Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Minggu, 31 Mei 2015

SINOPSIS DoS Deka 01 part 2

Sinopsis DoS Deka episode 01 part 2. Yang ketinggalan, silahkan baca di DoS Deka episode 01 part 1.



Bagian sebelumnya,



Mayat seorang pria ditemukan di sebuah bekas pabrik. Keadaan TKP membawa penyelidikan polisi pada beberapa orang gangster. Tapi, dengan cerdas Kuroi membuktikan jika kasus ini tidak ada hubungannya dengan para gangster itu.



 DoS Deka 2101



Penyelidikan polisi mentok. Bahkan saat pengantar makanan dengan cerita membawakan makan malam mereka, tidak ada seorangpun yang tampak bersemangat. Tidak ada laporan mencurigakan dari saksi mata. Investigasi ulang di TKP menunjukkan tidak ada hubungan dengan tersangka yang mereka dapatkan. Gangster yang dicurigai pun memiliki alibi kuat. Para polisi itu akhirnya menyerah dan membubarkan diri untuk pulang. Tapi tidak dengan Kuroi.



DoS Deka 2102



Melihat rekan-rekannya yang lain bubar, Daikan tadinya akan ikut pulang. Tapi, saat melihat partnernya, Kuroi masih duduk di kursinya, ia pun urung pulang. Kuroi masih asyik memperhatikan foto seorang wanita yang ia temukan di kediaman korban Aoyama. Kuroi beranjak ke ruangan sebelah. Tadinya, Daikan mau ikut, tapi telepon di mejanya berdering.



Dari seberang terdengar suara laki-laki, Manager Igarashi, “Aku baru ingat. Sekitar satu bulan silam, di tengah malam, aku tidak sengaja melihat segerombolan gangster memukuli seorang pria. Dan pria itu adalah Aoyama-san. Waktu itu aku ketakutan,jadi langsung pergi. Aku tiba-tiba ingat hal itu,” cerita manager Igarashi.



“Begitu? Terimakasih atas kerjasama Anda,” balas Daikan sebelum menutup teleponnya.



Perhatian Kuroi pun teralihkan oleh telepon itu. Daikan tampak ragu ingin mengatakan sesuatu. Menurut Kuroi, tidak usah dikatakan saja.



“Tapi telepon barusan, suara di telepon itu … orang yang melaporkan kasus keributan di pabrik. Aku yakin, dia adalah manager Igarashi!” ujar Daikan akhirnya, membuat Kuroi heran.



DoS Deka 2103



Hari berikutnya …



Daikan masih mengekor Kuroi. Kali ini mereka bertemu seorang pria di atas jembatan, di sebuah daerah pusat pertokoan. Pria itu mengatakan pada Kuroi jika manager Igarashi telah diperas oleh korban Aoyama. Pria itu juga mengatakan jika ia tidak menemukan wanita yang ada dalam foto.



“Ternyata tidak berguna!” keluh Kuroi. Ia lalu mengeluarkan amplop berisi uang dan memberikannya pada pria itu, yang dibalasnya dengan sebuah kuitansi.



“Terimakasih. Aku Yura Fumio, yang sering diandalkan oleh Kuroi-san,” ujar pria tadi, menjawab wajah penasaran Daikan. Ia pun lalu beranjak pergi.



Daikan mulai protes. Ia berpikir jika pria itu adalah orang yang menjual informasi, seperti pada drama. Dan lagi, Kuroi memberikannya uang. Daikan menebak jika informasi alibi para gangster juga diperoleh Kuroi dari pria tadi. Tapi, Kuroi mengabaikan protes Daikan dan mengajaknya segera pergi.



DoS Deka 2104



Kuroi mengajak Daikan ke sebuah taman. Keduanya naik permainan yang bisa berputar. Kuroi menyuruh Daikan memutar mainan itu, cepat dan semakin cepat. Daikan yang polos hanya bisa menurut pada rekannya satu ini.



Selama putaran makin cepat, Kuroi mengingat satu per satu fakta tentang kasus yang tengah mereka tangani, “Mayat seorang pria ditemukan di bekas pabrik, Aoyama Shinichiro, 34 tahun. Penyebab kematiannya adalah tusukan dengan pisau. Setelah meninggal, dia dipukuli hingga meninggalkan lebih dari 20 bekas. Di Maihama Credit, tempat kerja korban Aoyama juga bekerja manager Igarashi yang diperas oleh Aoyama. Saat itu, manager Igarashi mengatakan ‘para pelaku’ dan bukan ‘pelaku’. Padahal polisi tidak pernah memberikan informasi berapa jumlah pelakunya. “



“Kuroi-san, kenapa kita melakukan ini?!” protes Daikan yang mulai pusing.



“Saat badanku berputar, pikiranku juga bekerja!” teriak Kuroi tidak kalah keras.



“Kenapa korban Aoyama memeras manager Igarashi? Kenapa? Kenapa?” putaran makin cepat hingga akhirnya Kuroi mengatakan stop. Kuroi pun turun dari mainan itu, diikuti Daikan yang sudah lemas akibat pusing.



“Kuroi-san, apa kau mendapatkan sesuatu?” tanya Daikan penuh harap.



Kuroi berpaling, “Tidak sama sekali!” ujarnya tanpa rasa bersalah.



DoS Deka 2105



Malam itu, Kuroi dan Daikan mengikuti manager Igarashi. Ternyata manager itu mampir ke sebuah toko perhiasan. Dia membeli perhiasan disana, lalu beranjak keluar setelah membayarnya.



“Apa itu hadiah untuk istrinya?” gumam Daikan. “Ah, aku tahu! Kuroi-san, aku tahu! Itu bukan hadiah untuk istrinya. Itu hadiah untuk selingkuhannya!” Daikan tampak puas.



Tapi, Kuroi tampak masih belum puas dengan kesimpulan Daikan kali ini.



DoS Deka 2106



Kuroi dan Daikan pun terus mengikuti manager Igarashi. Mereka tiba di depan sebuah café/klub.



“Kuroi-san, tempat ini mungkin tempat selingkuhan manager Igarashi bekerja!” ujar Daikan gembira. “Gambar wanita yang ada di foto itu adalah selingkungan manager Igarashi! Aoyama yang tahu hal itu, memeras manager Igarashi sebagai uang tutup mulut. Manager Igarashi kemudian memanggil korban Aoyama ke bekas pabrik malam itu!”



Tapi lagi-lagi Kuroi masih belum puas. Ia hanya melirik ke arah Daikan lalu menghembuskan nafas, kecewa. Tapi, Kuroi tiba-tiba mendapat ide. Ia memandangi Daikan dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu tersenyum penuh arti. Kalau Kuroi sudah tersenyum, artinya penderitaan untuk Daikan.



DoS Deka 2107



Daikan dipaksa berdandan seperti wanita. Rupanya club yang mereka temua malam itu adalah klub tempat berkumpulnya para cross-dresser, pria yang suka berpakaian wanita. Daikan—yang berubah nama menjadi Shouko—masuk ke dalam dan dibuat takjub saat bertemu seorang cross-dresser, mirip dengan yang ada di foto. Nama si cross-dresser itu dalah Yulia. (sumpe, kaget lihat perubahan wajah si Daikan ini. Cantik dia didandanin gini)



Menemukan sasaran mereka, Daikan segera melapor pada Kuroi yang bersembunyi. Daikan lalu memanggil Kuroi. Kuroi pun bahkan dibuat takjub melihat perubahan penampilan Daikan yang menjadi cantik. Kuroi pun membagi tugas. Sementara dirinya memeriksa ruang locker, Daikan diminta kembali ke klub untuk mengumpulkan informasi. Daikan tidak punya pilihan lain selain setuju dengan ide partnernya ini.



