Sinopsis-sinopsis Lama bagian dari Elang Kelana

Rabu, 13 Mei 2015

SINOPSIS Perfect Insider 01 part 1

Sinopsis Perfect Insider a.k Subete ga F ni Naru a.k When Everything Become F episode 01 part 1. Halo guys … Kelana kembali dengan sinopsis nih. Tadinya sih mau buat sinopsis on-going. Tapi, sepertinya akan sedikit sulit. Soalnya drama yang Na suka, malah agak lama subtitle-nya. Jadi, daripada nunggu nggak jelas, Na memilih drama akhir tahun kemarin ini untuk dibuat sinopsisnya.


Perfect Insider 1101


Seorang gadis cantik tampak duduk di sebuah ruangan serba putih. Di depannya ada monitor yang menempel di dinding, menampilkan wajah lain berambut panjang. Gadis itu memperkenalkan diri sebagai Nishinosono Moe (Takei Emi), sementara orang yang berbicara di depannya adalah Doktor Magata Shiki.


Belum banyak yang ditanyakan Moe saat Doktor Magata malah menantangnya dengan perkalian. Tampak Moe berpikir sedikit sebelum memberikan jawaban angka cantik, 555555. Dari pertanyaan itu, doctor Magata langsung memahami kalau Moe lemah pada perkalian tabel angka 7, meski itu tentu saja diingkari oleh Moe. Tapi, doctor Magata mengatakan kalau hal itu wajar, karena angka 7 adalah angka spesial. Hanya angka 7 yang sendirian.


Rasa penasaran Moe membuatnya bertanya, kenapa doctor Magata mengurung dirinya di laboratorium bawah tanah selama 15 tahun terakhir. Tapi, bukan memberikan jawaban, dengan enteng doctor Magata malah menanyakan pertanyaan lain. Moe tidak menyerah. Kali ini ia menanyakan pertanyaan yang lebih mengerikan, tentang kebenaran jika doctor Magata membunuh orang tuanya 15 tahun silam.


Doctor Magata memuji Moe yang tidak mudah terintimidasi, tetapi memiliki pemikiran yang meloncat-loncat. “Aku tak bisa menjelaskan kenapa aku melakukannya. Aku bisa memberitahu bagaimana aku membunuh mereka. Karena aku menyaksikannya.”


Jawaban doctor Magata membuat Moe semakin penasaran. Kata “menyaksikan” yang ditanyakan balik oleh Moe dijawab oleh doctor Magata bahwa bonekalah pelaku pembunuhan orang tuanya itu. Ia pun melanjutkan ceramahnya soal kepribadian seseorang. Doctor Magata berbalik memberikan tantangan lagi untuk Moe.


“Bagi dalam dua grup semua angka dari 1 sampai 10. Dan kali semua angka dengan setiap grup. Apakah kedua grup tersebut hasilnya sama?” tanya doctor Magata.


Moe tampak berpikir. Tapi kemudian ia memberikan jawaban jika hasilnya tidak akan pernah sama, lantaran salah satu kelompok itu memiliki angka 7.


Doctor Magata tampak puas dengan apa yang dikatakan Moe, “Lihat? Hanya tujuh yang kesepian, bukan? Diantara semua kepribadian dalam diriku, hanya satu yang mempunyai alasan untuk membunuh orang tuaku, itu adalah aku... Magata Shiki. Akulah satu-satunya si angka 7.”


“Apa alasannya?” tanya Moe lagi.


“Mungkin karena aku mau bermain di luar?” ujar doctor Magata kemudian. Ia lalu menanyakan arti orang tua bagi Moe. Ia bahkan mampu mengulik masa lalu kelam Moe. Saat kedua orang tuanya meninggal di depan mata Moe. Dan disana juga ada Prof. Saikawa a.k Saikawa-sensei. Doctor Magata kembali menanyakan apa Moe menyukai professor muda itu. Tapi jawaban Moe cukup berbelit, sebelum akhirnya dia memberikan jawaban “iya”. Waktu kesepakatan mereka hampir berakhir, tapi dokter Magata masih memberikan kesempatan pada Moe untuk bertanya lagi.


“Tolong beritahu aku siapa kau?” tanya Moe tanpa pikir panjang.


“Mengejutkan sekali. Inilah pemikiran tajam manusia. Kau hanya menanyakannya begitu saja, bukan? Luar biasa. Sebuah mesin tidak bisa melakukan itu. Pertanyaan seperti "siapa aku"...Pikiran buatan tak akan memikirkan hal itu. Aku Magata Shiki. Nishinosono Moe-san, senang bertemu denganmu.”


