Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Minggu, 28 Juni 2015

SINOPSIS Perfect Insider 04 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 04 part 2. Yang ketinggalan cek di Perfect Insider bagian sebelumnya ya, Perfect Insider episode 04 part 1. Misteri kematian kepala keluarga Kayama semakin rumit. Tapi, Saikawa-sensei menemukan titik terangnya.



Perfect Insider 4201



Kasus kematian kepala keluarga Kayama yang pernah terjadi 50 tahun silam terulang lagi. Tapi kali ini, jasad tuan Kayama Rinsui tidak ditemukan di gudang. Hanya ada genangan darah disana. Dan hal yang sama dengan kasus 50 tahun silam adalah … vas dan kotak. Tidak ada senjata ditemukan di manapun.



Perfect Insider 4202



Malam itu, Moe, Saikawa-sensei dan polisi mengumpulkan keluarga Kayama tidak jauh dari gudang tempat tuan Kayama Rinsui biasa bekerja. Kayama Takashi yang sempat dibawa ke rumah sakit sudah diperbolehkan pulang setelah hasil pemeriksaan menyebutkan tidak ada luka yang serius. Tentang Marimo pun telah dijelaskan semuanya, tidak ada salah paham lagi.



“Professor Saikawa akan mengadakan percobaan,” ujar Moe kemudian.



“Dan dia bilang, jika percobaannya berhasil, insiden ini akan sepenuhnya terpecahkan,” lanjut polisi yang menemani Moe.



Saikawa-sensei keluar dari gudang dan bergabung dengan yang lain. “Maafkan aku. Yusuke-kun keluar dari gudang jam 6 sore pada hari kejadian. Aku ingin menegaskan situasi TKP pada saat itu,” jelas Saikawa-sensei.



Perfect Insider 4203



Saikawa-sensei lalu mendekati Yusuke. Ia meminta bocah itu untuk melihat ke dalam gudang. Yusuke kecil pun menurut. Tapi, tidak lama ia kembali keluar.



“Tidak ada lagi di sana. Detektif tidak ada lagi disana,” ujar bocah itu polos.



Saikawa-sensei tersenyum. Moe masih keheranan, tapi ia kemudian mengerti maksud percobaan yang melibatkan Yusuke ini.



Perfect Insider 4204



Moe langsung lari menuju gudang itu, diikuti yang lain. Disana, mereka menemukan det.Ukai terkapar di lantai, dengan warna merah di dadanya. Tapi sebentar kemudian ia bangun lagi. Rupanya Saikawa-sensei memintanya untuk berpura-pura menjadi mayat.



“Artinya Rinsui-san berada di gudang sekitar jam 6 sore kemarin, bukan begitu?” tanya Moe menyakinkan.



“Tepat sekali,” jawab Saikawa-sensei. “Yusuke-kun bilang kalau 'Marimo-san tidak ada lagi disana' ketika dia melihatnya tergeletak.”



“Jadi, Yusuke berbohong?” ibu Yusuke heran.



“Tidak, dia tidak bohong. Aku pikir itu hanya perbedaan persepsi saja,” lanjut Saikawa-sensei. “Ketika Yusuke-kun berkata 'tidak ada lagi di sana,' perbedaan antara 'mati' atau 'tidak bergerak' sangat tipis. Itu kata-kata terkenal di program TV favorit Yusuke-kun, Genma Daishogun. Yusuke-kun, Apa yang Genma Daishogun katakan setelah mengalahkan musuhnya?” Saikawa-sensei mendekai Yusuke.



“'Orang jahat sudah tidak ada lagi.'” ujar bocah itu.



“Itu benar, terima kasih,” ujar Saikawa-sensei. Ia pun meminta bocah itu untuk kembali dan bermain di dalam rumah saja.



Perfect Insider 4205



Saikawa-sensei melanjutkan, “Tidak pantas mengatakan 'mereka sudah mati'di acara TV anak-anak, kau tahu kan? Dan Kelly menggonggong di depan gudang karena Rinsui-san ada di sini. Ini membuktikan bahwa Tuan Rinsui terbaring di gudang ini sekitar jam 6 sore kemarin. Dan itu cocok dengan kesaksian Marimo-san bahwa dia melihat Tuan Rinsui sekarat, dan bahwa dia membawanya ke mobil setelah jam 6 sore.”



Tapi, masalah belum selesai. Fakta bahwa pada pukul 6 sore tuan Rinsui ada di gudang sudah dijelaskan. Tapi pada pukul 7 hingga 8 malam, gudang terkunci. Siapa yang ada di dalam?



“Ngomong-ngomong, Rinsui-san tidak suka pakai AC, kan?” tanya Saikawa-sensei yang diiyakan oleh pelayan. Saikawa-sensei melihat sekeliling ruangan gudang itu, “Gudang ini kedap udara, untuk melindungi cat dari kelembaban. Selain itu, dia mematikan AC, yang menjadi satu-satunya sirkulasi udara. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gudang benar-benar dikunci. Dan kemarin sangat dingin. Seharusnya Tuan Rinsui menyalakan penghangat udara. Pada dasarnya pada kondisi ini kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan, 'Siapa yang ada di dalam gudang antara jam 7 dan 8 malam?'” Saikawa-sensei tersenyum.



Moe tampak berpikir keras. Tapi kemudian ia paham maksud dosenya itu, “Tentu saja. Siapa yang ada di dalam gudang? Tidak ada siapapun!” ujar Moe yakin. Jawaban yang justru membuat orang-orang semakin heran.



Perfect Insider 4206



“Tapi kan pintunya terkunci? Bagaimana bisa pintu terkunci dari dalam ketika tidak ada orang di sana?” protes Kayama Takashi.



“Itu kejadian alam,” ujar Moe sambil melihat ke arah Saikawa-sensei. Saat melihat sensei-nya itu mengangguk setuju, Moe baru melanjutkan ucapannya, “Sekitar jam 6 sore, setelah Yusuke-kun keluar dari gudang. Aku yakin kesadaran Rinsui-san pulih. Dan Marimo-san membawanya ke rumah sakit. Setelah itu, karena penghangat udara mati dan tidak ada orang di dalam, Temperatur kamar turun dengan cepat dan udara perlahan mengempis. Kemudian, kekuatan yang mendorong dinding luar bagian dalam, aktif kembali menutup ruangan ini. Pintu yang tertutup di tarik ke dalam oleh kekuatan ini juga menjadikannya seolah-olah pintu terkunci. Ini menyebabkan fenomena pintu tidak bisa dibuka antara jam 7 dan 8 malam.”



“Tapi apa mungkin pengempisan udara sendiri bisa menghasilkan tenaga yang kuat?” det.Ukai belum yakin.



“Ini hanya perkiraan, tapi untuk setiap 100 derajat perubahan temperatur, udara mengembang atau mengempis sebesar 40%. Ini setara dengan 0,4% dari perubahan volume untuk setiap 1% perubahan temperatur. Tekanan atmosfer sekitar 1 kilogram per 1 sentimeter persegi. Jadi 0,4% yang sama dengan 4 gram tekanan udara yang akan ditambahkan. Katakan saja pintu gudang lebarnya 1 meter dan tingginya 2 meter, tekanan akan menjadi 800 kilogram pada 10 derajat perubahan temperatur. Mustahil membuka pintu seberat itu,” Moe menjelaskan. (yang bingung dengan penjelasan secara fisikanya, silah cek di bawah. Ntar Na coba jelaskan dengan lebih sederhana)



“Ya, kau benar,” det.Ukai sok paham.



“Karena pintu tidak bisa dibuka, kita salah mengerti bahwa ada orang di dalam gudang,” Moe menutup kesimpulannya.



“Tapi.. Siapa yang menusuk ayahku?” Kayama Takashi masih belum puas dengan penjelasan Moe.



“Itu … aku tidak tahu,” sesal Moe.



Perfect Insider 4207



“Well, Professor Saikawa. Menurutmu siapa pelakunya?” det.Ukai beralih pada Saikawa-sensei yang sejak tadi diam saja.



Wajah Saikawa-sensei berubah serius, “Mohon dengarkan ini. Aku rasa Kayama Rinsui-san bunuh diri.”



“Apa? Aku rasa itu tidak mungkin. Karena di sana tidak ada senjata—“ ucapan Moe terputus.



“Benar. Jika memang benar itu bunuh diri, anehnya tidak ada senjata di sana,” sambung det.Ukai.



“Sebenarnya senjata itu masih ada di ruangan ini,” ujar Saikawa-sensei dengan tenangnya.



“Huh? Dimana?” orang-orang keheranan.



“Di dalam 'Kotak Keegoisan.'”



Tapi jawaban Saikawa-sensei membuat semua orang semakin heran dan tidak percaya. Kotak itu kosong. Bahkan berdasarkan hasil foto x-ray yang dilakukan polisi, tidak ditemukan apapun di dalamnya. Saikawa-sensei mengatakan jika kotak itu ‘sekarang’ kosong. Membuat semua orang semakin bertanya-tanya apa maksudnya. Moe meminta polisi untuk membawa kotak dan vas itu lagi. Tapi dicegah oleh Saikawa-sensei.



“Saikawa-sensei, kau sudah tahu bagaimana mengeluarkan kunci dari vas dan membuka kotak, iya kan?” tembak Moe.