DoS Deka 2108



Kuroi menemukan locker milik Yulia, tapi terkunci. Lewat alat komunikasi, Kuroi meminta Daikan mencari tahu kode untuk membuka locker itu.



“Ulang tahunku 31 Desember,” ujar Yulia.



“Eh, sama denganku!” balas Daikan dengan kenesnya pula. Info ini juga didengar Kuroi lewat alat komunikasinya. Tapi sayangnya, angka empat digit itu masih salah. Daikan diminta mencari tahu nomer ponsel si Yulia ini.



“Bluetooth~!” ujar keduanya tampak manja.



“Ah, ini sama juga?!” seru Daikan. (entah beneran sama, entah kebetulan)



“Ah takdir! Ayo berteman!” balas Yulia senang.



“Yoroshiku!” balas Daikan. (dalam pengucapan Jepang, angka 4649 juga dibaca YoRoShiKu. Ini seperti bahasa slang atau bahasa gaul)



Angka empat digit ini pun dimasukkan oleh Kuroi, dan ternyata benar. Kuroi memeriksa locker itu. Dan ia menemukan kantong plastic dengan pisau berlumuran darah di dalamnya.



DoS Deka 2109



Yulia tengah membujuk Daikan agar mau ikut acara minum teh di sebuah hotel saat Kurori keluar. Para cross-dresser lain pun menyingkir, karena tidak suka dengan gaya galak Kuroi. Dengan wajah dan sikap Kuroi, manager Igarashi dengan mudah mengenalinya.



Kuroi mengeluarkan foto yang ditemukan di ruangan korban Aoyama, “Foto ini ditemukan di ruangan korban Aoyama Shinichiro. Kau sering datang ke klub cross-dresser, dan Aoyama mengetahui hal ini. Jadi, Aoyama punya alasan untuk memerasmu. Aoyama mengancam akan memberitahukan hal ini pada keluargamu. Beberapa kali dia meminta uangmu. Karena lama-kelamaan terdesak, kau memutuskan untuk membunuhnya. Kau tahu kalau bekas pabrik itu tempat berkumpul para gangster. Agar tampak seolah ia dibunuh oleh beberapa gangster, kau meninggalkan sejumlah bekas luka pada tubuh korban Aoyama. Setelahnya kau lapor pada polisi. Tapi, apa kau tahu, polisi yang menerima laporanmu malam itu, sekarang adalah seorang detektif?”



Manager Igarashi a.k Yulia tidak berkutik saat Kuroi membeberkan semuanya. Ia pun dibuat kaget karena cross-dresser cantik di sebelahnya adalah polisi yang menerima laporannya malam itu, dan kini seorang detektif. (sumpah, lucu liat tingka si Daikan ini. Pas ia mau mengeluarkan tanpa pengenal dari sakunya, eh malah yang dikeluarin tisu. Apalagi gaya duduknya itu loh, cowok banget. Padahal pake kostum cewek)



Kuroi tidak lupa menunjukkan plastic berisi pisau yang ditemukannya tadi, “Darah yang tersisa di pisau ini pasti cocok dengan darah korban, Aoyama. Sidik jarimu juga pasti ada disini. Menyembunyikan senjata pembunuh di tempat seperti itu (locker), kau pikir tidak bisa ditemukan? Apa kau bodoh? Ikut aku ke kantor polisi!”



DoS Deka 2110



Kuroi menyuruh Daikan untuk memborgol Yulia ini. Tapi ia bergerak cepat, menghindar, mengambil pisau dan mengayun-ayunkannya di depan Kuroi. Tapi, Kuroi tampak tidak takut sama sekali.



“Jangan mendekat!” ancam Yulia. “Sampai hari ini aku adalah orang baik. Karenanya, aku bisa sukses. Aku pun memiliki keluarga yang baik. Tapi, aku juga ingin bebas! Aku tidak peduli orang lain membenciku!”



Tapi Kuroi membalas ancaman itu dengan senyum, “Kau sebenarnya sudah dibenci sejak lama.” Kuroi mulai memojokkan tersangkanya, “Tidakkan kau tahu, mejamu selalu berbau aneh. Ini karena bawahanmu membersihkannya dengan kain untuk membersihkan toilet. Dia tidak suka melihat pakaianmu. Kau juga selalu makan siang bersama rekan kerjamu. Itu juga hukuman, bagi orang yang tidak bisa bekerja dengan baik.”



“Tidak mungkin!” Daikan ikut terintimidasi juga.



Tapi Kuroi terus melanjutkan, “Aku juga bertanya pada putrimu, Yukari. Apa yang dia suka tentnag ayahnya. Dengan menangis dia berkata, bagaimana bisa kau tanyakan hal yang sulit kujawab seperti itu? Hal yang kusukai dari ayahku, tidak ada satupun.



Yulia semakin tertekan dengan semua ucapan Kuroi. Dia bahkan menutup telinganya dan bersembunyi di kursi.



“Kau pikir ini Cuma cerita bohong kan? Karena hobby cross-dress-nya, dia menjadi pembunuh!” lanjut Kuroi. “Dibenci oleh keluarganya dan rekan kerjanya adalah biasa. Tanpa berpikir orang yang membencimu, kau hidup dengan tenang tak terbebani. Kau memang pantas dibenci!”



“Diam!” Yulia semakin tidak suka.



DoS Deka 2111



Diprovokasi oleh Kuroi, Yulia kembali menodongkan pisaunya. Dengan santainya, Kuroi menyuruh Daikan berkelahi dengan Yulia ini, sementara dirinya duduk menonton. Yulia mengacungkan pisaunya ke arah Daikan, sementara ia hanya menggunakan bantal yang tidak lama sudah tercerai berai akibat pisau.



Melihat Daikan terdesak, Kuroi akhirnya turun tangan. Ia mengeluarkan senjata andalannya, sebuah pecut dan mengayunkannya. Pisau di tangan Yulia yang nyaris merobek tubuh Daikan pun berhasil dilumpuhkan olehnya.



DoS Deka 2112



“Tangkap dia!” perintah Kuroi sekali lagi.



Kali ini Daikan dengan sigap mengeluarkan borgol dan mengikat tangan Yulia, “Pada pukul 08.41 kau ditangkap karena tuduhan menodongkan pisau …”



Kuroi sempat mengambil gambar sebelum mulai bicara. Ucapan Daikan disambung oleh Kuroi, “ … Atas tuduha pembunuhan dan penganiayaan! Kau dituduh atas kasus pembunuhan Aoyama Shinichiro!”



Sementara itu, Daikan tampak sangat terharu. Saat ditanya oleh Kuroi, Daikan mengaku jika ini pertama kalinya ia menangkap penjahat.



“Aku mengerti. Jadi kau aman. Aku akan tertawa keras jika kau mati sambil menangkap penjahat dengan pakaian seperti itu!” balas Kuroi.



“Ah, Kuroi-san, sejak kapan kau tahu info soal manager Igarashi tadi?” Daikan masih penasaran.



“Bagaimana bisa aku tahu hal-hal seperti itu? Apa kau bodoh?!” balas Kuroi dengan gayanya yang biasa.



DoS Deka 2113



Rekan-rekan Kuroi dari kepolisian baru saja tiba. Inspkt.Shirogane kesal dengan sikap Kuroi yang seenaknya sendiri. Tapi, dengan santai Kuroi mengeluarkan suara perintah penangkapan. Inspkt.Shirogane semakin kesal, karena Kuroi membuat surat itu tanpa izin darinya.



“Sisanya, tanyakan pada det.Daikanyama!” ujar Kuroi, lalu beranjak pergi dengan santainya.



