Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Jumat, 29 Mei 2015

SINOPSIS Perfect Insider 03 part 1

Sinopsis Perfect Insider episode 03 part 1. Kalau episode 01 dan 02 ada satu kasus, maka pada episode 03 ini akan ada kasus baru, yang tetep nggak kalah seru. Selamat membaca, minna-san ^_^ Oh ya, buat yang kemarin ketinggalan, silahkan cek juga Perfect Insider episode 02 part 1 dan part 2 ya.



Perfect Insider 3101



Peristiwa itu terjadi 50 tahun yang lalu, tahun 1964. Suhu rata-rata pada hari itu 9.6 derajat Celsius. Berdasarkan catatan, hari itu sangat dingin. Kepala keluarga, Kayama Fusai, mengurung diri dalam gudang selama beberapa hari. Anggota keluarga khawatir dan memanggil polisi. Gudang terkunci dari dalam dan tidak bisa dibuka. Tidak ada jalan masuk lain selain kunci itu. Petugas polisi bergegas masuk ke rumah, dan merusak pintu dengan kapak.



Tapi yang mereka temukan adalah jasad tuan Kayama Fusai. Orang yang ikut masuk kedalam bersama polisi adalah... Tuan Rinsui, Putra Tuan Fusai, istrinya, Fumi-san dan seorang pelayan bernama Yoshimura. Mereka bilang mayatnya terlihat seperti sedikit tersenyum. Penyebab kematiannya adalah ditikam benda tajam di dada. Senjata yang digunakan tidak pernah ditemukan. Tapi, di TKP ditemukan dua benda yang merupakan harta karun keluarga, sebuah pot/vas/labu dan sebuah kotak. 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.' Tidak ada yang aneh dengan kedua benda itu, kecuali ada bekas darah di badan vas itu. Lalu, saat polisi akan memeriksa isi kota, putra tuan Kayama Fusai, Kayama Rinsui melarang mereka membukanya. Itu adalah wasiat tuan Fusai beberapa hari sebelumnya.



Perfect Insider 3102



“Di dalam vas ada kunci pembuka vas. Tapi mulut vas terlalu sempit untuk bisa mengambil kunci,” Moe melanjutkan ceritanya.



Saikawa-sensei masih asyik mengambil gambar dengan kameranya, “Aku mengerti. Dalam situasi misterius seperti ini, polisi akan menetapkannya sebagai kasus bunuh diri.”



Tapi Moe tidak puas. Ia masih merasa aneh, jika benar bunuh diri, kenapa senjata yang digunakan tidak ada di TKP. Jika itu kasus pembunuhan, maka seharusnya pelakunya tidak bisa keluar.



“Aku tidak tertarik pada kasus dari setengah abad yang lalu. Materi untuk memecahkannya sangat tidak jelas. Pokoknya, Aku tidak ingin terlibat dalam masalah ini,” komentar Saikawa-sensei kemudian.



Tapi Moe tersenyum dengan jahilnya, “Kau sudah terlibat. Gudang tempat di mana, Kayama Fusai meninggal,” ujarnya sambil menunjuk gedung di belakang Saikawa-sensei.



Dijebak mahasiswanya, Saikawa-sensei kesal, “Kau menipuku untuk datang kesini--?”



“Tidak!” Moe mengelak cepat. “Ini penelitian tentang bangunan bersejarah. Aku tidak bohong.”



“Bangunan ini bangunan yang berharga. Tapi minatmu yang sebenarnya adalah.... “ ucapan Saikawa-sensei terpotong.



Perfect Insider 3103



Rupanya dibelakang mereka muncul Kayama Rinsui, yang kini adalah kepala keluarga Kayama. Moe menyambut tuan Rinsui dengan memperkenalkan diri. Tapi, ucapan Moe dipotong oleh Saikawa-sensei dan ia buru-buru minta maaf karena sudah tidak sopan, tidak menyapa sejak jadi. Tapi, Rinsui-san tidak mengatakan apapun. Ia pergi sambil menenteng benda di tangannya. Rinsui-san masuk ke gudang tempat kerjanya. Tampak pintu masuk gudang itu tebal dan berat saat dibuka.



“Dia itu Rinsui-san, menggantikan ayahnya yang menjadi pelukis Buddha 50 tahun yang lalu. Sekarang dialah kepala keluarga Kayama,” Moe menjelaskannya pada Saikawa-sensei.



“Pelukis Buddha ...” gumam Saikawa-sensei.