Moe masih terus mengejar. Ia bertanya, apa mereka bisa bertemu lagi.Tapi doctor Magata mengatakan itu bisa saja terjadi, apabila ia tidak kehilangan ketertarikan pada Moe.


“Kapan?” cecar Moe lagi.


“Ketika semuanya menjadi F,” ujar doctor Magata, lalu monitor itu berubah hitam.


Perfect Insider 1102


Puas berbicara dengan doctor Magata, Moe kembali ke kampusnya, di Universitas Negeri Jinnan Fakultas Teknik Arsitektur. Seperti biasa, ia nongkrong di ruangan profesornya, prof. Saikawa a.k Sakawa-sensei. Moe adalah mahasiswa jurusan arsitektur di universitas tersebut.


Moe menceritakan pengalamannya berbicara dengan doctor Magata. Ini membuat profesornya, Saikawa Sohei-sensei (Ayano Go) berdecak kagum. Melihat ketertarikan profesornya ini, Moe semakin menarik pancing. Ia mengatakan jika doctor Magata ternyata seorang wanita cantik.


Tapi, alih-alih menanggapi provokasi Moe, Saikawa-sensei malah memuji kemampuan doctor Magata. Dia adalah seorang programmer handal, yang berhasil membuat perkembangan pesat di dunia internet. Bahkan tidak ragu, Saikawa-sensei menyatakan keiriannya pada doctor Magata. “Tidak diragukan lagi dia mempunyai otak terbaik di dunia. Bisa kubilang dia manusia setengah dewa.”


Tiba-tiba Moe mencetuskan ide. Sebentar lagi jurusan mereka akan mengadakan seminar perjalanan. Moe mengusulkan agar mereka mengunjungi laboratorium tempat dokter Magata Shiki berada.


“Kau mau menggunakan koneksi keluarga Nishinosono?” tembak Saikawa-sensei antara antusias dan mengejek. (jadi, keluarga Nishinosono di drama ini diceritakan sebagai keluarga dengan banyak koneksi dan kekuasaan. Sederhanya, keluarga berpengaruh lah)


Moe mengangguk yakin, “Ya. Teman bibiku adalah teman direktur Laboratorium Magata. Jika aku memintanya, aku yakin mereka akan mengizinkan kita mengunjungi fasilitas mereka.”


Menyadari itu adalah hal yang di luar batas kemampuannya, Saikawa-sensei hanya mengangguk pasrah, “Aku tidak tahu seberapa kuat kekuatan istri dari seorang gubernur prefektur. Aku akan menunggu tanpa berharap apapun.”


Dari arah pintu, muncul seorang professor muda berambut pendek persis laki-laki, tapi dia perempuan. Namanya Prof.Kuneida, dia asisten Saikawa-sensei. Prof.Kuneida memberikan naskah penelitian salah satu mahasiswa mereka dan mengatakan jika hasilnya sangat buruk, bahkan lebih buruk dari tulisan anak SD. Saikawa-sensei menerima naskah itu, dan paham jika asistennya ini memang sering terlalu blak-blakan dalam bicara.


Saikawa-sensei kemudian membuka komputernya dan memeriksa jam internasional untuk Tokyo. Ia memandang jam tangannya, dan mengatur waktunya agar tepat persis. Saat ditegur oleh Moe, Saikawa-sensei mengatakan jika ia tidak mau kehilangan satu detik pun.


Setelahnya Saikawa-sensei segera berkemas dan memakai sepatunya. Ia pamit pada prof. Kuneida tidak akan kembali ke kampus karena akan mengamati penelitian Profesor Kikuma di Pusat Penelitian Kutub.


Mendengar tujuan sang professor, Moe langsung semangat. Ia meminta untuk ikut, bahkan menawarkan untuk menggunakan mobilnya.


“Aku tak mengerti kenapa kau tertarik pada penelitian teknik sipil,” komentar Saikawa-sensei.


“Tak masalah apapun itu, asalkan bersamamu, Profesor,” jawab Moe masih dengan senyum polosnya.


Mendengar itu, Saikawa-sensei merasa tidak nyaman. Apalagi disana ada prof.Kuneida juga, “Tolong jangan membicarakan hal itu seenaknya. Aku tidak mau kita digosipkan.”