“Apa kau sungguh mencari tahu misteri vas itu?” Kayama Takashi ikut penasaran.



Saikawa-sensei melihat ke arah keluarga Kayama, “Misteri vas dan kotak seharusnya menjadi beban bagi kepala keluarga Kayama. 50 tahun lalu, Tuan Kayama Fusai memecahkan misteri dibalik vas dan kotak itu dan bunuh diri di dalam gudang ini. Bahkan, putranya, Tuan Rinsui sudah terbebani oleh misteri dari vas dan kotak itu. Dan boleh jadi di hari dia menemukan jawabannya dan memilih jalan yang sama seperti Tuan Fusai. Vas dan kotak itu yang seharusnya berfungsi dalam mekanisme tersebut. Dan itulah pesannya.”



“Aku tidak akan pernah... membunuh diriku sendiri! Aku tidak mau, sekalipun jika itu pesan kematian kakek dan ayahku! Bagaimana mungkin aku mempertaruhkankan hidupku pada benda semacam itu?” tegas Kayama Takashi. “Saikawa-sensei, tolong pecahkan misteri vas dan kotak itu! Setelah terpecahkan, aku akan hancurkan vas itu dan mengakhiri kutukan dalam keluarga kami.”



“Aku tidak akan membiarkan itu!” istri tuan Kayama Rinsui akhirnya angkat bicara. Dengan tegas ia meminta untuk bicara langsung pada Saikawa-sensei dan Moe di ruangan lain.



Perfect Insider 4208



“Kau tahu kan rahasia dibalik vas dan kotak itu?” tembak Saikawa-sensei tanpa basa basi.



“Ya, aku tahu. Tapi, tidak seluruhnya,” ujar nyonya Kayama Rinsui. “Tiga hari sebelum dia meninggal dia memperlihatkan 'Kotak Keegoisan' yang terbuka. Dan dia bilang inilah potongan terakhir. Aku pikir dalamnya kosong... Senjata itu ada di sana. Senjata itu sangat hangat. Aku tidak bisa berhenti menangis hanya karena memegangnya.”



“Karena kau sedih…” potong Moe.



“Kenapa aku harus sedih? Selama ini dia telah mengikuti jejak ayahnya, Fusai dan tetap mencari satu potongan terakhir. Lalu akhirnya kau menemukan jawabannya! Menekan dirimu dan membawa kembali lukisan asli Sang Buddha. Itu misi dari pelukis Buddha. Menekan dirimu untuk hidup dan hidup untuk menekan dirimu. Dia meraih puncak karirnya seperti Fusai dan berusaha menyempurnakan seni sendiri dengan kematian. Rasanya seperti mimpi, aku bahkan merasa berat agar tetap berdiri tegak. Darah indahnya gemericik keluar,” cerita pun mengalir dari bibir nyonya Rinsui.



“Tapi Tuan Rinsui sempat bimbang sebelum dia mati, iya kan?” tanya Saikawa-sensei lagi.



Nyonya Rinsui tampak sedikit tidak suka, “Tidak seperti Fusai, butuh waktu sangat lama baginya untuk mencapai puncak. Itulah kenapa…”



“Itulah sifat manusia,” potong Saikawa-sensei.



Perfect Insider 4209



“Kau bilang dia membuka kotak 3 hari sebelum kematiannya. Kenapa dia menunggu selama 3 hari?” Saikawa-sensei melanjutkan pertanyaannya.



“Selama 3 hari itu, dia melukis untuk terakhir kalinya.”



“Lukisan Buddha yang lain?” tanya Moe.



“Tidak, dia melukis aku. Itu tiga hari yang membahagiakan. Aku telah meninggalkan setiap momen dalam hidupku demi 3 hari itu! Itu satu-satunya dan hanya itu dari dunia ini yang dia lukis selain Buddha,” mata nyonya Rinsui berkaca-kaca menceritakan saat terakhir kali tuan Rinsui melukisnya.



Perfect Insider 4210



“Dimana lukisan itu sekarang?” tanya Moe.



“Aku membakarnya,” ujar nyonya Rinsui.



Saikawa-sensei melanjutkan kalimatnya, “Itulah cara anda menjadikannya sempurna. Apa itu salah satu potongan juga?”



Nyonya Rinsui menggeleng, tapi ia tersenyum, “Aku ingin memilikinya untuk diriku sendiri. Hidup dan matinya. Aku kekanak-kanakkan ya? Bawalah ini bersamamu. Mereka sudah tidak diperlukan lagi dirumah ini. Kehilangan ini menjadi salah satu bagian terakhir untuk keluarga Kayama. Pergilah. Karena aku tidak akan pernah melihat kalian berdua lagi,” nyonya Rinsui menyerahkan kedua benda di depannya itu pada Saikawa-sensei dan Moe, kemudian menunduk hormat sebagai salam perpisahan.



Perfect Insider 4211



Sementara Moe dan Saikawa-sensei bicara dengan nyonya Rinsui, orang-orang yang lain berkumpul dan menunggu di ruang makan. Saat Saikawa-sensei dan Moe kembali, keduanya langsung diberondong pertanyaan.



“Maafkan aku! Aku melompat ke kesimpulan. Aku tidak bisa membuka kotak itu,” ujar Saikawa-sensei saat ditanya oleh det.Ukai cara membuka kotak itu.



“Tapi aku pikir tidak masalah, karena kita mengambil vas kutukan dan kotak ini dari Fumi-san,” lanjut Moe, membuat orang-orang di ruangan itu heran. Aneh karena nyonya Rinsui (Kayama Fumi) menyerahkan begitu saja kedua benda yang selama ini begitu dirawatnya dengan hati-hati.



“Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu! Senjatanya masih di dalam kotak kan?” desak det.Ukai lagi.



“Tidak, tidak, tidak, tidak! Itu juga aku melompat ke kesimpulan,” elak Saikawa-sensei cepat. “Mungkin Tuan Rinsui membuang senjata itu ke dalam sungai atau apa.”



Moe mengocok vas, hanya ada kunci. Lalu kotak itu pun saat dikocok tidak menimbulkan suara apapun. Kosong.



“Tapi kenapa kalian berdua membawa vas dan kotak itu?” desak rekan det.Ukai.



Moe sempat bingung. Tapi kemudian ia memberikan jawaban polosnya, “Sebagai sovenir?”



Perfect Insider 4212



Kembali ke kampus.



Moe meletakkan kotak dan vas itu di meja, dengan hati-hati. Ia tersenyum memandangi kedua benda penuh misteri itu.



Dari arah pintu, Saikawa-sensei datang dengan peralatan yang dibawanya. Pemanas dan juga gelas reaksi berukuran besar dengan air di dalamnya, “Sekarang, ayo mulai.”



Perfect Insider 4213



Saikawa-sensei memanaskan air dalam gelas itu di atas pemanas. Ia kemudian memasukkan air yang sudah mendidih itu ke dalam vas. Saikawa-sensei kemudian membuka salah satu skrup yang ada di atas kotak. Saikawa-sensei memasukkan air dari dalam vas tadi ke dalam kotak menggunakan corong.



“Lihat kedalam vas!” perintah Saikawa-sensei pada Moe. “Kocok vasnya.”



Moe mengocok vas itu, tidak ada suara. Saat ia mengintip ke dalam kotak itu, tidak ada apapun, “Kunci itu menghilang. Jika kunci itu hilang, kita tidak bisa membuka kotak!”



“Tidak, kau bisa membukanya sekarang,” ujar Saikawa-sensei dengan santainya.



“Meskipun tanpa kunci?” Moe heran.



“Lubang kunci itu tipuan,” Saikawa-sensei menunjuka lubang kunci di sisi kotak. “Ini yang sebenarnya,” Saikawa-sensei menunjuk lubang kecil yang tadi ia lepas skrupnya, terletak di atas kotak. “Ketika air mendidih dituang ke dalam kotak sumbatan penutupnya akan bengkok karena suhu dari air panas.”



Perfect Insider 4214



Saikawa-sensei mengecek jam di tangannya, “Bagus. Buka kotaknya!” perintahkan pada Moe.



Moe pun menuruti perintah Saikawa-sensei. Ia membuka kotak itu, “Oh! Kuncinya berubah menjadi senjata, bukan? Tapi bagaimana?”



Perfect Insider 4215



Saikawa-sensei memberikan penjelasan, “Kunci di dalam vas dibuat dari bahan khusus yang disebut 'fusible alloy' (sifat bahan ini bisa kembali ke bentuk semula saat diberikan panas) yang meleleh pada suhu 60 derajat Celsius. Kau tuangkan fusible alloy yang meleleh, ke dalam kotak bersama dengan air panas. Ada ruang kosong dalam bentuk pisau di dalam kotak dan logam yang meleleh bisa tersimpan di sana. Setelah air panas mulai dingin, fusible alloy menjadi padat dan menjelma menjadi pisau tajam.” Saikawa-sensei mengambil pisau padat itu dan memberikannya pada Moe.



Moe menerimanya dari Saikawa-sensei, “Ini hangat,” komentarnya kemudian.



Saikawa-sensei melanjutkan ucapannya, “Dan setelah menusuk dadamu dengan pisau ini kau masukkan kembali ke dalam vas, tuangkan air mendidih dan tunggu sampai meleleh. Pasti ada ruang kosong dalam bentuk kunci di bagian bawah vas. Buang air panas setelah mendingin, maka kunci kembali berada di dalam vas.”