DoS Deka 2114



Inspkt.Shirogane langsung mencari keberadaan Daikan. Tapi,dia tidak juga muncul. Mereka baru merasa heran saat melihat seorang wanita yang tampak ketakutan dan menyingkir. Dan dia adalah Daikan yang berdandan sebagai wanita.



“Ini untuk kepentingan investigasi, kepala cabang … “ ujar Daikan, salah tingkah.



Belum sempat inspkt.Shirogane berkomentar, det.Kondou sudah lebih dulu berkomentar, “Det.Daikanyama, kau cantik!”



DoS Deka 2115



Pagi berikutnya …



Daikan tengah berdoa di depan foto ayahnya. Ibunya heran dengan sikap putranya ini, dan berpikir jika Daikan melakukan kesalahan lagi.



“Bukan begitu. Aku hanya mengingkari janji pada ayah. Saat aku SD, ayah pernah bilang pekerjaan seorang polisi tidak hanya menangkap penjahat. Seumur hidup, aku bangga jadi polisi. Jadi aku juga … “ tapi ucapan Daikan dipotong ibunya.



“Apa katamu? Ayahmu juga ingin jadi detektif. Tapi, dia tidak pernah lulus tes. Jadi dia menyerah dan tetap jadi polisi biasa,” komentar ibunya sambil tertawa geli.



DoS Deka 2116



Seorang tamu tampak masuk. Kediaman keluarga Daikan ini dalah salon untuk menata rambut. Ternyata dia adalah Kuroi.



“Aku membawakan foto kenang-kenangan,” Kuroi menunjukkan foto itu pada ibu dan adik Daikan.



Tapi, saat melihat foto itu, ibu Daikan malah kesal. Sementara adiknya tertawa geli.



“Apa yang kau lakukan di foto ini?” protes ibu Daikan.



Daikan mengambil foto itu dan menemukan dirinya dalam gambar berpakaian wanita saat menangkap penjahat kemarin, “Kapan kau mengambilnya?!”protes Daikan yang hanya dijawab dengan senyum oleh Kuroi.



DoS Deka 2117



Inspkt.Shirogane tengah curhat pada det.Kondou. Ia kesal soal sikap Kuroi. Kuroi memang pintar, tapi jalan pikirannya tidak bisa ditebak. Apalagi ayahnya salah satu orang penting di kepolisian. Kepribadiannya juga sulit dimengerti. “Tapi, sebagai atasannya, aku tidak akan membiarkannya bersikap seenaknya!”



“Kepala cabang Shirogane, aku takjub kau bisa bekerja sama dengan baik, dengannya,” komentar det.Kondou malahan.



DoS Deka 2118



Ibu Daikan kemudian mengajak Kuroi untuk makan bersama, karena ia adalah atasan Daikan. Tapi Kuroi justru asyik mengasah pecutnya dengan salah satu alat cukur disana. Saat Daikan memprotesnya, Kuroi hanya membalasnya dengan senyum.



Ibu Daikan mendengar nama Kuroi disebut. Sepertinya ia mengenal nama itu. Tapi kemudian ia memutuskan jika nama itu adalah nama yang biasa dan banyak dipakai.



DoS Deka 2119



Setelah punya waktu berdua, Daikan mulai mengoceh, “Kuroi-san, aku menghormatimu. Aku benci penjahat, jadi aku akan menangkap mereka semua. Aku ingin menjadi detektif seperti Kuroi-san. Aku ingin jadi detektif yang memiliki rasa keadilan. Jadi alasanku jadi detektif … “ ucapan Daikan terpotong.



Kuroi melirik ke arah Daikan, “Aneh kan, jika aku ingin menyiksa penjahat. Apa kau bodoh?”



BERSAMBUNG



Sampai jumpa di DoS Deka episode 02 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Bonus piku2nya Daikan yang cantik, hehehe



xx xx1 xx2

Jumat, 29 Mei 2015

SINOPSIS Perfect Insider 03 part 1

Sinopsis Perfect Insider episode 03 part 1. Kalau episode 01 dan 02 ada satu kasus, maka pada episode 03 ini akan ada kasus baru, yang tetep nggak kalah seru. Selamat membaca, minna-san ^_^ Oh ya, buat yang kemarin ketinggalan, silahkan cek juga Perfect Insider episode 02 part 1 dan part 2 ya.



Perfect Insider 3101



Peristiwa itu terjadi 50 tahun yang lalu, tahun 1964. Suhu rata-rata pada hari itu 9.6 derajat Celsius. Berdasarkan catatan, hari itu sangat dingin. Kepala keluarga, Kayama Fusai, mengurung diri dalam gudang selama beberapa hari. Anggota keluarga khawatir dan memanggil polisi. Gudang terkunci dari dalam dan tidak bisa dibuka. Tidak ada jalan masuk lain selain kunci itu. Petugas polisi bergegas masuk ke rumah, dan merusak pintu dengan kapak.



Tapi yang mereka temukan adalah jasad tuan Kayama Fusai. Orang yang ikut masuk kedalam bersama polisi adalah... Tuan Rinsui, Putra Tuan Fusai, istrinya, Fumi-san dan seorang pelayan bernama Yoshimura. Mereka bilang mayatnya terlihat seperti sedikit tersenyum. Penyebab kematiannya adalah ditikam benda tajam di dada. Senjata yang digunakan tidak pernah ditemukan. Tapi, di TKP ditemukan dua benda yang merupakan harta karun keluarga, sebuah pot/vas/labu dan sebuah kotak. 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.' Tidak ada yang aneh dengan kedua benda itu, kecuali ada bekas darah di badan vas itu. Lalu, saat polisi akan memeriksa isi kota, putra tuan Kayama Fusai, Kayama Rinsui melarang mereka membukanya. Itu adalah wasiat tuan Fusai beberapa hari sebelumnya.



Perfect Insider 3102



“Di dalam vas ada kunci pembuka vas. Tapi mulut vas terlalu sempit untuk bisa mengambil kunci,” Moe melanjutkan ceritanya.



Saikawa-sensei masih asyik mengambil gambar dengan kameranya, “Aku mengerti. Dalam situasi misterius seperti ini, polisi akan menetapkannya sebagai kasus bunuh diri.”



Tapi Moe tidak puas. Ia masih merasa aneh, jika benar bunuh diri, kenapa senjata yang digunakan tidak ada di TKP. Jika itu kasus pembunuhan, maka seharusnya pelakunya tidak bisa keluar.



“Aku tidak tertarik pada kasus dari setengah abad yang lalu. Materi untuk memecahkannya sangat tidak jelas. Pokoknya, Aku tidak ingin terlibat dalam masalah ini,” komentar Saikawa-sensei kemudian.



Tapi Moe tersenyum dengan jahilnya, “Kau sudah terlibat. Gudang tempat di mana, Kayama Fusai meninggal,” ujarnya sambil menunjuk gedung di belakang Saikawa-sensei.



Dijebak mahasiswanya, Saikawa-sensei kesal, “Kau menipuku untuk datang kesini--?”



“Tidak!” Moe mengelak cepat. “Ini penelitian tentang bangunan bersejarah. Aku tidak bohong.”



“Bangunan ini bangunan yang berharga. Tapi minatmu yang sebenarnya adalah.... “ ucapan Saikawa-sensei terpotong.



Perfect Insider 3103



Rupanya dibelakang mereka muncul Kayama Rinsui, yang kini adalah kepala keluarga Kayama. Moe menyambut tuan Rinsui dengan memperkenalkan diri. Tapi, ucapan Moe dipotong oleh Saikawa-sensei dan ia buru-buru minta maaf karena sudah tidak sopan, tidak menyapa sejak jadi. Tapi, Rinsui-san tidak mengatakan apapun. Ia pergi sambil menenteng benda di tangannya. Rinsui-san masuk ke gudang tempat kerjanya. Tampak pintu masuk gudang itu tebal dan berat saat dibuka.