Tapi prof.Kuneida pun menanggapinya tanpa ekspresi, “Aku tak keberatan.”


Perfect Insider 1103


Saikawa-sensei dan Moe pun berkendara dengan mobil merah milik Moe menuju Pusat Penelitian Kutub. Tapi, alih-alih tertarik pada tujuan awal, Moe justru tertarik pada skandal yang terjadi di tempat itu.


Moe menceritakan jika dua tahun yang lalu, ada salah seorang mahasiswa yang berteriak-teriak dan mengibaskan pisau di depan teman-temannya. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Tetapi, si mahasiswa tadi kemudian menghilang, dan dianggap sebagai sebuah penculikan. “Dan tidak hanya itu. Orang yang bertanggung-jawab dari seminar Profesor Kikuma (professor yang bertanggungjawab di pusat penelitian kutub) juga hilang.”


Tapi Saikawa-sensei menanggapinya dengan santai, “Kurasa dia pergi ke india untuk mengejar kekasihnya yang pertukaran pelajar itu.”


“Kau bercanda,” balas Moe sambil tertawa sumbang. Saat Saikawa-sensei menanyakan tentang ketertarikan Moe, dengan santainya Moe mengakui jika ia lebih tertarik pada kasus penculikan itu daripada penelitian teknik sipil di pusat penelitian kutub.


Perfect Insider 1104


Tiba di pusat penelitian kutub, Moe mulai bergosip. Ada nama salah seorang professor disana yang ia kenal, Kita-sensei. Apalagi menurut kabar, Kita-sensei ini teman Saikawa-sensei sejak SMP dan terkenal tampan.


“Itu tergantung orang menilainya,” balas Saikawa-sensei tidak tertarik pada gosip itu.


Mereka berdua pun disambut oleh seorang professor di pusat penelitian kutub, Profesor Fakultas Tehnik Sipil Kita Hokuto. Kita-sensei tampak takjub bertemu Moe, apalagi ia seorang mahasiswa arsitektur.


“Apa kau anak mantan Rektor universitas...” tanya Kita-sensei pelan.


“Ya, Nishinosono Kyosuke adalah ayahku,” ujar Moe.


Mendengar obrolan tidak penting mereka, Saikawa-sensei pun menengahi. Ia menanyakan soal percobaan yang tengah dilakukan di pusat penelitian kutub itu. Kita-sensei mengatakan jika hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian tiba bulan pengambilan data. Tapi, karena keahlian Kita-sensei adalah analisis hasil percobaan, jadi ia tidak terlibat secara langsung dalam percobaan.


“Kita masih punya waktu sampai percobaan dimulai. Aku akan menujukkanmu laboratorium suhu rendah,” ajak Kita-sensei kemudian.


Perfect Insider 1105


Mereka bertiga pun menuju ruang khusus percobaan di lab itu. Setelah minta izin pada teknisi Hachikawa Zentaro-san, ketiganya diijinkan masuk, dengan syarat tidak memegang apapun.


Ketiganya pun diajak masuk ke ruangan super dingin itu. Suhunya mencapai 20 derajat celcius di bawah 0, atau 4 derajat Fahrenheit di bawah 0. Di ruangan itu ada sebuah kotak cukup luas yang khusus diisi dengan es. Lalu di atasnya diberi model kilang minyak. Mereka tengah melakukan penelitian untuk membuat rancangan kilang minyak yang dapat mengapung di atas permukaan laut es. Moe menyentuh permukaan es dan menemukan jika es-nya tidak keras sebagaimana mestinya.


Kita-sensei mengatakan jika mereka menambahkan bahan ethylene glyco. Bahan ini membuat es menjadi lebih lunak, dan tidak membeku dengan keras, atau sederhananya zat anti beku. Ini dilakukan karena mereka menggunakan efek skala. Es sungguhan terlalu keras dan tidak cocok dengan model kilang minyak mini yang dibuat dan diletakkan di tengah-tengah e situ.


Puas melihat ruangan itu, ketiganya menuju ruangan sebelah. Disana adalah ruangan persiapan. Ada sejumlah alat dan sejumlah kran pipa. Dari ruangan itu juga diciptakan angin dan ombak buatan agar keadaan di permukaan es di ruangan utama seperti aslinya. Di salah satu sisi ruangan persiapan itu juga ada pintu darurat. Terakhir adalah ruangan penyimpanan. Di ruang itu ada pintu khusus yang dapat dibuka (seperti pintu garasi) untuk memasukkan barang-barang atau peralatan secara langsung dari luar.