“Dan itulah kenapa senjata tidak ada di TKP,” Moe menyimpulkan.



Perfect Insider 4216



“Kayama Rinsui-san keluar dari gudang setelah menusuk dadanya sendiri. Aku ingin tahu apa itu karena dia masih ingin hidup. Istrinya bilang bahwa dia sempat ragu sebelum memutuskan bunuh diri. Kau pikir Tuan Rinsui mampu menusuk dirinya sendiri?” gumam Moe.



“Moe, tidak ada cara membuktikan itu. Bahkan jika orang lain yang memegang pisau, tidak akan ada sidik jari tertinggal. Begitulah senjata ini bekerja. Keluarga Kayama telah dibebaskan dari tradisi. Tidak akan ada lagi orang yang mencoba memecahkan misteri kotak ini dengan mempertaruhkan hidupnya,” Saikawa-sensei melanjutkan. “Kau tidak setuju?”



Moe menarik nafas dan menghembuskannya dengan berat, “Aku sudah pecahkan masalahnya. Rahasia akan tertutup lagi.” Ia lalu menutup kembali kotak itu.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis Perfect Insider episode 05 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Kelana’s note :



Buat yang bingung dengan penjelasan pemuaian-penyusutan dari Moe di atas, nih Kelana jelaskan.



Gas (udara) akan mengembang saat suhu panas. Begitupula sebaliknya, akan menyusut jika suhu dingin/menurun. Ruangan TKP adalah ruangan tertutup rapat/kedap udara. Mulanya pemanas ruangan menyala, suhu panas. Tapi, saat ditutup rapat, pemanas dimatikan. Suhu menjadi dingin dengan cepat. Saat suhu dingin, udara di dalam ruangan yang terperangkap di ruangan kedap akan mengempis atau menyusut. Penyusutan udara ini menyebabkan tekanan di luar ruangan lebih besar dibanding di dalam ruangan. Sehingga pintu—sebagai satu-satunya jalan keluar masuk udara—tertarik ke dalam. Catatan:dalam drama ini, pintu TKP hanya bisa dibuka ke arah luar. Karena pintu tertarik oleh udara di dalam, saat ditarik ke luar, pintu tidak bisa dibuka. Sehingga ruangan seolah terkunci. Sebenarnya, pintu bisa dibuka. Tapi, harus dengan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara di dalam yang menahan pintu.



Untuk hitung-hitungannya, sila cek buku fisika kelas XI SMA materi tekanan udara. Tapi kalau males, ya udah, abaikan saja hitung2annya, hehehe.



Masih heran, koq bisa sih, udara bikin ruangan nggak bisa dibuka? Jangan salah. Meski hanya benda gas, udara—seperti halnya air—memiliki kekuatan yang besar. Apalagi jika jumlahnya besar dan cepat, atau memiliki energy.



Duh Kelana, kamu ngobrol apaan sih? Ya udah deh, kalau bingung, abaikan saja penjelasan ini. Mungkin suatu saat nanti, Na akan buat penjelasan yang lebih sederhana dan mudah dimengerti oleh semua orang deh.

Rabu, 24 Juni 2015

SINOPSIS Perfect Insider 04 part 1

Sinopsis Perfect Insider episode 04 part 1. Yang ketinggalan cek di Perfect Insider bagian sebelumnya ya, episode 03 part 1 dan part 2.



Peristiwa misterius terjadi di dalam ruang terkunci 50 tahun lalu. Di TKP, tidak ditemukan senjata pembunuhan. Tetapi, justru ditemukan vas dan sebuah kotak. Vas 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.'



Perfect Insider 4101



Polisi mengambil foto X-ray vas dan kotak, dan memang benar ditemukan kunci di dalamnya. Tetapi, mulut vas terlalu sempit untuk mengeluarkan kunci.



Saat ini, insiden lain terjadi di gudang malam itu. Tetapi, hanya ada genangan darah tanpa adanya jasad korban. Kesamaan insiden kali ini dengan insiden 50 tahun yang lalu adalah, ditemukannya vas dan kotak di TKP.



Jasad tuan Kayama Rinsui, kepala keluarga Kayama ditemukan di sungai. Sementara itu, putrinya, Kayama Marimo ditemukan pingsan tidak jauh dari sana. Ada banyak kemiripan insiden ini dengan insiden 50 tahun lalu. Tapi, ruangan yang terkunci dan tujuan kejahatan ini tidak ada hubungannya. Dimanapun Kepala Keluarga Kayama ditikam 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan' ada di TKP. Marimo kemudian dilaporkan menghilang dari rumah sakit. Rahasia apa yang mungkin tersimpan dalam vas dan kotak?



Perfect Insider 4102



Menghilangnya Marimo dari rumah sakit menimbulkan berbagai spekulasi. Polisi melaporan jika mereka menemukan puntung rokok bekas milik Marimo di area belakan rumah. Selain itu, mobil yang digunakan oleh Marimo ditemukan di Jembatan Otawa-bashi, berlawanan dengan arah menuju kediaman keluarga Kayama. Tempat itu sekitar 500m jauhnya dari rumah, dan juga dekat dengan ditemukannya jasad Kayama Rinsui di sungai.



“Apa yang kau coba katakan? Maksudmu, Marimo yang membunuh ayahku?” Takashi-san kaget dengan fakta-fakta dan spekulasi yang disampaikan.



“Oh, itu hanya dugaanku saja,” elak Moe kemudian.



Perfect Insider 4103



Moe melanjutkan penjelasannya, “Sebelum jam 6:00 sore kemarin, Marimo-san sampai di rumah Kayama. Tapi dia bertengkar dengan Rinsui-san, karena tidak pernah pulang dan berakhir dengan menusuknya. Kemudian Marimo-san mengeluarkan tubuh ayahnya dari gudang. Ini juga cocok dengan kesaksian Yusuke-kun, bahwa tidak ada orang di gudang jam 6:00 sore. Setelah itu, Marimo-san berusaha membuang mayat ke sungai dari Jembatan Otowa-bashi. Tapi Rinsui-san sadar dan setelah mereka bertengkar, Rinsui-san jatuh ke sungai. Marimo-san juga terluka dan tidak sadarkan diri.”



“Dalam kasus ini, bagaimana kau akan menjelaskan alasan kenapa gudang terkunci dari dalam antara jam 7:00 dan 8:00 malam?” Saikawa-sensei akhirnya angkat bicara.



Takashi-san yang kali ini menjawab, “Benar! Jika antara jam 7:00 dan 8:00 malam pasti ayahku yang menguncinya ketika kerja di gudang.”



Tapi Moe membalik logikanya, “Pintu itu terkunci, tapi tidak ada yang secara langsung melihat Rinsui-san, kan? Mungkin ada kaki tangan.”



“Kenapa kami mau membunuh ayahku?” Takashi-san masih tidak percaya dengan ucapan Moe.



“Sebagai contoh, Takashi-san. Kau punya motif. Apa Kau akan menjual bangunan ini? Agen real estate sudah memastikannya,” tembak Moe.



“Itu..” Takashi-san tampak ragu. “Apa pilihan yang aku punya? Tidak ada jaminan hidup sebagai pelukis Buddha di zaman sekarang ini! Rumah ini dikutuk! Sebaiknya rumah ini dijual saja!” Takashi-san tampak kesal. Ia pun pergi dengan marah.



Saikawa-sensei masih tampak berpikir keras. Sementara itu, Istri tuan Kayama Rinsui justru diam saja, tidak berkomentar apapun, seolah tidak punya kepentingan dengan semua yang terjadi di rumah itu.



Perfect Insider 4104



Kemana Kayama Marimo pergi?



Marimo yang telah sadar saat di rumah sakit, pergi dari sana. Ia pun menuju hutan. Apakah Marimo akan kembali ke rumah keluarga Kayama?



Perfect Insider 4105



Saikawa-sensei dan Moe berjalan keluar. Mereka melihat Yusuke sedang asyik bermain sendiri di halaman. Moe pun menghampiri bocah kecil itu. Yusuke mengatakan soal mainannya, yang bernama Genma Daishogun. Tapi bocah itu memanggil Moe dengan ‘nyonya’. Kontan Moe kaget, tapi ia buru-buru mengajarkannya agar memanggil dengan ‘nona’.



Saikawa-sensei hanya nyengir geli melihat tingkah Moe, “Orang dewasa harusnya sensitif, bukannya seperti anak kecil, kau tahu?”



“Aku hanya mengajarinya pengertian dan sikap yang baik,” kilah Moe. Moe pun kembali beralih pada Yusuke. “Apa kekuatan Genma Daishogun?”



“Tidak, dia tidak lagi ada di sana,” jawab bocah itu, polos. Jawaban yang membuat Saikawa-sensei termenung, memikirkan sesuatu.



Moe memeriksa bagian belakang mainan itu, “Baterai dimasukkan di belakang.” Ujarnya kemudian. Moe membalik posisi baterainya. “Lihatlah!” mainan itu pun bisa bergerak kembali.