Perfect Insider 3104



Saikawa-sensei dan Moe beralih ke bagian lain bangunan itu. Mereka melihat Kayama Takashi, putra Kayama Rinsui yang tengah menjelaskan bangunan itu pada dua orang lainnya. Rupanya bangunan yang dibangun tahun 1851 dengan gaya Honmune-zukuri dan Ornamen atap, 'suzume odoshi' itu akan dijual.



“Apa anda akan menjual gedung ini?” tanya Moe.



“Aku merasa tidak enak, tapi sangat sulit mempertahankannya. Bahkan untuk memasang AC saja, kami harus melalui berbagai macam prosedur. Yah, masalah semacam itulah,” ujar Takashi-san. “Silakan dilanjutkan, anda juga bebas melihat bagian depan rumah. Dan tolong jangan lupa menulis hal baik tentang rumah ini di jurnal akademis,” pesan Takashi-san pada kedua tamunya ini.



Perfect Insider 3105



Saikawa-sensei dan Moe lalu diantar ke dalam oleh pelayan Yoshimura untuk istirahat. Di dalam pun, Saikawa-sensei dibuat takjub dengan bentuk dari ornament yang ada.



Tapi perhatian Moe teralihkan pada hal lain. Ia mendengar suara cekikian dan melihat bayangan anak kecil dari balik pintu. Penasaran, Moe menggeser pintu itu. Tapi tidak ada siapapun disana. Moe kemudian melihat ke arah luar. Ada taman terbentang disana. Saat Moe berbali, ada seorang anak kecil berbaju biru yang berdiri di belakangnya.



“Ayo kita bermain,” ajak anak kecil itu.



“Kau menakut-nakutiku,” ujar Moe yang kaget.



Tapi kemudian muncul wanita dewasa lain. Wanita itu mengajak si anak kecil untuk pergi dan tidak mengganggu pekerjaan tamu mereka. Wanita itu adalah Kayama Ayao, Istri dari Kayama Takashi



Perfect Insider 3106



Diantar oleh pelayan Yoshimura, Saikawa-sensei dan Moe melihat-lihat bagian dalam rumah. Mereka tiba di depan sebuah ruangan tertutup. Tapi, Pelayan Yoshimura mengatakan kalau keduanya tidak boleh masuk. Karena di ruangan itu tersimpan harta karun keluarga, 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.' Diberitahu seperti itu, Moe malah semakin penasaran. Ia meminta agar pelayan Yoshimura mengijinkan mereka masuk.



Tapi sebuah suara tegas memotong ucapan Moe, “Tidak, anda tidak boleh! Kami tidak bisa menunjukkan padamu 'Labu Langit dan Bumi' dan 'Kotak Keegoisan.'” Ternyata itu suara Kayama Fumi, Istri dari Kayama Rinsui.



Perfect Insider 3107



Moe dan Saikawa-sensei makan siang bersama paman Moe, kepala polisi Nishinosono Shosuke. Paman Shosuke membahas Moe yang menemui Magata Shiki. Paman Shosuke memperingatkan Moe jika Magata Shiki adalah orang yang dituduh membunuh orang tuanya ketiga berusia 14 tahun.



Tapi Moe justru semakin bersemangat. Ia menceritakan jika saat bertemu, Magata Shiki tidak mengakui perbuatan itu. Ia bahkan mengatakan jika pembunuh orang tuanya adalah boneka. Moe mengatakan jika Magata Shiki bersedia bertemu lagi dengannya, jika Magata Shiki tidak kehilangan ketertarikan pada Moe. Selain itu, Magata Shiki juga mengatakan tentang “Ketika semuanya menjadi 'F.'”



“Dia orang yang sangat menggugah rasa ingin tahu,” Moe menutup ceritanya.



“Haruskah aku menyebut itu sebagai 'rasa ingin tahu yang agresif'?” balas paman Shosuke. “Tapi ingatlah, Moe. Kasus kriminal benar-benar mencari kebenaran, berbeda dengan belajar. Memecahkan kasus bisa menjadi pedang yang dapat melukai orang lain. Kau harus mempelajari pelajaran dari kasus Pusat Penelitian Kutub. Jangan berlebihan bermain detektif-detektifan, oke?” pesan paman Shosuke akhirnya.



Paman Shosuke kemudian beralih pada Saikawa-sensei yang tampak tidak berselera makan. Tapi Saikawa-sensei hanya mengatakan jika ia tidak terbiasa di tempat (mewah) seperti itu.