Puas berkeliling, ketiganya pun keluar dari lab khusus itu. Di luar, teknisi Hachikawa berkomentar soal suhu ruangan yang naik 0,7 derajat karena ada orang yang masuk.


Perfect Insider 1106


Di luar, Moe disapa oleh seorang wanita yang dikenalnya. Hattori Tamako, dia adalah mahasiswa tahun kedua program Master yang bekerja sebagai peneliti di lab itu juga. Tamako ternyata adalah senior Moe di klub panahan di kampus.


“Apa dia dosen yang kau ceritakan?” tanya Tamako pada Moe, sambil menunjuk ke arah Saikawa-sensei.


“Ya,” jawab Moe. Keduanya pun bertukar senyum.


“Kau datang kemari pas sekali waktunya. Kita akan mengadakan pesta usai ini. Jadi datanglah,” ajak Tamako pada Moe. Ia pun kemudian pamit pergi melanjutkan kegiatannya.


Perfect Insider 1107


Dari arah ruang professor, pimpinan penelitian kutub ini, Profesor Kikuma tampak keluar bersama para mahasiswanya. Prof.Kikuma memperkenalkan wanita di sampingnya (rambut pendek) sebagai asistennya, prof. Ichinose. Rupanya mereka akan segera mempersiapkan percobaan terakhir hari ini.


Seorang mahasiwa lain tengah bersiap dengan pakaian khusus ruangan dingin. Dia adalah mahasiswa tahun kedua program doctoral, Niwa Kenjiro.


“Sekarang adalah pengukuran terakhir kita. Jangan membuat kesalahan!” pesan prof.Kikuma pada Niwa.


Semua orang menempati posisi masing-masing. Prof.Kikuma dan asistennya, Prof. Ichinose masuk kembali ke ruangan professor. Lalu dua mahasiswa yang tadi di belakangnya, mahasiswa tahun pertama program master (rambut panjang) Funami Machiko dan mahasiswa tahun pertama program doctoral (rambut kriting), Arai Masanao masuk ke ruang pengukuran.


Perfect Insider 1108


Percobaan pun dimulai. Moe, Saikawa-sensei dan Kita-sensei mengamati dari kaca di luar lab. Niwa masuk ke ruangan utama, lalu ke ruangan persiapan. Dia memutar katup/kran yang ada disana sesuai intruksi dari prof.Kikuma yang berada di ruangan professor.


Di tengah percobaan, Kita-sensei mina izin pergi, “Aku permisi. Aku sedang menunggu e-mail dari temanku di inggris. Silahkan saja berkeliling-keliling.”


Teknisi Hachikawa memperhatikan gambar yang muncul di komputernya. Tapi dia mengeluh karena cara kerja Niwa yang tidak baik, sehingga gambar hasil percobaan yang muncul masih berantakan dan belum biasa diukur.


15 menit kemudian, Niwa selesai di ruangan persiapan. Ia lalu menuju ruangan utama. Niwa mengambil kayu yang ada di dinding dan mulai menekan-nekan permukaan es di ruangan utama. Setelah 34 menit, ia pun diperbolehkan keluar.


Perfect Insider 1109


Moe memandangi jam di tangannya, “Sepertinya 30 menit sudah jadi waktu maksimal, meski dengan pakaian seperti itu,” komentar Moe.


“Bukan masalah dinginnya. Tapi sangat menguras tenaga,” ujar Tamako yang ternyata sudah bersiap dengan pakaian dinginnnya.


Setelah Niwa keluar, gantian Tamako yang masuk ke lab itu. Prof.Kikuma juga keluar dari ruangannya dan memeriksa gambar hasil percobaan di computer milik teknisi Hachikawa. Ada masalah dengan percobaan kali ini. Prof.Kikuma meminta teknisi Hachikawa memperhatikan lebih detail lagi.


Teknisi Hachikawa memperhatikan gambar di komputernya, masih belum beres. Ia ragu, apakah Tamako yang berbadan kecil bisa memperbaiki pengaturan di dalam.


Perfect Insider 1110


Dari arah ruang professor, Prof. Kikuma memberikan intruksi pada Tamako. Dalam waktu singkat, ternyata Tamako berhasil menyelesaikan masalah yang ada. Gambar hasil percobaan yang muncul di computer teknisi Hachikawa pun tampak lebih rapi.