Perfect Insider 4106



Ibu Yusuke pun muncul. Ia merasa tidak enak karena Yusuke bermain dengan berantakan di depan para tamu itu. “Ketika aku menikah dan masuk ke keluarga ini, sebenarnya aku ingin lari dari rumah ini secepat yang aku bisa. Aku selalu membersihkan balkon ini setiap hari, kau tahu? Rasanya seperti bagian dari diriku tenggelam di sini,” curhatnya tanpa sadar.



Dari arah lain, seekor anjing datang dan menggonggong. Anjing itu dipanggil Kelly dan kemudian digendong oleh si ibu.



“Maaf, tapi dia menggonggong pada semua orang. Oh ya, coba pikir, dia menggonggong di depan gudang ketika Yusuke keluar,” cerita ibu Yusuke itu kemudian.



“Itu artinya, kemungkinan ada orang di dalam gudang antara jam 6 sore?” Moe mendadak penasaran.



“Tapi Yusuke bilang tidak ada orang di sana,” elak ibu Yusuke.



Perfect Insider 4107



Asisten Saikawa-sensei, prof.Kuneida tengah di lab mempersiapkan bahan-bahan kuliah saat mahasiswanya, Hamanaka datang. Hamanaka bertanya, kemana Saikawa-sensei yang dijawab dengan enteng oleh prof.Kuneida, bahwa Saikawa-sensei melanjutkan penelitian di rumah tradisional orang Jepang bersama Moe.



Hamanaka tampak kaget (atau sok kaget), “Rupanya mereka menghabiskan malam bersama. Saikawa-sensei dan Moe menghabiskan malam, hanya mereka berdua? Sebagai pemimpin seminar, Aku tidak bisa membiarkan ini! Ini masalah serius, kau tahu?” ujar Hamanaka sok drama.



Tapi seperti biasa, prof.Kuneida menendang pantatnya. Si Hamanaka ini pun langsung sadar diri. Perhatian prof.Kuneida teralihkan saat telepon berdering. Rupanya dari Saikawa-sensei.



Hamanaka pun penasaran melihat dosennya itu mengangguk mengiyakan, “Apa itu Saikawa-sensei? Dia bilang apa?”



“Dia minta aku sedikit meneliti Genma Daishogun,” ujar prof.Kuneida, membuat Hamanaka heran.



Perfect Insider 4108



Saikawa-sensei masih mengumpulkan setiap keping informasi yang di dapatnya. Ia mendatangi lagi TKP gudang tempat darah tuan Kayama Rinsui ditemukan. Disana ada pelayan yang tengah membersihkannya.



“Detektif bilang tidak apa-apa membersihkannya,” ujar si pelayan pada Saikawa-sensei.



Saikawa-sensei mengangguk mengeri. Ia pun meneruskan, “Apa vas dan kotaknya masih ditangan polisi?”



“Tidak, sudah mereka kembalikan, sekarang ada di kamar Madam.”



Perfect Insider 4109



Saat si pelayan selesai bersih-bersih, Moe datang dan bergabung dengan Saikawa-sensei.



“Gudang ini mengalami pelapukan,” Saikawa-sensei mulai analisisnya. “Ini teknik pelapisan agar bangunan tampak tua. Dinding luar dan dalam gudang ini baru-baru ini diberi material sintetis. Lihat celah di pintu ini. Ini dirancang agar silikon menjadikan ruang tertutup dan mengatur ventilasi AC,” Saikawa-sensei menunjuk ke celah di atas pintu.



“Aku tahu. Oh! Untuk melindungi cat dari lembab, kan?” Moe langsung mengerti.



“Ya. Tuan Rinsui membutuhkan waktu merenovasi gudang ini menjadi tempat kerjanya.”



“Menurutmu sesempurna itu?” Moe tidak yakin.



“Siapa yang tahu? Tapi kalau kau memaksa, mungkin karena dia seorang seniman,” jawab Saikawa-sensei sekenanya.



“Aku ingin tahu apakah dia ingin dekat dengan mendiang ayahnya, Tuan Fusai, walau hanya sedikit....” gumem Moe setelah memandang foto tuan Kayama Fusai, yang meninggal 50 tahun silam.



Tapi obrolan keduanya terhenti saat terdengar suara teriakan dari arah belakang rumah.



Perfect Insider 4110



Istri Kayama Takashi tengah ke halaman belakang untuk membuang sampah. Ia merasa heran karena sumur yang biasanya ditutupi semak, ternyata terbuka. Saat melihat ke dalam, ia melihat suamianya, Kayama Takashi ada di sana tak sadarkan diri.



“Takashi-san!”



Perfect Insider 4111



Polisi dan ambulan pun segera dihubungi. Tim penyelamat berhasil mengangkat Takashi-san ke atas. Dilaporkan jika ada memar di kepala dan lengan kanannya. Ada gangguan kesadaran, tapi tekanan darah dan pernapasan semuanya stabil.



Nama Takashi berkali-kali dipanggil untuk mengembalikan kesadarannya. Takashi-san sedikit tersadar, dan justru menggumamkan nama Marimo, adiknya. Merasa ada yang tidak beres, Moe pun meminta para polisi untuk berpencar dan mencari keberadaan Marimo, yang sempat dilaporkan kabur dari rumah sakit sebelumnya.



Perfect Insider 4112



Setelah berkeliling, mereka tidak menemukan keberadaan Marimo. Tapi Saikawa-sensei dan Moe justru bertemu Yusuke di depan gudang.



“Marimo-san tidak ada lagi di sana. Dia sudah tidak ada lagi di sana,” ujar Yusuke polos.



Meski awalnya bingung, Saikawa-sensei akhirnya mengerti. Ia segera berlari ke dalam gudang. Disana, ternyata ia menemukan Marimo-san sudah tidak sadarkan diri dengan pergelangan tangan teriris dan darah di bawahnya. Polisi yang mendengar keributan segera bergabung. Mereka memanggil ambulan untuk membawa Marimo kembali ke rumah sakit.



Perfect Insider 4113



Marimo berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit kembali. Kali ini, ia sendiri yang minta untuk bertemu dan bicara pada Saikawa-sensei serta Moe.



“Marimo-san, kau baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Moe.



Marimo menatap dengan sedih, “Itu... Aku. Aku yang membunuh ayahku. Akulah yang membunuhnya. Tadi malam... “



Perfect Insider 4114



Cerita pun mengalir dari bibir Marimo.



Marimo tiba di rumah sekitar pukul 6 sore. Tapi, ia ragu-ragu untuk masuk karena sudah lama tidak pulang. Saat itu, ia melihat ayahnya, Kayama Rinsui, keluar dari gudang, lalu menutup pintu. Tapi Rinsui-san yang sudah berlumuran darah kemudian ambruk. Dengan nafas tersengal, Rinsui-san berpesan pada putrinya agar ‘jangan membukanya’. Tadinya Marimo mau memberitahukan semua orang, tapi Rinsui-san melarangnya. Jadi akhirnya Marimo membawa Rinsui-san masuk ke dalam mobil, dan berbalik menuju rumah sakit. Tiba di jembatan, Rinsui-san sadar dan minta berhenti. Setelah mobil berhenti, Rinsui-san keluar dari mobil dan langsung menuju jembatan.



Rinsui-san hendak melompat, “Aku hanya butuh... satu potongan terakhir.”



Marimo yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, mencoba menghentikan ayahnya. Tapi, ia kalah tenaga dan kepalanya justru terhempas ke besi jembatan. Rinsui-san akhirnya melompat ke sungai di bawah jembatan. Syok dengan apa yang dilihatnya, Marimo lantas pingsan.



Perfect Insider 4115



“Ketika terbangun, aku sudah ada di rumah sakit ini,” Marimo mengakhiri ceritanya.



“Kenapa kau menghilang?” tanya Moe lagi.



“Awalnya, aku pikir akulah yang membunuh ayahku. Jadi, aku takut dan kabur. Lalu, kesadaranku sedikit demi sedikit pulih. Ayahku sebenarnya dibunuh oleh tradisi keluarga kakekku. Itulah yang aku pikirkan. Jadi, aku putuskan menghancurkan vas dan kotak, lalu membuangnya di suatu tempat. Tepat saat itu kakakku memergokiku...”



Marimo berniat membawa pergi dan ingin membuang vas serta kotak itu. Tapi, kakaknya, Takashi-san memergokinya. Mereka pun berebut. Takashi-san kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh ke dalam sumur.



Marimo yang ketakutan karena merasa telah membunuh dua keluarganya, batal pergi. Ia justru kembali ke dalam gudang. Ia meletakkan kedua benda itu disana, lalu menyayat tangannya sendiri dengan pisau.



“Tapi aku juga terikat dengan dengan semua tradisi itu. Tidak ada jalan keluar dari tradisi keluarga Kayama, “ aku Marimo, putus asa.



“Kakakmu baik-baik saja. Dia sudah sadar. Jangan khawatir,” Moe menambahkan, membuat Marimo akhirnya lega.



Perfect Insider 4116



“Moe, ayo kita lihat langsung, 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan' itu,” ajak Saikawa-sensei kemudian.



Saikawa-sensei dan Moe kembali ke rumah keluarga Kayama. Mereka menuju tempat disimpannya kedua benda keramat itu. Moe mengambil vas itu dan melihat ke dalam. Benar, ada kunci disana. Tapi, seperti disebutkan dalam laporan, mulut vas terlalu kecil untuk mengeluarkan kunci itu.