“Dia itu Rinsui-san, menggantikan ayahnya yang menjadi pelukis Buddha 50 tahun yang lalu. Sekarang dialah kepala keluarga Kayama,” Moe menjelaskannya pada Saikawa-sensei.



“Pelukis Buddha ...” gumam Saikawa-sensei.



Perfect Insider 3104



Saikawa-sensei dan Moe beralih ke bagian lain bangunan itu. Mereka melihat Kayama Takashi, putra Kayama Rinsui yang tengah menjelaskan bangunan itu pada dua orang lainnya. Rupanya bangunan yang dibangun tahun 1851 dengan gaya Honmune-zukuri dan Ornamen atap, 'suzume odoshi' itu akan dijual.



“Apa anda akan menjual gedung ini?” tanya Moe.



“Aku merasa tidak enak, tapi sangat sulit mempertahankannya. Bahkan untuk memasang AC saja, kami harus melalui berbagai macam prosedur. Yah, masalah semacam itulah,” ujar Takashi-san. “Silakan dilanjutkan, anda juga bebas melihat bagian depan rumah. Dan tolong jangan lupa menulis hal baik tentang rumah ini di jurnal akademis,” pesan Takashi-san pada kedua tamunya ini.



Perfect Insider 3105



Saikawa-sensei dan Moe lalu diantar ke dalam oleh pelayan Yoshimura untuk istirahat. Di dalam pun, Saikawa-sensei dibuat takjub dengan bentuk dari ornament yang ada.



Tapi perhatian Moe teralihkan pada hal lain. Ia mendengar suara cekikian dan melihat bayangan anak kecil dari balik pintu. Penasaran, Moe menggeser pintu itu. Tapi tidak ada siapapun disana. Moe kemudian melihat ke arah luar. Ada taman terbentang disana. Saat Moe berbali, ada seorang anak kecil berbaju biru yang berdiri di belakangnya.



“Ayo kita bermain,” ajak anak kecil itu.



“Kau menakut-nakutiku,” ujar Moe yang kaget.



Tapi kemudian muncul wanita dewasa lain. Wanita itu mengajak si anak kecil untuk pergi dan tidak mengganggu pekerjaan tamu mereka. Wanita itu adalah Kayama Ayao, Istri dari Kayama Takashi



Perfect Insider 3106



Diantar oleh pelayan Yoshimura, Saikawa-sensei dan Moe melihat-lihat bagian dalam rumah. Mereka tiba di depan sebuah ruangan tertutup. Tapi, Pelayan Yoshimura mengatakan kalau keduanya tidak boleh masuk. Karena di ruangan itu tersimpan harta karun keluarga, 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.' Diberitahu seperti itu, Moe malah semakin penasaran. Ia meminta agar pelayan Yoshimura mengijinkan mereka masuk.



Tapi sebuah suara tegas memotong ucapan Moe, “Tidak, anda tidak boleh! Kami tidak bisa menunjukkan padamu 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.'” Ternyata itu suara Kayama Fumi, Istri dari Kayama Rinsui.



Perfect Insider 3107



Moe dan Saikawa-sensei makan siang bersama paman Moe, kepala polisi Nishinosono Shosuke. Paman Shosuke membahas Moe yang menemui Magata Shiki. Paman Shosuke memperingatkan Moe jika Magata Shiki adalah orang yang dituduh membunuh orang tuanya ketiga berusia 14 tahun.



Tapi Moe justru semakin bersemangat. Ia menceritakan jika saat bertemu, Magata Shiki tidak mengakui perbuatan itu. Ia bahkan mengatakan jika pembunuh orang tuanya adalah boneka. Moe mengatakan jika Magata Shiki bersedia bertemu lagi dengannya, jika Magata Shiki tidak kehilangan ketertarikan pada Moe. Selain itu, Magata Shiki juga mengatakan tentang “Ketika semuanya menjadi 'F.'”



“Dia orang yang sangat menggugah rasa ingin tahu,” Moe menutup ceritanya.



“Haruskah aku menyebut itu sebagai 'rasa ingin tahu yang agresif'?” balas paman Shosuke. “Tapi ingatlah, Moe. Kasus kriminal benar-benar mencari kebenaran, berbeda dengan belajar. Memecahkan kasus bisa menjadi pedang yang dapat melukai orang lain. Kau harus mempelajari pelajaran dari kasus Pusat Penelitian Kutub. Jangan berlebihan bermain detektif-detektifan, oke?” pesan paman Shosuke akhirnya.



Paman Shosuke kemudian beralih pada Saikawa-sensei yang tampak tidak berselera makan. Tapi Saikawa-sensei hanya mengatakan jika ia tidak terbiasa di tempat (mewah) seperti itu.



Tidak lama setelahnya bergabung satu orang lain. Dia adalah Kayama Marimo, putri dari Kayama Rinsui (pemilik gedung kuno). Marimo-san adalah seorang komikus. Paman Shosuke kenal dengan Marimoa-san karena istrinya penyuka lukisan tuan Kayam Fusai. Sepertinya pertemuan ini memang diatur oleh paman Shosuke atas permintaan Moe.



Perfect Insider 3108



Keluar dari restoran, Saikawa-sensei, Moe dan Marimo-san kembali ke ruangan Saikawa-sensei. Marimo-san tampak takjub dengan isi ruangan sang professor. Ia pun bahkan menyalakan rokoknya dengan nyaman. Marimo-san adalah seorang komikus yang komiknya banyak dicari pecinta komik.



“Apa kau menjadi komikus karena pengaruh keluargamu?” Moe memulai wawancaranya. “Kakek dan ayahmu, keduanya generasi pelukis Buddha, kan? Jadi aku pikir mungkin kau mengikuti jejak mereka.”



Marimo-san tersenyum, “Justru sebaliknya. Seperti yang sudah kau tahu, lukisan Buddha merupakan karya seni yang sudah sempurna. Pekerjaan utama pelukis Buddha adalah meniru hasil kerja di masa lalu. Sungguh tertekan rasanya, menggambar kembali Sang Buddha seperti sebelumnya. Aku selalu benci pekerjaan menjadi pelukis Buddha. Bagiku rasanya tidak lain hanya tipuan belaka. Itulah kenapa aku meninggalkan rumah dan menjadi komikus. Karena aku ingin bekerja dengan kerja asliku, bukan tiruan.”



Perfect Insider 3109



Marimo-san mengaku tidak pernah pulang ke rumah. Itu terjadi setelah ia dan ayahnya, tuan Rinsui bertengkar hebat lantaran Marimo-san lebih memilih menjadi komikus.



Marimo-san melanjutkan ceritanya, “Ayahku mengambil resiko untuk membuat gudang tempat kakekku meninggal sebagai tempat kerjanya. Agar dapat lebih dekat dengan kakekku, ayah menunjukkan respeknnya pada setiap hal kecil. Dan ibuku selalu memuja kakekku, seolah-olah dia adalah dewa. Dia poles vas dan kotak, yang tak pernah jauh darinya, hampir setiap hari. Ada kerabat jauh bilang padaku bahwa Yoshimura-san, pelayan keluarga, orang yang sering tertawa, tapi berhenti tertawa sejak hari kejadian. Kakakku yang seharusnya menggantikan ayahku, tapi aku menduga dia tidak punya bakat melukis Buddha. Terkadang dia melukis pemandangan tapi tidak untuk dijual atau pergi ke pesta yang dihadiri para selebriti. Di sanalah dia bertemu istrinya, Ayao-san. Meskipun dia berasal dari kota dia tetap bertahan untuk tidak lari dari rumah yang kuat tradisinya itu. Menurutku, dia orang yang aneh. Sebenarnya tidak penting diungkapkan, tapi keponakaanku, Yusuke-kun manis sekali.”