57 menit kemudian, Tamako keluar dari ruangan persiapan. Dia memeriksa permukaan es di ruangan utama. 66 menit kemudian, Tamako melakukan pengambilan gambar permukaan es itu. Setelah pengambilan data dirasa cukup, Tamako kemudian diminta keluar dari lab.


Prof. Kikuma kembali mendekati teknisi Hachikawa. Ia pun memintanya untuk mematikan mesin pendingin lab itu. Mereka akan mengadakan pesta nanti malam, karena percobaan telah berakhir. Saikawa-sensei dan Moe pun diajak ikut serta. Meski ide pesta itu diprotes oleh asisten prof.Ichinose, prof.Kikuma tetap berkeras. Karena mereka bisa menjaga minuman tetap dingin dan menghemat energy.


Perfect Insider 1111


Seluruh orang yang bekerja di lab, bersama Saikawa-sensei dan Moe mengadakan pesta di ruangan lab. Saikawa-sensei rupanya tertarik dengan percobaan kilang minyak di permukaan es ini. Ia pun meminta pada prof.Kikuma untuk bisa melihat hasilnya. Prof.Kikuma tampak tidak keberatan. Ia meminta asistennya, prof.Ichinose untuk memberikan hasil percobaan itu pada Saikawa-sensei.


Orang-orang heran, lantaran Niwa dan Tamako tidak ada di manapun. Apalagi ponsel dan barang-barang mereka ternyata masih ada di ruangan penyimpanan. Teknisi Hachikawa yang akan pulang juga kesal mencari Niwa. Ia tidak bisa mengeluarkan mobilnya lantaran mobil Niwa masih menghalangi jalannya.


Perfect Insider 1112


Kita-sensei iseng berniat membuka pintu ke ruang persiapan. Tapi ia heran, lantaran menemukan pintu itu dalam keadaan terkunci. Ia melihat pada yang lain, mereka juga heran lantaran setelah percobaan selesai tadi, tidak ada yang masuk lagi ke ruang persiapan. Apalagi kunci ruangan persiapan itu tersimpan di ruang penjaga dan ruangan professor. Mereka pun berinisiatif untuk membuka ruangan persiapan itu.


Tapi, fakta tidak terduga menanti mereka. Mereka menemukan sesosok tubuh tergeletak dalam keadaan tertelungkup di ruang persiapan, Hattori Tamako. Kita-sensei memeriksa tubuh itu, yang ternyata sudah tidak bernyawa. Fakta lain yang tidak kalah mengejutkan juga menanti mereka. Tubuh kaku Niwa juga ditemukan di ruangan penerimaan barang, di sebelah. Keduanya dengan pisau yang tertancap di punggung.


Perfect Insider 1113


Polisi yang dihubungi segera datang ke TKP. Sementara tim forensic mengurusi TKP, detektif mulai menanyai orang-orang lab.


Prof.Kikuma mengatakan jika Niwa dan Tamako adalah mahasiswa di timnya. Niwa adalah mahasiswa tahun kedua program doctoral, sementara Tamako adalah mahasiswa tahun kedua program master. Mereka memiliki tugas sebagai orang yang mengatur di tim seminar mahasiswa.


“Apa kau mendengar Niwa-san terlibat dalam suatu masalah?” tanya detektif.


“Setahuku tidak,” balas prof.Kikuma.


Perfect Insider 1114


Berbeda dengan orang-orang yang bekerja di lab, Saikawa-sensei dan Moe berada di ruangan lain. Kedua polisi tadi memperkenalkan diri sebagai detektif dari Divisi Investigasi 1, Detektif Ukai dan Detektif Masato. Setelah memastikan identitas kedua orang ini, Detektif Ukai mempersilahkan Saikawa-sensei dan Moe untuk pulang. Saat detektif Masato protes, detektif Ukai mengatakan jika “nona” di hadapan mereka ini adalah keponakan dari kepala kepolisian Nishinosono. (satu lagi fakta jika keluarga Nishinosono adalah keluarga berpengaruh)


Tapi Moe sepertinya malah tidak memperhatikan apa yang dibicarakan kedua polisi tadi. Ia justru tertarik dengan kasus ini, “Apa penjahatnya melarikan diri dari pintu garasi di ruang penerimaan? Ditengah eksperimen, setelah Tamako-senpai muncul dari ruangan persiapan...dari sisi laboratorium, tak ada seorangpun yang menyentuh pintu.”