“Sepertinya Marimo-san tidak bohong,” komentar Saikawa-sensei kemudian. “Tidak ada ketidakcocokan dari kesaksiannya. Ketika Marimo-san tiba, Tuan Rinsui sudah ditusuk.”



“Kenapa kau pikir Tuan Rinsui sudah ditusuk, Apa alasannya?” Moe masih belum yakin.



“Aku sudah katakan sebelumnya. Pelaku dan tujuan kejahatan ini tidak ada hubungannya. Teorinya, Kapanpun kepala keluarga Kayama ditusuk, 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan' Selalu ada di TKP.”



Perfect Insider 4117



“Kalau teori ini bisa dibuktikan. Semuanya menjadi jelas,” gumam Saikawa-sensei. Ia pun lalu duduk di lantai, dan masuk ke alam pikirannya.



Siapa yang ada di dalam gudang?Dingin. Tidak ada lagi di sana. Penghangat udara. Pelukis Buddha. Langit dan Bumi. Keegoisan. Senjata yang hilang. Sulit bagi api, tapi mudah bagi air. Kau tidak boleh membukanya. Satu potongan terakhir. Apa perlu sesempurna itu? Kau tidak punya pilihan selain menerimanya. Teori ini sudah di buktikan. Teori ini sudah di buktikan.



“Saikawa-sensei! Sensei! Kau tidak apa-apa?” Moe mengguncang-guncang tubuh Saikawa-sensei yang tampak bergetar dan berkeringat hebat.



Saikawa-sensei membuka mata, “Ya...Ayo kita akhiri semuanya!” ujarnya yakin.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis Perfect Insider episode 04 part 2.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net





Kamis, 18 Juni 2015

SINOPSIS DoS Deka 02 part 2

Sinopsis DoS Deka a.k Detektif Super Sadis episode 02 part 2. Duh, gomene ya guys, Kelana lama nggak posting. Ada beberapa kesibukan yang agak sulit ditinggalkan, hehehe #alesan. Tapi, Na udah kembali untuk postingan berikutnya kq. Oh ya, buat yang ketinggalan, cek bagian sebelumnya juga di DoS Deka episode 02 part 1. Selamat membaca.



Bagian sebelumnya,



Kebakaran di sebuah apartemen menewaskan dua orang penghuninya. Kasus perlahan mengarah pada pengedar narkoba. Apakah kedua korban hanya jadi korban ulah iseng atau ini kasus pembunuhan berencana?



DoS Deka 2201Kuroi dan Daikan kembali ke markas saat orang-orang heboh karena tersangka berhasil mereka temukan. Ezawa Tamotsu, tersangka ada di ruang interogasi.



Det.Arisuga mulai kesal, lantaran Si Ezawa ini tidak juga mau bicara. Polisi semakin curiga saat melihat bekas luka bakar di tangan Ezawa ini. Mungkinkah dia pelakunya? Tapi si Ezawa ini tetap diam dan tak bergeming sedikitpun.



DoS Deka 2202



Inspkt.Shirogane yang tadinya hanya melihat dari ruangan sebelah akhirnya turun tangan. Ia sendiri yang mengambil alih interogasi, “Di sebuah desa di Tohoku, dari orang tua yang petani, ada anak laki-laki termuda dari empat bersaudara. Ini terjadi saat anak itu masih sekolah di SD. Jarak rumah dengan stasiun sekitar 10km. Hari itu, si anak laki-laki sedang berjalan pulang dari stasiun ke rumahnya. Dia menyadari jika uang kembalian tiket kereta berlebih. Sambil menerobos hujan, dia pun kembali berjalan 10km menuju stasiun hanya untuk mengembalikan ekstra 10 yen yang ia dapat. Saat di SMP, hal yang serupa terjadi. Saat ia pulang dari toko permen sejauh 20 km, anak laki-laki itu menyadari jika kembaliannya berlebih 100 yen, menerobos salju, dia pun kembali. Anak laki-laki itu … adalah kau, Ezawa Tamotsu,” inspkt. Shirogane menyudahi ucapannya.



Mendengar ucapan panjang inspkt.Shirogane itu, Ezawa akhirnya bergerak. Ia tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya menangis.



“Apakah orang yang lurus seperti kau itu, benar-benar melakukan kejahatan? Pasti ada alasannya,” lanjut inspkt.Shirogane. “Katakan padaku!”



Di sela-sela tangisnya, Ezawa akhirnya mulai bicara, “Ini kesalahan Fumi-chan. Salahnya dia tidak melihat padaku lagi, meski dia tahu perasaanku. Saat aku masih di penjara, dia mulai hidup bersama wanita itu!” (Fumi-chan yang dimaksud adalah orang yang menjadi korban bom molotov)



DoS Deka 2203



Para polisi terharu mendengar cerita yang dibahas oleh inspkt.Shirogane.



Berbeda dengan det.Tokou-san, “Normalnya, jika orang yang dimaksud Araki Hirofumi, harusnya dipanggil dengan Hiro-chan kan, bukan Fumi-chan kan?”



Rupanya kasus ini adalah kasus kecemburuan. Ezawa Tamotsu mulanya adalah kekasih sesama jenis, Araki Hirofumi. Ezawa cemburu pada Araki karena saat ia di penjara, Araki justru malah hidup (normal) bersama wanita, si Miyazaka ini.



“Pasangannya lelaki. Aku seperti memahaminya, tapi sepertinya aku tidak paham,” gumam Daikan.



DoS Deka 2204



Awalnya, polisi lega karena akhirnya mereka menemukan tersangka kasus pembunuhan Araki-Miyazaka. Tapi, Kuroi mendapat telepon dari informannya jika alibi Ezawa pada saat kejadian, terbukti.



“Pada saat kejadian, Ezawa sedang mengikuti kelas memasak. Dia ingin memberikan Araki Hirofumi masakan sendiri,” ujar Kuroi.



Mendengar info tidak terduga itu, inspkt,Shirogane bergegas menemui Ezawa, “Apa benar, saat kejadian kau ikut kelas memasak?”



Ezawa yang bingung hanya bisa mengangguk dan mengatakan ‘iya’. Saat ditanya, darimana bekas luka bakar di tangannya, Ezawa mengaku jika luka itu didapatnya saat mengikuti kelas memasak. Ia terciprat minyak panas. “Aku ingin membuatkannya croquette kepiting buatan sendiri, tapi dia keburu meninggal sebelum merasakannya.”



Polisi pun hanya bisa menghela nafas kecewa. Kasus ini kembali buntu, karena ternyata Ezawa bukan pelakunya.



DoS Deka 2205



Kuroi bersama Daikan, seperti biasa, mengejar info dari informan mereka. Kali ini si informan, Yura-san melakukan pekerjaan sebagai peramal yang praktek di pinggir jalan.



Seperti perkiraan Kuroi, alasan Miyazaka Yui mencari pasangan adalah untuk menguras harta mereka. Informan juga memberikan data pria yang dikencani Miyazaka demi harta ini, namanya Sasaki Yuya, 28 tahun. Araki dan Miyazaka memeras pria itu sebanyak 1,2 juta yen.



Puas dengan seluruh informasi, Kuroi mengingatkan Daikan untuk memberikan uangnya pada si informan. Keduanya pun langsung pamit.



DoS Deka 2206



Tapi, si informan—yang sedang menyamar jadi peramal—menghentikan Daikan, “Sepertinya kau dalam keadaan akan bermasalah dengan perempuan,” ia mengingatkan. “Kau harus hati-hati di tempat dimana semuanya wanita!”



“Huh?” Daikan bingung, tapi juga mengiyakan peringatan itu.



DoS Deka 2207



Hari berikutnya. Kuroi meminta Daikan datang pagi-pagi, ke … taman bermain. Seperti kasus sebelumnya, Kuroi meminta Daikan memutar mainan melingkar itu. Sementara itu, tidak jauh dari mereka, ada dua orang anak kecil yang melihat keduanya dengan keheranan.



Mainan itu mulai berputar. Segala informasi di kepala Kuroi pun bermunculan.



Korban bom Molotov, mantan gangster, Araki Hirofumi dan kekasihnya, Miyazaka Yui. Miyazaka bergabung dalam pesta perjodohan untuk mencari korban yang dapat diperas. Dia bertemu dengan pria bersama Sasaki Yuya, dan berhasil memerasnya sebanyak 1,2 juta yen. Tapi tiba-tiba Kuroi meminta Daikan berhenti.



Kuroi mulai bergumam sendiri, “Apakah si Sasaki Yuya ini terlibat?”



“Ah, Kuroi-san, apa kau akan menangkap si Sasaki Yuya ini?” ujar Daikan terbata-bata, masih berusaha menyeimbangan badannya dan keburu pusing akibat putaran mainan itu.



“Untuk saat ini, aku akan mengurus hal lain lebih dulu!” ujar Kuroi yakin.



DoS Deka 2208



Di sebuah ruangan, tampak si manager pesta perjodohan sedang berbicara dengan para gadis. Rupanya mereka adalah para wanita yang dibayar untuk memeras uang para pria yang datang ke pesta perjodohan. “Bagiamana kalau kalian gunakan otak kalian sesekali? Selanjutnya, aku akan mengumpulkan beberapa pria kaya yang tinggal sendiri. Kalian akan benar-benar menikah dan mewarisi seluruh harta mereka.”