Tidak lama setelahnya bergabung satu orang lain. Dia adalah Kayama Marimo, putri dari Kayama Rinsui (pemilik gedung kuno). Marimo-san adalah seorang komikus. Paman Shosuke kenal dengan Marimoa-san karena istrinya penyuka lukisan tuan Kayam Fusai. Sepertinya pertemuan ini memang diatur oleh paman Shosuke atas permintaan Moe.



Perfect Insider 3108



Keluar dari restoran, Saikawa-sensei, Moe dan Marimo-san kembali ke ruangan Saikawa-sensei. Marimo-san tampak takjub dengan isi ruangan sang professor. Ia pun bahkan menyalakan rokoknya dengan nyaman. Marimo-san adalah seorang komikus yang komiknya banyak dicari pecinta komik.



“Apa kau menjadi komikus karena pengaruh keluargamu?” Moe memulai wawancaranya. “Kakek dan ayahmu, keduanya generasi pelukis Buddha, kan? Jadi aku pikir mungkin kau mengikuti jejak mereka.”



Marimo-san tersenyum, “Justru sebaliknya. Seperti yang sudah kau tahu, lukisan Buddha merupakan karya seni yang sudah sempurna. Pekerjaan utama pelukis Buddha adalah meniru hasil kerja di masa lalu. Sungguh tertekan rasanya, menggambar kembali Sang Buddha seperti sebelumnya. Aku selalu benci pekerjaan menjadi pelukis Buddha. Bagiku rasanya tidak lain hanya tipuan belaka. Itulah kenapa aku meninggalkan rumah dan menjadi komikus. Karena aku ingin bekerja dengan kerja asliku, bukan tiruan.”



Perfect Insider 3109



Marimo-san mengaku tidak pernah pulang ke rumah. Itu terjadi setelah ia dan ayahnya, tuan Rinsui bertengkar hebat lantaran Marimo-san lebih memilih menjadi komikus.



Marimo-san melanjutkan ceritanya, “Ayahku mengambil resiko untuk membuat gudang tempat kakekku meninggal sebagai tempat kerjanya. Agar dapat lebih dekat dengan kakekku, ayah menunjukkan respeknnya pada setiap hal kecil. Dan ibuku selalu memuja kakekku, seolah-olah dia adalah dewa. Dia poles vas dan kotak, yang tak pernah jauh darinya, hampir setiap hari. Ada kerabat jauh bilang padaku bahwa Yoshimura-san, pelayan keluarga, orang yang sering tertawa, tapi berhenti tertawa sejak hari kejadian. Kakakku yang seharusnya menggantikan ayahku, tapi aku menduga dia tidak punya bakat melukis Buddha. Terkadang dia melukis pemandangan tapi tidak untuk dijual atau pergi ke pesta yang dihadiri para selebriti. Di sanalah dia bertemu istrinya, Ayao-san. Meskipun dia berasal dari kota dia tetap bertahan untuk tidak lari dari rumah yang kuat tradisinya itu. Menurutku, dia orang yang aneh. Sebenarnya tidak penting diungkapkan, tapi keponakaanku, Yusuke-kun manis sekali.”



“Kau masih penasaran dengan kebenaran dibalik peristiwa itu kan?” lanjut Moe yang semakin penasaran. “Oh, maafkan aku! Aku lancang sekali... “ ujar Moe saat melihat wajah kaget Marimo-san.



Tapi wajah kaget Marimo-san berubah cepat, “Kau mungkin benar. Semenjak kecil, aku sudah sangat ingin tahu tentang vas dan kotak itu. Aku tetap bertanya-tanya bagaimana mengeluarkan kunci itu.”



Perfect Insider 3110



“'Kau tidak boleh membukanya.' Benar?” kali ini Saikawa-sensei ikut nimbrung.



“Ya. Tapi itu hanya membuat keinginanmu membukanya semakin besar, kan?” balas Marimo-san.



“Professor Saikawa akan membukanya,” Moe mengatakan ide gilanya yang tentu saja diprotes oleh Saikawa-sensei. “Dia pasti bisa memecahkan masalah ini. Jadi maukah kau menunjukkan pada kami vas dan kotak itu?”



“Apa yang kau bicarakan? Kau pasti terlalu banyak minum wine...” protes Saikawa-sensei.



Marimoa-san tersenyum menanggapi ucapan Moe ini, “Aku mengerti. Aku akan sampaikan pada mereka bahwa Nishinosono-san dan Professor Saikawa akan datang lagi.”