“Ya, kami mengkonfirmasi itu dalam video kamera laboratorium,” jawab detektif Ukai.


Moe melanjutkan, “Yang berarti...bahwa pintu itu telah terkunci dari dalam ruang persiapan. Ketika mayat ditemukan, pintu darurat juga terkunci dari dalam.”


“Terutama lagi, pintu darurat tidak bisa dikunci dari luar,” sambung detektif Masato.


“Satu-satunya tersisa adalah pintu keluar pintu garasi dari ruang penerimaan,” Moe mulai membayangkan model ruangan di lab itu.


Tapi imajinasi Moe dipatahkan oleh detektif Ukai, “Tapi itu tak masuk akal. Pintu garasinya otomatis, tapi sedang rusak dan tidak bisa dibuka sama sekali.”


“Apa? Lalu bagaimana pelakunya bisa keluar?” Moe heran.


“Tepat. Ini juga disebut 'ruang terkunci.'” Detektif Ukai tampak lebih tertarik.


Tiba-tiba Saikawa-sensei yang sejak tadi tidak tertarik ikut bicara, “Sudah berapa lama pintu garasi rusak?”


Detektif Masato mengecek catatannya, “Sejak tadi pagi. Penjaga menemukannya dan memanggil jasa perbaikan saat itu. Mereka tidak bisa memperbaiki di sana, jadi mereka membawa mesinnya.”


“Siapa orang yang mengetahuinya?” lanjut Saikawa-sensei.


“Penjaga yang memberitahu teknisi Hachikawa Zentaro. Karena ini tidak akan mengganggu eksperimen, teknisi Hachikawa tidak melaporkannya pada siapapun,” jawab detektif Ukai.


Saikawa-sensei tampak berpikir keras, “Mengerti.”


TO BE CONTINUE AT PART 2


Picture and written by Kelana


Posting at www.elangkelana.net


Kelana’s comment:


Akhirnya Kelana buat synopsis lagi, setelah sekian lama absen. Gomene ya guys. Hihihi. Menunggu drama on-going itu bikin sakit kepala aja, karena sub-nya yang lama. Sabar, sabar. Jadi, Na memutuskan membuat sinop dorama ini deh.


Ada Ayano Go yang emmmm … disini cukup mempesona. (soalnya Na nonton berbagai drama, dan dia bisa memainkan beragam karakter. Dari yang cool sampe iuuuh). Lalu si cantik Takei Emi. Tapi disini nggak ada bang Sato Takeru. Ups … semoga kalian suka deh dengan drama ini.


Sepertinya drama yang cocok dengan Na itu, drama model Galileo dan seperti ini ya. Yang ada penjelasan ilmiahnya, hihihi

9 komentar:

  1. […] a.k Subete ga F ni Naru a.k When Everything Become F episode 01 part 2. Yang penasaran dengan episode 01 part 1, cek di tkp langsung […]

    BalasHapus
  2. […] Perfect Insider episode 02 part 1. Yang ketinggalan, cek juga Perfect Insider episode 01 part 1 dan part 2 […]

    BalasHapus
  3. kisah.nya sangat menarik ...

    BalasHapus
  4. halo devie
    salam kenal
    iya, Kelana jg sepakat, ceritanya asyik disimak

    BalasHapus
  5. Kelana, trm ksh sinopsis perfect insider nya.

    BalasHapus
  6. yup, sama2
    semoga sabar menunggu lanjutannya ya, hehe

    BalasHapus
  7. selain karena genre detektifnya, yang bikin aku tertarik nonton dorama ini adalah ..poninya Takei Emi. Alasan yang agak aneh memang dan kelar nonton beberapa episode, aku berusaha potong poni dengan model yang sama dan gagal. Orz

    selain cerita dan poninya, aku suka opening dari Subete ga F ni naru, sayangnya judul dan penyanyinya belum ketemu. ada yang tahu? hehe..

    BalasHapus
  8. halo, salam kenal
    iya, ceritanya emang seru
    waktu awal, Na justru agak terganggu sama poni-ny emi, aneh gitu
    tapi lama terbiasa juga sih
    Na suka ceritanya drama ini, soalnya nggak bisa ditebak dan cara penyelesaiannya cukup logis
    ala galileo gitu sih
    wah, Na juga belum nemu nih openingnya
    hmmm ... tapi biasanya ada sih di profil dramanya, klo buka dramawiki. coba aja

    BalasHapus

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.