Sementara itu, di luar ada Kuroi bersama Daikan yang menguping. Ini yang dikatakan Kuroi akan diurusnya. Daikan ingat pesan sang peramal untuk menjauhi tempat yang penuh perempuan, karena ia akan kena masalah. Daikan tadinya enggan masuk. Tapi dasar Kuroi yang cuek saja, sudah mendobrak pintu. Daikan tidak punya pilihan lain selain ikut masuk dengan partnernya ini.



Daikan mengeluarkan pengenal polisinya, sementara Kuroi sudah mulai mengoceh.



DoS Deka 2209



“Apa kau berniat mengambil seluruh harga mereka? Kau sengaja mencari calon pasangan yang sudah akan meninggal?”



“Siapa kalian?” si manager kaget dengan kedatangan kedua tamu tak diundang ini.



“Fukumoto Koji-san, Anda harus ikut kami ke kantor polisi!” Daikan melanjutkan.



Tapi manager Fukumoto malah tersenyum mengejak, “Memangnya kalian punya bukti untuk membawaku kesana?” tantangnya.



Kuroi memamerkan senyum liciknya, “Kau punya kebiasaan buruk menjilat hidung wanita saat mencium mereka. Alasan pertunanganmu batal adalah karena calonmu tidak suka dengan kebiasaan burukmu itu. “



“Apa yang kau katakan? Itu normal kan? Semua laki-laki melakukan itu?” manager Fukumoto bertanya ke arah anak buahnya yang wanita semua, tapi dibalas mereka dengan kompak, dengan gelengan kepala.



Kuroi semakin senang, melihat sasarannya mulai terpancing dan frustasi, “Tapi yang melakukan itu biasanya adalah anjing. Sebenarnya lebih baik tetap jadi pegawai sipil.”



Kali ini Daikan yang maju, “Itu bukan masalah yang harus kau khawatirkan,” Daikan sudah tidak terlalu terpengaruh dengan ucapan Kuroi. “Kami akan mendengarkan kisah lengkapnya di kantor polisi!” pintanya lagi.



DoS Deka 2210



Manager Fukumoto malah menyerang Daikan. Daikan yang tidak siap menjadi bulan-bulanan mereka semua. Apalagi, manager pun menyuruh anak buahnya yang perempuan semua itu ikut memukuli Daikan. Malang benar nasib Daikan. Kemana Kuroi? Dia malah mengambil kursi dan mulai asyik menonton. Kuroi tidak membantu sama sekali.



Berkali-kali Daikan mencoba melarikan diri dari mereka semua, tapi tetap saja gagal. Tapi, saat manager berhasil meraih sebuah piala dan berniat akan memukul Daikan, Kuroi baru turun tangan. Kuroi mengeluarkan senjata andalannya dan mencengkeram tangan si manager. Daikan pun selamat dari amukan piala yang nyaris memecahkan kepalanya itu.



DoS Deka 2211



Manager masih belum berhenti. Ia yang terdesak berniat melarikan diri menuju pintu. Tapi, Kuroi dengan sigap menarik kaki sang manager. Ia pun kemudian jatuh ke lantai.



“Daikan-sama, tangkap dia!” perintah Kuroi kemudian.



Daikan menyeret tubuhnya dan akhirnya mengeluarkan borgol untuk menangkap sang manager, “Jam 11.39. Kau ditangkap!” Daikan kemudian beralih pada para karyawan wanita di ruangan itu. “Kalian juga ditangkap!” yang dijawab kompak oleh mereka dengan ‘eh’ bersamaan.



“Kerja bagus!” puji Kuroi.



Tapi Daikan masih belum puas, “Kuroi-san, saat aku dipukuli tadi, tidakkah kau hanya tersenyum dan menonton saja?”



“Benarkah?” Kuroi tampak tidak peduli dan tidak merasa bersalah sama sekali.



DoS Deka 2212



Di markas.



Meski berhasil menangkap si manager, sepertinya inspkt.Shirogane tidak senang, “Orang yang kita cari adalah tersangka pembunuhan. Masalah pemerasan pernikahan adalah urusan Divisi Kedua. Tadi ada orang dari Divisi Kedua yang datang dan berbuat kekacauan disini. Kau juga bagian dari lembaga, harusnya kau mengerti!”



Ekspresi wajah Kuroi tak berubah sama sekali, “Sebelum aku jadi bagian lembaga, aku lebih dulu adalah manusia!” elaknya. “Aku tidak bisa membiarkan orang yang kesusahan di depanku.”



“Karena ada organisasi/lembaga, masing-masing individu bisa menunjukkan kemampuannya!” debat inspkt.Shirogane.



“Kalau harus menunggu organisasi, itu akan terlalu lama!”



Dan perdebatan keduanya masih tidak berujung. Inspkt.Shirogane akhirnya mengancam jika Kuroi akan dikeluarkan dari tim investigasi jika tidak menuruti atasannya. Kuroi yang tidak punya sesuatu untuk dikatakan lagi memilih pergi.



DoS Deka 2213



Inspkt.Shirogane yang kesal dengan sikap Kuroi beranjak keluar. Disana ia bertemu dengan det.Tokou yang mengajaknya bicara.



“Ezawa … berpikir untuk ikut mati seperti Araki. Rasa sakit kehilangan orang yang disayangi, sulit disembuhkan. Dan kejahatan itu menimbulkan lebih banyak kesedihan. Dan mengurangi kesedihan itu adalah tugas kita,” curhat inspkt.Shirogane.



“Chef, kasus masih belum selesai. Ayo kita cari tersangka sebenarnya pembunuhan Araki dan Miyazaka. Dengan semua kemampuan dari semua anggota tim investigasi satu!” pinta det.Tokou yang kemudian diiyakan oleh inspkt.Shirogane.



DoS Deka 2214



Daikan pulang ke rumah seperti biasa. Tapi, kali ini dia dikagetkan oleh kehadiran Kuroi yang sudah bergabung di meja makan mereka.



“Sebagai atasanmu, aku datang untuk menyampaikan salam. Tapi aku dipaksa ikut makan malam,” aku Kuroi menjawab tanda tanya di wajah Daikan.



Nyonya Daikan kemudian menyuruh anaknya, Daikan untuk segera cuci tangan. Mereka pun makan malam bersama.



DoS Deka 2215



“Bagaimana, apa rasanya enak?” tanya nyonya Daikan pada Kuroi.



Kuroi selesai menyuap satu makanan ke mulutnya, “Ini membuatku cemburu!” ujarnya serius. “Aku merasa marah!”



“Ibu, apa kau memasukkan hal aneh?” tanya Daikan.



“Daikan mendapat makanan enak seperti ini setiap hari,” ujar Kuroi selanjutnya, membuat semua orang lega. Tapi rupanya itu adalah caranya untuk bisa mendapatkan semua. Karena setelahnya, makanan yang lain disodorkan ke arah Kuroi. Dan Kuroi mulai memakannya dengan senang.



Sementara itu di seberang meja, Daikan hanya bisa memandang lesu. Ia tidak bisa protes pada ibu dan adiknya, saat di depannya hanya tersisa nasi tanpa lauk dan sayur apapun. Sementara Kuroi—seperti biasa—tersenyum licik sambil melihat prihatin ke arah Daikan. Poor Daikan



DoS Deka 2216



Selesai makan, Kuroi pun pamit pulang. Sementara itu, Daikan mengelus-elus perutnya yang masih belum kenyang. Ia pun meminta adiknya untuk membuatkannya mi ramen lagi.



“Shuusuke, apa pekerjaan ayah Kuroi?” nyonya Daikan tiba-tiba bertanya pada putranya.



“Kenapa?” Daikan heran.



Tapi buru-buru nyonya Daikan membatalkan rasa penasarannya, “Tidak ada apa-apa.”



Daikan pun duduk kembali di meja sambil menunggu mi ramen yang sedang dibuat adiknya,”Ayah Kuroi polisi juga. Kalau tidak salah namanya Kuroi Atsuro.”



Nyonya Daikan tampak tidak terlalu kaget dengan nama itu, “Jauh-jauh, ternyata dia orang dekat,” gumamnya.



Ada misteri apa yang sebenarnya disembunyikan oleh nyonya Daikan ini, terkait ayah Kuroi?



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di Sinopsis DoS Deka episode 03 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net





Oh ya, hampir lupa. Kelana juga mengucapkan selamat bertemu bulan Ramadhan, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Kelana juga mohon maafkan segala salah dan khilaf yang sengaja ataupun tidak. Yuk pupuk semangat di Ramadhan ini hingga akhir. Buat yang sering mampir ke blog ini, silahkan saja. Tapi jangan sampai lupa dengan kewajiban wajib ataupun sunah di Ramadhan ya. Atau, mampir ke blog ini sambil nunggu buka puasa, juga boleh. Kan hemat energy dan tetap bermanfaat, hehehe.



Rabu, 10 Juni 2015

SINOPSIS DoS Deka 02 part 1

Sinopsis DoS Deka a.k Detektif Super Sadis episode 02 part 1. Buat yang ketinggalan, cek bagian sebelumnya juga di DoS Deka episode 01 part 1 dan DoS Deka episode 01 part 2 ya. Selamat membaca.