“Kau masih penasaran dengan kebenaran dibalik peristiwa itu kan?” lanjut Moe yang semakin penasaran. “Oh, maafkan aku! Aku lancang sekali... “ ujar Moe saat melihat wajah kaget Marimo-san.



Tapi wajah kaget Marimo-san berubah cepat, “Kau mungkin benar. Semenjak kecil, aku sudah sangat ingin tahu tentang vas dan kotak itu. Aku tetap bertanya-tanya bagaimana mengeluarkan kunci itu.”



Perfect Insider 3110



“'Kau tidak boleh membukanya.' Benar?” kali ini Saikawa-sensei ikut nimbrung.



“Ya. Tapi itu hanya membuat keinginanmu membukanya semakin besar, kan?” balas Marimo-san.



“Professor Saikawa akan membukanya,” Moe mengatakan ide gilanya yang tentu saja diprotes oleh Saikawa-sensei. “Dia pasti bisa memecahkan masalah ini. Jadi maukah kau menunjukkan pada kami vas dan kotak itu?”



“Apa yang kau bicarakan? Kau pasti terlalu banyak minum wine...” protes Saikawa-sensei.



Marimoa-san tersenyum menanggapi ucapan Moe ini, “Aku mengerti. Aku akan sampaikan pada mereka bahwa Nishinosono-san dan Professor Saikawa akan datang lagi.”



“Well, tapi aku tidak berpikir...” ucapan Saikawa-sensei dipotong lagi.



“Ketika kalian datang, Aku juga akan pulang ke rumah,” lanjut Marimo-san. “Sejujurnya, akhir-akhir ini aku mengalami penurunan dan serial komikku dihentikan. Ini mungkin menjadi kesempatan yang baik untuk merenungkan kembali diriku sendiri. Jika misteri vas dan kotak bisa dipecahkan Aku mungkin bisa memperbaiki hubungan, kau tahu kan?”



Perfect Insider 3111



Saikawa-sensei dan Moe berkendara dengan mobil merah Moe menuju kediaman keluarga Kayama. Sementara Moe menyetir, Saikawa-sensei masih asyik mengatur ulang jam di tangannya.



“Apa kau mengatur jam tangan lagi? Tolong jangan lakukan hal itu saat kita berkencan!” protes Moe.



“Nishinosono Moe, ini bukan kencan sungguhan!” Saikawa-sensei tampak tak suka.



“Terserah aku bagaimana melihatnya,” jawab Moe cuek.



Perfect Insider 3112



Saikawa-sensei dan Moe disambut pelayan Yoshimura. Mereka kemdian diantarkan ke sebuah kamar di pavilion. Pelayan Yoshimura mengatakan jika Marimo-san akan segera tiba juga, dan meminta keduanya bersantai dulu sambil menunggu makan malam.



Tapi Saikawa-sensei dibuat kaget saat di ruangan itu sudah dihamparkan dua buah futon (alas tidur ala jepang). Rupanya pelayan Yoshimura diberi tahu jika kedua tamunya ini akan menginap. Moe tersenyum jahil, karena ini idenya, terimakasih pada Marimo-san. Pelayan Yoshimura pamit pergi dan mengatakan jika kamar mandi juga telah siap untuk mereka.



Moe dengan santainya melepas mantel luarnya. Ia pun mengeluarkan barang-barangnya. Sementara itu, Saikawa-sensei sudah salah tingkah dan berniat akan pergi. Tapi Moe mencegahnya dengan mengatakan jika mobilnya tidak akan kemana-mana dan mengingatkan Saikawa-sensei jika stasiun ada sangat jauh dari sana.



“Aku akan tidur di lorong,” Saikawa-sensei memutuskan. Ia pun mulai menarik futonnya.



“Mereka pasti berpikir, kita ini kekasih, kau tahu?” Moe senyum-senyum jahil



Tapi tiba-tiba Saikawa-sensei berubah ekspresi “Hebat... !”



Moe berpikir jika Saikawa-sensei mengomentari ide Moe ini, “Kau juga berpikir itu hebat? Kita pasti tampak seperti “pasangan serasi”.”



Perfect Insider 3113



Tapi ternyata yang dianggap hebat oleh Saikawa-sensei bukan ide Moe, melainkan sebuah lukisan yang ada di dinding.



“Gulungan gantung. Ya, Aku tidak tahu apa-apa tentang nilai artistik, tapi lihatlah, Moe. Buddha ini digambar dengan “rasio emas” yang sempurna. (penjelasan mengenai rasio emas ada di bawah/Kelana’s comment). Perbandingan panjang dan lebar wajahnya adalah satu dengan akar kuadrat dari dua—“ ucapan Saikawa-sensei terputus.



Moe berdiri di depan Saikawa-sensei dengan wajah serius.



“Apa ada yang salah?” Saikawa-sensei kebingungan.



Kesal karena orang di depannya tidak juga paham, Moe pun menyerah, “Lupakan!”



Perfect Insider 3114



Tapi, saat berbalik, Moe pun tertarik pada hal lain. Ada semacam kaligrafi besar di ruangan itu. (mahasiswa sama professor, sama nyentriknya), “Mementingkan diri sendiri di langit dan bumi? Oh! Sama seperti harta keluarga!” Moe pun mulai membaca, “Telinga berenang dan bertarung di... Karakter yang berarti laut terbuka. Mata berada di padang bintang-gemintang... Tidak, Aku sungguh tidak tahu. Tolong jelaskan padaku, Professor Saikawa.”



Saikawa-sensei juga serius memperhatikan tulisan di depan Moe itu, “Mendengar kegaduhan ketika berenang di lautan yang bergejolak. Aku dapat melihat diriku duduk dengan tenang di padang di bawah langit penuh bintang. Itu mudah bagi air, tapi sulit bagi api. Dan aku tidak hidup di Langit atau di Bumi.”



“Apa artinya?” tanya Moe lagi.



“Apa yang baru saja aku katakan adalah segalanya. Orang yang menerima pesan ini yang memutuskan apa artinya,” Saikawa-sensei tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.



Perfect Insider 3115



Prof.Kuneida tengah membersihkan tanaman di ruangan lab Saikawa-sensei saat mahasiswa Hamanaka masuk mencari Saikawa-sensei. Prof.Kuneida mengatakan jika Saikawa-sensei pergi bersama Moe mengunjungi rumah kuno.



Hamanaka merasa ada yang aneh, “Lagi? Kau tidak berpikir ada sesuatu di antara mereka berdua?”



Tapi prof.Kuneida mengabaikan pertanyaan Hamanaka itu, “Bagaimana dengan tesismu?” ia mengacungkan tangannya meminta.



Hamanaka salah tingkah, “Well, Aku kesini untuk meminta Saikawa-sensei memeriksanya—“ tapi melihat wajah serius prof.Kuneida, Hamanaka tidak punya pilihan untuk menyerahkan tulisannya itu. (prof.Kuneida ini asistennya Saikawa-sensei, dan dia galak banget sama mahasiswanya si Hamanaka)



Perfect Insider 3116



Kembali ke gedung kuno, kediaman keluarga Kayama.



Ayao-san tengah mempersiapkan meja makan untuk makan malam. Ia mengeluh pada suaminya, Takashi-san karena Marimo belum juga datang. Ayao kemudian pergi untuk memanggil putranya Yusuke, karena anime kesukaan bocah kecil itu akan segera dimulai.



