magata terbunuh di ruangan ini...Tidak ada noda darah tertinggal. Pelakunya pasti sudah membersihkannya,” komentar Moe.



“Tapi... bagaimana dengan lengan dan kakinya?”



“Mungkin, lewat sini,” Moe menunjuk sebuah kotak di dekat dapur.



Rupanya kotak itu adalah kotak untuk membuang sampah yang akan terhubung dengan tempat pembakaran. Jadi, apapun yang dibuang lewat sana, pasti akan langsung terbakar.



Perfect Insider 5217



Programmer Shimada memanggil orang-orang dari ruangan utama. Dia menunjukkan program Deborah versi 6. Teknisi tidak percaya.



“Tapi ini versi enam! Dan kecepatan pemrosesan sudah sangat meningkat,” programmer Shimad menunjukkan kemampuan program di computer itu. (isinya bikin ngiri, sumpah. Komponan dan Kecepatan aksesnya bikin mupeng)



“Dr. Magata pasti menyelesaikannya tanpa kita tahu. Tapi kenapa dia tidak menggunakannya?” komentar wakil direktur Yamane.



Mereka heboh karena saat ini versi Deborah yang digunakan di lab adalah versi empat. Versi lima dan versi enam tidak pernah disebutkan oleh Dr.Magata, padahal Dr.Magata telah menyelesaikannya.



Programmer Shimada juga menunjukkan jika semua file dalam computer itu sudah dihapus. Kecuali satu, yakni kalender. Dalam kalender itu, hari ini diberi tanda. Ada pesan disana, yang saat dibuka berbunyi ‘Segalanya menjadi 'F.—Subete ga F ni Naru--.



Moe kemudian ingat sesuatu. Ia ingat saat bertemu dengn Dr.Magata sebelumnya (di ruang virtual), Dr.Magata Shiki juga menyebut soal ‘Saat segalanya menjadi F’. Tapi ia sendiri juga masih belum mengerti maksud pesan itu.



Perfect Insider 5218



“Siapa yang mengizinkan kau masuk ruangan ini?” nyonya Shinda tiba-tiba muncul dengan wajah kesal bukan main. (ibuk-nya seperti yang muncul di Black Buttler movie deh, ada yang inget?)



“Nyonya Shindo! Kita harus periksa ruangan ini—“ elak wakil direktur Yamane.



“Bisakah kau berhenti bertindak tidak sopan di sini?” nyonya Shindo masih tidak terima.



Wakil direktur Yamane pun akhirnya minta maaf. Tapi pembicaraan mereka terhenti saat terdengar suara bergemeretak dari dinding di belakang mereka.



Perfect Insider 5219



Semua orang kaget, karena di belakang mereka seharusnya adalah dinding. Tapi, terdengar suara dari balik dinding itu. Saikawa-sensei mendekat dan memegang panel di dinding. Sayang saat berusaha ditarik, ia gagal melakukannya.



“Kau... Dr. Magata Shiki?” tanya Moe pelan. “Siapa kau?”



“Aku... Michiru,” ujar suara itu.



“Tolong buka pintunya!” tiba-tiba nyonya Shindo histeris. “Berhenti! Jangan buka! Tolong, jangan dibuka...”



Perfect Insider 5220



Tapi terlambat. Kunci dinding itu seolah dibuka. Saikawa-sensei kemudian menarik sekali lagi panel di dinding. Dinding pun terbuka, tapi keadaan gelap. Ada sesuatu di dalam sana.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di SINOPSIS Perfect Insider episode 06 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.