Bagian sebelumnya,



Daikanyama Shuusuke adalah seorang polisi biasa—yang ceria dan suka menolong—yang bekerja di pos polisi. Sebuah kasus yang terjadi di dekat tempatnya berjaga malam itu, akhirnya mengantarkan Daikan-sama dipromosikan menjadi detektif. Sayangnya, dia harus mendapat partner seorang detektif wanita yang cantik, cerdas, memiliki insting tajam tetapi sadis dan suka sekali menyiksa tersangka yang ditangkapnya. Dia, sersan Kuroi Maya. Dan kehidupan Daikan pun berubah derastis menjadi tidak mudah.



DoS Deka 2101



Malam itu, Daikan sedang berjalan bersama Kuroi. Mereka tiba di depat sebuah club. Kuroi menghentikan sebuah mobil yang juga berhenti disana. Kuroi menyuruh Daikan memeriksa orang yang ada di balik kemudi. Orang itu tadinya enggan keluar mobil dan berkeras untuk pergi. Tapi, dengan sedikit taktik, Kuroi berhasil membuat pria tersebut keluar dari mobil mewahnya. Daikan pun ditugasi memeriksa tubuh si pria. Tapi, sampai bawah, Kuroi menyuruh berhenti. Dia meminta semuanya diulangi dari awal.



Meski tidak mengerti, Daikan menurut saja. Dia menyuruh pria tadi kembali masuk ke mobilnya. Dan reka adegan sejak awal pun dimulai. Rupanya Kuroi tertarik dengan ucapan pria itu. Caranya mengucapkan kata ‘aku buru-buru’ terdengar lain di telinga Kuroi. Kuroi menarik rambut pria itu, yang ternyata … wig. Kaget dengan sikap tiba-tiba Kuroi, pria yang ternyata berkepala plontos itu keluar dari mobil. Dia tidak bisa menghindar saat Kuroi menemukan sebungkus serbuk putih di balik wig itu. Narkoba! Polisi kemudian datang dan membawa pria itu untuk diamankan.



“Kuroi-san, darimana kau tahu kalau pria itu botak, dan ada narkoba di balik wig-nya?” Daikan penasaran.



Kuroi melirik prihatin ke arah partnernya satu ini, “Harusnya aku yang bilang, kenapa kau sampai tidak tahu! Apa kau bodoh?!” ujar Kuroi dengan gayanya yang biasa.



Tapi, belum sempat Kuroi dan Daikan pergi, suara sirine yang terdengar tidak jauh darisana menarik perhatian mereka. Sebuah kebakaran besar terjadi di sebuah apartemen sewaan.



DoS Deka 2102



Markas kepolisian



Kebakaran yang terjadi menimbulkan jatuh korban. Mereka adalah pasangan kekasih Araki Hirofumi (pria, 32 tahun) dan Miyasaka Yui (wanita,23tahun). Araki adalah mantan anggota gangster grup Mikoshima dan sekarang pengangguran. Di dalam apartemen Araki, ditemukan bom Molotov yang menyebabkan kebakaran. Keduanya terlambat melarikan diri, hingga jadi korban.



Tapi Kuroi tampak tidak serius mendengarkan obrolan para detektif itu. Ia mengetuk-ngetukkan pensil ke meja dan tampak kesal. Kuroi lebih kesal lagi mendengar kata ‘duo’. Kata itu membuatnya tidak nyaman.



DoS Deka 2103



Informasi baru, datang. Menurut laporan forensic, narkoba ditemukan dari urin kedua korban. Dan pria botak yang sebelumnya ditangkap Kuroi dan Daikan adalah dealer yang menjual narkoba pada kedua korban.



“Apa mereka mencoba menyembunyikan narkobanya hingga gagal menyelamatkan diri?”



Tapi Kuroi tampak masih tidak puas dengan kesimpulan para detektif itu. Araki yang mantan gangster juga kemungkinan besar memiliki musuh.



DoS Deka 2104



Tiba-tiba inspkt.Shirogane datang. Ia mengingatkan anak buahnya untuk jangan asal mengambil kesimpulan. Mereka tetap harus menyelidiki kedua kemungkinan, pembunuhan terencana atau hanya ulah iseng. Inspkt.Shirogane menyuruh anak buahnya untuk berpencar lagi mencari dan mewawancarai saksi mata.



Tapi, Kuroi yang sejak awal memang tidak berniat mengikuti perintah atasannya itu tetap diam saja. Saat ditegur oleh inspkt.Shirogane, Kuroi malah beranjak pergi dan mengatakan akan makan siang. Daikan pun mengeker di belakangnya.



Si pengantar makanan datang. Ia heran karena semua orang pergi. Ia membawakan makanan yang di atasnya ditabur dengan ekstra bawang putih. Dikiranya, inspkt.Shirogane yang memesan. Inspkt.Shirogane membaui aroma bawang di depannya, tapi kemudian mengelak kalau bukan ia yang pesan. Gengsi (taburan bawang mentah? Errrrr … )



DoS Deka 2105



Kemana Kuroi? Alih-alih makan siang seperti apa yang dikatakannya, Kuroi malah mendatangi TKP kebakaran. Daikan yang tidak bisa protes pun hanya bisa mengekor di belakangnya, padahal dia sudah memesan makanan dengan ekstra bawang.



Ditemani pemilik apartemen, Kuroi dan Daikan berkeliling komplek apartemen sewaan itu. Kuroi memeriksa pintu masuk apartemen itu, dan merasa ada yang aneh. Tapi, pemilik apartemen mengatakan memang benar, pintu apartemen berubah sejak seminggu sebelumnya. Kuroi pun memeriksa sisi lain apartemen. Mereka menemukan jika pintu satu lagi (pintu rahasia), menghadap jalan dan hanya dibatasi oleh tembok yang tidak terlampau tinggi.



“Kuroi-san, aku mengerti!” teriak Daikan tiba-tiba. “Itu artinya pelaku memanfaatkan pintu rahasia ini untuk memasukkan bom Molotov kan? Kalau begitu, ini bukan ulang iseng tetapi kejahatan terencana!”



Tapi Kuroi tampak kurang senang. Ia hanya melemparkan tatapan meremehkan ke arah Daikan tanpa mengatakan satu kalimat pun.



DoS Deka 2106



Det.Hamada dan det.Nakane mendatangi pimpinan gangster Araki dulu. Mulanya det.Hamada ragu, tapi det.Nakane dengan cueknya memencet bel dan minta izin masuk. Mereka ditemui oleh pimpinan gangster berwajah seram. Det.Nakane berkeras untuk mewawancarai orang-orang yang mungkin punya masalah dengan korban Araki



“Detektif, bukankah sudah kukatakan tadi. Mungkin saja ada banyak orang yang benci pada Araki, dan aku tidak tahu siapa saja mereka!” ujar pimpinan gangster itu.



Tapi det.Nakane berkeras untuk tetap lanjut. Pimpinan gangster itu agak kesal. Ia pun beralih pada bonsai cantik tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan sedikit trik, ia membuat bonsai itu jatuh dan seolah yang menjatuhkannya adalah … det.Hamada. Cara jitu mengusir orang yang tidak kau sukai sekaligus mendapatkan keuntungan.



DoS Deka 2107



Sementara itu, det.Tokou berkeliling mencari saksi mata. Ia bertemu seseorang yang mengatakan melihat orang mencurigakan yang datang ke apartemen korban. Seorang pria berpakaian serba hitam dengan anting dan tato bergambar ikan di lehernya.



Dari arah lain, det.Arisuga tampak terengah-engah mengejar det.Tokou. Ia kesal karena selalu ditinggal oleh det.Tokou, apalagi mereka terus saja melakukan investigasi tanpa sempat istirahat sebentar, “Aku tidak ingin jadi partner det.Tokou lagi!” keluh det.Arisuga yang kemudian mengekor det.Tokou yang sudah berlari menjauh.



DoS Deka 2108



Meeting di markas



Dari saksi mata, mereka mengakui jika ada pria yang berkali-kali datang ke apartemen korban Araki. Pria itu berpostur tanggung dan selalu mengenakan pakaian gelap. Dia juga memiliki tato di lehernya. Pria itu kenal dengan korban Araki karena sesama anggota gangster, dan mereka memang punya masalah. Pria itu adalah Ezawa Tamotsu (32 tahun) pernah ditangkap karena kasus dan bebas sebulan silam, dijelaskan oleh det.Hamada.



Tapi rupanya inspkt.Shirogane juga punya info lain. Ia menunjukkan sebuah tagihan untuk det.Hamada. Tagihan karena menjatuhkan bonsai mahal di rumah pimpinan gangster. Inspkt.Shirogane meminta det.Hamada menyelesaikan tagihan itu dengan biayanya sendiri. Det.Hamada mengelak kalau ia tidak melakukannya. Tapi, det.Nakane sama sekali tidak membantu.



Inspkt.Shirogane melihat sekeliling. Ia melirik Kuroi, berharap ada informasi lain. Tapi, Kuroi bertahan dalam diamnya, tanpa memberikan info apapun. Akhirnya disimpulkan jika kemungkinan besar pria bertato ini, Ezawa memang punya dendam pada korban Araki. Inspkt.Shirogan akhirnya memutuskan jika tersangka utama mereka saat ini adalah Ezawa Tamotsu, si pria bertato. Meeting bubar dan investigasi dilanjutkan dengan pencarian tersanga Ezawa Tamotsu.