“Yusuke! Anime Genma Daishogun sudah mulai! Yusuke!” Ayao-san melihat putranya keluar dari gudang tempat kerja Rinsui-san. “Kau masuk ke gudang lagi? Bukankah aku selalu bilang jangan ganggu kerja kakekmu?”



Tapi Yusuke kecil berkata dengan polosnya, “Kakek sudah tidak ada lagi. Dia sudah tidak ada lagi.”



“Jangan bohong padaku hanya karena tidak mau aku omeli,” ujar Ayao-san. Ia pun mengajak Yusuke masuk. Tapi ia melihat cairan merah di tangan putranya itu, “Oh, tidak! Kau menyentuh cat kakekmu lagi? Cuci dulu tanganmu lalu masuk ke dalam! Hati-hati jangan sampai bajumu kotor!”



Setelah Yusuke pergi, di belakang tampak anjing milik keluarga itu menyalak di depan gudang.



Apa yang terjadi di dalam gudang itu?



Cairan merah apa yang menempel di tangan Yusuke?



BERSAMBUNG. Sampai jumpa di Perfect Insider episode 03 part 2 ya.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Kelana’s comment:



Rasio emas atau the golden ratio : perbandingan yang diperkenalkan oleh pelukis Leonardo da Vinci. Perbandingan ini ia temukan saat mengukur ukuran tubuh manusia. Hal ini juga berlaku pada sejumlah makhluk hidup dan beberapa benda, sehingga dikenal juga sebagai rasio alam. Dalam matematika, Rasio emas adalah perbandingan dua angka berdekatan pada deret fibonachi, yakni 1,618



Deret fibonaci : deret yang diperoleh dari menjumlahkan dua angka sebelumnya



1 – 1 – 2 – 3 – 5 – 8 – 13 – 21 – 34 – 55 – 89 – 144 – 233 – dst



Rasio emas :



1 : 1 = 1



2 : 1 = 1,5



3 : 2 = 1,5



5 : 3 = 1,667



8 : 5 = 1,6



13 : 8 = 1,625



21 : 13 = 1,615



34 : 21 = 1,619



55 : 34 = 1,618



89 : 55 = 1,618



144 : 89 = 1,618



233 : 144 = 1,618



Dst



Senin, 25 Mei 2015

SINOPSIS Perfect Insider 02 part 2

Sinopsis Perfect Insider episode 02 part 2. Yang ketinggalan, cek juga Perfect Insider episode 02 part 1. Bagian sebelumnya.



Kasus penemuan jasad di pusat penelitian kutub masih belum berakhir. Setelah dua jasad ditemukan di ruang persiapan dan ruang penerimaan (garasi), jasad lain yang telah menjadi mummi ditemukan di ruang saluran. Kasus semakin rumit. Tapi, nyawa Saikawa-sensei kini terancam, karena ia telah tahu pelaku sebenarnya.



Perfect Insider 2201



Prof.Kita menjemput Moe di rumah sakit atas permintaannya. Mereka menuju lab Saikawa-sensei di universitas. Tapi, Moe heran karena mobil Saikawa-sensei masih ada di luar, tetapi ruangan lab Saikawa-sensei sudah gelap. Moe yang curiga buru-buru berlari masuk. Ia juga meminta prof.Kita untuk memeriksa pintu keluar.



Perfect Insider 2202



Moe tiba di lorong tepat saat Saikawa-sensei berhadapan dengan orang berpakaian gelap membawa pisau itu. Orang tadi berbalik, menabrak Moe lalu berlari ke lantai atas. Saikawa-sensei dan Moe buru-buru mengejar orang itu, yang ternyata … prof.Ichinose Rika.



“Tolong jangan lakukan itu!” pinta Saikawa-sensei. “Aku sudah membaca tulisan hasil kerjasamamu dengan Prof.Kikuma. Aku terkesan dengan ide itu. Itu metode analisa yang tak seorangpun pernah memikirkannya. Tidak ada akhir untuk menuntut ilmu. Anda pasti satu-satunya orang yang bisa mengambil alih penelitian Profesor Kikuma.”



Moe pun mencoba meyakinkan prof.Ichinose yang sudah berdiri di sisi gedung itu, siap melompat. “Prof.Ichinose. Tolong turun dari sana!”



Tapi prof.Ichinose berpikir lain, “Menuntut ilmu...Tidak ada gunanya,” ujarnya lalu melompat.



Perfect Insider 2203



Di rumah sakit.



Det.Ukai mengatakan jika prof.Ichinose lolos dari maut, akibat melompat dari atas gedung tadi. Semua orang yang menunggu tampak lega, kecuali Saikawa-sensei.



“Ini salahku,” sesal Saikawa-sensei. “Aku memojokkannya.”



“Tidak ada yang salah. Dia sendiri yang melakukannya,” potong Moe cepat.



Det.Ukai penasaran, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, Saikawa-sensei hanya mengatakan jika pelakunya adalah prof.Ichinose. Tapi polisi masih belum puas, karena tidak ada penjelasan.



“Saikawa-sensei, kau juga harus memberi mereka penjelasan bukan hanya jawaban saja,” ujar Moe kemudian yang diiyakan oleh Saikawa-sensei. (ngobrol sama orang pinter emang agak ribet sepertinya ya)



Perfect Insider 2204



Saikawa-sensei, Moe, prof.Kita dan kedua polisi pun mendatangi kembali pusat penelitian kutub. Penjelasan lengkap kasus ini dimulai oleh Saikawa-sensei.



“Kasus dimulai dengan pembunuhan Niwa dan Tamako di dalam ruangan yang terkunci secara misterius. Pertama, sebut saja Ruang Persiapan dan Ruang Penerimaan sebagai ruang terkunci 'A'. Dua orang yang terbunuh berada di dalam ruang terkunci 'A'. Tapi bagaimana pelaku 'X' melarikan diri dari sana? Ada tiga pintu keluar di ruang terkunci 'A'. Pintu darurat tidak bisa di kunci dari luar. Pintu di Ruang Penerimaan (garasi) rusak. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan. Pelaku 'X' keluar melalui pintu Ruang Persiapan dan menguncinya dari luar.”



“Tapi... kami tidak menemukan orang seperti itu di video rekaman keamanan,” det.Ukai protes. Ia pun memeriksa kembali catatan rekannya, “Hanya Niwa dan Hattori Tamako yang keluar masuk selama percobaan. Setelah itu, tidak ada satupun yang menyentuh pintu sampai mayat ditemukan.”



Saikawa-sensei melanjutkan, “Kau benar. Jadi, sangat masuk akal berpikir bahwa Niwa dan Tamako yang keluar selama percobaan, dan 'X' pelakunya. Tapi, Niwa dan Hattori Tamako telah tewas. Jadi, tidak ada jalan lain kecuali berpikir bahwa pelaku 'X', yang keluar selama percobaan berlangsung adalah dua orang yang berbeda, yang berpura-pura sebagai Niwa dan Tamako.”



“Tahan dulu. Maksudmu Ichinose Rika bukan pelakunya?” potong prof.Kita.



“Yang membunuh Tamako adalah Ichinose-san,” ujar Saikawa-sensei. “Dan yang satunya lagi membunuh Niwa adalah Prof.Kikuma.”



“Profesor Kikuma? Dia kaki tangan?” det.Ukai dan yang lain kaget.



“Ya. Untuk menyempurnakan rencana kotor ini, mereka berdua harus bekerja sama.”



Perfect Insider 2205



Setelah Niwa masuk ke Ruang Persiapan selama percobaan, Prof.Kikuma keluar melalui jendela kantor professor. Lalu Niwa membuka kunci dan membiarkan prof.Kikuma masuk melalui pintu darurat. Prof.Kikuma membunuh Niwa-kun di Ruang Penerimaan.