“Well, tapi aku tidak berpikir...” ucapan Saikawa-sensei dipotong lagi.



“Ketika kalian datang, Aku juga akan pulang ke rumah,” lanjut Marimo-san. “Sejujurnya, akhir-akhir ini aku mengalami penurunan dan serial komikku dihentikan. Ini mungkin menjadi kesempatan yang baik untuk merenungkan kembali diriku sendiri. Jika misteri vas dan kotak bisa dipecahkan Aku mungkin bisa memperbaiki hubungan, kau tahu kan?”



Perfect Insider 3111



Saikawa-sensei dan Moe berkendara dengan mobil merah Moe menuju kediaman keluarga Kayama. Sementara Moe menyetir, Saikawa-sensei masih asyik mengatur ulang jam di tangannya.



“Apa kau mengatur jam tangan lagi? Tolong jangan lakukan hal itu saat kita berkencan!” protes Moe.



“Nishinosono Moe, ini bukan kencan sungguhan!” Saikawa-sensei tampak tak suka.



“Terserah aku bagaimana melihatnya,” jawab Moe cuek.



Perfect Insider 3112



Saikawa-sensei dan Moe disambut pelayan Yoshimura. Mereka kemdian diantarkan ke sebuah kamar di pavilion. Pelayan Yoshimura mengatakan jika Marimo-san akan segera tiba juga, dan meminta keduanya bersantai dulu sambil menunggu makan malam.



Tapi Saikawa-sensei dibuat kaget saat di ruangan itu sudah dihamparkan dua buah futon (alas tidur ala jepang). Rupanya pelayan Yoshimura diberi tahu jika kedua tamunya ini akan menginap. Moe tersenyum jahil, karena ini idenya, terimakasih pada Marimo-san. Pelayan Yoshimura pamit pergi dan mengatakan jika kamar mandi juga telah siap untuk mereka.



Moe dengan santainya melepas mantel luarnya. Ia pun mengeluarkan barang-barangnya. Sementara itu, Saikawa-sensei sudah salah tingkah dan berniat akan pergi. Tapi Moe mencegahnya dengan mengatakan jika mobilnya tidak akan kemana-mana dan mengingatkan Saikawa-sensei jika stasiun ada sangat jauh dari sana.



“Aku akan tidur di lorong,” Saikawa-sensei memutuskan. Ia pun mulai menarik futonnya.



“Mereka pasti berpikir, kita ini kekasih, kau tahu?” Moe senyum-senyum jahil



Tapi tiba-tiba Saikawa-sensei berubah ekspresi “Hebat... !”



Moe berpikir jika Saikawa-sensei mengomentari ide Moe ini, “Kau juga berpikir itu hebat? Kita pasti tampak seperti “pasangan serasi”.”



Perfect Insider 3113



Tapi ternyata yang dianggap hebat oleh Saikawa-sensei bukan ide Moe, melainkan sebuah lukisan yang ada di dinding.



“Gulungan gantung. Ya, Aku tidak tahu apa-apa tentang nilai artistik, tapi lihatlah, Moe. Buddha ini digambar dengan “rasio emas” yang sempurna. (penjelasan mengenai rasio emas ada di bawah/Kelana’s comment). Perbandingan panjang dan lebar wajahnya adalah satu dengan akar kuadrat dari dua—“ ucapan Saikawa-sensei terputus.



Moe berdiri di depan Saikawa-sensei dengan wajah serius.



“Apa ada yang salah?” Saikawa-sensei kebingungan.



Kesal karena orang di depannya tidak juga paham, Moe pun menyerah, “Lupakan!”



Perfect Insider 3114



Tapi, saat berbalik, Moe pun tertarik pada hal lain. Ada semacam kaligrafi besar di ruangan itu. (mahasiswa sama professor, sama nyentriknya), “Mementingkan diri sendiri di langit dan bumi? Oh! Sama seperti harta keluarga!” Moe pun mulai membaca, “Telinga berenang dan bertarung di... Karakter yang berarti laut terbuka. Mata berada di padang bintang-gemintang... Tidak, Aku sungguh tidak tahu. Tolong jelaskan padaku, Professor Saikawa.”



Saikawa-sensei juga serius memperhatikan tulisan di depan Moe itu, “Mendengar kegaduhan ketika berenang di lautan yang bergejolak. Aku dapat melihat diriku duduk dengan tenang di padang di bawah langit penuh bintang. Itu mudah bagi air, tapi sulit bagi api. Dan aku tidak hidup di Langit atau di Bumi.”