Para polisi yang lain sudah bubar lebih dulu. Tapi, Kuroi masih bertahan di tempat duduknya. Dia masih resah dengan kata ‘duo’.



DoS Deka 2109



Kuroi (masih ditemani Daikan) mendatangi lab forensic. Dokter forensic yang dipanggil Kenken menjelaskan jika dari tubuh mayat ditemukan banyak gasoline (minyak) dalam darahnya. Selain itu, saluran pernafasannya juga terbakar. Kemungkinan mereka menghirup uap minyak yang menguap.



“Jadi, ada kemungkinan bom Molotov mengenai tubuh korban secara langsung?” Kuroi menyimpulkan.



“Kemungkin besar begitu.”



Puas melihat jasad, Kuroi pergi. Tidak lupa ia menyuruh Daikan menutup kembali resleting kantong mayat itu.



DoS Deka 2110



Dokter forensic menyajikan roti pada mereka. Tanpa sungkan dan merasa jijik, ia dan Kuroi makan dengan enak. Sementara itu, Daikan tampak masih enggan, karena mereka makan di samping ruangan tempat mayat berada.



Kuroi dan dokter forensic asyik makan. Mereka bahkan memuji betapa enaknya roti isi kare itu. Tertarik dengan kare, Daikan pun menyerah. Sayangnya, saat ia akan mengambil roti yang ada di sana, dengan sigap Kuroi dan dokter forensic mengambilnya, tanpa menyisakan satupun untuk Daikan. Poor Daikan.



Kuroi tertarik pada amplop yang ada disana. Dokter forensic membuka amplop itu, yang ternyata isinya adalah kawat gigi yang digunakan korban Miyasaka Yui. Kuroi tersenyum misterius. Sebuah ide melintas di kepalanya.



DoS Deka 2111



Kemana Kuroi pergi? Ternyata mereka datang ke klinik gigi tempat korban Miyasaka Yui memasang kawat gigi. Daikan disuruhnya duduk di kursi pasien. Daikan sendiri stress mendengar suara mesin bor gigi yang terdengar dari ruangan sebelah.



Perawat datang dan menunjukkan data, bahwa benar kawat gigi itu dipasang Miyasaka Yui disana sekitar setahun silam, dan akan segera dilepas. Miyasaka Yui ternyata memasang kawat gigi karena dia ingin tampak cantik, agar dapat mencari calon untuk dinikahi. Kuroi merasa ada yang aneh. Perawat pun pergi lagi. Sambil menunggu, Kuroi bermain-main menggoda Daikan. Dia menyalakan bor gigi dan mengatakan bahwa dirinya juga punya lisensi dokter gigi dan sudah lama tidak praktek. Bor gigi didekatkan ke arah Daikan membuatnya ketakutan, sementara Kuroi semakin senang melihat Daikan tersiksa.



“Kuroi-san,” Daikan semakin putus asa. “Aku tidak punya lubang pada gigiku. Aku percaya diri dengan gigiku. Aku tidak terkalahkan jika urusan gigi, bahkan olehmu, aaaaaaaa….!”



Bor gigi buru-buru dimatikan Kuroi saat perawat kembali. Perawat menunjukkan sebuah pamphlet. Disitu ada pesta perjodohan yang tadinya akan didatangi Miyasaka Yui, grup kencan bowling. Dan Kuroi menyadari jika pesta itu akan diadakan hari itu.



DoS Deka 2112



Keluar dari klinik gigi, Daikan masih mengekor Kuroi, “Miyasaki Yui sudah punya kekasih, Araki. Kenapa dia mencari calon utnuk dinikahi?”



“Tentu saja. Kekasihnya itu kan mantan gangster yang tidak berguna,” komentar Kuroi.



Daikan merasa menemukan jawabannya, “Mungkinkah Miyasaki Yui meninggalkan Araki juga untuk mencari korban yang akan dibohongi (dijebak untuk dikuras hartanya)?” tebak Daikan. “Tapi, Kuroi-san, kenapa kau menginvestigasi Miyasaki Yui? Inspkt. Shirogane kan menyuruh kita mencari tersangka utama, Ezawa Tamotsu, yang punya dendam pada Araki? Memangnya kita mau kemana?” Daikan kembali dibuat penasaran dengan sikap Kuroi.



“Aneh bukan?” balas Kuroi santai.



DoS Deka 2113



Panggilan telepon masuk ke markas. Det.Tokou dan det.Nakane segera bergegas. Mereka melaporkan pada inspkt.Shirogane jika tersangka utama, Ezawa Tamotsu sudah ditemukan di apartemennya dan mereka akan menuju apartemen itu.



Kali ini inspkt.Shirogane tidak ikut serta. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya, “Det.Arisuga, dimana mereka berdua?” tanyanya pada det.Arisuga yang ada disana.



“Apa maksud Anda dengan mereka berdua?”



“Daikanyama dan Kuroi,” ujar inpskt.Shirogane.



“Kalau Anda saja tidak bisa mengandle mereka, apalagi saya,” ujar det.Arisuga membuat inspkt.Shirogane speechless.



DoS Deka 2114



Daikan dan Kuroi datang ke tempat bowling, tempat pesta perjodohan itu. Daikan tampak sumringah, karena dengan keahliannya, beberapa kali ia berhasil membuat semua pion bowling terjatuh. Giliran Kuroi yang akan bermain.



Dengan ogah-ogahan, Kuroi beranjak. Ia mengambil bola. Tapi, saat dilemparkan, bola itu justru melaju di sisi luar jalur permainan. Kuroi kesal luar biasa. Sementara itu, Daikan menahan tawa melihat kegagalan Kuroi itu.



“Kuroi-san, semangat!” ujar Daikan sambil tersenyum sumringah, karena melihat wajah kesal Kuroi. Ia sendiri melirik ke arah papan skor.



Dari beberapa kali mencoba, ternyata skor Kuroi masih saja nol. Kuroi payah bermain bowling. Gagal mencoba, Kuroi akhirnya menyerah dan kembali duduk. Melihat wajah kaku Kuroi, dua pria yang tadinya duduk di sebelahnya pun beranjak pergi, ketakutan.



DoS Deka 2115



Seorang pria berjas coklat muda mendekati Kuroi. Ia mengatakan jika Kuroi adalah tipe-nya. Dia bilang jika ia suka dengan wanita yang suka melakukan tarik ulur. Tapi dasar Kuroi, ia tidak mengerti makna kiasan yang dikatakan pria itu. Kuroi menjawabnya dengan polos.



“Apa ini pertama kalinya kau datang ke pesta ini?” tanya Kuroi akhirnya.



“Tidak juga. Ini kedua kalinya bagiku. Aku tidak populer sama sekali,” pria itu mengeluarkan ponsel dari balik saku jasnya. “Ini foto dari pesta yang lalu.”



Di dalam foto itu, tampak korban Miyasaka Yui tersenyum manis. Kuroi mencari informasi dengan mengatakan jika wanita dalam foto itu cantik. Si pria berjas coklat setuju jika wanita itu cantik, tapi dia sudah mendapatkan pasangan. Pria berjas coklat lalu menunjukkan foto lain, Miyasaka Yui dengan pria lain.



DoS Deka 2116



Hingga akhir, Kuroi sama sekali tidak mencetak satupun skor. Daikan mendekati Kuroi yang sedang termenung memperhatikan bola-bola bowling di depannya. Daikan dengan konyolnya menjelaskan guna masing-masing bola itu. Daikan tadinya ingin ambil dorprise, tapi karena skornya tidak penuh, maka ia batal mengambilnya.



“Ini untuk pemain tangan kidal,” ujar Kuroi, sambil menunjuk bola di depannya.



“Tapi aku tidak kidal,” elak Daikan.



“Sebagian orang justru sukses bukan dengan tangan dominannya,” komentar Kuroi.



Darikan kemudian mencoba bola di tangan kirinya.



“Tapi, bola untuk tangan kanan, boleh juga,” lanjut Kuroi.



Daikan pun memasukkan tangan kanannya ke bola lain. Ia kemudian mengangkat kedua bola itu, dan baru sadar jika tangannya menempel. Rupanya itu ulau iseng Kuroi. Ia memasukkan lem yang merekat kuat ke dalam kedua bola itu.



DoS Deka 2117



Daikan protes pada Kuroi. Karena tidak bisa lepas, ia pun terpaksa membawa kedua bola itu. Tapi perhatian mereka teralihkan oleh pemandangan lain di tempat bowling itu. Ada seorang pria yang sedang protes pada manager pesta perjodohan, karena ia tidak bisa menghubungi wanita yang tadinya sudah setuju untuk menjadi pasangannya. Alih-alih membantu, manager malah mengatakan jika hubungan antar pelanggan bukanlah urusannya.



Sementara itu, di sisi lain, tampak pria berjas coklat tengah dikeliling para wanita. Itu berbeda dengan pengakuannya yang mengatakan dirinya tidak populer.



“Sekarang, mulai menyenangkan, kan?” Kuroi memikirkan sesuatu.



“Apa kau bicara tentangku?” Daikan mengira Kuroi menertawakannya yang masih membawa dua bola yang melekat di tangannya.



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 02 part 2.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.