Prof.Kikuma kemudian melanjutkan tugas Niwa, melakukan beberapa hal terkait percobaan. Setelah tugasnya selesai, Prof.Kikuma mengenakan setelan tahan dingin dan keluar dari ruangan, menyamar sebagai Niwa. Dia mengganti pakaiannya di ruang mahasiswa dan memutar keluar untuk kembali ke kantor. Setelahnya, gantian Tamako yang masuk ke dalam lab.



Perfect Insider 2206



Dengan cara yang sama, setelah Tamako masuk Ruang Persiapan, prof.Ichinose keluar dan masuk ke Ruang Persiapan melalui pintu darurat. Dan dia membunuh Tamako. Pada saat itu, prof.Kikuma sempat keluar dari ruangan professor dan memeriksa di depan lab. Itu dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup bagi prof.Ichinose melakukan aksinya.



Prof.Ichinose pun menggantikan tugas Tamako selama di dalam lab. Terakhir, prof.Ichinose mengenakan setelan anti dingin dan ketika keluar dari ruangan, menyamar sebagai Tamako lalu diam-diam dia mengunci pintu dari dalam laboratorium.



“Itulah sebabnya, dua mayat berada di dalam ruang terkunci 'A',” Saikawa-sensei melanjutkan. “Dalam rangka menyamar sebagai dua orang yang berbeda dengan perbedaan yang sangat tinggi Prof.Kikuma dan Ichinose-san tidak punya pilihan kecuali bekerjasama.”



Perfect Insider 2207



“Tapi, masih ada poin yang meragukan. Bagaimana Prof.Kikuma dan Ichinose-san mengganti pakaian mereka dengan setelan tahan dingin? Meskipun lawan mereka adalah dosen mereka, bukan hal yang mudah jika tiba-tiba meminta mereka melepas setelan mereka selama percobaan,” protes prof.Kita.



“Niwa dan Tamako sengaja berniat melepas setelan tahan dingin dari awal,” jawab Saikawa-sensei. Niwa dan Tamako sengaja melepas baju dingin untuk mengganti pakaian mereka. Saat itu, dalam mobil milik Niwa, ditemukan juga set jas dan gaun pesta, yang dibeli beberapa hari sebelumnya. Saikawa-sensei melihat ke arah Moe.



Perfect Insider 2208



Giliran Moe yang melanjutkan penjelasan Saikawa-sensei, “Niwa dan Tamako memutuskan untuk menikah dan mereka menyampaikan kabar itu kepada Prof. Kikuma. Aku yakin mereka mengusulkan rencana kejutan saat itu.” Ide berganti peran pun muncul. Ini dilakukan agar nanti, Niwa dan Tamako muncul mengejutkan yang lain saat diadakan pesta. Pada saat itu, mereka juga berniat mengatakan rencana pernikahan mereka pada yang lain.



Perfect Insider 2209



Perhatian kembali beralih pada Saikawa-sensei, “Tapi, saat mereka melepas jas, lalu Prof.Kikuma dan Ichinose-san berkhianat dan membunuh mereka. Itu kenapa mereka ditikam tanpa perlawanan. “



“Alasan mengapa mereka menyusun rencana dengan hati-hati dan melakukan pembunuhan selama percobaan sehingga Kikuma dan Ichinose dapat membangun alibi mereka, bukan?” sambung det.Ukai.



“Ya. Tapi, sebuah peristiwa tidak terduga terjadi,” ujar Saikawa-sensei lagi.



Prof.Kita mengerti, “Pntu di Ruang Penerimaan (garasi)!” serunya kemudian.



Pintu garasi yang rusak diketahui paginya oleh teknisi. Tapi mereka tidak memberitahukan pada prof.Kikuma ataupun prof.Ichinose, dan yang lainnya. Karena itulah, ruangan yang seharusnya tidak terkunci, tercipta. Dalam rencana semula, ruangan terkunci sama sekali tidak dibutuhkan. Jika pintu garasi tidak rusak, maka orang-orang akan berpikir jika pelaku melarikan diri dari sana. Dengan begitu, tidak ada yang akan dicurigai di laboratorium, karena semua orang ada saat percobaan berlangsung.



“Jadi, mereka tidak beruntung dengan terciptanya Ruangan yang tidak seharusnya terkunci. Benar begitu?” prof.Kita meyakinkan.



“Itu hanya sedikit kesalahan. Tapi sedikit kesalahan ini menjadikan kesempurnaan rencana jahat mereka gagal oleh dua pikiran superior,” jawab Saikawa-sensei. “Sebenarnya, rencana mereka sempurna kalau saja pintu garasi tidak rusak.”



Perfect Insider 2210



“Tapi, kenapa Prof.Kikuma dan Ichinose-san melakukan hal semacam itu?” prof.Kita tampak masih belum puas.



Ekspresi wajah Saikawa-sensei berubah, antara sedih dan kesal, “Itulah masalah terbesar dalam kasus ini. Kegilaan yang menewaskan dua mahasiswa, yang bersembunyi di tempat ini untuk mencari ilmu. Sesuatu diluar pengertianku.”



“Mungkin, ini semua dimulai dengan Masuda Jun-san, yang hilang dua tahun lalu,” sambung Moe.



Masuda Jun adalah mahasiswa yang hilang dua tahun silam, dan ditemukan telah menjadi mummi di ruang saluran, masih di area pusat penelitian kutub. Sebelum menghilang, Jun pernah menyerah Niwa dengan pisau. Ada kemungkinan jika Masuka Jun-san dan prof.Ichinose adalah pasangan kekasih.



“Artinya, 'shika' adalah Ichinose-san?” potong prof.Kita yang diiyakan oleh Saikawa-sensei.



“Tapi hubungan mereka sudah berakhir karena beberapa alasan, dan Masuda Jun-san menghilang,” lanjut Moe.



Tidak jelas apakah penyebab Masuda Jun dan prof.Ichinose putus adalah Niwa dan Tamako. Tapi saat Niwa dan Tamako mengatakan akan menikah, prof.Ichinose tampak sangat kesal dan berniat membunuh mereka. Itulah awal prof.Kikuma mau bekerja sama dengan prof.Ichinose.



“Aku mengerti itu. Tapi kenapa mereka mau bekerja sama?” tanya prof.Kita.



Kali ini Saikawa-sensei yang menjawab, “Kerjasama penelitian mereka menunjukkan kepercayaan yang sangat dalam. Kau pikir mereka bekerja sama hanya karena hubungan dosen dan mahasiswa? Itu tidak menjelaskan apapun.”



“Aku tahu! Mereka saling jatuh cinta!” serobot det.Ukai.



Tapi Saikawa-sensei menggeleng, “Tidak, itu jawaban yang terlalu mudah. Tak bisa aku bayangkan Prof.Kikuma, seorang yang mengabdikan dirinya untuk ilmu dapat begitu saja melepas penelitiannya dan membantu kejahatan kekasihnya. Mereka berdua pasti ...memiliki ikatan yang sangat dalam.”



Perfect Insider 2211



Di sisi ruangan, Moe tampak berpikir keras. Tapi, kemudian ia kembali bicara, “Aku tahu jawabannya, Saikawa-sensei. Mereka...ayah dan anak, benar kan?”



Saikawa-sensei mengiyakan, “Hanya itu yang dapat menjelaskan sikap Professor Kikuma.”



Prof.Kikuma lulusan Institut Tekhnologi Okayama, dan Ichinose-san juga berasal dari Okayama. Ketika Prof.Kikuma bercerai, ibu Ichinose-san juga bercerai dan dia lahir.