“Apa artinya?” tanya Moe lagi.



“Apa yang baru saja aku katakan adalah segalanya. Orang yang menerima pesan ini yang memutuskan apa artinya,” Saikawa-sensei tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.



Perfect Insider 3115



Prof.Kuneida tengah membersihkan tanaman di ruangan lab Saikawa-sensei saat mahasiswa Hamanaka masuk mencari Saikawa-sensei. Prof.Kuneida mengatakan jika Saikawa-sensei pergi bersama Moe mengunjungi rumah kuno.



Hamanaka merasa ada yang aneh, “Lagi? Kau tidak berpikir ada sesuatu di antara mereka berdua?”



Tapi prof.Kuneida mengabaikan pertanyaan Hamanaka itu, “Bagaimana dengan tesismu?” ia mengacungkan tangannya meminta.



Hamanaka salah tingkah, “Well, Aku kesini untuk meminta Saikawa-sensei memeriksanya—“ tapi melihat wajah serius prof.Kuneida, Hamanaka tidak punya pilihan untuk menyerahkan tulisannya itu. (prof.Kuneida ini asistennya Saikawa-sensei, dan dia galak banget sama mahasiswanya si Hamanaka)



Perfect Insider 3116



Kembali ke gedung kuno, kediaman keluarga Kayama.



Ayao-san tengah mempersiapkan meja makan untuk makan malam. Ia mengeluh pada suaminya, Takashi-san karena Marimo belum juga datang. Ayao kemudian pergi untuk memanggil putranya Yusuke, karena anime kesukaan bocah kecil itu akan segera dimulai.



“Yusuke! Anime Genma Daishogun sudah mulai! Yusuke!” Ayao-san melihat putranya keluar dari gudang tempat kerja Rinsui-san. “Kau masuk ke gudang lagi? Bukankah aku selalu bilang jangan ganggu kerja kakekmu?”



Tapi Yusuke kecil berkata dengan polosnya, “Kakek sudah tidak ada lagi. Dia sudah tidak ada lagi.”



“Jangan bohong padaku hanya karena tidak mau aku omeli,” ujar Ayao-san. Ia pun mengajak Yusuke masuk. Tapi ia melihat cairan merah di tangan putranya itu, “Oh, tidak! Kau menyentuh cat kakekmu lagi? Cuci dulu tanganmu lalu masuk ke dalam! Hati-hati jangan sampai bajumu kotor!”



Setelah Yusuke pergi, di belakang tampak anjing milik keluarga itu menyalak di depan gudang.



Apa yang terjadi di dalam gudang itu?



Cairan merah apa yang menempel di tangan Yusuke?



BERSAMBUNG. Sampai jumpa di Perfect Insider episode 03 part 2 ya.



Picture and written by Kelana



Posting at www.elangkelana.net



Kelana’s comment:



Rasio emas atau the golden ratio : perbandingan yang diperkenalkan oleh pelukis Leonardo da Vinci. Perbandingan ini ia temukan saat mengukur ukuran tubuh manusia. Hal ini juga berlaku pada sejumlah makhluk hidup dan beberapa benda, sehingga dikenal juga sebagai rasio alam. Dalam matematika, Rasio emas adalah perbandingan dua angka berdekatan pada deret fibonachi, yakni 1,618



Deret fibonaci : deret yang diperoleh dari menjumlahkan dua angka sebelumnya



1 – 1 – 2 – 3 – 5 – 8 – 13 – 21 – 34 – 55 – 89 – 144 – 233 – dst



Rasio emas :



1 : 1 = 1



2 : 1 = 1,5



3 : 2 = 1,5



5 : 3 = 1,667



8 : 5 = 1,6



13 : 8 = 1,625



21 : 13 = 1,615



34 : 21 = 1,619



55 : 34 = 1,618



89 : 55 = 1,618



144 : 89 = 1,618



233 : 144 = 1,618



Dst



2 komentar:

  1. […] dan Moe kembali terlibat dalam sebuah kasus. Yang ketinggalan bagian sebelumnya bisa cek di Sinopsis Perfect Insider episose 03 part 1 […]

    BalasHapus
  2. […] Insider episode 04 part 1. Yang ketinggalan cek di Perfect Insider bagian sebelumnya ya, episode 03 part 1 dan part […]

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.