Tiba-tiba prof.Kita kembali memotong pembicaraan, “Tahan dulu, Lalu, siapa yang membunuh Prof.Kikuma?”



“Itu bukti paling mencolok bahwa mereka ayah dan anak. Karena rencana kejahatan mereka gagal, mereka dalam keadaan kritis,” lanjut Saikawa-sensei.



Perfect Insider 2212



Setelah insiden itu, Moe yang tertarik pada kasus ini mulai melakukan penyelidikan. Rupanya prof.Ichinose tidak suka hal itu. Karena itulah, ia mengatur virus lewat usb, yang diberikan prof.Kita pada Saikawa-sensei, saat memberikan data hasil percobaan. Virus itu memungkinkan prof.Ichinose bisa memata-matai email Saikawa-sensei dengan Moe.



Malam itu, Prof.Ichinose ada di Kyushu. Lewat virus itu, prof.Ichinose mengetahui email Moe, yang akan memeriksa laptop Masuda Jun. Prof.Ichinose lalu menghubungi prof.Kikuma dan memintanya mengambil kembali data yang diambil Moe. Setelahnya, prof.Kikuma yang memakai pakaian idngin mencelakai Moe lalu menghancurkan laptop Masuda Jun. Prof.Kikuma kemudian mengunci dirinya di dalam ruang persiapan. Setelahnya, dengan bantuan alat derek, prof.Kikuma menggantung dirinya.



“Pikiran Professor Kikuma saat ini di luar nalarku,” ujar Saikawa-sensei. “Dan dia memilih bunuh diri.”



Polisi dan yang lain tampak heran. Karena saat ditemukan, jasad prof.Kikuma sudah tergeletak di lantai. Tetapi Saikawa-sensei meyakinkan jika itu dilakukan oleh prof.Ichinose.



Perfect Insider 2213



Prof.Kikuma tahu Prof.Ichinose akan cemas dan mampir hal pertama yang dilakukannya dipagi hari setelah kembali dari perjalanan bisnisnya. Jadi, mungkin ada memo atau sesuatu di kunci Ruang Persiapan terpasang untuknya.



Buat seperti aku yang dibunuh. Kau sangat pintar sampai tahu apa yang perlu dilakukan.



Setelah membaca memo itu, prof.Ichinose segera menuju garasi. Ia menemukan prof.Kikuma tergantung. Meski sempat syok dan menangis, prof.Ichinose memenuhi permintaan terakhir prof.Kikuma. prof.Ichinose menurunkan jasad prof.Kikuma dan menelungkupkannya seolah dibunuh. Tidak lupa ia juga menghapus sidik jari prof.Kikuma dari alat derek tadi. Setelah persiapan selesai, prof.Ichinose tinggal berteriak saja. Saat itu, tepat Saikawa-sensei yang datang.



Perfect Insider 2214



Saikawa-sensei masih melanjutkan penjelasannya. Alasan prof.Kikuma melakukan bunuh diri adalah untuk melindungi prof.Ichinose, putrinya itu. Saat kejadian, prof.Ichinose berada di luar kota, sehingga memiliki alibi sempurna. Apabila prof.Kikuma ditemukan terbunuh, maka prof.Ichinose tidak akan masuk sebagai tersangka. “Melindungi anaknya dengan mengorbankan hidupnya sendiri. Itu jawaban final yang berasal dari pikiran Professor Kikuma.”



“Dimengerti. Sisanya adalah tugas kami. Kita tunggu sampai Ichinose Rika pulih dan menemukan kebenaran langsung dari dia,” ujar det.Ukai kemudian.



Perfect Insider 2215



Kasus selesai. Moe, Saikawa-sensei dan prof.Kita berjalan keluar pusat penelitian kutub. Moe sendiri sebenarnya masih penasaran dengan hubungan prof.Kikuma dengan prof.Ichinose.



“Aku rasa mereka saling menghormati di bidang keilmuan dan menjadi rekan terbaik yang bisa berdiskusi dengan bahasa yang sama,” komentar Saikawa-sensei.



“Dan mereka harus memulihkan hubungan mereka yang hilang melalui penelitian,” sambung Moe.



Perfect Insider 2216



“Tapi aku pikir hubunganmu juga cukup sesuatu!” prof.Kita mengalihkan pembicaraan. Ia membahas hubungan antara Moe dan Saikawa-sensei. Ini tentu membuat Moe senyum-senyum senang, tapi Saikawa-sensei kesal luar biasa.



Moe teringat dengan pemimpin seminar yang juga menghilang beberapa tahun yang lalu. Tapi, kegelisahan Moe kali ini malah disambut tawa oleh Saikawa-sensei.



“Apa yang kau tertawakan? Kau tidak bilang padanya?” ujar prof.Kita pada Saikawa-sensei, membuat Moe semakin bingung. “Itu... pemimpin seminar itu...Aku.”



“Kita meninggalkan penelitiannya dan pergi ke India untuk mengejar pacarnya, yang pertukaran pelajar. Semua orang mengira dia menghilang dan bertengkar hebat. Itu saja,” jawab Saikawa-sensei masih disela tawanya.



Moe kesal luar biasa. Ia protes, kenapa Saikawa-sensei tidak mengatakannya sejak awal. Saikawa-sensei balas protes, kalau dia sudah mengatakannya sejak awal, tapi hanya dianggap lelucon oleh Moe. Keduanya pun memperdebatkan hal tidak penting.



Perfect Insider 2217



Lima hari kemudian



Saikawa-sensei, seperti biasa menyamakan jam tangannya dengan jam Tokyo. Disana juga ada Moe, yang duduk di kursinya. Moe mengatakan jika motif pembunuhan akhirnya diketahui dari kesaksian prof.Ichinose.



“Dua tahun lalu, setelah pesta akhir tahun seminar Kikuma, prof.Ichinose dipaksa masuk ke kamar Niwa dan diserang oleh dia. Tamako mengatakan pada Masuda Jun tentang itu. Masuda Jun, kekasih Ichinose, terkejut dengan itu dan menghilang. Dan dia berakhir seperti itu. Sejak saat itu, prof.Ichinose menyimpan dendam pada Niwa dan Tamako. Aku tidak berpikir Tamako berbahaya,” curhat Moe. “Tapi...itu hanya dugaan lain saja, bukan? Bagaimana jika ada dari Tamako yang tidak pernah aku tahu?”



“Tidak semua masalah memiliki solusi,” komentar Saikawa-sensei. “Jika tidak ada cara membuktikannya, kau tidak punya pilihan selain yakin pada dugaanmu, begitu kan?”



Moe tampak murung, “Aku tidak ingin menemukan akhir yang sedih jika aku tahu sebelumnya. Karena kau tahu ini akan berakhir seperti ini, kau khawatir aku mungkin terlibat terlalu dalam dalam kasus ini, kan?”



Saikawa-sensei sama sekali tidak berbalik, “Aku hanya memberimu perhatian yang wajar sebagai dosenmu.” (ecieeeeh)



Perfect Insider 2218



“Oh, Saikawa-sensei! Aku sudah memecahkan masalahnya! Arti 'shika'!” Moe tiba-tibe bersemangat.



“Oh, itu. Apa jawabanmu?” Saikawa-sensei akhirnya berbalik.



Moe mengambil spidol dan mulai menulis di kaca, “Prof.Ichinose pernah belajar ke luar negeri, Jerman. Rusa betina dalam bahasa Jerman adalah 'ricke'. Itu Ichinose Rika-san!”



Tapi sepertinya Saikawa-sensei tidak setuju dengan ide itu, “Tidak... tidak cukup benar.”



Sampai jumpa di kasus selanjutnya, di Perfect Insider episode 03 part 1.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.